Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
kakak sepupu


__ADS_3

ricko dan nita kembali duduk ditempat mereka menikmati menu makan utama dengan tenang, ricko ingin memotong daging untuk nita dan mengambil piringnya.


saat dia mengangkat wajah dibelakang nita dia dapat melihat jelas seorang pria yang sedari menatap nita dan dia. dia terdiam ketika melihat nya wajahnya berubah jadi dingin seketika.


" ricko ada apa ?" nita memperhatikan wajah ricko yang amat dingin , dia pun menoleh kebelakang dan ternyata seseorang yang mengaku sebagai teman ricko.


" ricko " ucapnya.


" ya " kata ricko yang tersadar dari lamunanya.


" ada apa ? kau sakit ?" tanya nita lembut.


" tidak , sini aku potongkan. setelah ini kita langsung pulang " ricko tersenyum pada nita lalu mengambil piring nita , nita menatap wajah ricko bagaimana wajah ricko seketika berubah.


" apakah dia melihatku dengan pria itu tadi " pikir nita.


mereka melanjutkan makannya , dengan terburu- buru dia menghabiskan makanannya. makanan nita masih banyak ricko menunggu nita makan tapi nampaknya dia tidak tahan lagi. karena pria itu terus memperhatikan mereka berdua.


" sayang kita pulang saja. aku akan pesankan makanan direstoran nanti " kata ricko yang berdiri itu. nita segera menyelesaikan suapan terkahirnya lalu dia mengikuti ricko.


didalam perjalanan tidak ada sama sekali yang membuka percapakan , ricko fokus menyetir dan nita memainkan handphonenya dia sedang bertanya kabar anak - anak karena malam ini mereka menginap dirumah bunda.


ricko memutarkan mobilnya dan berhenti di depan restoran.


" aku akan membeli makanan , jangan keluar tunggu disini saja " ucap ricko.


" hmm"


nita hanya bisa memperhatikan langkah ricko yang seperti terburu-buru itu. tak lama ricko membawa bungkusan makanan untuk nya. dan melajukan mobilnya menuju kerumah.


....


tepat pukul 10 malam mereka sampai dirumah , ricko melepaskan jas nya dan menaruhnya di sofa , dia terduduk sembari memejamkan matanya.


nita melepaskan sepatunya lalu ke dapur mengambil piring dan air minum. dia masih lapar karena tadi hanya makan beberapa sendok saja.


" ricko kau sakit ? mau aku buatkan susu?" tanya nita.


ricko membuka matanya perlahan dan menatap wajah nita yang berdiri di hadapannya.


" makanlah kau masih laparkan " jawab ricko.


" baiklah" nita pun duduk disebelah nya lalu membuka spagheti nya.


" mulai sekarang jangan keluar sendirian. jika mau pergi kemanapun bilang padaku " kata ricko.


" apa ada masalah ? biasanya kau kan tidak mempermasalahkannya " tanya nita.


" sayang dengarkan saja ucapanku, kau harus mematuhinya jangan ada bantahan lagi " tegas ricko.


nita tak lagi bicara sesuai apa yang dikatakan ricko hanya mendengarkan saja.


" kau marah ?"


" sruppp" suara nita memakan spaghettinya.


" sayang "


" sayang " ucap ricko agak meninggi.

__ADS_1


" apa ricko ? bukannya kau sendiri yang bilang dengarkan saja , yasudah aku dengar kau tidak menyuruhku menjawab "


" ck sayang sekarang cepat habiskan , ayo masuk kekamar aku ingin ..." sejenak ricko menghentikan ucapannya.


membuat nita memicingkan matanya dan memikirkan hal lainnya.


" tidak ricko hari ini aku lelah besok saja " kata nita.


" sayang pikiranmu berubah jadi mesum , bukan itu aku ingin mengatakan hal lain. tapi karena kau sendiri yang bicara jadi besok tidak ada penolakan lagi "


" uhuk...uhuk " nita tersedak saat sedang minum , lalu ricko mengusap punggu nita.


" pelan - pelan " ujar ricko.


" dasar pria tua " kata nita.


" sekali sayang aku tidak dengar " pinta ricko yang pura - pura tidak dengar itu.


" pria tua " teriak nita.


ricko langsung mengacak - acak rambut nita " rikco apa yang kau lakukan rambutku kusut , baru aku uraikan " gerutu nita.


***


sehabis mereka berdebat kecil dan berujung ricko menjahilinya kini keduanya sudah berada di dalam kamar , ricko sudah mengganti pakain tidur nya dan merebahkan diri di kasur menunggu nita yang mengganti pakaian nya.


dia masih terbayang bagaimana wendy memperhatikannya dan juga memandangi nita dengan maksud lain.


" langsung matikan tidak lampunya ?" tanya nita.


" nanti saja aku yang mematikannya " jawab ricko.


nita pun tiduran di kasur dan mendesah nikmat karena akhirnya dia bisa merebahkan diri di kasur yang empuk ini.


" ricko kau mau mengatakan apa ? boleh aku bertanya ? " nita melihat wajah ricko dengan sayu dan mengelus pipi ricko.


" kenapa tidak langsung saja tanyakan"


" saat makan tadi wajahmu berubah menjadi aneh dan tidak seperti biasanya , ada apa ? kau belum menjawab pertanyaaku " tanya nita.


" sebelum aku menjawab , sekarang aku tanya apa ada seseorang yang mencurigakan atau kau merasa aneh karena seseorang ? " tanya ricko lembut.


nita pun berpikir hingga dia mengingat bagaimana pria itu menghampirinya dan memperkenalkan diri.


