
malam harinya setelah berganti pakaian karena bunda bilang ada acara kecil kecilan dia memakai dress pendek berwarna biru, tetapi setelah mengganti pakaian ia tidak melihat siapapun didalam villa
ia turun menyusuri lorong villa tetap tidak ada , membuka satu per satu kamar " kosong" gumamnya.
" apa diluar?" ucapnya.
dia pun keluar tetapi tidak ada orang sama sekali , namun ia melihat sesuatu hal yang aneh bunga mawar merah berada dibawah seperti menunjukkan sebuah jalan , ia pun mengikuti kemana taburan bunga mawar itu berhenti di sepanjang jalan saat mengikuti bunga itu tibatiba dari belakang seseorang menutupi matanya dengan tangan.
" hey siapa" tanya nita dengan nada yang keras.
" ikut saja" ujar pria itu yang tak lain adalah ricko.
" ricko" gumam nita.
" hmm ikuti saja oke " ujar ricko.
" tapi ricko kita mau kemana?" tanya nita.
" pelan-pelan sayang sebentar lagi sampai" jawab ricko.
ricko membawa nita sambil menutupi mata istrinya hingga didepan terdapat sebuah hiasan seperti makan malam romantis, bernuansa putih dan lilin yang menerangi tempat itu bunga mawar merah yang menjadi dekorasi disana membuat tempat itu sangat indah.
" ricko berapa lama lagi?" tanya nita.
" aku akan membuka tanganku tapi tutup matamu sampai aku menghitung hingga angka 3 baru boleh buka mata " jelas ricko.
" baik baik" jawab nita.
ricko pun membuka tangannya " 1...2...3 ... buka matamu" ujar ricko.
perlahan-lahan nita pun membuka matanya pertama kali yang ia lihat adalah tubuh ricko dan sedikit mendongak dan menatap wajah ricko.
" ricko " ujar nita
lalu ia mengedarkan padangannya ke area sekitar yang sangat romantis itu. " ricko" ujar nita dengan pelan.
" hmm "
" ini semua" ia menatap wajah ricko seolah-olah bertanya ada apa ini sebenarnya.
" ayo duduk " ricko membawa nita ke kursi dan mendudukkannya disana , diapun ikut duduk didepan nita dan menatapnya dengan penuh cinta.
" makan malam" ujar ricko.
" ricko aku tidak pernah melihat mu seperti ini" ujar nita.
" akan ada hal lain nanti, ayo kita makan dulu" ucap ricko.
akhirnya nita pun makan , lalu ricko menyendokkan kue itu dan memberikan suapan itu pada nita.
" aaaa" ujar ricko.
nita yany mengerti itu langsung membuka mulutnya dan menerima suapan ricko.
" apa kau sangat senang?" tanya ricko.
nita pun menatap ricko kemudian menganggukkan kepalanya, bohong sekali jika tidak senang atas kejutan ricko , bukan hanya senang tapi mungkin seumur hidupnya ia sangat bahagia karena malam ini.
__ADS_1
" ayo berdiri" ricko kembali menjulurkan tangannya dan segera digapai oleh nita yang ikut berdiri.
ricko membawa nya ke hamparan pasir putih itu lalu ia berhenti dan memgang kedua tangan nita dan menatap wajahnya.
" lihat itu" ricko menunjuk ke arah langit.
" apa ? " tanya nita.
lalu kembang api berukuran besar pun berbunyi hingga disana tertulis " will you marry me?"
" ricko" ujar dengan wajah terharu.
" hmm malam ini....disini...dihadapan mu dan bulan sebagai saksinya aku ingin melamarmu , apa kau mau menerima ku sebagai pasangan hidupmu... baik dimasa sekarang, masa depan maupun masa berikutnya hingga di akhirat nanti kita akan tetap menjadi pasangan ?" akhirnya ricko melamar nita dengan benar karena sebelumnya tidak ada lamaran hanya pernikahan karena kesalah pahaman.
" ricko aku...." nita sudah tidak kuasa lagi untuk tidak menahan air matanya.
" aku tanya sekali lagi apa kau mau menerimaku?" tanya ricko seraya memegang kedua tangan nita.
" hmm aku mau" jawab nita.
ricko sangat lega lalu ia memeluk nita , mereka berdua saling memeluk satu sama lain.
" terima kasih" ucap ricko.
" terima kasih telah kembali padaku" sambungnya lagi.
akhirnya semua keluarga muncul dan bertepuk tangan melihat keduanya, nathan merekam semua apa yang terjadi barusan dari nita datang hingga ricko melamar adiknya.
" selamat ya ricko kau berhasil meluluhkan hati kucing kecil" teriak nathan.
ricko pun melepaskan pelukannya dan mereka berdua menatap semua orang dengan bahagia, semua keluarga mendatangi mereka berdua. ricko dan nita saling menatap satu sama lain.
ricko dan nita hanya tersenyum saja begitupun semua orang yang sangat bahagia untuk keduanya.
" bunda doakan semoga pernikahan kalian langgeng sampai tua nanti selalu bahagia dan juga tetap saling mencintai" ucap bunda.
