
" apa didalam ada istriku?" tanya ricko yang sedari tadi menunggu diluar pada kedua dokter yang membicarakan nita.
" eh dokter ricko, iya dok ada " jawab mereka dan segera pergi.
ricko ingin masuk tapi dia tahan karena tidak sopan walaupun hanya ada nita didalam sana. dia menunggu lagi lalu tak lama nita keluar tanpa melihat ricko. ricko segera menarik tangan kiri nita.
" eh "
" apa yang kau lakukan didalam kenapa lama sekali?" tanya ricko.
" hanya mencuci wajah" jawab nita.
" ayo kita pulang " kata ricko tanpa menjawab lagi nita hanya mengikuti perkataan ricko sambil tangannya digenggam oleh ricko.
sampai menuju kearah parkir rumah sakit sudah sangat sepi karena sudah jam 7 malam , tidak ada lagi para dokter yang akan pulang hanya mereka pulang terlambat.
ricko masih menggenggam tangan nita , dia berjalan agak sedikit cepat.
" Ricko ini sudah berakhir kan ?" ujar nita , ricko menghentikan langkahnya dan kemudian berbalik menatap nita.
" maksudnya ?"
" tidak akan ada lagi yang akan membuat kita berselisih lagi kan " ungkap nita.
ricko sudah mengerti kemana arah pembicaraan nita , dia menatap wajah nita yang tidak mau melihat wajahnya dapat dilihat jelas kalau nita sedang menahan tangisnya.
" apa ada yang mengatakan sesuatu padamu ?"
nita menggelengkan kepalanya namun air matanya terjatuh begitu saja. ricko menepis air mata itu lalu dia memeluk nita ditaruhnya kepala itu didada bidangnya.
" tidak ada yang akan menganggumu ... dan hubungan kita. kini sudah selesai" ucap ricko lembut.
" lupakan kejadian tadi dan anggap itu tidak pernah terjadi " sambungnya lagi , tangannya tak henti henti mengelus kepala nita.
" tidak ada orang yang berani membicarakan hal sembarangan tentangmu jangan takut aku akan ada disampingmu "
" kenapa dia melakukannya padaku. apa aku ini barang yang sesuka hati dia permainkan , dia tahu kalau aku mencintaimu tapi masih mengatakannya dan bahkan dihadapan para dokter dan yang lainnya. aku membuatmu seperti tidak ada harga diri maaf... maafkan aku hiks...hikss" isak nita yang sudah tidak tahan lagi akan perlakuak fahri itu , hati ricko teriris mendengar keluh kesah istrinya yang masih terus memikirkan dirinya itu.
" sayang jangan menangis , aku tidak pernah merasa malu itu malah membuatku senang karena akhirnya cinta kita yang menang dan dia kalah. harga diriku tidak akan pernah turun hanya karena seseorang merendahkanku , ada dirimu yang akan menghargaiku, menghormatiku dan mencintaiku, cintamu saja sudah cukup untukku jangan khawatir " jelas ricko lagi.
" lihat aku dan tatap mataku" perintah ricko, nita yang masih menundukkan kepalanya setelah pelukan mereka terlepas pun menatap mata ricko.
" sekarang mari kita berbahagia tanpa ada kerikil dalam rumah tangga kita , semua sudah selesai. hanya ada aku ... dan dirimu ... sayang ! "
nita langsung segera memeluk ricko kembali , dan langsung dibalas oleh ricko.
***
sesampainya dirumah bunda ini sudah jam 9 malam , kebetulan dirumah sedang makan malam jadi mereka berdua makan malam bersama keluarga besar.
bunda dari tadi heran melihat wajah nita yang sedikit memerah dan mata yang sembab dia ingin bertanya tapi tidak enak pada ricko.
" sayang makanlah ini Rendang kesukaanmu " ujar bunda.
" terima kasih bunda" jawab nita pelan.
" kamu kenapa ? sakit?" tanya nathan.
__ADS_1
" tidak kak " jawab nya.
" tapi suaramu dan... hmm wajahmu kenapa pucat begitu ?" tanya nathan.
semua orang melihat kewajah nita , nita melirik ke arah ricko dan ricko tersenyum.
" oh aku sedang lelah saja kak tadi banyak pasien iyakan ricko?" tanya nita.
" eh hmm iya kak , istriku sudah bekerja keras hari ini" ricko mengelus pipi nita
" kalau begitu menginap saja disini kalian pasti lelah kan " ujar bunda.
" ricko kita menginap disini saja ya " kata nita yang melirik ricko. ricko melihat wajah nita yang seperti berharap dia mengizinkannya, untuk menghiburnya dia pun mengangukkan kepalanya. sebenarnya dia juga lelah menyetir kerumah akan sampai jam 11 malam.
" kak tolong ambilkan air itu " pinta nita pada aidan.
aidan segera mengambilnya dan memberikannya pada nita .
" eh lihat...lihat kenapa tanganmu bergetar " selidik aidan
" kakak ini berar isinya air mineral " timpal nita.
" bunda lihat apa dia sedang menyembunyikan sesuatu dari kita " ujar aidan.
