
" dokter ricko apa pasien yang baru tiba sudah ada diruang operasi ?" tanya dokter andika.
" ya ... baru saja masuk" jawab ricko.
" baiklahh terima kasih" ucap dokter andika.
ricko menganggukkan kepalanya , dia kembali menyusuri lorong rumah sakit itu seorang diri. seketika dia berhenti saat menyaksikan nita yang sedang menjahit luka seorang pasien dengan wajah serius.
dia nampak tersenyum melihatnya , dia mempunyai kebanggaan sendiri pada istrinya itu, selalu mempunyai semangat untuk menyelamatkan nyawa dan menyembuhkan orang lain.
dan ketika dirumah mengurusnya dan anak-anaknya. dari jauh juga nita melihat ricko lalu keduanya saling tersenyum.
" aku mencintaimu" gerak bibir ricko menuju kearah.
nita yang mengerti itu membalasnya " aku juga mencintaimu"
" suster dian sudah selesai aku jahit , aku permisi dulu " ujar nita.
" baik dokter " balas suster dian.
nita keluar dari kamar itu lalu segera menghampiri ricko.
" kau sudah makan?" tanya nita.
" belum.... mau makan bersama?" kata ricko.
" ayo"
mereka berjalan bersama menuju ke arah kantin , karena ini sudah pukul 2 siang sudah sedikit orang yang mengantri hingga keduanya duduk di dekat jendela dan berhadapan.
" aku beli mocca float dulu ya kau mau tidak?" tawar nita.
" bolah "
nita segera pergi ke stand minuman untuk membeli mocca float dan mengantri dulu namun ketika orang dihadapannya itu sudah selesai membayar dia terkejut karena itu dokter fahri.
" nita " gumam fahri.
" hmm tolong 2 mocca float , bisa kau antarkan disana ? ini uangnya " ucap nita cepat lalu segera pergi.
namun tangan fahri cepat sekali memegang tangan nita , wajah nita berubah menjadi merah.
" lepaskan atau aku teriak?" ancam nita.
" tolong maafkan aku " ujar fahri.
" aku tidak akan memaafkanmu , lepaskan ! " tegas nita
lalu dia segera berlari menuju ke tempat nya, mukanya masih merah karena marah dan dia berusaha tenang ketika hampir dekat dengan mejanya.
dia duduk perlahan sambil mengikat rambutnya.
" sayang kenapa ... wajahmu memerah ?" tanya ricko.
" tidak kok mungkin hawanya sedikit panas " jawab nita.
" hmm baiklah"
" sebentar lagi minumannya datang " ucap nita.
" permisi ini minumannya " ucap seorang pelayan.
" terima kasih , ambil saja kembaliannya " kata nita.
" terima kasih dokter " ucap pelayan perempuan itu.
" sayang apa kau menyembunyikan sesuatu?" tanya ricko.
" bagaimana mungkin . tidak kok itu hanya perasaanmu saja " balas nita.
ricko masih terus memandangi wajah nita " maaf ricko jika aku memberitahumu kau mungkin akan marah dan melakukan hal yang lebih para dari kemarin" ucap nita dalam hati.
***
" ricko kita harus membeli susu dan perlengkapan anak-anak " ucap nita
mereka baru saja keluar dari rumah sakit tepat pukul 17.30 .
" baiklah ayo kita belanja dulu "
di supermarket mereka membeli susu kotak sebagai pendampin ASI lalu membeli pempers dan lain-lain hinggs keranjang itu penuh.
" sayang semua nya untuk anak-anak apa kau tidak mau membeli sesuatu?" tawar ricko.
" untukku ? hmm tidak usah aku tidak memerlukan apapun saat ini"
" ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang. setelah menjadi orang tua semua hal yang didahulukan untuk anak-anaknya hingga orang tuanya lupa akan dirinya " ujar ricko.
__ADS_1
" tentu saja. ketika kita sudah punya anak-anak kita harus memenuhi semua kebutuhannya karena anak-anak akan tumbuh menjadi orang besar sedangkan kita akan menjadi orang tua yang rentan "timpal nita.
" aku memikirkan bagaimana jika nanti kita menjadi kakek nenek " ucap ricko.
" aku tau maksudmu , kau memikirkan apa ketampananmu akan pudar atau tidak bukan ?" kekeh nita.
" aku ambil ini untuk mu " ucap nita yang mengambil snack kerpik itu.
" tentu saja tapi aku yakin aku akan tetap tampan " ucap ricko yang berubah menjadi pesismis itu.
" ya..ya..ya baiklah semoga sesuai harapanmu" timpal nita.
" sudah ? ayo kita bayar " ajak ricko.
" hmm ini sudah banyak " saut nita.
****
" kau sedang menunggu apa ?" tanya aidan yang membuka kaca mobil ketika melihat tiara duduk di halte bus.
" bus " jawab tiara.
" naiklah aku akan mengantarmu" ujar aidan.
" tidak perlu aku tidak enak terus merepotkanmu pak " kata tiara.
" masuklah sebentar lagi hujan deras " ucap aidan.
tiara merasa aidan benar karena langit itu mengeluarkan kilat putih seperti akan hujan deras . dia pun masuk kedalam mobil.
" kalau di luar panggil aku aidan saja " ucap aidan
" iya ...aidan" ujar tiara.
" dimana rumahmu ?" tanya aidan.
" masih di rusun" jawab tiara.
aidan segera mengemudikan mobilnya , namun ketika melihat restoran dia merasa lapar dia melirik ke arah tiara .
" kau belum makan kan? ayo kita makan dulu" ajak aidan yang berhenti di restoran .
" tapi... aku tidak punya uang ini resto..."
