Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
merasa tersindir


__ADS_3

ricko bingung dengan sifat istrinya itu ia segera berlari menghampiri istrinya yang sedang mengintip kamar itu.


" sayang kau kenapa berlari?" tanya ricko dengan pelan.


" mia boleh aku bertanya? kenapa wanita itu merasa begitu kesakitan?" tanya nita pada mia yang baru keluar dari dalam itu.


mia melihat dr.ricko lalu ia membisikkan sesuatu padanya hingga nita memelotokan matanya.


" suster ada apa?" tanya ricko yang bingung melihat wajah istrinya.


" eh dokter itu wanita itu baru saja menikah lalu bagian intim nya merasa sangat sakit karena habis melakukan itu dengan suaminya" jelas suster mia dengen pelan.


" oh begitu" ujar ricko sambil menganggukkan kepalanya.


" dokter ricko dokter kan sudah menikah lalu bagaimana ? apa istri dokter merasa seperti itu?" tanya suster mia.


dia memang berani dengan semua dokter yang semua orang anggap dokter yang dingin tapi nyatanya bagi suster mia tidak ada yang mau mengacuhkannya.


nita melirik ricko lalu mengalihkan pandangannya.


" aku selalu melalukannya dengen lembut bagaimana mungkin istriku merasa begitu" jawab dr.ricko ia sengaja menggoda istrinya.


" eh suster aku baru ingat dr. rania mencarimu tadi" ucap nita dengan bohong ia tidak mau mendengarkan pembicaraan yang menakutkan itu.


" oh dokter rania ini tidak bisa membuatku berbicara dengan dr.ricko lamalama selalu saja menganggu, baiklah dokter aku permisi dulu" ujar nya lalu ia pergi meninggalkan kedua pasangan suami istri itu.


" kenapa sayang? apa kau takut?" goda ricko.


" a...aku tidak takut " jawab nita ia salah tingkah mendengarnya.


" kalau begitu ayo kita lakukan" goda ricko lagi.


" is kau ini mesum" jawab nita dan berjalan cepat meninggalkan ricko.


ricko pun tersenyum melihat wajah takut istrinya itu, ia tau saat ini istrinya sedang takut karena membayangkan hal yang tadi.


dengen cepat ia menyusul istrinya dan berjalan disamping.


" kenapa kau mrngikutiku" tanya nita dengan raut muka kesal.


" kenapa ? kau masih membayangkan wanita itu ya hahhaha" ricko tertawa lalu dengan cepat ia menarik tangan istrinya untuk masuk kedalam ruangan kecil lalu ia menguncinya dari dalam.


" ricko apa yang kau lakukan ha?" tanya nita.


ricko mengunci tubuh istrinya lalu mendekati tubuh istrinya , nita takut apa yang akan dilakukan ricko terhadapnya.


" ricko ini rumah sakit" ujar nita dengan pelan.


" percayalah itu tidak seperti yang terlihat sayang, jika kita berdua nanti melakukannya aku janji akan melakukannya dengen lembut dan kau tidak akan merasakan sakit" ujar ricko tepat di telinga istrinya.


" ish kau ini cabul sekali" nita mendorong tubuh ricko, ricko hanya tertawa melihat tingkah istrinya itu.


drrtt.....drrtt


ponsel nita bergetar tanda sebuah pesan masuk ia segera membacanya.


^^^Dr.Fahri^^^


"kau dimana? keruanganku sekarang"


" dari siapa?" tanya ricko.


" dr. fahri mencariku aku pergi sekarang" tanpa memperdulikan ricko ia pergi dari tempat itu.


" aku tidak akan membiarkannya selalu dekat dengan fahri" ucapnya ia pun ikut keluar dari kamar itu.


dari kejauhan mia melihat kedua orang itu keluar dari tempat yang sama ia merasa heran hingga menimbulkan banyak pertanyaan dibenaknya.


