
" sayang tunggu " cegah ricko saat nita akan masuk kedalam universitas kedokteran di salah satu kota jakarta itu , nita pun berbalik tatapannya seoleh bertanya kenapa ricko menghentikannya.
ricko berjalan ke arah nita dan mengambil kedua tangan nita " aku akan jemput nanti, jangan pulang sebelum aku menjemput "
" hmm , aku pikir kau akan mengatakan sesuatu padaku "
" memang nya apa ? " tanya ricko.
" sudahlah aku masuk ya , hati - hati dijalan jangan mengebut "
ricko mengangukkan kepalanya lalu nita berjinjit untuk mencium pipi ricko dan dia segera melangkahkan kaki jenjangnya ke universitas itu.
drtt.....drttt
chandra calling
" halo "
"...."
" iya aku akan kesana sekarang "
ricko pun mematikan telponnya dan segera meninggalkan halaman parkir universitas itu. sementara itu didalam ruangan aula nita disambut hangat oleh para mahasiswa dan dosen disana. dia duduk di kursi paling depan pada barisan jajaran dosen.
***
" eh aku ... "
"ingin mengatakan sesuatu ?" tanya edward yang melihat wajah hani seperti gelisah dihadapannya.
" aku hanya ingin bilang , tolong maklumi nita. dia anakku yang sangat baik mungkin dia hanya belum terbiasa padamu "
" jangan khawatir hani ... aku mengerti bagaimana sikapnya , dia sedang belajar untuk menyesuaikan diri denganku. kita lihat saja nanti aku yakin suatu saat nanti dia pasti akan menerimaku dengan tulus "
" iya , dia tidak akan pernah mau mengecewakan kau oleh sebab itu dia melakukan ini. tapi sesungguhnya aku bisa melihat dimatanya kalau dia sangat mempercayaimu "
" ya ... aku tau itu , sama seperti nathan dan aidan , dia juga sudah kuanggap seperti putriku sendiri. putri ku satu -satunya " timpal edward dengen lembut dan penuh ketulusan.
tok....tok....tok
dari luar seseorang mengetuk kamar mereka , pintu kamar terbuka ternyata irene yang datang " bunda , ayah" ucapnya.
" ada apa nak ?" tanya bunda.
" bunda aku akan ke kantor nathan tadi pagi aku janji akan makan siang diluar dengannya. apa aku boleh menitipkan arga ?"
" iya tidak apa makanlah , apa vano dan vani ada di bawah ?" tanya bunda.
" iya bunda ada bersama bi inah "
" baiklah hati - hati ya " kata bunda.
" hati - hati nak" timpal edward.
" iya bunda , ayah terima kasih " ucapnya.
setelah kepergian irene , bunda kembali membereskan pakaian milik edward yang akan ditaruh di sebelah lemarinya.
" hani apa kau tidak ingin berhenti bekerja ?" tanya edward yang duduk di sofa sambil membuka laptopnya.
" aku ingin tapi bagaimana dengan perusahaan, aidan dan nathan tidak mau mengurusnya siapa lagi kalau bukan aku "
" istirahat saja dirumah biar aku yang akan menghandlenya , aku akan melaporkan semuanya padamu. aku tidak mau melihatmu kelelahan seharian bekerja "
" kau mau ?" tanya bunda.
" mari kita satukan perusahaan kita , jadi kau tidak perlu datang ke kantor tiap hari memikirkan pekerjaan. aku akan membantumu melihat jalannya perusahaan dari laporan yang keluar setiap bulannya nanti "
" baiklah , tapi sebelum itu aku ingin meminta pendapat anak - anak dulu. bagaimanapun juga itu perusahaan adi milik ayah anak - anak."
" mari kita tunggu mereka pulang "
__ADS_1
sore harinya nita dan ricko sudah berada di dalam satu mobil yang sama. sebenarnya nita sudah selesai seminar pada pukul 2 siang tetapi dia ingin mengeksplor kampus itu sehingga butuh beberapa jam berkeliling dan memperhatikan cara belajarnya di kampus itu.
