
setelah selesai makan , bunda membereskan meja makan dibantu oleh irene dan bi inah. sedangkan nita dia telah duduk diruang keluarga sambil menonton film dengan aidan dan juga ricko.
" ricko apa kau pernah main golf di lapangan belakang?" tanya aidan.
" belum pernah kak" jawab ricko .
" bagaimana nanti hari minggu kalian kesini kita akan berolahraga bersama kita ajak semua orang "
" jangan lupa siapkan camilan untukku nanti " saut nita.
" perutmu akan besar dengan camilan bukan anak nanti nya " timpal.
" sembarangan , oh ya kak apa kakak bertemu dengan xiaoqi ? ajaklah dia nanti aku sangat merindukannya " kata aidan.
" iya kemarin aku menemaninya belanja kebutuhan restoran " jawab aidan.
" tumben. kakak suka ya sama xiaoqi?" selidik nita.
" tidak kenapa aku harus menyukainya " sangkal aidan.
" jujur saja acara olahraga itu alibi kakak kan agar bisa dilihat xiaoqi?" selidik nita lagi.
" terserahlah " ucap aidan yang pasrah beradu mulut dengan adiknya.
" ricko tolong ambilkan tisue disampingmu " kata nita.
ricko mengambilkannya lalu dia mengelapkan tisue itu di bibir istrinya.
" apa yang kalian lakukan disini ?" tanya nathan..
" bang toyib baru pulang" saut aidan.
" kakak kenapa pulang malam sekali?" tanya nita.
" apalagi kakak harus lembur karena banyak sekali pekerjaan. oh ya kakak dengar dari istri kakak kau hamil ya ?" tanya nathan.
" hmm begitulah " kata nita yang tetap fokus menonton itu.
" ricko " nathan bergeser kearah ricko.
" dengar jika nanti dia melahirkan jangan sekali-kali kau dekati dia , kau tau irene kemarin menarik rambut hingga rasanya kepalaku mau putus "
" tidak apa aku rela melakukannya " kata ricko .
" apa? " ujar nathan yang terkejut.
" kakak dengarkan suamiku itu tidak seperti kakak lebay " ejek nita.
" nathan ...aidan jangan ganggu adikmu biarkan dia tenang " teriak bunda.
" apa aidan ? aku saja tidak mengatakan apapun " gumam aidan.
" kakak tau kan bunda lebih menyayangiku" ejek nita.
" bunda melakukannya karena kau sedang ada disini coba kau tidak ada bunda sangat menyayangi kami " ejek nathan.
" aku tidak yakin "
" sayang sudah makan keripik nya tidak baik untuk bayi nya. makan buah ini " ricko memberikan apel potong yang telah dibersihkan itu.
" terima kasih" ucap nita.
" ricko apa kau sudah mengantuk ? " tanyanya
" kenapa mau tidur? " tanya balik.
" hmm aku lelah besok kita akan bekerja takut telat " jawab nita.
dan sekarang mereka telah berada di kamar nita telah mengganti baju dengan baju tidur panjang sedangkan ricko memakai kaos aidan dia tidak membawa baju.
" ricko" panggil nita.
__ADS_1
" iya sayang " saut ricko yang sedang mengganti pakaian itu.
" jangan pakai baju " ucap nita.
" kenapa? tidak biasanya seperti ini " kata ricko berjalan mendekati nita lalu duduk diranjang sebelah nita.
" ada apa hmm?" tanya ricko lembut.
" aku mau memeluk mu tapi jangan pakai baju. ac nya matikan saja " rengek nita manja.
ricko tersenyum kemudian membuka kaosnya , nita segera memeluk ricko " aku sangat menyukainya " gumam nita.
" apa ini disebut ngidam?" pikir ricko.
" ayo tidur" ajak nita.
ricko pun tiduran di kasur nita mendekatinya dan memeluknya erat dia merebahkan kepalanya di atas dada ricko.
" sayang apa kau sedang mengidam ?" tanya ricko.
" tidak tau tapi aku tiba-tiba mau seperti ini " jawab nita.
tangan nita terus mengelus dada ricko dan sekujur tubuhnya, ricko hanya diam diperlakukan seperti walau sejujurnya dia sudah on, dia terus menahannya.
" sayang kau tau kan konsekuensinya jika melakukan ini padaku " lirih ricko dengan suara serak nya.
" hmm tapi kita tidak boleh melakukannya dulu, dokter bilang usia janin masih terlalu muda sekarang " jawab nita.
" baiklah tapi jangan merabanya sayang peluk saja " gumam ricko lagi
" aku tidak tau kenapa suka merabanya " kata nita yang tak mau kalah.
ricko mengubah tubuh nita yang tadinya kepala nita ada di dadanya kini berubah menjadi di tangannya dia menghadapkan wajah nita ke wajahnya dan memeluk nya erat.
" ricko aku merasakan sesuatu di sana " ucap nita.
" sudah tau kan , jadi diamlah jangan bergerak atau aku tidak bisa menahannya sayang ini demi anak kita " jawab ricko yang matanya tertutup itu.