" aku yang akan membyar kau tenang saja " potong aidan.
didalam restoran keduanya sudah memesan makanam hanya tinggal menunggu makanan datang. suasana menjadi hening tidak ada percakapan diantara keduanya.
" tiara " panggil aidan yang memecah keheningan itu
" ya "
" jika aku boleh tau dimana rumah aslimu?" tanya aidan.
" oh itu... ada di Perumahan Residen City " jawab tiara.
" rumahmu cukup mahal juga , kenapa kau tidak kembali kesana saja?"
" aku...itu ..."
" tidak apa. maaf aku sudah lancang " ujar aidan.
" aku tidak punya wenang disana, semenjak ayahku meninggal aku memang jarang tinggal disana "
" apa kau ingin tau kenapa ?" tanya tiara.
" jika kau mengizinkannya " jawab aidan.
" ayahku mempunyai wanita simpanan , dia lah ibuku dia meninggal setelah melahirkanku lalu ayah membawaku kerumah itu . aku akui dia ayah yang sangat baik dan adil pada kami berdua , tapi ibuku dan kakakku tidak pernah menyukaiku aku juga paham karena apa , karena itulah mulai sekarang aku akan pergi dari rumah itu agar mereka bahagia karena setidaknya dia tidak pernah melihat anak dari seorang wanita simpanan ini terus mengganggu hidupnya " jelas tiara.
" tapi kau juga berhak tinggal disana itu runah ayahmu kan ?" tanya aidan.
" iya rumah ayah. tapi tidak apa , aku akan berusaha untuk diriku sendiri aku tidak masalah jika harus tinggal dirusun seperti itu "
" kau wanita yang bijak " puji aidan.
tiara hanya tersenyum kecil " baru kali ini ada seseorang yang memujiku" gumam tiara kecil.
" kau mengatakan sesuatu?" tanya aidan.
" eh tidak " tiara menggelengkan kepalanya.
" ayo makan nanti makanannya dingin " ujar aidan.
***
" sayang anak mama sudah bangun ya " nita mengambil baby revano dari dalam box bayi lalu menggendongnya dan menciuminya.
__ADS_1
" hmm mama sangat merindukanmu " ucapnya.
" vano haus ya ? sebentar ya sayang mama ganti baju dulu ya " sambungnya.
dia kembali menaruh vano dalam box bayi , dan masuk kedalam kamar mandi.
sedangkan ricko baru masuk kekamar bayi setelah selesai mandi dan membuatkan susu untuk vano.
ceklek
" ricko kau sedang apa ? " tanya nita.
" memberinya susu " jawab ricko.
" dari tadi vani terus tidur " ucap nita yang memandangi wajah anak perempuannya yang sangat cantik itu.
" papanya yang menidurkannya jadi sangat nyenyak" timpal ricko.
" lihat vano juga memejamkan matanya " ujar ricko.
" sepertinya anak-anak sangat menyukaimu" saut nita.
" kenapa tidak. papanya sangat tampan " ujar ricko.
" ayo kita keluar , anak-anak sudah tidur " ajak ricko.
" sebentar "
nita mengecup kening putra dan putrinya.
" selamat malam sayang" ucapnya.
ricko membukakan pintu nita lalu menutup pintu kamar mereka. nita berbalik dan melihat wajah ricko yang terus tersenyum padanya.
" ricko kenapa kau terus tersenyum?" tanya nita.
ricko langsung memeluk pinggang nita dan menatapnya dengan sendu.
" ayo kita lakukan apa yang kita inginkan" bisik ricko
" memang apa yang ingin kita lakukan ?" tanya nita dengan malu-malu padahal dia sudah tau apa yang ricko maksud itu.
" haruskah aku mengatakannya ?" bisik ricko sambil memainkan rambut nita.
" huft...sepertinya aku harus menidurkanmu malam ini" desah nita.
" kenapa mendesah begitu hmm ? tidakkah itu terbalik sayang ? akulah yang tidak akan membiarkanmu tidur malam ini "
" ish dasar pria hidung belang. mungkin wanita diluar memuji ketampananmu tapi yang sebenarnya pria itu hidung belang dan sangat mesum "
" besok hari minggu jadi kita bisa bangun lebih siang " ucap ricko.
lalu ricko menggendong nita dan menidurkannya dikasur lalu menindihnya dan menatap wajah nita , tangannya bermain di wajah nita.
" matamu... hidungmu dan bibirmu sangat sempurna " puji ricko.
" tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini hanya ada menuju sempurna " ucap nita.
" hmm tapi untukku istriku keyla anitha nugraha lebih dari sempurna " ujar ricko.
" kau juga sangat tampan " puji nita.
" cup " ricko mengecup kening nita sedikit lama.
" cup " beralih kedua matanya
" cup " beralih kehidung
dan yang terakhir dia menatap bibir yang berwarna pink alami itu , dia tersenyum memamdangnya lalu mencium nya dengan lembut dan sedikit penuh gairah.
hingga akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri itu.
seperti yang ada di dalam kisah cinta yang pernah diceritakan , semulus apapun cinta dua orang akan tetap diuji oleh orang lain maupun takdir. namun ketika cinta yang sesungguhnya sudah terbentuk hanya akan ada kekuatan dan ketahanan dalam mempertahankan cinta itu.
"spesial moment pernikahan Dokter Ricko sang Dokter Spesialis Bedah dan Dokter Nita Dokter umum IGD "
***hay readers ku tercinta , gimana spesial moment foto-foto pernikahannya sweet banget kan ❤ , yuk ikuti terus kisah mereka berdua , juga kakak aidan nih .
jangan lupa berikan komentar terbaik kalian , like dan juga vote ya ❤❤❤***
__ADS_1