Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
kesalahpahaman


__ADS_3

"maafkan aku sayang, aku sudah emosi" ujar ricko lalu mengecup puncak kepala istrinya itu.


sedangkan nita masih menangis kecil di pelukan suaminya itu.


"maaf" ujar ricko lagi.


malam harinya nita mencari udara segar dihalaman itu ia berjalan sendirian tanpa tau apa yang harus ia lakukan, ia terus menyusuri halamam rumah yang begitu luas itu hingga ia merasa lelah lalu duduk di kursi taman sambil memandangi air mancur itu.


" sayang" ujar bunda tiba-tiba datang begitu saja nita pun menoleh lalu tersenyum pada bundanya.


" kenapa tidak masuk, disini dingin" ujar bunda yang ikut duduk disebelah nita.


" tidak bunda, aku sudah biasa kedinginan bahkan disana sangat dingin" jawab nita dengan santai.


" sayang" bunda terus memperhatikan putrinya itu.


" iya bunda" kata nita tanpa menoleh kearah bundanya ia terus saja memperhatikan air mancur itu.


" apa kau tidak ingin menceritakan sesuatu pada bunda?" tanya bunda lalu mengelus kepala putrinya.


" ha? aku, tidak ada bunda. " jawab nita.


" bunda ingin tau bagaimana dan apa yang anak bunda lakukan disana " tanya bunda lagi.


" di china? hmm disana, aku melakukan nya seperti yang aku lakukan sekarang, tetapi disana jika malam hari aku akan berkeliling kota itu saja " jawab nita lagi.


"sayang" ucap bunda lagi sambil terus mempermainkan rambut putrinya yang terurai itu.


" apa kau bahagia?" tanya bunda dengan sendu.


nita yang merasa heran dengan pertanyaan bundanya itu lalu menoleh dan menatap bundanya.


" bunda, aku baik-baik saja. bunda tidak perlu khawatir yang seharusnya bunda pikirkan sekarang, bunda harus bahagia juga tetap sehat" nita memegang tangan bundanya mengelusnya tanda jika ia sangat menyayangi bundanya.


" apa disana kau mempunyai banyak teman sayang, bunda ingin mendengar semua tentang teman-temanmu" tanya bunda yang mengalihkan pembicaraannya.


" disana aku tidak banyak teman, hanya ada satu dia sahabat baik ku, namanya xiaoqi dia sangat cantik. dia sangat baik walaupun orang tuanya kaya dia tidak mau merepotkan orang tuannya ia mandiri sendiri dan kami selalu melakukan berdua " jelas nita .


" hanya satu? bagaimana dengan teman lain pria atau sayang pernah berpacaran?" tanya bunda lagi.

__ADS_1


" aku tidak suka memiliki banyak teman, hanya merepotkan saja. dan pacar aku juga tidak pernah berpacaran"


bunda tersenyum mendengar jawaban putrinya itu, putrinya tidak pernah membuatnya kecewa. putrinya hidup dengan baik walau tinggal sendirian disana.


" bunda masuklah, ini sangat dingin atau bunda akan sakit nanti" ujar nita dengan lembut.


" baiklah, bunda masuk, bayiku ini harus cepat masuk ya, nanti sakit" kata bunda.


nita hanya menganggukkan kepalanya dan bunda tersenyum lalu masuk kerumah. tapi nita tetap duduk disana sendirian.


saat baru masuk bunda melihat ricko sedang turun dari tangga lalu menghampiri menantunya itu.


" nak ricko" ujar bunda.


" bunda belum tidur? " tanya ricko.


" bunda sedang mencari tau sesuatu tentabg istrimu itu? kau pasti mencarinya kan . itu dia ada di kursi taman sedang duduk" tunjuk bunda kearah taman itu.


ricko pun menengok kearah kaca dan ternyata benar istrinya sedang duduk sendirian.


" iya bunda, aku pikir tadi dia kemana " ujar ricko.