" apa kau sungguh tersiksa ?" goda nita.
nita terkekeh melihat muka ricko yang menahan itu , dia pun membalas pelukan ricko dan akhirnya tertidur dalam pelukan ricko.
keesokan paginya
mereka telah selesai sarapan dan segera bergegas menuju kerumah sakit , setelah pamitan ricko menjalankan mobilnya.
sedangkan bunda dia juga bersiap-siap untun kekantor dan dirumah hanya ada irene yang menjaga bayinya dan para pelayan.
bunda menyetir mobil seorang diri setibanya dikantor para karyawana menyambutnya dengan ramah dan sopan.
" selamat pagi bu" ucap semua karyawannya.
" selamat pagi " balas bunda dengan senyuman mengembang.
" bu ini jadwal anda hari ini , jam 2 siang akan ada rapat dengan calon investor baru di hotel Fedl " kata sekretaris nya seorang wanita bernama Fitri.
" baiklah fitri kau atur saja " jawab bunda.
" oh ya siapa nama calon investor baru kita?" tanya hani.
" namanya pak edward william bu " jawab fitri.
hani memberhentikan langkahnya " edward " pikirnya.
" iya bu pak edward memang sudah lama ingin bekerja sama dengan perusahaan kita tapi belum di lakukan survei karena sudah ada kebijakan baru jadi kita akan mencoba untuk merapatkan ini "
" baiklah " hani kembali melanjutkan jalannya dan fitri membukakan pintu lift hani langsung masuk diikuti fitri dibelakangnya lalu menekan angka 20 .
ting
lift terbuka dan hani kembali disambut oleh dua orang pegawai seperti resepsionis yang ada didepan ruangannya.
__ADS_1
" selamat pagi bu " ucap mereka berdua.
" selamat pagi " balas hani.
" Fitri tolong kau panggilkan pihak direktur keuangan dan manager " perintah hani.
" baik bu " fitri menundukkan wajahnya dan mengikuti perintah hani.
hani masuk keruangan kantor yang sudah beberapa hari ini dia pimpin , dia mulai mengerjakan semua hal yang harus dia kerjakan.
***
" dokter nita selamat ya semoga bayinya tetap sehat dan juga lancar sampai lahir nanti " ucap suster loli.
" iya dokter selamat ya , pasti anak nya tampan atau cantik" timpal suster dian.
" terima kasih semoga doa kalian dikabulkan " ucap nita.
" pasti dokter ricko sangat senang sebentar lagi dia akan jadi ayah. aku tidak pernah membayangkan dokter ricko akan menjadi hot daddy" kata suster dian.
" bukan hanya kalian aku juga tidak pernah membayangkan hal sejauh ini tapi aku sangat bahagia bisa memberinya kebahagiaan seperti ini " ucap nita.
" kau tau dokter semua rumah sakit sudah tau kabar kehamilanmu , semua orang sangat senang dan mendoakan hal yang baik dokter dokter " kata suster loli.
" benarkah ? aku harus mengucapkan terima kasih banyak kalau begitu " kata nita.
" dokter belum pernah mengundang kami kerumah kapan-kapan ajaklah kami " ucap loli.
" baiklah aku akan mengatur waktunya nanti "
" ah dokter baik sekali " ucap mereka berdua.
" sayang " panggil ricko pada nita
" iya ?" nita segera menoleh kearah ricko.
" ayo makan diruangaku saja aku sudah menyiapkannya " ajak ricko.
" hmm ayo"
" kalau begitu kami tidak akan mengganggu pasangan yang sedang bahagia ini " kata suster dian.
mereka berdua pergi dengan senyuman.
" sedang apa berdiri disini ?" tanya ricko.
" oh itu tadi mereka mengucapkan selamat itu saja " jawab nita.
" ayo bayi kita sudah lapar " nita menggandeng tangan ricko.
***
di restoran hotel fedl itu bunda tengah menunggu kedatangan edward dengan fitri sekretarisnya. tak lama dari pintu itu terlihat edwars dan juga sekretarisnya yang datang bersama.
dia tersenyum ketika melihat hani datang " apa aku membuatmu menunggu terlalu lama?" tanya edward.
" tidak kami baru saja tiba " jawab hani.
" duduklah" kata hani dan edward segera duduk di kursi hadapan hani beserta sekretarisnya.
mereka mulai membahasa tentang pekerjaan dengan serius , saling memberikan masukan dan pendapat dan sekretarisnya mencatat hal yang penting.
setelah bermusyawarah akhirnya mereka telah memutuskan untuk saling bekerja sama keduanya saling berjabat tangan , edward terus tersenyum ketika berjabat tangan itu , hani merasa sudah terlalu lama berjabat tangan dan dia melepaskan nya.
" semoga kerja sama ini dapat menghasilkan keuntungan " kata hani.
" hmm aku yakin dengan mu" timpal edward.
" baiklah kita sudah selesai kami permisi dulu sampai jumpa dipertemuan selanjutnya " ucap hani.
" sampai jumpa" balas edward.
__ADS_1
edward terus memperhatikan langkah hani yang keluar dari restoran dia masih saja menatap kagum pada wanita itu.
" bahkan setelah 30 tahun kau masih sama seperti dulu begitu juga dengan perasaanku" ucap edward dalam hati.