Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Kecelakaan


__ADS_3

FLashback


saat dari pulang pertemuan antara rekan bisnisnya di sebuah hotel , edward bergegas masuk kedalam mobilnya untuk kembali ke perusahaan.


brak


pintu itu tertutup , dia memundurkan mobilnya dari area parkir lalu berkendara seperti biasa dengan sangat tenang. namun dari arah berlawanan tanpa tau hal itu akan terjadi.


sebuah truk kontainer menerobos melawan arah tepat dihadapan mobil edward, dia berusaha untuk meminggirkan mobilnya tapi tiba - tiba dari belakang ada mobil yang juga ikut ke arah edward.


sehingga tabrakan itu tak bisa dihindari. wajahnya penuh darah mengalir hingga ke tangan dan tubuhnya , penglihatannya mulai memudar dan dia pingsan disana.


F****lashback Off


" paman edward " dia segera berlari ke arah brankar itu.


" apa yang terjadi ?" tanya nita kepada petugas ambulance itu.


" terjadi kecelakaan di jalan , korban ini yang paling parah " jelas petugas tersebut.


" tolong bantu aku bawa keruangan gawat darurat " perintah nita.


segera mereka mendorong brankar itu secepat mungkin , banyak orang yang memperhatikan mereka. mata nita sudah tidak tahan untuk tidak menangis.


" apa kau bisa mendengarku ?" tanyanya.


" aku mohon bertahanlah " sambungnya.


sesampainya di dalam ruangan UGD, nita memasangkan oksigen di hidung edward namun tiba - tiba tangan edwars mencekalnya.


" ni..."


" jangan katakan apapun sekarang , biarkan aku menyelamatkanmu. aku mohon bertahanlah ... " lirih nita


" ayah .... ayah ingin , mengucapkan terima kasih " lirih edward yang terbata - bata.


" tidak aku mohon jangan katakan apapun ... bertahanlah untuk bunda hiks... biarkan aku mengobatimu lukamu sangat parah " isak nita dengan nada memohon.


edward memengan tangannya , namun ... pegangan tangan itu membuatnya ingat kejadian beberapa tahun lalu dimana ayahnya meninggal saat sedang menggenggam tangannya.


dia langsung menepisnya dan sedikit memundurkan diri , matanya menatap nanar mengingat betapa menyakitkannya waktu itu.


" ayah menyayangimu , dan semuanya. jika terjadi sesuatu pada ayah ... tolong jaga bunda , a..ayah sangat mencintainya " lirih edward.


" berikan tanganmu pada ku " pinta edward.


nita menggelengkan kepalanya dia takut sesuatu terulang lagi seperti dulu. " ulurkan tangamu " kata edward lagi.


" tidak ... tidak aku tidak mau hiks... " isaknya.


" hani ... hani " ucap edward yang makin melemah itu , lalu dia pun menutupkan matanya.


" pamaaaaaann "

__ADS_1


****


klek


lampu operasi menyala , nita sudah lengkap memakai baju medis khusus operasinya berwarna biru. dia memasang sarung tangan. dihadapannya ada ayah sambungnya yang terbaring lemah kini hidupnya bergantung kepadanya.


" dokter denyut nadi nya melemah " kata suster loli.


nita pun mulai melakukan operasinya , sambil menahan sedih takut sesuatu terjadi kepada ayah sambungnya.


sementara itu diluar ruangan operasi semua orang sudah menunggu diluar , bunda tidak melakukan apapun hanya diam duduk matanya menatap kosong di depan. ditemani aidan yang mengelus bahunya memberikan kekuatan pada bundanya.


nathan dari tadi mundar mandir dihadapan pintu itu sia merasa amat gelisah , sedangkan irene pun berdiri di sebelah pintu.


" duduklah dan tenang, semua akan baik - baik saja. adik tidak akan membiarkan sesuatu terjadi didalam sana " ujar irene yang sudah tidak tahan melihat nathan itu.


" iya kak ... berdoa saja " timpal aidan.


" bunda ... " lirih aidan.


brak


pintu operasi terbuka namun hanya suster pria yang keluar dengan cepat.


" ada apa ini kenapa dia begitu terburu - buru " kata nathan.


" tunggu ... apa yang terjadi didalam semuanya baik - baik saja kan ?" tanya nathan.


" kakak apa istriku didalam ?" tanya ricko yang masih dengan jubah dokternya.


" hmm " ujar aidan.


didalam sana , nita masih mengoperasi edward, pelipisnya sudah berkeringat dengan setia loli mengelapnya dia bisa melihat mata itu mata yang seakan - akan ingin menumpahkan air bening.


" tolonglah ayahnya ini , jangan biarkan dokter sebaik ini terus kehilangan sosok ayah " ucap suster loli dalam hati.


2 jam sudah berlalu , Ricko duduk menemani bunda dan aidan yang masih shock itu. dilirik nya jam yang sudah pukul 4 sore.


dia berdiri namun terdengar suara pintu terbuka , edward pun keluar membuat semua orang berdiri dan melihatnya.