" apa yang mereka lakukan di kamar sempit itu? tidak mungkin mereka selingkuhkan" pikirnya.


sore harinya mereka berdua pulang bersama tetapi sebelum pulang ricko mengantar nita ketempat anak-anak jalanan itu berkumpul hari ini ia akan membawanya ke panti.


" sayang apa sudah telpon pihak panti agar menjemput anak-anak?" tanya ricko.


" iya kemungkinan mereka sudah dijalan" jawab nita.

__ADS_1


" baiklah" ujar ricko.


hingga beberapa saat kemudian mereka sudah sampai anak-anak itu ternyata sudah menunggunya dari tadi.


" kakak" panggil anakanak itu lalu memeluk nita yang baru turun dari mobil.


" hai" nita membalas pelukan anak-anak itu lalu mereka melepaskan pelukan masing-masing.


" apa kakak membuat kalian menunggu terlalu lama?" tanya ricko.


" tidak kak" jawab anak-anak serempak.


" baiklah sebentar lagi mobilnya akan datang kalian ikut kesana ya nanti hari minggu kakak akan menghampiri kalian" ujar nita.


" horee" ujar anakanaak dengan semangat nita pun ikut tersenyum bahagia melihat semua anakanak tersenyum bahagia, juga ricko yang memandangi wajah istrinya itu tersenyum tulus dan bahagia ia sangat senang.


" nah itu mobilnya ayo masuk " nita mengarahkan anakanak untuk masuk kedalam mobil ada 6 anak yang akan ikut pindah kesana.


setelah selesai mereka saling melambaikan tangan.ricko pun menghampiri istrinya.


" sayang kak aidan menyuruh kita kerumah ayah sekarang" ujar ricko.


" ada apa? bunda tidak mengabariku" tannya nita.


" tidak tau sayang kak aidan bilang ada sesuatu yang sangat penting.


" baiklah ayo" ujar nita.


pada pukul 6 mereka akhirnya sampai kerumah mewah milik orang tua nita, sebenarnya nita tidak ingin pulang kesini sangat malas bertemu ayahnya.


" sayang ayo" melihat istrinya yang melamun ricko memegang tangan istrinya.


" hmm " nita pun akhirnya turun dan diikuti ricko hingga akhirnya mereka masuk dan disambut oleh seluruh keluarga disana.


" sayang bunda sangat merindukanmu" bunda langsung saja memeluk putrinya itu dan dibalas oleh nita.


" nita juga bunda" jawab nita.


" eh dek kenapa kepalamu diperban " tanya nathan.


" sayang ini kenapa?" tanya bunda dengan khawatir.


" dan tanganmu ini" sambung bunda.


" ricko kenapa dengannya apa dia mengamuk?" tanya kak aidan.


" tidak kak ini sal...." sebelum ricko melanjutkan pembicaraanya nita malah memotong ucapannya


" eh kenapa malah membahas ini , aku hanya terbentur meja saat mengambil pulpen yang jatuh sudahlah tidak apa-apa " jawab nya ia tau ricko akan menyalahkan dirinya sendiri dan nantinya kakaknya dan bunda akan menanykan sesuatu ia tidak merasa baik dengan ricko.


" ricko duduklah" ujar ayah.


" eh iya ayo nak ricko dan sayang ayo duduk dulu" ujar bunda.


" bunda sebenarnya ada apa memanggil kami kemari ? " tanya nita.


" kau ingin pulang ya ? ingin terus berduaan dengan ricko dasar pengantin baru ingin bermesraan terus" ejek aidan.


nita melihat toples berisi permen dihadapannya ia mengambilnya lalu menguntalnya ke arah aidan.


" mulutmu itu kenapa tidak bisa diam, aku tau orang yang baru saja bercerai akan menderita melihat pasangan lain" ketus nita.


" hmm awas kau ya " ujar aidan.


" eh sudah sudah sayang biarkan saja kakak mu sangat kesepian karena tidak ada yang menemaninya tidur" timpal bundanya.


