
" ahhh sayang aku bahagia sekali " ricko merebahkan tubuhnya di kasur lalu memeluk nita.
" kenapa kau ada di sana tadi sendirian juga ?" tanya nita.
" tidak penting. sekarang aku tanya kemana saja hari ini aku sudah hampir gila " tanya balik ricko.
" hari ini aku memang kebandara , aku mengantar mia lalu membersihkan apartemennya kebetulan apartemennya dekat dengan tempat tadi " jawab nita.
" lalu sayang bagaimana kau bisa tau kalau kau sedang mengandung ?" tanya ricko lagi.
" hmm aku ingat kalau bulan ini aku belum datang bulan dan juga aku sering merasa pusing dan rasanya ingin terus tidur saja aku mencari informasi itu di internet lalu membeli tes kehamilan untuk hasil yang akurat aku memeriksakannya ke dokter kandungan katanya ... aku sudah mengandung selama 3 minggu "
" andai saat itu aku ada aku pasti akan sangat bahagia mendengarnya langsung , tapi tidak masalah yang terpenting kau tetap ada disisiku " ucap ricko.
" sayang begini saja aku akan membuat cuti hamil agar bayi kita tetap sehat kau harus banyak istirahat " oceh ricko .
" hmm tidak , aku tidak mau. apa yang aku lakukan dirumah seorang diri , aku mudah bosan biarkan aku tetap bekerja ya , aku janji aku tidak akan bekerja terlalu keras aku akan menjaganya " pinta nita.
" baiklah tapi harus ingat jika merasakan sakir sediikit saja kau harus memberitahuku" tegas ricko.
" hmm , ricko... aku mengantuk " gumam nita yang telah menguap itu .
" baiklah tidurlah , selamat malam sayang " ucap ricko kemudian menyelimuti tubuh nita sampai ke leher.
***
setibanya dirumah sakit, mereka berdua berjalan bergandengan menuju kedalam rumah sakit. namun dari jarak 20 meter ricko melihat fahri yang juga baru tiba itu. dia memberhentikan langkahnya membuat nita bertanya-tanya.
" ricko ada apa?" tanya nita.
" sayang " ricko menarik bahu nita agar berhadapan dengannya , dia tersenyum kemudian menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik itu.
dalam jarak beberapa meter saja fahri bisa menyaksikan itu dan mendengar semua apa yang akan dikatakan ricko.
" ada apa?" tanya nita.
ricko mengelus perut nita dia seperti sedang membuat fahri sadar akan posisinya.
" sayang ... jangan nakal ya disana. papa akan menjaga mama terus mulai hari ini " ucapnya di dekat perut nita.
" apa ini mama ? papa ? apa itu panggilannya ?" tanya nita seraya tersenyum.
" hmm anak-anak kita akan memanggil kita dengan sebutan mama dan papa itu sangat indah didengar " jawab ricko.
" baiklah papa , jagoan papa akan menjaga mama " kata nita yang membuat suara seperti seorang anak kecil.
fahri merasa kesal ketika mendengarnya , hatinya sangat panas tatapannya juga sulit diartikan.
" ayo masuk kita akan telat nanti " ajak nita.
ricko memganggukkan kepalanya dan memeluk pingganf nita , fahri hanya mampu melihat kemesraan kedua orang itu saling bercanda dan tertawa bersama.
sore harinya nita sedang menunggu ricko di depan ruangannya,ruangan ricko terkunci entah kenapa dia juga tidak tau. dia hanya memainkan ponselnya sembari menunggu ricko.
" nita " panggil fahri.
" dokter fahri " kata nita yang segera bangun dari duduknya itu.
" apa kabarmu ? bukannya kau pergi ke jerman ?" tanya fahri.
__ADS_1
" hmm tidak dokter , aku tidak pergi " jawab nya.
" bukannya itu bagus untuk karier mu ? apa dokter ricko tidak mengizinkanmu ? "
" bukan begitu ricko tidak pernah melarangku untuk mencapai mimpiku. aku lah yang menolaknya karena aku tidak bisa jauh dari nya , aku sangat mencintainya " jawab nita.
" apa kau sedang hamil?" tanya fahri lagi.
" hmm aku sedang mengandung anak ricko " jawab nita.
" kalau begitu selamat ya , kau harus menjaga diri dan kesehatan untuk bayimu " ucap fahri.
" dokter fahri tidak perlu cemas karena ayah nya akan selalu siaga menjaga istrinya dan calon bayinya " saut ricko yang baru datang itu.
sebenarnya dia telah mendengar semua apa yanh telah terjadi itu.
" baguslah , nita aku pergi dulu" kata fahri.
" iya dokter " jawab nita.
" ricko ayo kita kerumah bunda sekarang " ajak nita dengan semangat.
" iya sayang aku ganti baju dulu" kata ricko.
setelah ricko berganti baju mereka berdua pergi kerumah bunda , sebelum nya mereka membeli oleh-oleh terlebih dahulu.
