
minggu pagi yang cerah
ketika nita masih tertidur ricko sudah lebih pagi bangun, dia menyiapkan sarapan , memandikan anak-anak lalu membersihkan rumah.
semuanya sudah tampak bersih dan rapi kini tinggal membangunkan nita.
" sayang " ricko menyenggol pipi nita pelan.
" hmm "
" sudah pukul 9 , ayo sarapan " kata ricko.
" apa ? pukul 9 astaga aku sangat ngantuk hingga lupa anak-anak" ucap nita yang telah bangun menatap ricko.
" tidak sayang semuanya sudah selesai , mandilah kita sarapan dibawah " kata ricko.
" baiklah "
sambil menunggu nita selesai mandi , dia membawa anak-anak ke ruang bawah dia ingin bermain dengan kedua anaknya.
kedua anaknya sudah terbangun dan dia mengajaknya bermain cilup bah , kadang-kadang bayi itu tersenyum melihat papanya.
" sayang sudah selesai?" tanya ricko
" iya ... hmm aku bawa kesini saja ya sarapannya sekalian duduk dengan anak-anak" ujar nita.
" iya sayang" balas ricko.
tak lama nita pun datang membawa dua piring untuk ricko dan dirinya sendiri. dia duduk tepat di sebelah ricko melihat ricko yang sibuk bermain dengan revano dia pun berinisiatif untuk menyuapinya.
" aku suapi ya " kata nita
ricko menatapnya seraya tersenyum dan langsung melebarkan mulutnya.
" sayang makanlah juga " ucap ricko sambil mengunyah nasi.
" besok jadwal imunisasi anak-anak , aku sudah izin tidak masuk kerumah sakit " kata nita.
" aku temani ya " timpal ricko.
" iya "
" oh ya ricko, hari rabu nanti petingatan kematian ayah"
ricko segera menoleh pada nita , dan menyentuh tangan nita " aku akan menemanimu ke makam nanti "
tiba-tiba baby rivani menangis , lalu ricko menidurkan revano di kasur kecil.
" sini biar aku saja mungkin dia haus aku akan menyusuinya " ujar nita.
" makanlah dulu " kata ricko.
" tidak apa aku sudah kenyang " tolak nita
dia mengambil rivani dari gendongan ricko , dia pun berdiri dan duduk di sofa membelakangi ricko.
dia menyusui baby rivani dengan tenang, walaupun sering kali ricko bicara dia tidak harus malu kepadanya tapi nita tetap saja merasa aneh ketika seseorang melihatnya dengan intens ketika sedang menyusui rickopun memakluminya .
***
" nathan dimana aidan ?" tanya bunda yang baru turun dari lantai atas.
" tidak tau bunda , dia sudah pergi dari sejam yang lalu" jawab nathan.
" memangnya ada apa bun?" tanya nathan.
" oh tidak hanya bertanya saja " ujar bunda.
" sayang jangan berlari nanti terjatuh" teriak iren yang mengejar arga yang sedang berlari menuju ke arah nathan.
" oh anak papa" sambut nathan.
__ADS_1
" lihat dia terus saja berlarian dari tadi selalu memanggil papa...papa...papa terus " gerutu irene.
" dia tau mamanya sangat cerewet" goda nathan.
" iyakan sayang?" tanya nathan pada arga , arga hanya tersenyum asyik bermain kedua tangannya.
" mana ada aku itu menyayangi arga jadi wajar sangat mengkhawatirkannya " timpal nathan.
" selamat pagi semuanya " ucap edward yang datang dari pintu utama membawa paper bag ditangannya.
" selamat pagi paman edward " balas nathan dan irene.
sedangkan bunda hanya tersenyum menangapinya.
" hay cucu ku yang tampan lihat kakek bawa apa " edward memberikan paper bag itu untuk arga.
" wah terima kasih paman" ucap irene.
" terima kasih paman , lihat setiap kemari paman selalu membawakan arga mainan aku jadi tidak enak" kata nathan.
" kenapa tidak enak ? paman suka kok , nanti saat anak-anak Niita dan Ricko sudah bisa bermain seperti ini paman juga akan membelikannya" balas edward.
semuanya tersenyum mendengarnya " edward kau mau minum apa ?" tanya bunda.
" kopi saja " jawab edward.
" baiklah tunggu sebentar " bunda pun menuju kedapur untuk membuatkan kopi.
" bagaimana kabar paman ?" tanya nathan.
" baik-baik saja " jawab edward.
" jadi bagaimana nanti untuk acara peringatan kematian ayahmu nanti ?" tanya edward.
" hmm aku dan bunda berencana mengundang anak-anak yatim dan para tetangga untuk berkumpul dirumah " jawab nathan.
" baiklah paman nanti akan menyiapkan semua nya "
***
" aidan...aidan siapa yang akan menghubungimu" gumamnya pelan.
lalu dia duduk dan menepi di pinggir lapangan dan minum satu botol air.
" bro apa kau punya kenalan yang membutuhkan apartemen ?" tanya temannya yang ikut duduk disebelahnya.
" tidak ada kenapa memang?" tanya aidan.
" aku ingin menjual apartemen di dekat persimpangan lampu merah dekat supermarket itu " jawab temannya.
" kau mau jual berapa?" tanya aidan.
" kau mau beli nya ? " tanya balik temannya.
