Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
ada yang patah hati dan ada yang bersemi


__ADS_3

" aku akan mengambil hatimu lagi" ucapnya dengan penuh kepercayaan diri.


hari sudah pagi semua aktivitas kembali dilakukan pagi ini , nita mengantar ricko ke depan rumah sambil tangan nya membawa bekal untuk ricko.


" sayang apa tidak apa sendirian disini?" tanya ricko.


" hmm aku akan baik-baik saja. aku akan membersihkan rumah hari ini " jawab nita.


" jangan terlalu lelah , nanti jika ada apa apa hubungi aku ya " ucap ricko.


" iya" balas nita.


" kalau begitu aku pergi dulu ya " pamit ricko .


" ini sarapanmu kau kan tidak makan karena terburu-buru aku sudah menaruhnya di bekal ini" ujar nita.


ricko menerimanya dengan penuh kebahagian lalu ia menarik nita dan memeluk pinggangnya.


" kenapa istriku tibatiba sangat baik hmm? ini membuatku tambah cinta" ujarnya .


nita tersenyum malu mendengarnya, melihat nita seperti itu membuat ricko sangat gemas iapun mencium bibir nita , nita memejamkan matanya menikmati perlakuan ricko itu.


setelah hampir 2 menit mereka berciuman ricko pun melepaskan ciumannya.


" sayang sekali aku harus bekerja " ujarnya.


" sudah sudah ayo pergi nanti telat " nita melepaskan pelukan ricko lalu mendorong ricko hingga masuk ke dalam mobil dan menutup pintu.


" sampai jumpa nanti sore" ucap nita dengan melambaikan tangannya.


" he iya jangan lupa kunci pagar dan pintu setelah aku pergi " ujar ricko.


" iya " nita pun menganggukkan kepalanya lalu ricko memajukan mulutnya seperti ia sedang mencium , nita melototkan matanya agar ricko tidak jahil , ricko pun terkekeh lalu ia segera melajukan mobilnya.


ternyata dari depan , fahri melihat semua kejadian tadi hingga membuatnya sakit hati. ia masih tidak mau percaya akan kenyataan. dari kejauhan nita sudah masuk ia kembali melajukan mobilnya.


ricko baru sampai di parkiran rumah sakit dan masih didalam mobil, ia membuka selt belt dan mengambil tas hingga bekal yang dibuatkan oleh istrinya.


ia keluar dari mobil dan tanpa ia tahu dr. fahri pun baru keluar dari mobilnya tepati disebelah ricko memarkirkan mobil.


mereka saling menatap satu sama lain " selamat pagi dr. fahri" ucap ricko.


" selamat pagi" jawab dr. fahfi.


mereka pun berjalan berdampingan


" bagaimana keadaan nita?" tanya dr. fahri.


" dia baik dan juga sangat bahagia akhir-akhir ini" jawab ricko.


" dr. fahri" ujar ricko sambil menatap fahri , fahri pun berhenti berjalan dan menatap ricko.


" aku tau kau menyukainya..."


" kau benar dokter , aku menyukainya. aku menyukai segala tentangnya. kepolosannya dan juga hatinya yang baik. bahkan aku sangat ingin merebutnya dari mu . tapi aku sadar saat melihat kalian bersama, kabahagiaannya hanyalah bersamamu. aku tidak akan menganggu hubungan kalian " ujar fahri yang memotong ucapan ricko itu.


" terima kasih karena kau sudah mengerti. aku juga ingin mengucapkan terima kasih lagi padamu karena telah membimbingnya selama ini " ucap ricko dengan penuh kebijaksanaan.


" hmm itu tugasku " jawab fahri.


.....


didalam ruangan kantornya aidan sedang melamun saja, sejak semalam ia bertemu amayra hatinya tidak tenang. entah kenapa ia merasa sangat kacau bukankah seharusnya ia bahagia karena bertemu dengan wanita yang ia cintai.


" apa aku masih mencintainya?" gumamnya.