" Ricko bunda menyuruh kita untuk tinggal dirumah dulu sementara apa kau mau ?" tanya nita.
" tidak masalah tapi sepertinya hanya 1 mingguan saja tidak apa kan ?" tanya balik ricko.
" iya "
" kenapa ? ada masalah ?" tanya ricko .
" ha , tidak ... aku hanya lelah saja "
tak terasa kini mereka berdua sudah pulang dan sampai di rumah , nita segera turun dan menutu pintu mobil. dari kejauhan putra dan putrinya sedang bermain di taman bersama paman edward dan juga bunda.
nita memperhatikannya terus lalu ricko menoleh kemana arah mata tertuju itu sekarang dia tau apa yang dilihat nita " ayah edward sangat mencintai anak - anak kita "
" ya .. aku tau " jawab nita.
" sayang boleh aku bertanya kenapa sampai sekarang kau masih ragu ?" tanya ricko.
" tidak ricko aku tidak ragu , aku senang melihat bunda bahagia "
" mamaaaaaa" teriak vano ketika melihat nita, nita pun tersenyum padanya dan vano berlari kecil menghampirinya.
" sayang jangan berlari " ucap nita yang juga ikut berlari untuk menghampiri vano.
" mama vano kangen " ucapnya memeluk kaki nita , lalu nita berjongkok dihadapannya.
" mama juga kangen sayang , apa yang vano lakukan disana ?" tanyanya.
" kakek membelikan vano mainan balu , papa lihat mobilannya besal kan " tunjuknya pada mobil mainan yang bisa dinaiki itu.
" wah bagus sekali sayang " ujar ricko.
" papa... mama " panggil vani.
" sayang anak papa " ujar ricko yang menggendong vani.
" iya ayah " jawab ricko.
nita berdiri lalu melihat kearah mainan mobilan yang baru dibeli itu " paman terima kasih untuk mainnanya " ucapnya.
" iya nak , sebaiknya ayo masuk kedalam istirahatlah pasti lelahkan seharian berada di seminar "
nita menganguk , dan semuanya pun ikut masuk kedalam rumah. vano dan vani menggandeng tangan nita dan mengajak berlarian kecil hingga masuk kedalam rumah.
" mama ... papa malam ini vani sama kakak tidul di kamal kakek ya " ucap vani dengan lucu dan gemas khas seperti anak - anak .
" tidak sayang , malam ini tidur sama papa dan mama ya " ujar ricko yang berjongkok di hadapan vani.
" tidak mau pa , vani mau tidulnya di kamal kakek " rengeknya.
" sayang , tidak boleh seperti itu " timpal nita.
" tidak masalah nak , biarkan mereka berdua tidur bersama kami kakek dan neneknya. vano ... vani sayang malam ini kalian boleh tidur di kamar kakek ya , nanti kakek ceritakan dongeng bagaimana " ujar edward.
" hole ...." sorak mereka berdua.
saat di dalam kamar nita merebahkan dirinya di ranjangnya " ahh enak sekali " gumamnya.
" apa yang enak sayang " ujar ricko sehabis mandi itu hanya melilitkan handuk di pinggang nya.
" tidur " jawab nita.
" lihatlah sekarang anak - anak tidak mau tidur dengan kita " gerutu nita.
" biarkan saja lagipula itu kakek nya , bukan orang lain. ayah sangat menyayangi mereka berdua juga arga " kata ricko sambil memakai kaos oblongnya.
" aku tidak enak bagaimana nanti mereka berdua menganggu bunda dan paman yang sedang tidur "
" jangan takut mereka tidak akan mengganggu, tapi mereka tau sudah berapa lama papanya tidak menidurkan mamanya jadi malam ini waktu kita sangat panjang "
__ADS_1
" ahh kenapa pinggangku sakit semua " decak nita seolah - olah pinggangnya sangat sakit.
