
" iya iya aku akan keluar" ucap ricko sambil tersenyum.
dia pun keluar karena takut istrinya akan benar benar marah padanya , nita pun berbalik lalu mengunci pintu itu dan memakai pakaian yang dipilih oleh ricko.
setelah selesai ia pun keluar dari walk in closet , saat ia lihat ricko yang duduk di depan televisi itu , ia teringat dia mau bertanya bagaimana caranya membebaskannya.
dengan langkah perlahan ia berjalan menuju ke sofa itu , menyadari istrinya yang akan ikut duduk dengannya ricko pun sedikit menggeserkan tubuhnya memberi tempat untuk duduk.
" sayang minum obat dulu" ucap ricko sambil membuka beberapa obat itu.
" apa bunda dan yang lain kemarin tidur disini?" tanya nita.
" hmm kenapa?" tanya ricko balik.
" tumben sekali biasanya mereka tidak pernah mau menginap" jawab nita.
" sayang inikan juga rumah mereka. mereka bebas jika ingin tinggal disini " ucap ricko.
" ini minumlah" ricko memberika obat itu segera nita memasukkannya kemulut lalu ia minum air putih sebagai bilas.
" kapan perban dikepalaku dibuka?" tanya nita.
" besok aku akan melepaskannya " jawab ricko.
nita pun menatap ricko saat ricko sedang menonton tv , ia harus bertanya apapun itu, dia harus berterima kasih padanya.
" ricko boleh aku bertanya sesuatu?" tanya nita.
mendengar nita ingin bertanya ricko segera memalingkan wajahnya ke arah istrinya.
" sayang aku tidak mau jika kau ingin mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal" ujar ricko.
" tidak , aku ingin bertanya bagaimana caramu bisa membebaskanku?" tanya nita.
" itu ? sebenarnya aku meminta celine untuk membebaskanmu tapi dia sangat keras kepala lalu aku mengancam nya " jawab ricko.
" mengancam?" gumam nita.
" apa aku harus mengatakan semua kebenaran nya?" pikir ricko.
" kau menyembunyikan sesuatu dariku?" selidik nita.
" ricko aku tau kau tau sesuatu, jika menyangkut diriku tolong katakan " sambung nita lagi.
" celine bukan anak ayah" ucap ricko.
" apa?" nita sangat terkejut mendengar pernyataan ricko itu .
" darimana kau tau semua itu ?" tanya nita lagi.
" mereka berbohong pada ayah, sebenarnya saat malam kejadian itu aku sangat marah pada dirinya karena telah melukaimu. lalu aku ingin mencari kebenarannya aku pernah melihat kedua wanita itu dirumah sakit. mereka selalu mengunjungi dokter spesialis jantung" jelas ricko.
" kau benar aku juga melihatnya waktu itu" ucap nita.
" hmm , aku penasaran lalu aku mengambil laporan itu tapi ternyata laporan itu palsu bahwa yang mengatakan dia sakit jantung itu tidak benar, aku masih berpikir itu salah tapi saat aku tanya langsung sama dokter rania dia bilang 2 wanita itu menyogoknya" jelas ricko lagi.
" aku pun meminta bantuan dr. rania untuk meminta sampel darah celine dan karina , lalu diam diam aku cocokkan dengan dna ayah , tetapi dna mereka berdua tidak sama. ayah bukanlah orang tua dari celine" sambung ricko.
" itu berarti ayah sudah dibohongi wanita itu " gumam nita.
ricko pun berdiri lalu ia mengambil sesuatu dari lemari bajunya dan mengambil sebuah surat dan kembali duduk bersama nita.
" ini hasilnya" ricko memberikan surat itu nita pun membukanya dan ia baca hasilnya "negatif"
" kita harus memberi tahu ayah secepatnya " ucap ricko.
" kenapa mereka tega membohongi ayah" pikir nita.
" itu artinya kau mengancam nya dengan bukti yang kau punya dan celine tidak bisa membuat pilihan lain" ucap nita.
__ADS_1
" iya " ricko menganggukkan kepalanya sedangkan nita ia masih menatap surat itu.
. ......
keesokan paginya
nita merasa sudah lebih sehat ia ingin kembali ke rumah sakit hari ini , walaupun ricko menentangnya tapi ia tetap bersikeras untuk kerumah sakit. ricko menyerah saat nita sudah mengambil keputusannya seperti itu , walaupun itu membiarkannya masuk tapi ia akan mengawasinya.
" sayang aku akan mengawasimu selalu, jangan bekerja terlalu lelah" ucap ricko saat setelah turun dari mobil.
saat ini mereka berada di parkiran rumah sakit , karena ini masih pagi maka kendaraan para dokter dan staff lainnya pun masih sepi.
" iya aku mengerti " ujar nita.
" aku masuk duluan ya " sambungnya lagi.
" eh tunggu " kata ricko .
" apa lagi?" tanya nita.
" nanti malam ayo kita menonton bagaimana?" tawar ricko.
" baiklah aku juga sudah lama tidak menonton film di bisokop" ujar nita.
" sudah ya nanti para pekerja akan datang" ujarnya lagi.
iapun masuk kerumah sakit , sedangkan ricko ia masih menatap nita yang sedang berjalan itu.
tin..tin...
ricko menoleh ke arah suara klakson itu dan dirinya langsung minggir, mobil itupun parkir di sebelah mobilnya.