__ADS_1


ia terus berpikir tentang amayra dikepalanya. sebelumnya ia sudah membuang jauh jauh rasa cintanya yang masih ia pendam.


" ha" ucapnya menjambak rambutnya sendiri.


" aku tidak boleh seperti ini" tegasnya.


tok...tok..tok


" pak ada tamu yang memaksa ingin bertemu" ujar sekretaris perempuannya.


" siapa? " tanya aidan.


" aku" ujar amayra yang masuk kedalam ruangan tanpa disuruh itu.


" delisa keluarlah " ujar aidan.


delisa sang sekretaris itu pun keluar,lalu menutup pintunya.


amayra tersenyum menatap aidan dihadapannya.


" kenapa kau kekantorku?" tanya aidan nada dingin.


" aku ingin bertemu denganmu" jawab amayra.


" untuk apa?" tanya aidan lagi.


" apa aku tidak boleh bertemu dengan temanku " jawab amayra.


" aku sedang sibuk sebaiknya kau pergi saja " ucap aidan.


" aku ingin rujuk" ujar amayra.


" rujuk?" gumam aidan yang menatap wajah cantik amayra.


" iya aku sadar jika kau yang paling sangat mencintai diriku aku benar-benar kehilanganmu aidan" jelas amayra.


" kita sudab bercerai aku tidak ada hubungannya lagi denganmu " tegas aidan.


" kau bohong, kau masih sangat mencintaiku kan. itu terlihat jelas dimatamu aidan. tolong beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan benar-benar menjadi seorang istri yang baik untukmu ... kalau perlu aku akan memohon padamu." amayra berusaha terus untuk mendapatkan belas kasihan aidan , ia tau aidan masih mencintainya dia harus memanfaatkan itu.


" maaf aku tidak bisa kembali padamu. bagiku pernikahan itu sesuatu yang suci bukan untuk dipermainkan. apa selama kita menikah kau pernah memperdulikan perasaanku? dulu kita menikah lalu kau pergi bersama temanku sendiri . aku melepaskanmu karena aku sangat mencintamu dan sekarang saat aku sudah melupakanmu kau datang dan setelah tau kau anggap aku apa amayra?" ujar aidan dengan berusaha tegar ia masih tidak mau meninggikan suaranya.


" kau menjadikanku boneka dari perasaanmu? saat kau anggap aku buruk kau menjauh dan saat kau anggap aku baik kau memilihku. maaf amayra aku tidak akam dibutakan oleh cintaku lagi padamu" sambungnya.


" aku akan benar benar berubah jika kau memberiku kesempatan sekali lagi" rintih amayra.


" aku sudah memberikan kesempatan berkali-kali tetapi kau tidak bisa memanfaatkannya " ujar aidan.


" pergilah aku masih banyak pekerjaan dan jangan temui aku lagi!" tegas aidan.


" tidak mau sebelum kau memaafkanku" tolak amayra.


" aku memaafkanmu sebelum kau meminta maaf...jadi pergilah " balas aidan.


" aidan aku mohon" rintih amayra.


" jika kau tidak pergi maka aku yang akan pergi" tegas aidan.


tetapi amayra tidak mendengarkannya ia masih tetap berdiri tegak dan air matanya menetes. ia sekilas melihat air mata amayra terjatuh ia ingin sekali memeluk amayra tetapi rasa sakit hatinya sangat besar.


ia pun pergi dari ruanganya meninggalkan amayra sendirian.


......


sudah pukul 8 malam tetapi ricko belum juga pulang , nita sudah memasak untuk ricko ia terus menunggu ricko di depan pintu , ia bolak -balik sendirian. ricko tidak menelponnya sejak sore.

__ADS_1


tidak biasanya ia seperti ini tetapi ia ingin makan bersama ricko hari ini atau ini sudah menjadi kebiasaannya makan malam bersama ricko.


" apa dia lupa memberi kabar padaku?" ucapnya sendiri.