" posisi itu tidak benar , sayang kau tidak bisa mengelabui seorang dokter bedah saraf "
nita memanyunkan bibirnya lalu berjalan ke arah kamar mandi , ricko tersenyum melihat tingkah nita itu , dia pun sadar nita tidak membawa handuk jadi dia mengambil handuknya dan masuk begitu saja tanpa mengetuk.
" Rickooo " teriak nita dari dalam.
" suara apa itu ?" tanya bunda dari bawah .
" itu seperti suara nita " jawab edward.
" astaga ada apa disana " kata bunda khawatir.
tak lama mereka pun turun dan ternyata dibawah irene sudah pulang dengan nathan membawa banyak sekali barang belanjaan.
bunda segera menghampiri nita yang baru saja turun dari tangga " sayang ada apa di atas kenapa kau berteriak sangat keras kau baik - baik saja bukan ?" tanya bunda lagi.
" ricko ada apa ?" tanya bunda yang kini melirik ricko.
" eh.... itu , bunda... aku tadi , eh kepleset ya iya kepleset " ucap nita sambil tersenyum kuda.
" astaga sayang kenapa bisa begitu kenapa tidak hati - hati apa ada yang sakit ? dimana katakan pada bunda " bunda memeriksa tangan nita dua - duanya.
" nak kau tidak apa ? apa ada yang sakit ?" tanya edward
" bunda ... aku baik - baik saja , paman aku baik jangan khawatir " jelasnya.
lalu sekarang semuanya sudah ada di sofa ruang keluarga, duduk dengan rapi sambil mengawasi anak - anak yang bermain di lantai.
" bunda ada apa ?" tanya nathan yang membuka obrolan itu.
hani dan edward saling melirik satu sama lain, membuat yang lainnya menunggu apa yang sedang akan mereka berdua katakan.
" apa paman akan mengingkari janjinya padaku , itu tidak mungkin kan " pikir nita.
" begini nak , sebenarnya bunda sudah memutuskan sesuatu tetapi bunda ingin bertanya dulu pada kalian karena ini masih menyangkut ayah kalian "
" katakan bunda " ujar nathan.
" bunda merasa , bunda sudah cukup untuk memimpin perusahan, karena bunda ingin merawat cucu dan kalian semua. jadi bunda ingin menyerahkan semua tanggung jawab di ayah kalian menyatukan kedua perusahaan menjadi satu dan semuanya akan dikelola oleh ayah edward "
" nathan setuju bunda , bunda tidak perlu bekerha sekeras itu karena sudah ada ayah. aku yakin dengan ayah " kata nathan.
" terima kasih nak , ayah janji akan mengurus perusahaan dengan baik dan tidak akan mengecewakan kalian semua " ucap edward.
" nita kau setuju kan ?" tanya nathan melirik ke arah nita .
" aku ?" tunjuknya pada diri sendiri.
" ya ... siapalagi disini anak nya adi nugraha " ujar nathan.
" aku tidak mengerti masalah perusahaan jadi terserah bunda saja "
" itu artinya kau setuju kan sayang ?" tanya bunda.
" iya bunda " jawabnya.
" terima kasih sayang , terima kasih sudah mengerti "
" bunda ... kenapa bunda mengatakan hal seperti itu , seolah - olah aku bukan anak yang baik " ucap nita dengan raut muka sedikit sedih itu.
" jika kau anak yang baik maka panggillah ayah edward dengan sebutan ayah " saut nathan.
" kakak ! " teriaknya.
" kenapa... kenapa ini aku baru yang bilang coba disini ada aidan dia pasti menyuruhmu juga " jawab aidan.
" ayah " ucapnya pelan.
edward dan yang lainnya bisa mendengar apa yang nita katakan walaupun dengan pelan tapi tetap saja , edward terpana kata itu keluar dari mulut putrinya.
__ADS_1