
keesokan harinya
ricko masih tertidur di ranjangnya , ia sangat lelah semalaman. sedangkan nita sudah bangun dari pagi menyiapkan beberapa makanan untuk suaminya agar mendapatkan nutrisi.
karena ini hari minggu ia akan membersihkan rumah , ia tidak suka jika rumah terlihat sangat kotor dan berdebu. ia mengelap, menyapu dan juga mengepel.
sudah jam 8 tapi ricko belum bangun juga. ia bersiap-siap hari ini akan keluar. ia hanya mengenakan jeans berwarna hitam juga sweeter dan sepatu berwarna putih serta rambut yang ia biarkan terurai
ia memang selalu seperti itu, tidak mau berdandan berlebihan ia hanya nyaman seperti itu. walaupun begitu tidak mengurangi kecantikan wajahnya.
ia segera keluar menggunakan taksi. hari ini ia memutuskan untuk menemui wanita bernama celine dan karina itu.
" nona sudah sampai" ucap sopir taksi itu.
nita segera turun lalu ia menyebrangi jalan dan ia sekarang berhadapan dengan istri ayahnya yang tersembunyi itu.
ia langsung masuk kedalam , lalu ia mengetuk pintu utama disana. berkali kali ia mengetuk tapi tidak ada yang membuka pintu, lalu ia melihat tombol bel disampingnya. lalu menekan tombol itu.
brak
pintu terbuka , nita segera mengangkat wajahnya dan melihat dekat bagaimana anak perempuan ayahnya itu.
wajahnya memang cantik, bertubuh tinggi dan berkulit putih.
" siapa?" tanya celine.
nita hanya menatap celine dengan tajam tanpa menggubris celine.
" siapa sayang? " tanya karina dari dalam.
nita beralih menatap wanita bernama karina itu.
" wajahnya saja lebih cantik bundaku " gumam nya.
" apa ? kau bicara sesuatu?" tanya karina.
" hello . kau siapa nona? datang pagi -pagi tidak jelas sekali" cetus celine.
" keyla anittha nugraha" jawab nita.
" apa ? " karina begitu terkejut mendengar nama itu, ia lemas seketika.
" ibu ada apa? " tanya celine .
" kau tahu siapa diriku kan ?" tanya nita dengan menatap tajam wanita itu.
" siapa kau? berani sekali menatap ibuku seperti itu?" bentak celine.
.....
didalam rumah itu nita duduk berhadapan dengan dua wanita itu yang tak lain adalah karina dan juga celine.
" kenapa kau masih mengganggu ayahku? " tanya nita.
" apa ? ayah?" celine masih tidak mengerti maksud dari nita.
" ibu katakan siapa dia?" tanya celine.
" dia... dia putri ayahmu nak" jawab karina .
" apa ?" celine terkejut ia menatap nita begitu dalam. ternyata wanita didepannya ini adalah anak kandung ayahnya yang berarti saudaranya.
" kalian berdua berjanji padaku, kalian tidak akan berhubungan lagi setelah aku pergi dan tidak memberi tahu bundaku " ujar nita dengan raut muka yang mengintimidasi.
" aku... aku tidak bisa meninggalkannya. aku mencintai adi ku dia cinta pertamaku. sampai kapanpun aku tidak mau berpisah dengannya" ujar celine.
" kau tau ayahku sudah menikah dengan bundaku, mereka memilik 2 orang putra dan 1 putri sah " tegas nita.
__ADS_1
" mengapa kau mengusik keluarga kami? pergi saja kalian jangan mengganggu keluargaku" ujar nita dengan pelan. ia masih tidak mau mengeraskan suaranya.
" dia juga ayahku. ayah dan ibuku saling mencintai. tapi dengan ibumu , ayahku tidak mencintainya" jawab celine.
" darimana kau tau ayahku tidak mencintai bundaku? apa ayahku mengatakannya pada kalian? " tanya nita.
" sebagai seorang wanita. aku memahami perasaan bunda ku, wanita yang sudah menikah memiliki impian yang begitu besar terhadap suami dan keluarganya. tidak ada seorang wanita pun yang ingin suaminya menghianatinya" tegas nita lagi.
" kau juga wanita bukan? dimana harga dirimu ? seharusnya kau hidup layaknya perempuan lain, menikah dan diakui oleh semua orang. apa kau tidak menginginkan semua kehidupan itu? kenapa lebih memilik merusak runah tangga bundaku?" tanya nita dengan begitu banyak pertanyaan.
rasanya ia ingin mengungkapkan semua rasa kesal, marah dan emosinya itu.
" cukup! hentikan" teriak celine.
" aku anak ayahku , akulah anak yang selalu dibanggakan oleh ayah. dia selalu datang menyatakan cintanya padaku , dia lebih menyayangiku dan ibuku" teriak celine.
" apa dia selalu memenuhi permintaan kalian ? berlibur? tinggal satu atap ? apa pernah.? tidakkan dia tidak bisa melakukan itu" nita menggelengkan kepalanya.
" bagaimana pun juga aku dan ayahmu saling mencintai. aku tidak peduli dia sudah menikah atau bahkan punya anak sekalipun" tegas karina.
" aku akan menunjukkan pada kalian betapa harmonisnya kami nanti padamu"
" datanglah hari ini kerumah ayahku dan lihat lah bagaimana kami berkumpul, aku mengundang kalian secara resmi." ujar nita lalu berdiri menatap kedua orang itu.
" kau ? berani sekali mengundang kami" tunjuk celine yang ikut berdiri.