" huft... aku sangat merindukannya " gumamnya.


hingga berjam-jam kemudian ia duduk di depan makanan yang ia masak , makanannya sudah dingin tanpa ia sadari ia tertidur di meja makan .


hingga jam 1 malam pintu rumah terbuka , ricko melihat lampu yang masih menyala dirumahnya. ia segera masuk menggunakam kunci duplikat yang ia pegang.


ia berjalan pelan-pelan dan menaruh tasnya di sofa. ia mengedarkan padangannya hingga ia melihat nita yang tertidur di meja makan. ia segera menghampirinya lalu melihat makanan yang belum tersentuh sama sekali.


ia pun mengelus rambut yang menutupi wajah istrinya yang sedang tertidur pulas dibalik itu. ia merasa bersalah karena membuat istrinya kelaparan dan menunggu dirinya.


" sayang " ucapnya dengan pelan.


nita pun mengerjapkan matanya perlahan-lahan ia buka saat seseorang menyentuh bahunya ia mengangkat kepalanya.


" sayang kenapa tidur disini?" tanya ricko dengan lembut.


" eh sepertinya aku ketiduran" jawab nita yang menyadari posisinya.


" kau baru pulang? kau pasti lelah kan dan juga lapar? aku sudah memasak (ia melihat ke depan masakannya yang mendingin itu) aku akan memanaskanya ya " ujar nita dengan perhatian.


" maaf" gumam ricko.


" ricko...kau kenapa?" tanya nita.


ricko menundukkan kepalanya , ia sangat senang sekaligus sedih hari ini , ia tidak sengaja menesteskan air matanya mungkin hari ini ia sangat emosional.


" ricko apa kau sakit?" tanya nita.


ricko menggelengkan kepalanya dan ia langsung memeluk nita, nita yang diperlakukan sepeti itu lalu membalas pelukan ricko.


" maaf aku sudah membuatmu menunggu... lain kali jangan menunggu ku kau pasti lapar kan juga kesepian karena sendirian dirumah" ucap ricko yang tangannya mengelus kepala nita.


" ricko aku tidak masalah seperti ini, aku saja yang terlalu antusias ingin memasak untukmu. tidak apa-apa" balas nita.


" kau lelah kan pasti sudah ayo kita makan lalu tidur ini juga sudah larut " sambung nita yang masih dalam pelukan ricko.


ricko pun melepaskan pelukannya dan menatap lekat istrinya , nita yang ditatap itu merasa salah tingkah dan hanya tersenyum saja ia segera membereskan makanan untuk dipanaskan kembali.


ricko duduk di meja makan dan memperhatikan istrinya itu , yang kadang kadang menguap saat sedang memanaskan makanan. setelah siap nita kembali menyajikan makanan untuk ricko dan mereka pun makan bersama.


" ini sangat enak" puji ricko.


nita pun tersenyum" kalau begitu aku akan memasak untukmu setiap hari" ujar nita.


setelah mereka selesai makan , ricko dan nita yang sudah mengantuk langsung kekamar mereka untuk tidur , ricko ganti pakaian terlebih dahulu sedangkan nita ia sudah lebih dulu tidur di kasur.


melihat nita yang tertidur ricko pun merebahkan tubuhnya disebelah nita , lalu ia menarik tubuh kecil istrinya kedalam pelukannya.


" tidur yang nyenyak" ucapnya .


" hmm kau juga" jawab nita.


" sayang belum tidur?" tanya ricko.


" hmm "


" sayang maaf karena sebelum operasi aku lupa menelpon" ucap ricko dengan begitu penuh rasa bersalah.


nita pun membuka matanya saat mendengar itu.


" ricko kau tidak perlu merasa bersalah padaku karena membuatku menunggumu. itu tidak sebanding dengan dirimu yang menungguku hingga belasan tahun lama " jelas nita.

__ADS_1


rickopun tersenyum mendengarnya dan tangannya ia mengelus tangan nita " ayo kita tidur" ajak nita lalu ia segera memeluk ricko .


__ADS_2