" terima kasih bunda" ujar ricko.
" bunda " panggil nita lalu ia memeluk bundanya itu.
" bunda tidak pernah membayangkan jika putri bunda akan tumbuh dengan cepat seperti ini" ujar bundanya sambil memeluk nita.
" aku juga tidak menyangka kalau aku akan kembali pada bunda dan yang lainnya " jawab nita .
" sudah...sudah jangan menangis seharusnya kita bahagia ayo kita duduk disana dan memainkan sebuah game " ujar aidan.
" ayo...ayo kita sudah lama tidak main game itu kan" suat nathan.
mereka semua berjalan menuju ke meja yang sudah disiapkan, ricko terus menggandeng pinggang istrinya itu terus menatapnya hingga sangat takut kehilangan.
" nah kita sudah duduk seperti ini" ujar aidan.
posisi duduk mereka dikelompokkan laki-laki duduk sejajar bersamaan dan sebaliknya para perempuan juga duduk dihadapan para pria sejajar.
" jadi kita akan main game truth or dare , dimana botol ini berhenti maka dia harus menjawab atau menerima tantangan dari orang yang menunjuk" jelas aidan.
" baiklah siapa takut" ujar nathan dan yang lainnya.
__ADS_1
pertama aidan yang lebih dahulu memutar botol hingga berhenti di hadapan bunda.
" bundaa" ujar aidan.
" horee bunda " ujar semuanya dengan semangat, bunda tersenyum malu .
" baiklah baiklah katakan " ujar bunda.
" bunda pilih truth atau dare?" tanya aidan.
" jujur" jawab bunda.
" katakan bunda siapa anak yang paling nakal ?" tanya aidan.
" kakak" ujar nita
" aidan" ujar nathan.
bunda terkekeh mendengarnya
" ayolah kita selama ini kan selalu berusaha menjadi anak yang baik tapi kan tidak mungkin jika tidak nakal iya kan bunda?" goda aidan.
" baiklah sebenarnya ... dari ketiga anak bunda sewaktu kecil tidak ada yang tidak nakal semuanya memiliki porsinya masing-masing tapi yang paling aktif adalah nita karena mungkin dia putri satu-satunya jadi terlihat lebih cerewet namun putriku adalah yang terbaik" jawab bunda.
" kau dengar itu ricko... istrimu paling aktif diantara kami sering mencari masalah dengan kami" timpal aidan.
" itu kan waktu kecil kakak lagipula aku tidak pernah nakal dengan orang lain selain menjahili kalian berdua" bela nita.
" sudah ....sudah semuanya sekarang giliran bunda ayo bunda" bunda pun memutar botol itu hingga berhenti di arah aidan lalu aidan lebih memilih tantangan dan bunda menyuruhnya bernyanyi. setelah nya ia kembali memutar botol dan terkena ke arah nathan disambung ke ricko.
" jujur atau tantangan?" tanya nathan.
" aku pilih jujur" jawab ricko.
" kau takut juga rupanya. baiklah aku akan memberi pertanyaan ... pertanyaannya adalah , kenapa kau mau menikah dengan nita ?" tanya nathan.
" dia wanita yang selalu aku tunggu... setiap aku melakukan sesuatu aku selalu ingat dengannya, saat aku membuka mataku pertama kali yang aku pikirkan adalah dia... dia wanita yang sederhana ... polos , berpikiran positif dan juga berhati malaikat " jawab ricko.
" huuu kau romantis sekali" teriak semua orang.
nita merasa benar-benar menjadi sangat terharu mendengarnya tidak ada kebahagiaan yang lain selain hari ini .
" ayo putar " ujar aidan.
rickopun memutar botol itu hingga berhenti tepat di depan nita , ia terkejut kenapa harus dirinya pikirnya.
" ayo ricko kau harus menyulitkannya" ujar aidan.
" aku ingin kau memilih jujur" ucap ricko.
" hmm baiklah aku akan jujur" jawab nita.
" bagaimana perasaanmu terhadapku?" tanya ricko.
nita menghirup nafas dalam lalu ia membuang nya secara perlahan, lalu ia menatap wajah ricko penuh cinta.
" aku beruntung karena tuhan telah menghadirkanmu kedalam hidupku, aku berterima kasih pada ayah ku karena telah menikahkan kita walaupun dulu aku terpaksa , namun semenjak aku hidup denganmu aku merasa sangat hangat dan nyaman , kau adalah laki-laki pertama selain kedua kakakku yang telah mengisi hatiku" jawab nita dengen mata yang berkaca-kaca .
__ADS_1
semua orang bertepuk tangan mendengarnya, bagaimana tidak setelah sekian lama akhirnya kelurga itu memiliki canda tawa dalam kebersamaan walau tanpa sosok ayah dan seorang suami tetapi tetap bisa hidup tanpa terus merundung kesedihan.
( waktu demi waktu sudah kami lewati ...akhirnya semua kebahagiaan berpihak pada anak-anakku) " ujar bunda dalam hatinya.