" bunda ingin berbicara sesuatu, apa bisa?" tanya bunda.


setelah berada di ruang keluarga bunda dan ricko duduk disana sambil meminum teh dan mereka menikmati teh itu.


" apa nak ricko kwalahan menghadapi putriku?" tanya bunda dengan senyumannya.


" tidak bunda, aku tidak pernah menganggap tingkah dan perilaku istriku sebagai beban untuk itu aku tidak pernah merasa kualahan." jawab ricko.


" nak, sebenarnya bunda tau nak ricko adalah pasangan yang tepat untuk nita. tapi sementara ini biarkan dia menyesuaikan dirinya terlebih dahulu.mungkin ini sangat cepat untuknya, apa nak ricko tau kenapa ayahnya bersikeras untuk menikahkan nita sekarang" jelas bunda


ricko tersenyum mendengar penjelasan ibu mertuanya itu.


" aku tidak tau bunda, tapi yang ingin aku lakukan sekarang hanyalah ingin melindunginya juga memberikannya kebahagiaan melewati kebahagiaan ku sendiri" jelas ricko.


" apa kau tau putriku itu sangat polos , ia sangat baik juga pengertian, saat bunda bertanpa apa dia dia baik-baik saja atau apa dia senang? dia hanya menjawab yang harus bunda lakukan sekarang tetap tersenyum juga jaga kesehatan bunda aku akan senang. ia anak yang mempunyai simpati penuh, adil juga sangat jujur jika kau melihatnya lebih jauh hatinya begitu lembut"


" hanya saja , ayahnya begitu keras mendidiknya hingga membuat kesalahpahaman antar keduanya. bunda mohon jagalah putriku buat dia bahagia karena bunda tau dia sangat kesakitan walau dia tidak pernah membicarakannya. bunda percaya padamu" tanpa terasa air mata bunda pun jatuh. ricko langsung menenangkan ibu mertuanya itu dengan menggenggam tangannya.

__ADS_1


" aku tau bunda istriku sangat baik, aku berjanji akan selalu melindunginya juga membuatnya bahagia "


keesokan harinya jam menunjukkan pukul 7 pagi nita terbangun saat jam itu berbunyi dan ternyata ricko sudah bangun karena dia tidak ada ditempat tidur.


nita langsung bangun lalu masuk kedalam walk in closet nya dan ternyata ricko sedang memakai pakaianya .


" haaa" teriaknya , ia sangat terkejut melihat ricko bertelanjang dada. dan langsung menutup matanya.


ricko hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu lalu mendekatinya sambil mengancingkan pakaiannya.


" bukalah , kau tidak ingin melihatnya?" tawar ricko .


" aku.. aku tidak mau, cepat kancing semua bajumu, aku ingin mengambil bajuku " ucap nita .


" aku sudah mengancingnya" ucap ricko.


dengan perlahan lahan nita membuka matanya lalu dengan cepat ricko memeluk istrinya itu dan menatapnya.


nita berusaha melepaskan pelukan suaminya itu tapi tidak bisa .


" kau tidak bisa melepaskannya" ujar ricko.


" lepaskan aku mau mengambil bajuku" ucap nita dengan cepat.


" mau pakai yang mana aku akan mengambilkannya" jawab ricko dengn menatap istri nya lekat.


" kau .. jangan membuatku takut" ujar nita dengan pelan .


" lepaskan aku sudah telat " ujar nita


" mau pergi kemana?" tanya ricko penuh selidik.


" kebandara "jwab nita.


" kau sangat keras kepala ternyata, aku tidak mengizinkanmu " tegas ricko.


" aku tidak perlu izinmu, aku bilang lepaskan aku" teriak nita.


" aku suamimu setiap hal yang kukatakan kau harus menurut padaku " tegas nya sekali lagi.

__ADS_1


" aku kebandara ingin mengambil pasport ku yang tertinggal disana, aku menjatuhkannya lalu semalam orang bandara menelponku" jelas nita lalu pergi meninggalkan ricko sendiri.


" apa? aku sudah salah paham padanya" ucapnya


__ADS_2