" dr. ricko" sapa dr. fahri saat turun dari mobil.
" ya " jawab ricko.
" apa kau baru tiba?" tanya dr. fahri.
" apa aku melakukan kesalahan? sepertinya kau tidak terlalu senang denganku?" tanya dr. fahri.
" mungkin itu perasaanmu saja , sudah aku masuk dulu" jawab ricko lalu ia pun masuk ke dalam rumah sakit.
" entah kenapa saat di melihatku seperti aku musuhnya " gumam dr. fahri.
......
sesampainya di dalam ruangan nya nita pun menaruh tasnya di meja lalu ia melepaskan jaketnya dan memakai jas putihnya.
ceklek
pintu itu terbuka ia pun menoleh " dokter fahri" ucap nita.
" kau sudah kembali?" tanya dr. fahri dengan antusias.
" iya dok , aku merasa sudah cukup lama tidak masuk" jawab nita.
" apa kabar dokter?" tanya nita.
" hmm aku baik , tetapi aku lebih baik hari ini" jawab drm fahri.
" oh syukurlah " ucap nita seraya tersenyum.
" aku sangat baik karena melihatmu hari ini" ucap dr. fahri dalam hatinya.
" nita bolehkah aku mampir kerumahmu jika aku ada waktu luang?" tanya dokter fahri.
" mampir? " gumam nita, ia seperti sedikit terkejut mendengar pertanyaan dr. fahri yang tiba-tiba itu.
" apa tidak boleh?" tanya dr.fahri lagi.
__ADS_1
" tentu saja boleh , hubungi saja jika dokter mau mampir agar aku bisa menyiapkan sesuatu" jawab nita.
" hmm terima kasih" ucap dr. fahri.
nita pun tersenyum begitupun dengan dr. fahri.
.....
di kediaman bunda tepatnya di rumah mewah itu dia sudah memegang sebuah amplop coklat , ia menatap amplop itu lalu ia menaruhnya di atas meja kamarnya.
semenjak ia pulang kerumah ini ia tidak pernah lagi melihat suaminya itu. barang-barang suaminya itu pun sudah tidak ada lagi mungkin adi sudah mengeluarkan semuanya dari rumah itu.
sebelumnya dia tidak pernah merasakan seperti ini, sudah 30 tahun rumah tangga yang ia jalani hidup bersama lakilaki itu.
hingga saat ini ia sebenarnya masih sangat mencintai suaminya itu. tapi ia juga sakit hati saat mengetahui jika suaminya itu sudah menduakannya hingga mereka memiliki anak lain.
air matanya pun tak bisa ditahan lagi saat ia mengingat semua kejadian masa lampau yang menurutnya sangat membahagiakan itu.
didepannya sekarang sebuah surat yang berisi surat perceraian , itu tandanya sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang janda.
" kenapa kau tega , apa posisi seseorang yang terlebih dahulu mencintai itu sangatlah tidak adil " gumamnya.
" sebentar lagi aku akan bercerai darimu. aku akan hidup bersama anak dan menantuku, aku harap kau juga bahagia bersama keluarga mu " sambungnya lagi.
tok..tok...tok
" bunda" panggil iren dari luar.
" iya sayang" ucap bundanya sambil menghapus air matanya.
" bunda pengacara sudah datang dibawah" ujar iren.
" iya nak bunda akan turun" saut bunda.
" baik bunda" iren pun kembali turun ke bawah , dan disana sudah ada pak pengacara bersama aidan dan juga nathan.
" iren dimana bunda?" tanya nathan.
" sebentar lagi bunda akan turun mas , oh itu dia bunda datang" ujar iren saat melihat bunda turun.
" ayo bunda duduklah" ujar iren .
" hmm terima kasih , kau juga duduklah dengan nathan " ucap bunda.
bunda dan iren pun , lalu bi inah datang membawakan minuman dan juga camilan.
" silahkan tuan dan nyonya" ujar bi inah.
" iya terima kasih bi" ucap bunda.
segera bi inah kembali kedapur
" ayo pak diminum " tawar bunda.
" iya " pengacara itu pun meminum teh buatan bi inah itu.
" jadi bagaimana pak tentang perceraian ini?" tanya nathan.
" surat nya sudah ada di nyonya hani , pak adi dan juga ibu hani harus menandatangani surat itu barulah mereka sah berpisah. dan untuk harta gono gini aku akan membacakan nya setelah surat itu di tanda tangani" jawab pak pengacara.
" kita tinggal menunggu laki laki itu" ujar aidan.
tak butuh waktu lama akhirnya adi pun datang seorang diri, hani berdiri saat adi datang dan menatapnya, lalu tibatiba ia ingat ucapan adi saat ia menolak putrinya itu dan kembali ia duduk di kursinya.
" selamat siang pak" ucap adi.
" selamat siang" jawab pengacara itu.
" tanda tangani surat ini sekarang " bunda memberikan surat itu pada adi. sedangkan adi ia hanya menatap istrinya itu sekilas lalu mulai membaca isi dari surat itu.
__ADS_1
" itu surat perceraian , semakain cepat kau menandatanganinya semakin cepat pula kau hidup dengan istrimu yang sangat kau cintai itu" ujar aidan.