" ayah ... suster ayah ku baik - baik saja kan ? dia akan sembuh bukan ?" tanya aidan.


" dokter yang akan menjawabnya , pasien harus di rawat di ruang ICU " jawab suster itu.


beberapa suster itu langsung membawa edward ke ruangannya , nita keluar dari sana dengan menundukkan kepalanya bersama suster loli yang setia kepadanya menunggunya siap untuk keluar dari ruangan itu.


" dokter saya permisi dulu " pamitnya setelah mengetahui ada banyak keluarga nita yang datang.


" sayang " ucap ricko yang menghampiri nita.


" nita ayah tidak luka parah kan , katakan sesuatu dari tadi tidak ada orang yang menjawab pertanyaan kakak " jelas nathan.


" mas sebaiknya biarkan nita mengganti pakaiannya terlebih dahulu. dia sudah sangat lelah " kata irene yang mengerti itu.

__ADS_1


" sayang ayo aku temani " ricko mengajak nita untuk membersihkan tubuhnya , didalam ruangan itu ... ricko membalikkan tubuh nita untuk menghadapnya lalu tangannya membuka masker di mulut nita dan membuanganya ke sampah medis.


dilanjutkam dengan sarung tangannya , dia membawa kedua tangan itu ke wastafel dan mencucinya hingga bersih.


" dia ingin memegang tanganku tadi , apa kau ingat dulu ... saat ayah meninggal di genggaman tanganku " ucap nita dengan tatapan kosong dan air mata yang jatuh ke pipi.


" tidak akan terjadi apapun tenanglah sayang, semua akan baik - baik saja oke "


ricko memeluk nita untuk memberikannya kekuatan agar nita merasa nyaman saat ini. tangannya mengelus punggung nita dengan pelan.


***


didalam ruangan ICU itu bunda duduk disamping brankar dan tangannya tak pernah lepas dari tangan edward. pria itu ... pria yang setia kepadanya , mencintainya apa adanya hingga dia bisa luluh seperti sekarang ini.


" edward sadarlah ... aku membutuhkanmu sekarang , jangan tinggalkan aku dan anak - anak karena kami membutuhkanmu " ucap bunda dalam hati.


" bunda ... bunda belum makan seharian , bunda harus mengisi energi jika bunda tidak makan pasti ayah tidak suka " kata aidan yang mendekati bunda.


ceklek


pintu ruangan terbuka, nita masuk bersama ricko. melihat nita ada disana bunda segera berdiri dan menghampirinya.


" sayang bagaimana keadaan nya ? dia baik - baik saja kan ? tidak terjadi apa - apa bukan ?" cercah bunda yang memegang kedua pundak.


" aku harus menunggunya sadar baru bisa mendiagnosis lebih lanjut. operasi tadi hanya mampu melewati masa kritisnya tapi aku belum tau kapan akan sadar " jelas nita.


" apa ada efek sampingnya ?" tanya nathan.


" masih tidak tau " jawab nita.


semua orang hanya pasrah mendengarnya , entah kapan edward akan bangun. wajahnya begitu pucat dan alat yang digunakan untuk menopang hidupnya bukanlah peralatan biasa yang hanya sekedar jarum infus tetapi banyak lagi. diantaranya yang paling kentara adalah monitor yang menampilkan grafis kinerja tubuh seperti detak jantung.


" sudahlah ... kita berdoa saja apapun yang terjadi semoga ayah cepat sembuh , nita ... terima kasih banyak kau sudah menyelamatkan nyawa ayah " ucap aidan yang memeluk nita .


nita masih belum membalasnya untuk bergerak saja tangannya seperti tidak mampu. dia sangat trauma jika harus kehilangan sosok ayahnya lagi.


" tubuhmu lemas sekali apa kau sudah makan ?" tanya aidan lembut.


" sayang kau belum makan ?" tanya ricko.


" bunda juga belum makan , bagaimana kita makan dulu jangan sampai sakit " ujar aidan.


" dokter nita ada pasien darurat lagi , cepatlah turun " kata suster loli yang masuk kedalam ruangan.


" apa dokter gavin atau hariyadi tidak masuk ?" tanya ricko.


" dokter gavin cuti sedangkan dokter haryadi sedang mengoperasi pasien " jawab loli.


" aaku akan turun " jawab nita.


nita melepaskan cekalan tangan ricko itu , dia menatap ricko dalam untuk sesaat lalu beralih menatap edward itu.setelah dirasa cukup dia keluar seorang diri walau sudah lelah dia harus mengerjakan kewajibannya.


ricko tidak bisa menahan nita walau dia tau nita seharian belum makan dan mengurus diri dengan benar , memang masih tinggal setengah jam lagi waktu kerjanya itu membuatnya harus merelakannya pergi karena keprofesional haruslah yang utama bagi seorang dokter tidak mengenal waktu , siapapun dan dimanapun haris siap perperang dengan nyawa seseorang.

__ADS_1


__ADS_2