
" hey kenapa kau menangis ?" tidak disadari oleh tiara kalau aidan sudah kembali ke kamarnya , dia baru sadar setelah ada suara itu.
tiara menghapus air matanya segera , aidan mendekati tiara dan memberinya sapu tangan miliknya , tiara mengambilnya " terima kasih" ucapnya lembut.
" dimana keluargamu ? aku akan memberitahunya tentang keadaanmu " tanya aidan.
" tidak ... tolong jangan beritahu , biarkan saja aku seperti ini. kau sudah banyak membantuku jika kau mau pergi tidak apa " jawab tiara.
" katakan saja jika kau membutuhkan pertolongan , aku akan membantumu sebisaku" kata aidan.
" aku sudah sangat merepotkanmu , aku cukup tau diri untuk itu " balas tiara .
" baiklah "
drttt.....drtttt
" halo "
" ...."
" baiklah aku akan datang "
aidan seger mematikan handphonenya , dia melirik ke arah tiara yang terus menunduk itu. " aku harus pergi , jika kau butuh sesuatu tekan bel disebelah ranjang itu maka suster akan datang" ujar aidan.
" iya "
aidan melangkahkan kakinya keluar kamar , entah kenapa hatinya tergerak ingin tau tentang tiara karena dia merasa kasihan padanya.
dia melirik ke arah tiara dari jendela sekilas lalu pergi keluar.
di parkiran dia bertemu ricko yang mungkin habis keliling dia menutup kembali pintunya.
" kakak mau pergi ?" tanya ricko.
" iya di perusahaan ada masalah sedikit , tolong suruh seorang suster untuk menjaganya aku takut dia akan melakukan sesuatu sepertinya dia sangat bersedih" jawab aidan.
" tenang saja aku akan menyuruh seorang suster nanti" kata ricko.
" terima kasih aku pergi dulu "
ricko menganggukkan kepalanya dan aidan pergi meninggalkan parkiran.
sore harinya ricko sudah pulang kerja , ricko mendapati nita yang sedang mengeram menahan sakitnya ,nita berdiri di depan kompor karenag ingin memasak. tapi dia merasakan nyeri diperutnya.
" sayang apa yang terjadi ?" teriak ricko yang langsung berhambur ke nita.
dari bawah dress selutut itu , ada air ketuban yang pecah dia mengeram menahan rasa sakit.
" ricko sakit " desisnya.
" sayang kau akan melahirkan , ayo kita kerumah sakit " ricko menggendong nita , nita merangkul leher ricko dia terus mengeram kesakitan.
sesampainya dirumah sakit , nita sudah berada di dalam ruang persalinan , ricko telah menelpon semua anggota keluarga mungkin sebentar lagi akan datang.
dia terus mengelus perut nita yang merasa kesakitan itu , ricko memberikan kekuatan pada nita .
" ricko sakit sekali " desis nita parau.
" sabar sayang sebentar lagi sudah tidak " ujar ricko.
" tapi ini sangat sakit " ujar nita.
" maaf ... maafkan aku " ricko terus mencium telapak tangan nita.
hingga 4 jam kemudian , akhir nya nita berhasil melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
kini dia tengah tertidur di ranjang rumah sakit, ricko, bunda , iren , nathan dan aidan semuanya sangat bahagia menyambut kelahiran cucu dan keponakan mereka.
__ADS_1
tapi dari tadi wajah ricko terlihat gelisah karena sudah beberapa jam nita tertidur masih belum bangun juga.
bunda mengerti bagaimana perasaan ricko saat ini dia berdiri berhadapan dengan ricko yang dari tadi terus mengamati wajah nita.
" ini hal lumrah nak , dia sudah baik-baik saja hanya sedang tertidur " ujar bunda.
" kakak terima kasih karena sudah datang , ini sudah larut sebaiknya pulang saja dan istirahat aku akan menjaganya disini" kata ricko.
" baiklah , kau jaga dia ya " kata nathan.
" iya kak "
" bunda juga istirahatlah " ujar ricko.
" iya bunda akan pulang , besok bunda akan datang lagi membawa perlengkapan kalian."
" iya hati-hati bunda , kakak..." ucap ricko.
" ayo sayang" kata nathan pada irene.
...
keesokan harinya ,
suster telah membawa bayi mereka , ditaruh dalam box double anak mereka sangat lucu sedang tertidur pulas disana.
ricko terus mengamati wajah anak nya , dia masih tidak percaya kebahagiaan ini datang secepat ini. namun dia masih khawatir karena istrinya masih juga belum bangun.
" selamat pagi dokter ricko " ucap dokter rania sang dokter kandungan.
" selamat pagi, dokter kenapa istriku belum bangun ?" tanya ricko.
" sebentar lagi efek samping obatnya akan habis , sebenarnya obat yang diberikan membuat nya tertidur sangat pulas tapi tidak apa semuanya baik-baik saja "
" lihatlah bayi dokter ricko sangat lucu , si bayi laki-laki mirip denganmu dan perempuan mirip sekali dengan dokter nita sangat cantik" ucapnya yang memperhatikan bayi yang tertidur itu.