" ada . aku akan keluar dari kamar mandi tapi ada seorang pria berdiri di depannya lalu dia bertanya apa kau istri dokter ricko ? aku menjawab iya. lalu dia memperkenalkan diri katanya wendy Ferlangga dia juga bilang kalau dia temanmu "


" aku sudah menjawabnya sekarang katakan , jangan khawatir tentangnya aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padaku " sambung nita lagi.


" tidak ada , saat itu aku hanya merasa sedikit pusing tapi sekarang sudah tidak. sayang... mulai sekarang apapun yang kau lakukan dan orang yang kau temui kau harus mengatakannya padaku. jangan membiarkan orang yang tidak dikenal mendekatimu "


" tapi kenapa aku seorang dokter menemui banyak orang yang tidak kukenal itu tugasku "


ricko mengambil tangan nita yang berada di lehernya dan mengecup punggung tangan itu. " menurut saja apa yang kukatakan , aku hanya ingin kau baik - baik saja. selain pasien yang dirumah sakit jangan pernah mendekati atau bicara dengan orang yang tidak dikenal itu saja pintaku sekarang "


" baiklah aku akan mengingatnya , pria tua " ledek nita.


" ehh sayang apa mukaku terlihat tua ? usiaku hampir 30 " ujar ricko.


" lihat ini ( tangan nita bermain di wajah ricko , mengitari mata dan memainkan segala yang ada di wajah ricko) saat aku lihat dari dekat aku bisa melihat sedikit keriput disini itu artinya kau sudah tua sedangkan aku, aku masih muda lihat wajahku ... cantik bukan ( nita tersenyum manis dan mengedipkan matanya ) "

__ADS_1


" tidak apa yang penting aku sudah menikahimu , kau juga mencintaiku iya kan ?"


" hmm sayangnya aku mencintaimu, ricko... aku merindukan anak - anak "gumam nita.


" aku juga , lebih baik sekarang kita tidur dan besok temui anak - anak "


" hmm "


" selamat malam sayang " ucap ricko.


" selamat malam " balas nita.


keduanya pun menutup mata masing- masing dan saling memeluk satu sama lain.


****


" maafkan aku sayang aku masih belum bisa memberitahumu siapa wendy Itu " katanya yang mengusap foto nita di bingkai meja kerja diruangan ricko.


tok...tok...tok


" dokter maaf , diluar ada tamu yang mencarimu " kata seorang suster perempuan.


" siapa ?" tanya rikco.


" tidak tau dok tapi katanya ini sangat penting " jawab suster itu.


" dimana dia ?" tanya ricko lagi.


" ada di dekat resepsionis " jawab suster.


" baiklah terima kasih kau boleh pergi" ujar ricko.


" baik dok " suster itu menutup kembali pintu ruangan ricko, ricko melirik ke jam tangannya , ini sudah jam makan siamg dan seharusnya dia akan datang ke kantin untuk makan bersama nita. dia pun memutuskan untuk menemui tamu itu dulu .


dia berjalan dengan gagahnya , menuruni lift menekan tombol 1 tak butuh waktu lama dia sudah ada di lantai 1. dia bisa melihat seorang laki-laki yang menggunakan kemeja berwarna biru yang lengannya digulung hingga kesiku tangan dan celana hitam.


orang itu pun berbalik lalu dia tersenyum ketika berhadapan dengan ricko.


" kau akan berdiri disitu atau tidak ingin menyambut kakak sepupumu " kata wendy


" ikut denganku" ujar ricko dingin , mau tidak mau wendy mengikuti ricko hingga kini keduanya berada di taman rumah sakit.


" kenapa kau kemari sekarang ? mau mengambil hakku lagi ?" tanya ricko.


" wah kau cepat juga berpikir , lalu apa boleh aku meminta istrimu dia sangat cantik" jawab wendy dengan santai diapun tersenyum


" jangan pernah menyebutnya dihadapanku , jangan mengganggunya " tekan ricko yang sudah marah tapi ingin tetap tenang.


" Aku kembali karena ingin meminta hak yang seharusnya aku dapatkan. perusahaan .... itu hakku "


" minta saja pada kakek atau eyang dia yang memberikannya pada ayah "


" dengarkan aku wendy jangan mengangguku lagi sekarang , aku tidak akan diam sama seperti dulu " ancam Ricko.


" karena istrimu ? oh ya aku ingat istrimu keyla anitha ? anak kecil yang sering bersamamu dulu , kau menjadikannya istri ? kau tidak memikirkan aku ya , atau kau ingin menguasainya sendiri ?"


" kau menginginkan perusahaan maka temui ayahku di amerika , aku sudah tidak mengurus perusahaan lagi. jangan melibatkan istriku pada permasalahan keluarga kita , dia tidak tau apapun"


" tapi dia juga keluarga kita bukan ? itu artinya aku kakak ipar nya , kakak ipar yang juga dulu menyukainya , ha kau ingin marah ya ? jangan marah ricko tugasmu sekarang jagalah istrimu dan aku akan mengambil hakku dulu "

__ADS_1


ricko mengepalkan kedua tangannya ingin sekali dia memukul orang yang ada dihadapannya tapi dia masih mengakui kalau wendy merupakan kakak sepupunya.


" Ricko aku menunggumu di kantin kenapa lama sekali ?" nita datang tiba - tiba begitu saja dari belakang ricko , ricko pun menoleh dan kedua pria itu menengok ke arah nita.


__ADS_2