Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
jangan berbohong padaku


__ADS_3

tin...tin....


mobil itu terus membunyikan klaksonnya hingga nita tersadar iapun segera membelokkan mobilnya dan hampir saja menabrak pembatas jalan.


brakkkk


sopir truk itu menabrakkan mobilnya kepepohonan besar hingga mengeluarkan dentuman yang besar.


wajah nitaa sangat pucat hampir saja dia menemui ajalnya. bibirnya gemetar. namun dia lihat mobil truk itu, yang mengeluarkan asap.


dia pun membuka selt belt nya lalu berlari menghampiri mobil truk itu.


" pak apa kau mendengarku?" teriaknya.


sopir dan penumpang disebelahnya sudah mengeluarkan banyak darah dikepalanya. nita pun berusaha mengjangkau gagang pintu mobil ia ingin membuka dan mengeluar 2 korban itu dari dalam.


" ehh kenapa sulit sekali " desisnya yang masih terus berusaha membuka pintu.


" pak apa kau dengar aku? jika kau masih sadar tolong gerakkan tanganmu walaupun sedikit" teriak nya.


" dia pasti mengunci pintu ini" gumam nita.


ia turun lalu beralih kepintu sebelah tempat sopir itu , karena jendela yang sedikit terbuka tangannya bisa masuk lalu ia berusaha menekan kunci itu agar dapat membuka pintu.


ceklek


dia bersyukur pintu nya sudah terbuka, dia pun memeriksa denyut nadi sopir " dia masih hidup" ujarnya.


" kenapa sepi sekali sih? aku tidak mengurusnya seperti ini" gumamnya.


tangan penumpang yang satunya menggerakkan sedikit orang merengkuh lemah karena sudah banyak darah yang keluar dari kepalanya.


nita menghampiri korban itu , lalu memeriksa keadaannya.


" denyut nadinya sangat lemah" gumamnya.


ia melirik kesana kemari untuk mencari kain yang bisa digunakan untuk membelit kepala korban.


dia melihat bajunya yang memakai sweeter lalu ia lepaskan dan ia pun melilitkan sweeter itu pada korban.


" bertahanlah aku akan menolongmu" ujarnya.


orang itu mengap-mengap seperti tidak bisa bernafas nita langsung membantunya turun , walau pun tubuhnya yang kecil dia berusaha sekuat tenaga.


dengan perjuangan penuh dia meletakkan korban di jalan lalu ia menekan dada korban berulang kali untuk mencari detak jantungnya.


beberapa kali dia melakukannya tapi belum berhasil , ia mendekatkan telinganya ke dada korban lalu kembali melakukan pertolongan itu.


" sayang" ricko datang dengan mobilnya ia segera turun saat melihat istrinya tengah berusaha menyelamtkan korban.


ia keluar dan berlari " sayang apa yang terjadi?" tanya ricko.


" ada korban lagi di dalam tolong keluarkan, aku akan menangani ini" ujar nita yang masih terus berusaha memukul mukul dada pria itu. ricko pun menghampiri mobil truk itu.

__ADS_1


" uhuk" pria itu mengeluarkan darah dari mulutnya.


nita pun merasa lega karena darah beku yang di dadanya sudah keluar.


rickopun menidurkan pria itu disamping pria yang telah diselamatkan nita.


dia langsung menelpon ambulance setelah melihat istrinya yang hanya memakai baju pendek dia melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada nita.


" terima kasih" ucap nita.


" bagaimana apa ambulance sudah kemari?" tanya nita.


" sedang dijalan ... sebenarnya apa yang kau lakukan diluar hingga malam? bukannya aku menyuruhmu pulang sebelum aku kembali?" kata ricko seperti biasa tidak ada nada kemarahan tapi tentu itu sebuah kalimat kemarahan.


" aku...aku menemui bunda di luar jadi lupa" kata nita yang berbohong.


" apa kau tau sayang. kau tidak pandai berbohong" tegas ricko.


" ah " nita merasa tidak enak dengan ricko ia sudah berkata bohong.


" maaf ricko aku harus berbohong, aku tidak mau kalau kau mengkhawatirkan aku" ucap nita dalam.


suara ambulance begitu nyaring tandanya ambulance sudah dekat, 2 ambulance itu berhenti dan segera memapah kedua korban.


" awas hati-hati kepalanya" kata nita.


" dokter ricko terima kasih karena telah melakukan tindakan " ucap dokter.


" istriku yang melakukannya dia juga seorang dokter" jawab ricko.


" cepatlah lakukan operasi padanya" ujar ricko.


" hmm" dokter itu pun masuk kedalam ambulance dan


ia menatap nita dengan tajam.


nita merasa hawa sangat panas padahal sangat dingin, dia segera menuju ke mobilnya, ricko masih menatapnya.