" saya permisi dulu masih banyak pasien yang harus di lihat perkembangannya"
" iya "
tak lama akhirnya nita membuka kedua matanya, yang dia lihat perutnya sudah tidak besar lagi kembali seperti semula. dia memandang kesebelah kanan dimana ricko sedang duduk.
" sayang " panggil ricko lembut.
nita tersenyum manis mendengarnya " bagaimana anak kita apa mereka sehat dan lengkap ?" tanya nita pelan.
" hmm kata orang bayinya sangat tampan dan cantik " jawab ricko.
" seperti dirimu " ujar nita dengan senyuman manis.
" seperti dirimu juga sangat cantik " ucap ricko.
lalu dia mengecup bibir nita , beralih ke dua mata dan pipi.
" terima kasih sayang ,terima kasih sudah memberikanku keturunan yang sehat. aku berhutang besar padamu, kau mempertaruhkan nyawamu demi anak-anak kita " ucap ricko sambil menangis.
" kenapa kau menangis ? bukankah ini kebahagiaan kita berdua ? ini tugasku sebagai seorang istri melahirkan anakmu " jawab nita.
" tapi aku tetap tidak tega ketika melihatmu kesakitan seperti tadi malam . aku tidak akan minta apapun lagi aku hanya ingin kebahagiaanmu " ujar ricko.
nita menyeka air mata yang jatuh di pipi ricko , dia mengambil tangan ricko dan menciumnya berkali-kali.
" aku beruntung sekali ... memiliki seorang suami sepertimu , terima kasih sudah mencintaiku dengan begitu besarnya. aku berjanji akan terus mematuhimu dan membahagiakanmu setiap saat"
" aku juga beruntung menikahi dirimu "
dibalik pintu itu nyatanya bunda sudah mendengar semuanya , dia menangis bahagia melihat kebahagiaan putrinya itu. dia sangat bahagiaa hingga tidak pernah takut untuk memberikan tanggung jawap pada ricko atas nita.
__ADS_1
" ceklek"
bunda langsung masuk kedua anaknya melihatinya dan tersenyum kepadanya " sayang bunda bagaimana keadaanmu nak ?" tanya bunda.
" aku baik bunda ... bunda bawa apa ?" tanya nita.
" ini ... bunda bawa bubur ayam untukmu dan juga ricko kalian pasti belum makan sebaiknya makan lah dulu "
" ricko makanlah dulu setelah itu baru aku " ujar nita.
" tidak sayang kau dulu baru aku " tolak ricko.
" tidak ... aku masih belum lapar setelah aku melihatmu makan mungkin rasa laparku akan datang " kata nita.
" yasudah ricko sebaiknya makanlah dulu " timpal bunda.
" baik lah "
....
tiara sedang melepaskan jarum infusnya , dia sudah tidak ingin lama-lama dirumah sakit. dia takut membuat aidan repot.
diam-diam dia keluar dari rumah sakit masih menggunakan pakaian pasien. dia berjalan pelan karena masih merasa sedikit sakit.
bruk
dia menabrak seseorang , dia terjatuh orang itu lalu menolongnya " maaf apa kau baik-baik saja ?" tanya aidan.
tiara mendongakkan wajahnya dia melihat aidan dan segera berdiri begitu juga dengan aidan " tiara ... apa yang kau lakukan disini ? bukannya kau belum sembuh " ujar aidan.
" kau ingin kabur ya " kata aidan.
" aku... aku ..." tiara terbata-bata tidak sanggup menjawab aidan.
" ayo masuk kembali ke kamarmu , kau belum sembuh jangan menyulitkan orang lain " aidan terpaksa menarik tiara itu.
" lepaskan aku aidan, aku harus pergi " kata tiara.
" pergi kemana ? apa kau punya tempat tinggal ? " bentak aidan.
" sudahlah aku ingin membantumu lebih baik sembuhkan dulu dirimu baru kau boleh pergi kemanapun aku tidak peduli. kau tau aku selalu merasa bersalah padamu sebelum kau benar-benar sembuh kau tidak boleh pergi. setidaknya jika bukan untukmu tapi pahami sisi tanggunh jawabku " kata aidan panjang lebar.
" aidan kenapa kau membentak nya ?" tanya bunda.
" bunda ?" gumam aidan pelan.
tiara melepaskan pegangan tangan aidan , hingga aidan menoleh kepadanya. " aidan ? " ujar bunda.
" oh itu bunda... sebenarnya aku .."
" kau menyembunyikan sesuatu dari bunda nak ?" selidik bunda.
" bunda sebenarnya aku ... aku sudah menabrak nya secara tidak sengaja" kata aidan.
" apa ? kenapa bisa begitu ? nak apa kau baik-baik saja ?" tanya bunda pada tiara.
tiara menggelengkan kepalanya , bunda segera memeriksa tubuh tiara " ya ampun ... apa ini akibat putraku ?" tanya bunda.
" tidak ini bukan salahnya , dia memang menabrakku tapi tidak parah ini memang luka ku sebelumnya"
" aidan apa kau sudah melakukan hal yang seharunya?"
" bunda aku sudah bertanggung jawab sebisaku "
" tolong jangan marah padanya dia sudah sangat baik padaku " bela tiara pada aidan
aidan menoleh pada tiara dia tidak menyangka masih ada perempuan yang seperti tiara sekarang ini.
__ADS_1