" tunggu disini ya aku yang akan beli kuenya " kata ricko yang telah memberhentikan mobilnya di depan toko kue star.
" baiklah " kata nita
tak lama ricko telah selesai dan kembali menjalankan mobilnya. hampir 1 jam mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah bunda.
semua orang menyambutnya dengan senang karena setelah kematian adi nita belum pernah mengunjungi rumah itu.
" tidak apa bunda , ricko membelikam kue kesukaan semua orang " ucap nita.
" benarkah ? kalau begitu red velvet ku ada kan?" tanya aidan.
" tentu saja satu kotak untukmu kakak" jawab nita.
" ah kau memang adikku yang paling baik" puji aidan.
" sudahlah aku mual mendengarkan pujian kakak" kata nita.
" mual ? apa terjadi sesuatu?" tanya iren.
ricko dan nita saling melihat dan tersenyum bersama.
" wah ...wah sepertinya ada yang sedang bahagia ayo katakan " ujar iren.
" ricko kau saja " bisik nita.
" bunda , kakak sebebarnya sebentar lagi kami akan menjadi orang tua " ucap ricko .
" ha ? sungguh?" kata irene sangat antusias.
" hmm " nita menganggukkan kepalanya.
" sayang selamat ya , semoga kalian selalu bahagia seperti ini " kata bunda.
__ADS_1
" ricko selamat ya sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah" ucap bunda.
" ricko aku juga mengucapkan selamat untukmu , akhirnya kau berhasil mencetaknya " kata aidan.
" hanya ricko ? aku juga ikut berkontribusi kakak ini juga anakku " gerutu nita.
" memangnya apa yang kau lakukan ?" tanya aidan.
" aaku... eh aku " nita tergagap ketika menjawab pertanyaan aidan.
" kakak sudah jangan membuat istriku marah , dia tidak boleh marah dia harus tenang agar kondisinya tetap stabil" bela ricko.
" sudah aidan jangan menggoda adikmu lagi , ayo duduk dulu " kata bunda.
" kakak dimana arga ?" tanya nita.
" dia tidur setiap hari tidur terus abis minum susu tidur lagi itu saja kegiataanya " jawab irene .
" begitulah nak kalau masih bayi dia akan tidur setelah menyusu , nathan dan nita juga begitu beda hal dengan aidan dia terus menangis mau terus digendong sedikit saja ditaruh di kasur langsung menangis" jelas bunda.
" bunda aku dan kakak nathan memang anak yang nakal " saut nita.
" mana ada nakal aku hanya sangat aktif" bela aidan.
" oh ya dek sudah berapa bulan?" tanya irene.
" baru 3 minggu kak" jawab nita.
" oh kau harus menjaga diri usia kehamilan mu masih muda jadi sangat rentan, jangan terlalu lelah apalagi kau terus berlarian jika ada pasien kurangi ya itu tidak baik" ucap irene.
" iya kak terima kasih aku akan mengingatnya " ucap nita.
" kalian tenang saja aku akan selalu menjaganya " ujar ricko
" bunda senang melihat kalian akhirnya bisa bahagia seperti ini, jaga lah pernikahan kalian berdua bukan hanya nita dan ricko, tapi irene dan nathan. bunda berdoa semoga pernikahan kalian terus bertahan sampai maut memisahkan kalian " ucap bunda bibirnya bergetar ketika mengatakan itu bagaimana tidak , dia tidak ingin anak-anak nya mengalami hal yang sama seperti dirinya.
" ngomong-ngomong dimana kak nathan ?" tanya nita.
" jangan ditanya dia akan pulang pukul 8 nanti " jawab irene.
" oh ya dek apa kau merasakan sesuatu ingin apa begitu ? eh ngidam iya apa kau mengalami itu ?" tanya irene.
" tidak tau kak , sampai sekarang aku tidak merasakan hal itu " jawab nita.
" hmm mungkin saja belum "
" kalian menginap saja disini bunda kangen sekali dengan kalian , mau tidak bunda ingin bicara banyak hal dengan mu sayang"
" ricko apa boleh?" tanya nita.
" iya " ricko menganggukkan kepalanya.
***
didalam kamarnya nita merebahkan diri di kasur , dia ingin membantu memasak tapi bunda dan irene melarangnya. sedangkan ricko dia diminta aidan untuk menemaninya bermain play station.
" bagaimana kabar xiaoqi ya " pikirnya
dia mengambil ponselnya dan menelponnya , namun tidak ada jawaban dia baru ingat karena ini malam restoran nya pasti sedang ramai pengunjung.
__ADS_1
dia tidak tau harus melakukan apa dia telah bosan hanya tiduran, namun ketika melihat foto ayahnya di nakas itu dia mengambilnya dan memandanginya.
" aku sangat merindukanmu. jika saja ayah masih ada disini ayah akan merasa senang karena sebentar lagi cucu ayah akan bertambah " gumamnya.