" masuk kedalam mobilku" ujsr ricko raut wajahnya seketika menjadi datar.


" ehh itu tidak apa-apa aku bawa mobil saja kau ikuti aku dari belakang ya" balas nita sebenarnya ia takut untuk menjawab ricko ia tahu ricko sudah marah padanya.


ricko tidak lagi menjawab ia masih bisa menahan marahnya karena ia juga tidak bisa marah yang terlalu marah pada nita.


" aku akan dibelakang jangan mengebut" ujar ricko memperingati.


" iya" jawab nita.


***


sesampainya dirumah nita segera masuk kedalam kamar yang diikuti oleh ricko, dia masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


didepan cermin ia mendapati dirinya yang sedang ingin menangis tapi kenapa harus terus menangis hanya karena seseorang yang sama sekali tidak pernah memikirkannya.

__ADS_1


" bukankah aku sudah mendapatkan semuanya, ada bunda , kakak , sahabat dan yang paling aku cintai ricko. tapi kenapa aku merasa sesak sekali saat ayah meragukan diriku anak kandungnya sendiri. sebelumnya aku tidak pernah patah hati tapi untuk yang pertama kalinya ayahku lah yang mematahkan hatiku. walaupun kata orang cinta pertama seorang anak perempuan itu ayahnya , tapi kenapa aku berbeda" sunggutnya ia terus bertanya pada dirinya sendiri.


" apa itu jebakan untukku? seseorang memanggilku kehotel lalu aku bertemu bunda juga pertanyaan seperti itu. apa celine yang melakukan ini? tapi jika benar untuk apa? " pikirnya.


" sayang apa kau mau menghindariku?" teriak ricko.


" sebentar aku aku akan keluar" balas nita.


secepatnya ia mengganti mantel lalu dia keluar , dia terperanjat kaget saat ricko sudah berdiri di depan pintu membuatnya tertubruk dengan tubuh ricko.


ricko menarik tangan nita hingga mendudukkanya di ranjang, dia berjongkok dihadapan nita.


" katakan ada apa?" tanya ricko.


" aish aku jujur aku tidak punya masalah " kata nita.


" katakan sebelum mencari tahunya sendiri. kau tidak bisa berbohong padaku. aku bisa merasakan sesuatu hal yang berkaitan dengan walau sekecil apapun itu"


" kau tidak pergi menemui bunda" sambung ricko.


" kita bisa menjalaninya bersama dan memecahkan semuanya bersama-sama, jadi tolong katakan "


" saat aku mau pulang ada yang menelponku katanya aku harus datang ke hotel samuel saat aku tiba aku melihat bunda dan ayah. aku mengikuti ayah dan mendengar semua nya. dia mencintai bunda juga telah menyesal karena bercerai dengan bunda, tetapi dia bilang kalau itu salahku jika aku tidak kembali mungkin semuanya tidak akan terjadi. karina dan ayah membahas tentang perselingkuhan, ayah meragukan kalau aku bukan anaknya" jelas nita dengan getir.


ricko memejamkan matanya ia begitu marah saat mengetahui itu, jika saya itu bukan ayahnya mungkin dia akan memukulnya sekarang juga.


ricko berdiri dan duduk disebelah nita dia mengelus kepala nita dan memeluknya.


" menangis lah jika ingin menangis aku tidak akan melarangnya" gumam ricko.


" aku ingin menangis...meluapkan semua rasa marahku, tapi itu percuma aku menangis pun tidak akan ada yang berubah selain ayah tetap tidak menyukaiku" jawab nita.


" ricko aku sudah mengantuk... kau makan sendiri saja ya " kata nita yang melepaskan diri dari pelukan ricko.


" makan lah dulu untuk mengganjal perut" ujar ricko.


" aku masih kenyang" nita pun menidurkan diri disana, rikco menyelimutinya hingga naik keatas dada.


***


celine tersenyum didepan handphonenya, melihat foto foto nita yang dikirm dari orang suruhannya. entah apa yang ingin dia lakukan sekarang.


" kau merusak hidup ibuku...aku akan membalasmu " geram celine.


" dan laki-laki ini aku mencintaimu ( dia mengecup foto itu) tapi kenapa kau memutuskan ku ha?" teriaknya sendiri.


" sekalipun aku tidak waras...kau akan tetap menjadi milikku aditya" teriaknya lagi ia melempar semua barang barang yang ada didepannya.


" maaf nona...para pelamar kerja sudah datang apa bisa sekarang interview nya?" tanya karyawannya.


" kalian saja , yang penting dia harus tampan, pintar atau tidak aku pun tidak peduli. lalu wajahnya haruslah seperti adityaku... cepat carikan dia untukku " tegas celine.


" baik nona" jawab wanita itu.

__ADS_1


" semakin hari dia semakin tidak waras" umpat wanita itu.


__ADS_2