Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
bertemu calon mertua


__ADS_3

" Ricko aku menunggumu di kantin kenapa lama sekali ?" nita datang tiba - tiba begitu saja dari belakang ricko , ricko pun menoleh dan kedua pria itu menengok ke arah nita.


ricko reflek begitu saja hingga dia segera berlari memeluk nita dan memutarkan tubuh nita mengalangi wajahnnya bertemu dengan wendy.


" sayang kenapa turun kebawah, aku sudah akan datang " ujar ricko.


melihat kelakuan ricko yang seakan takut padanya membuat wendy geli dan dia tersenyum miring melihatnya.


" ayo kita ke kantin sekarang " kata ricko.


" tapi kau kan sedang bi..." saat nita menoleh tidak ada lagi wendy disana , membuat nita merasa aneh dan mengelilingi pandangannya untuk mencari sosok pria itu.


" ricko kemana pria tadi , bukannya dia ada disini " kata nita.


" sudahlah ayo kita makan , biarkan saja " ricko menarik pergelangan tangan nita , nita pun menurut tapi menurutnya masih ada hal yang mengganjal di pikirannya.


***


wendy membuang nafas kasar nya ketika dia sampai di bassmant rumah sakit , dia berlari dengan sangat cepat tadi. hingga dia menyenderkan tubuhnya di depan mobilnya.


" dia benar nita tapi kenapa dia seperti tidak mengenaliku " pikirnya.


" ricko ... ricko , racun apa yang kau taruh pada pikiran nita " gumamnya.


" drtttt"


ponselnya bergetar , dia mengambil ponsel di saku celana kanannya , saat membuka ponsel pertama kali yang dia lihat foto mereka bertiga dulu waktu bersekolah , nita berada di tengah - tengah mereka , ricko ada di kanan dan dia ada di kiri.


sesaat setelah melihat itu dia menggeser ponselnya melihat sms itu.


dia pergi masuk kedalam mobil setelah melihat entah pergi kemana.


***


" Tiara malam ini bunda sudah menyiapkan sambutan untukmu, aku akan menjemputmu pukul 6 nanti " kata aidan yang berada di meja tiara.


" benarkah ? " tanya tiara tagu - ragu.


" kau kenapa , tidak mau ya ?" tanya aidan balik.


" bukan...bukan itu maksudnya. hanya saja aku gugup " ujar tiara.


aidan tersenyum mendengar " tenang saja bundaku tidak seperti apa yang kau bayangkan , seperti calon mertua yang ganas ? bertanya banyak hal ? jangan khawatir kau akan menyukai bundaku nanti "


" calon mertua ? "


" tentu memangnya kita berpacaran untuk apa kalau tidak ujung - ujungnya menikah " jelas aidan.


" heheh hanya masih tabu saja mendengarnya , calon mertua hmm itu bagus didengar "


" percayalah ... aku tidak akan mempermainkanmu , aku menjalani hubungan kita dengan serius"


" aku tau kau bukan orang yang akan mempermainkan suatu hubungan" ujar tiara dengan yakin


" ini sudah jam 2 sebentar lagi ada rapat siap - siaplah" sambung tiara.


" baiklah aku siap - siap dulu , bekerja lah dengan baik atau gajimu aku potong " ledek aidan.


" hmm " tiara sangat bahagia melihati aidan, rasanya ini seperti mimpi baginya sebentar lagi dia akan menemui keluarga aidan.


" huft tiara... netralkan jantungmu kau hanya bertemu bukan akan berperang dengan musuh" gumamnya.


***


didalam rumah bunda sedang memasak dengan bi inah , hari ini bunda merasa senang sekaligus bahagia karena akhirnya aidan mengatakan kalau dia sedang mengencani seorang perempuan dan akan berniat serius padanya. tapi bunda belum tau siapa wanita itu.


dia memasak banyak dan mengundang semua anak menantu dan juga edward. ini baru jam setengah 7 sebentar lagi semua nya akan datang.

__ADS_1


sudah banyak makanan yang sudah jadi tapi bunda masih berkutik ingin membuat banyak ragam masakan.


" bi tolong tumis bumbu ini ya " ujar bunda.


" iya bunda " jawab bi inah yang kemudian mengambil bumbu yang habis diblender bunda itu.


" mama .... mama hiks ... hiks " terdengar suara tangisan cucu perempuannya dari ruang tengah , hani sempat menengok tetapi seperti nya irene sedang menggendongnya.


" bi lanjutkan dulu ya , sepertinya cucuku menangis "


" iya bunda tinggal saja biar saya yang memasak " balas bibi.


bunda pun melepaskan celemeknya , lalu menemui cucu cucunya yang sedang diasuh oleh irene. tampak irene sedang menggendong vani yang menangis memangil mama....mama terus.


" iya sayang sebentar lagi mama pulang ya tunggu ya cup...cup...cup " usaha irene mendiamkan vani.


" irene kemarikan coba bunda yang gendong " pinta bunda.


" bunda aku sudah memberinya susu tapi dia tidak mau " ujar irene sambil dia memberikan vani pada bunda.


" hust...hust sayang jangan menangis ya anak pintar. sepertinya dia ingin bertemu nita nak " kata bunda.


" aku akan menelponnya " ujar irene.


" bunda kenapa vani menangis ?" tanya nita dari pintu utama terlihat dia berjalan kearahnya yang sedang menggendong vani.


buru- buru dia melepaskan tasnya kemudian jaket dan langsung mengambil vani.