" aku tidak yakin. jika anakmu ini tidak tau siapa aku juga bagaimana masa lalu kita. jika kalian tidak datang itu berarti kalian takut" ucap nita dengan menekankan kata takut itu.
ia pun keluar dari rumah itu, sedangkan kedua orang itu merasa kesal terhadap perlakukan nita.
" anak itu berani sekali, lihat saja aku akan mengadu pada ayah dan biarkan dia ditampar lagi" ujar celine.
" ibu ayo kita datang " ucap nya lagi.
sore harinya
begitu pula ricko ia sudah tiba di rumah itu tapi nita belum datang. ia juga ditelpon istrinya untuk datang kerumah itu.
hingga pukul 4 nita baru datang dan segera masuk kerumah, bundanya sudah menyiapkan makanan yang begitu banyak.
ia menatap ayahnya yang sedang mengobrol dengan anak anaknya juga ricko.
" aku akan lihat bagaimana sikapmu nanti ayah" gumamnya.
" apa yang kau katakan sayang" ujar bunda ia datang sambil menaruh beberapa lalapan disana.
" eh tidak bunda " jawabnya.
ting
suara bel berbunyi.
" itu dia " pikir nita .
" eh bi biar aku saja yang buka " ujar nita.
ia segera berlari menuju pintu , lalu membukanya dengan lebar.
karina dan seling datang sesuai ucapanny, semua orang melihat keduanya datang dan begitu juga ayah. ia segera berdiri dan terkejut melihat istrinya dan anak nya itu datang.
" karina, celine" pikirnya.
" dia tamuku" ujar nita pada semuanya.
" ayo masuk " nita mempersilahkan keduanya untuk masuk, keduanya begitu menelan ludah melihat rumah yang begitu mewah dan besar lebih dari rumahnya.
" ayo jangan sungkan , anggap saja rumah sendiri. iya kan ayah ? bunda?" tanya nita.
__ADS_1
" iya silahkan masuk " jawab bunda.
karina menatap adi dengan lekat ia tahu adi tidak mengetahui ini.
" silahkan duduk" ujar bunda.
mereka berdua pun duduk.
ricko segera berdiri dan menghampiri nita.
" siapa sayang ?" tanya ricko.
" aku lupa memberi tahu semua orang, perkenalkan ini celine dan juga ibunya. aku mengundangnya karena kami bertemu dirumah sakit " jelas nita.
semua orang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" hey, wanita itu cantik juga" bisik aidan pada nita.
" tidakkah kau tau kak , dia saudaramu yang ayah sembunyikan" ucap nita dalam hati.
" oh ya celine , perkenalkan dia bundaku, bunda ku yang sangat cantik. dan dia laki laki itu , dia ayahku suami bundaku. " tunjuk nita pada bunda dan ayahnya.
ayahnya merasa sangat gugup dan khawatir memikirkan apa yang akan dikatakan putrinya itu.
" ini, kakak ku yang pertama namanya kak nathan ajun nugraha dan disebelahnya istrinya panggil saja kak iren dia sedang mengandung" tunjuk nita pada nathan pada iren.
nathan dan iren hanya tersenyum, lalu nita menatap aidan disampingnya.
" ini kakak keduaku , namanya aidan davidson nugraha , dan ini suamiku namanya ricko septian" ujar nita lagi.
" oh begitukah?" ujar celine dengan tak suka.
" dan kau lihat itu? itu foto keluarga kami , bukankah kami sangat bahagia , iya kan kak ? bunda? tanya nita sambil menunjuk kearah bingkai besar itu.
" tentu saja. keluarga ini yang terbaik, bundaku yang penyayang dan lemah lembut. dan ayahku yang pekerja keras dan selalu menuruti keinginan kami' timpal aidan.
" aku akan membalasmu nanti" pikir celine.
" seharusnya ini adalah milikku , tapi wanita penyihir itu merebutnya dariku" maki karina dalam hatinya.
" apa yang kau lakukan nita " ucap adi dalam hatinya.
" sayang , bunda hanya melakukan kewajiban bunda" ujar bunda.
" tidak bunda, bunda yang terbaik " nita berlari memeluk bunda begitu pun aidan yang menyusulnya. nathan pun ikut memeluk bundanya. mereka berempat berpelukan dengan bahagian. nita tersenyum lalu melihat bagaimana wajah kedua orang itu.
" aku akan merebut posisiku juga hakku " ucap celine saat celine akan berdiri , karina menahannya.
" tenang" ujar karina.
" anak - anak ini selalu seperti ini, maklumi saja ya " ucap bundanya.
" oh ya ayah apa ayah tidak ingin bertanya kemana suaminya? bukankah ayah selalu bertanya kemana suaminya saat seseorang datang berkunjung?" tanya aidan.
" eh itu? ayah..." jawab ayah yang terpotong ucapannya oleh nita.
" kakak celine bilang, ayahnya jarang pulang karena bekerja diluar negeri" jawab nita.
" oh ya ayah , apakah ayah kenal dengan ayahnya celine? katanya ayahnya juga pengusaha dibidang lokomotif?" tanya nita yang sebenarnya ia ingin membuat ayahnya merasa bersalah.
" ayahku jarang pulang, karena tinggal bersama keluarga nya. seseorrang mengambil ayahkku" ujar celine.
mendengar itu semua orang terkejut dan bertanya- tanya.
" benarkah? aku turut bersedih untuk itu" ujar bunda.
" wanita lain yang merebut , atau ... ibumu yang merebut lakilaki itu? " tanya nita.
__ADS_1
hal itu membuat orang menatap nya dengan tatapan tak mengerti , baru kali ini ia mendengar ucapan nita yang seperti memojokkan orang lain.