" ha? hahahaha bahkan perkataan bunda lebih menyakitkan daripada ucapkanku " ejek nita.


" bunda aku tidak mau mengantar bunda ke pasar" ujar aidan.


" tenang bunda ada nathan " timpal nathan.


" oh kalian bersekongkol ya" ujar aidan.


" iya karena kami bertiga satu tim wekk" ejek nita lagi.

__ADS_1


" baiklah tidak apa , ayah akan satu tim dengan ku" jawab aidan.


" tidak peduli" jawab nita.


" hahha kau selalu berhenti berbicara jika ada kata ayah didalamku hhahahh kenapa nit kau takut ?" goda idan.


" sudahlah kalian ini tidak malu dilihat ricko dan kakak ipar kalian?" tanya ayah.


" bunda ada apa?" tanya nita.


" biar kakakmu yang bicara " ujar bunda.


" hmm baiklah bunda , sayang kau saja ya" ujar nathan pada istrinya.


" hmm kau saja aku merasa malu mengatakanny" ucap istrinya.


" eh kau ini baiklah , jadi semuanya sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah " ucapnya sambil berdiri.


" ha? benarkah ? kalau begitu aku akan jadi paman " tanya aidan.


" hmm benar" jawab iren.


" wah selamat ya kakak ipar aku akan membawa keponakanku bermain sepak bola nanti" ujar aidan.


" percaya diri sekali jika anak nya laki-laki, bagaimana jika perempuan apa kakak akan mengajaknya bermain bola? ujar nita.


" menyahut saja , eh ricko sebaiknya kau bawa istrimu pulang dan buatlah anak sana buatkan aku bayi perempuan ya" ujar aidan pada ricko.


" dengan senang hati aku akan membuatnya kak " jawab ricko dengan senang.


" nah kalau begini kan aku senang ternyata adikku ini bisa membuat anak hahah" ceplos aidan.


" tidak ada yang akan mengatakan kakak bisu jika tidak bicara" ucap nita.


" sensi sekali pulanglah sana kerjakan perintahku itu ya" ejek aidan.


" kak nathan dan kak iren selamat ya atas kehamilannya " ucap ricko pada pasangan suami istri itu.


" terima kasih ricko " jawab nathan.


" cepatlah menyusul agar anak kami ada adik" jawab kak iren.


" doakan saja kak secepatnya" ucap ricko.


" oh ya dek jika kau mau ikut program hamil kakak akan mengantarmu , lebih baik usia seperti ini masih banyak tenaga jika melahirkan" ucap kak iren.


" membayangkan wanita tadi saja aku takut bagaimana melahirkan nanti" pikirnya ia segera menggelengkan kepalanya.


" ah terima kasih kak tapi nanti saja" ucapnya.


" kenapa sayang? bukankah lebih baik jika tidak ditunda " tanya bunda.


" itu eh... aku "


" astaga apa yang harus aku jawab" pikirnya.


" kami tidak menundanya bunda mungkin sekarang tuhan belum memberikan kepercayaannya pada kami, yang kami bisa lakukan hanya terus berusaha" jelas ricko.


" setiap malam ya?" tanya aidan.


" ha? eh iya seperti itulah" jawab ricko


mereka semua tertawa mendengarnya kecuali nita ia merasa sangat malu dan juga tersindir.


" bunda kami pulang dulu ya aku lupa belum beres beres rumah" alasan nita untuk pulang ia sudah tidak mau diolok olok.


" tidak makan dulu? bunda sudah menyiapkannya loh" tanya bunda.


" tidak usah bunda kami akan memasak sendiri saja" jawab nita.


" baiklah jika kalian ingin pulang hati-hati " ujar bunda.


" baik bunda , ayah dan kakak semuanya kami pulang dulu ya" ujar ricko pada semua orang.


" baiklah hatihati" ucap ayah.

__ADS_1


__ADS_2