" dek dari tadi dia menyebut mu , kau susui dia dia haus tapi tidak mau minum susu " kata irene.


" baik kak , aku titip vano dulu kak nanti ricko menyusul dia masih didepan " ujar nita.


" iya " jawab irene.


nita pun membawa vani ke lantai atas sambil menggendong dan berusaha mendiamkannya. dia membuka pintu kamar dan duduk di sofa lalu dia menyusuinya.


nita memandangi wajah vani yang sangat cantik itu , dia tersenyum menatapnya. dia sangat lelah ketika sehabis kerja tapi setelah melihat wajah anak - anak seketika rasa lelah itu hilang.


" ah sayang jangan digigit " desis nita.


tak lama pintu kamarnya terbuka, ricko masuk sambil menggendong vano yang sangat tenang itu. " sayang apa ada acara malam ini ? " tanya ricko.


" tidak tahu aku juga langsung naik karena vani terus menangis " jawab nita.


" ada apa apa dia sakit ?" ricko mendekati nita dan duduk disebelah lalu menyentuh dahi vani.


" tidak " jawab nita.


" sepertinya dia merindukan aku , dari tadi dia terus memanggilku " kata nita.


" kalau begitu besok kita ambil cuti sehari , aku akan mengabari rumah sakit "


" hmm itu bagus " timpal nita.


" vano sayang main apa nak " nita menggenggam tangan vano sebelah kiri karena yang kanan dia memegang kerincingan kecil.


" dia sangat pintar sayang lihatlah " kata ricko.


" aw " desis nita.


" sayang ada apa?" tanya ricko khawatir.


" sayang jangan digigit ya " ujar nita pelan pada vani.


" sayang ?"


" ricko jangan bertanya kau tidak tau bagaimana rasanya menjadi perempuan yang menyusui anak - anak " kata nita.

__ADS_1


" hmm aku tau , sayang jangan nakal ya tidak baik seperti itu kasihan mama " ucap ricko lalu mencium kening vani.


" mandilah , dilemariku masih ada bajumu "


" tapi vano "


" tidak apa dudukkan saja disini aku akan menjaganya , mandilah agar lelahmu sedikit berkurang dan kembali segar" kata nita.


" baiklah ... sayang duduk di samping mama ya , papa mandi dulu" kata ricko pada vano.


" papa " ucap vano dengan gemasnya.


" iya sayang sebentar ya " timpal ricko.


" sayang sama mama dulu ya , sini mainkan ini " nita membunyikan kerincingan itu hingga vano tersenyum senang.


diluar rumah mobil aidan sudah sampai yang didalamnya juga ada tiara , dia nampak cantik mengenakan gaun selutut berwarna pink dan rambut yang ia gerai begitu saja, dia merasa sangat gugup namun dia berusaha untuk menetralkannya.


" ayo turun " ajak aidan.


" hmm"


mereka berdua pun turun, aidan tau pasti saat ini kondisi jantung tiara seperti ingin lepas dia memakluminya karena dia juga tau dulu waktu saat dia akan menemui orang tua mayra rasa gugup itu menyerang begitu saja .


" ini rumahnya ?" tanya tiara.


" ya , didalam semua orang sudah menunggumu" jawab aidan.


" rumah yang besar sekali, bahkan halaman rumah nya saja seperti lapangan bola" ucap tiara dalam hati.


aidan menggenggam tangan kanan tiara , terbukti tangan tiara sangat dingin. " tenang semuanya akan baik-baik saja " ucap aidan.


aidan membuka pintu utama rumahnya seketika tiara menjadi takjub bagaimana besarnya dalam rumah itu , barang - barang mewah dan furniture yang elegan.


" bunda " panggil aidan.


" bunda kami datang " ucap aidan sekali lagi.


" eh nak sudah datang , ayo silahkan masuk " jawab bunda yang menyambut keduanya. bunda mengingat sosok tiara yang menjadi korban kecelakaan aidan , tapi sekarang dia tidak mau bertanya banyak hal tentang itu yang terpenting kebahagiaan anak-anak.


tiara tersenyum ramah pada bunda , lalu tak lama nathan dan irene muncul bersamaan sambil menggandeng arga.


" ayo aidan ajak duduk dulu " kata bunda.


" ayo " aidan melirik ke arah tiara , tiara hanya tersenyum.


kini mereka sudah duduk di ruang tamu , semuanya tersenyum bahagia melihat tiara yang cantik malam ini.


" tiara perkenalkan ini bundaku "


tiara berdiri dari duduknya lalu menghampiri bunda untuk menyalaminya , bunda menerima uluran tangannya lalu memeluk tiara.


" selamat datang nak" ucap bunda.


deg


pertama kalinya bagi tiara dipeluk oleh sosok perempuan yang berstatus sebagai ibu , selama hidupnya tak pernah sekalipun dia merasakan hangat nya pelukan ibu.


air matanya berlinang di pelupuk mata tetapi dia menahannya agar tidak keluar.


" terima kasih tante " balas tiara.


" lalu dia kakak ku nathan dan istrinya kak irene juga anaknya arga " kata aidan.


tiara beralih ke arah nathan dan irene lalu menyalami mereka berdua.


" salam kenal kak , saya tiara " ucapnya lembut.

__ADS_1


__ADS_2