" hmm aku pikir-pikir dulu nanti " jawab aidan.
" kalau kau yang membelinya aku jual dengan harga khusus teman saja , 400 juta ambillah " kata temannya
aidan menatapnya sekilas lalu terkekeh mendengarnya " ini ibukota kau mau jual harga segitu " ungkap aidan.
" aku tidak memperdulikan harganya yang penting terjual saja. aku sudah beli rumah di residen city jadi untuk apa aku punya apartemen "
" baiklah aku beli apartemenmu" kata aidan.
" aku tau kau memang suka menolong teman " kekeh temannya.
sepulangnya aidan dari tempat basket itu , dia melewati rusun tempat tiara tinggal dia memberhantikan mobilnya di sebrang jalan. dari kejauhan dia bisa melihat tiara yang sedang membawa sekantong plastik berwarna hitam dan dibuang dari kotak sampah.
" aku baru ingat dia kan tinggal dirusun apa aku pinjamkam apartemen itu padanya " pikirnya.
" ck mana mungkin dia mau aidan , dia pasti menolak " ucapnya dalam hati.
__ADS_1
dia menjalankan mobilnya lagi dan entah pergi kemana.
***
" Ricko apa yang sedang kau lakukan ?" tanya nita pada ricko di kebun belakang.
" aku sedang mencari bahan untuk praktek anak magang nanti " jawab ricko yang sedang fokus pada laptopnya.
" Ricko apa boleh aku mengikuti ujian dirumah sakit untuk menjadi dokter yang tampil di televisi ? sebenarnya aku juga belum yakin tapi semuanya merekomendasikan aku " tanya nita.
" apa kau yakin sayang ? akan banyak tantangan nanti. aku tidak melarangmu tapi ... dengan mengikuti itu waktumu 90% hanya untuk bekerja"
" jadi ?" tanya nita.
" aku memikirkan dirimu , aku mengkhawatirkan dirimu sayang. kau menjadi sangat lelah nanti"
" aku juga masih berpikir dulu , aku tidak terbiasa dengan kamera dan hal yang semacam itu. aku juga memikirkan anak-anak " kata nita.
" baguslah , setidaknya kau memikirkan itu ".timpal ricko.
" siapa dokter pria yang sudah di kontrak?" tanya ricko.
" aku dengar-dengar dokter fahri" jawab nita.
" kalau begitu aku tidak mengizinkannya , maafkan aku sayang aku tidak mau mengambil resiko " ucap ricko pelan namun sangat tegas .
" iya aku tau , aku hanya meminta pendapatmu saja. aku juga tidak benar-benar ingin ikut, aku hanya penasaran dengan ujiannya saja , karena aku pikir pasti yang diuji semua hal yang mencakup ilmu kedokteran yang terbaru " jelas nita.
" apa fahri terus mengganggumu ketika aku tidak ada ?" tanya ricko.
" hmm sebenarnya waktu aku membeli minuman di kantin kemarin aku bertemu dengannya dan dia meminta maaf padaku " jawab nita.
" dan kau memyembunyiknnya dariku?" tanya ricko.
" maaf ... bukan maksudku begitu tapi jika aku beritahu hari itu kau pasti sangat marah dan mungkin kau akan bertengkar dengannya saat itu juga. aku tidak ingin kau melukai seseorang "
" aku juga sudah mengatakan padanya untuk tidak mengangguku lagi, lupakan saja dia. lagipula dokter fahri saat itu mungkin sedang merasa kacau karena dia bilang istrinya sudah ada pria lain "
" siapa yang tidak sakit hatinya saat orang yang kita nikahi malah mencintai orang lain"
" tapi sayang apa yang dilakukan fahri itu kejahatan dan tidak ada orang yang membenarkannya " ujar ricko.
" iya...iya aku tau ricko"
" ricko " gumam nita yang sudah menyenderkan kepalanya di bahu ricko itu.
" hmm "
" kenapa aku merasa tubuhmu sedikit menggemuk " ujar nita yang menggerayangi perut ricko.
" ini karena dirimu... aku selalu diberi makanan yang sehat , cinta dan tentu saja jatah darimu " ujar ricko santai.
" tapi tubuhku tetap seperti ini , aku juga begitu kan ish dari dulu memang tubuhku tidak pernah besar " ucap nita.
" tidak masalah sayang , aku suka seperti ini sangat pas untukku peluk "
" kau tau ricko saat aku kuliah dulu ada seseorang yang menawariku sebagai model untuk iklan pakaian, tapi aku menolaknya karena tidak pede dengan tubuh kecilku ini "
" baguslah karena tubuhmu tidak pernah diekspos kamera , hanya aku saja yang boleh melihatnya " timpal ricko.
" ish apa kau pikir itu pakaian yang kurang bahan" saut Nita.
" sepertinya kita berdua bintang idola di kampus. aku juga dulu sewaktu kuliah ditawarkan oleh seorang produser untuk bermain film tapi aku menolaknya. aku beralasan sudah menikah "
" apa ? yang benar saja " ujar nita.
" hmm aku serius kau tau film apa sayang ?" tanya ricko.
" film apa?" tanya nita penasaran.
ricko mendekatkan bibirnya ke telinga nita dan berbisik disana " Film dewasa " bisik ricko.
__ADS_1
" apa?" teriak nita.