" sayang apa ada..."
" tidak bunda percayalah , aku hanya lelah itu saja aku sehat - sehat saja lihatlah aku makan banyak hari ini " tunjukknya pada porsi nasi yang akan dia makan.
" astaga ini banyak sekali apa aku bisa menghabiskanny" gerutunya memyesali perbuataannya.
" sayang kalau tidak habis berikan padaku ya , aku sengaja ambil sedikit" bisik ricko ditelinga nita.
nita tersenyum kikuk padanya , semuanya hanya membiarkan nita maksn begitu saja.
" bunda bayi nona nita menangis di kamar bunda " kata bi inah.
" eh biar aku saja bi , mungkin dia haus " nita berdiri setelah meminum air minumnya.
" tapi sayang kau baru makan beberapa sendok" kata bunda.
" tidak apa bunda , setelah selesai aku akan melanjutkannya " kata nita.
" baiklah "
setelah dirasa nita pergi dan tidak mungkin mendengarkan pembicaraan di meja makan, nathan ingin sekali bertanya karena dia khawatir pada adiknya.
akhir-akhir ini dia jarang memperhatikan adik bungsunya karena kesibukannya bekerja. padahal dia sudah berjanji untuk menjadi sosok ayah bagi nita.
" ricko setelah ini aku ingin bicara padamu" kata nathan.
" baik kak " jawab ricko
" ada masalah apa ? tumben sekali " tanya irene.
" tidak sayang ini tentang Nita akhir-akhir ini kan aku sibuk bekerja jadi jarang memperhatikannya " jawab nathan.
" aku sudah berjanji pada ayah untuk menggantikan sosok ayah pada nita , aku ingin melakukannya " sambung nathan.
__ADS_1
" bukan hanya kau saja aku juga merasa dari tadi dia ada masalah . ricko kau tau kan pasti" selidik aidan.
" kak sebenarnya ini hanya masalah biasa , biasa dalam rumah tangga " kata ricko.
" apa kau melakukan sesuatu padanya ?" tanya aidan.
" tidak kak bukan begitu , ada hal lainnya " jawab ricko.
" nak , kau bisa tidak mengatakannya karena itu urusan kalian berdua. jika tidak ingin memberi tahu tidak masalah " kata bunda yang menjadi penengah itu.
" ada seorang dokter yang menyukainya " kata ricko.
" uhuk...uhuk" aidan tersedak mendengarnya.
" apa ?" irene bersuara.
nathan memelototkan matanya ,sedangkan bunda sedikit bereaksi tapi biasa saja .
" lalu apa kau memarahi nita " kata aidan.
ricko pun menjelaskan semuanya pada semua orang, dari awal hingga akhir. tadinya dia tidak ingin mengatakannya karena pasti nita tidak menyukai itu. tapi jika dia mengatakan kepada yang lain dirumah ini dia berpikir bisa membantunya agar istrinya itu tidak perlu memikirkan masalah itu lagi.
" begitulah ceritanya dan dia besok akan berangkat ke kanada " kata ricko.
" kau memang pria sejati, keputusanmu mengirimnya ke kanada sudah sangat tepat jika aku diposisimu aku sudah memukulnya " kata aidan.
" tapi bagaimana jika dokter itu kembali setelah 3 tahun dan tetap mencintai nita , bagaimana ?" tanya irene.
" maka aku akan berhenti bekerja " kata nita.
semua orang menengok kearahnya dan dia berjalan kembali ke meja makan.
" sayang " gumam ricko.
" apa kau yakin ? bukannya kau sangat menyukai profesimu?" tanya nathan.
" aku tidak mau mengambil resiko apapun lagi" balas nita.
ricko menggenggam tangan nita memberikannya semangat.
" tapi nita kau sangat keren memakai pakaian dokter kau jadi tambah cantik" ujar aidan.
" apa kakak pernah melihatku memakainya ? pembohong sekali" balas nita.
" heheh tidak pernah sih hanya membayangkan saja"
" sayang , apapun keputusanmu nanti lebih baik fokuslah dengan pekerjaan kalian sekarang dan hubungan kalian. jangan menghawatirkan orang luar karena jika kalian tidak menerimanya masuk dan memberi ruang maka tidak akan pernah terjadi apapun" nasihat bunda.
" ya , bunda benar. kalian sudah sampai sejauh ini sudah sangat hebat , apalagi ada anak-anak kalian sekarang jadilah orang tua yang baik untuk mereka " timpal nathan.
" kakak ipar sejak kapan suamimu berbicara seperti ustadz begitu " bisik aidan.
" hehehe kakak iparmu ini sering memberinya ceramah gratis dia mungkin sudah tebiasa mengatakan itu " balsd irene
" iya kak , doakan saja semoga kami selalu bahagia , berumur panjang dan terus sehat agar bisa membesarkan anak-anak ksmi dengsn penuh cinta" kata ricko.
" bunda selalu mendokan kalian semua , nathan dan istrinya. aidan dan juga kalian berdua" timpal bunda.
__ADS_1