Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
datang ke pesta


__ADS_3

" dokter jangan lupa ya nanti malam" kata dokter chandra.


nita tersenyum padanya " iya dokter , selamat untuk hari ulang tahun pernikahanmu " ucap nita.


" hehhe terima kasih , kalian tamu istimewaku jadi harus hadir " balas chandra.


" sayang apa sedang tidak ada pasien ?" tanya ricko.


" aku sudah memeriksa semua pasien jadi aku bisa istirahat" jawab nita.


" kalian berdua bicaralah aku tinggal dulu , aku ada operasi siang ini " ucap chandra lalu menepuk bahu ricko dan tersenyum pada nita.


nita tersenyum membalas chandra , lalu ricko mensejajarkan tegaknya dengan istrinya.


" ada apa ?" tanya nita melirik ke arah ricko.


" keruangku saja , aku ingin berdua denganmu " ricko menggapai tangan nita untuk dia gengam.


" ini berdua kan ? " nita melirik kesegala arah karena memang di halaman rumah sakit terlihat sangat sepi.


" ck ... ayolah " desis ricko.


akhirnya nita pun pasrah, dia diam saja ketika ricko menggandeng tangannya untuk menuju keruangan ricko. namun mereka tidak lewat dari depan rumah sakit melainkan jalan khusus yang digunakan untuk para dokter menuju ke dalam rumah sakit.


***


malam harinya


ricko memakai sepatunya berwarna hitam polos dan memakai jam tangan mewah berwarna silver , dia membenarkan kancing tanganya sambil menunggu nita yang sedang bersiap - siap di kamar.


dia tampak gagah dengan setelan jas berwarna hitam dan rambut yang rapi seperti biasanya. dia tidak sabar melihat bagaimana istrinya memakai pakaian yang dia belikan kemarin.


beberapa menit kemudian suara sepatu berjalan terdengar langkahnya dari lantai atas, Ricko pun berbalik dan dia mengangga kan mulutnya juga membulatkan matanya.


sepatu yang cantik sangat pas di kaki nita kontras dengan warna kulit yang putih itu gaun panjang sedikit menjuntai kebawah sangat anggun dan cantik dikenakannya , nita tersenyum menatap ricko dari separuh tangga yang dia turuni.


make up flawles dan rambut yang dia sanggul tapi didepannya ada beberapa rambut yang dia sisakan , dia tersenyum sangat cantik .


dia menuruni sisa anak tangga itu perlahan - lahan karena sepatunya cukup tinggi , lalu menghampiri ricko yang berdiri di depannya.


" bagaimana penampilanku ?" tanya nita.


" sangat cantik " puji ricko , dan dia pun mendekatkan wajahnya ke wajah nita untuk mencium keningnya dengan cukup lama , ingin sekali rasanya mencium bibir itu tapi dia tau itu hanya akan merusak hiasan istrinya.


" ayo kita pergi , nanti terlambat " kata nita.


" melihatmu seperti ini rasanya aku tidak mau pergi aku hanya ingin bersamamu di sini " ujar ricko.


" ricko ayolah jangan menggombal , nanti dokter chandra menunggu kita " ujar nita dengan malu - malu.


" apa ini kenapa pipimu memerah ?" goda ricko.


" Ricko "

__ADS_1


" iya... iya aku kita pergi " ricko menaruh tangan kanan nya di sebelah pingganya nita pun mengerti lalu dia melingkarkan tangan kirinya di tangan kanan ricko.


mereka berdua sama - sama tersenyum satu sama lain.


sesampainya di pesta itu , ricko disambut oleh para penyambut tamu , dengan nita dia berjalan berdampingan dan nita tetap melingkarkan tangannya di tangan kanan ricko.


ricko dapat melihat tatapan para lelaki yang menatap nita , bagian belakang tubuh nita memang sedikit terbuka tapi tidak terlalu sexy .


" sayang semua orang memperhatikanmu" bisik ricko.


" aku tau aku juga tidak nyaman sekali , apa ada yang salah denganku?" bisik nita.


" tidak ada yang salah sayang ini karena dirimu sangat cantik"


" Ricko kau ini " gumam nita.


dan merekapun akhirnya masuk kedalam hotel , banyak tamu undangan yang datang. begitu pun dari dokter rumah sakit dan beberapa perawat dan staff lainnya.


tampak sangat meriah dan nuansa yang elegan bertemakan warna gold dan putih.


dari tadi ricko tak melepaskan genggaman tangan nita , padahal banyak orang yang ingin mengajak nita berkumpul bersama yang lain tapi ricko tidak mengizinkannya. karena dia takut nanti nita akan minum alkohol.


" Ricko aku tidak enak karena menolak mereka " kata nita.


" biarkan saja mereka itu kumpulan para sosialita , setelah makan mereka biasanya meminum alkohol aku tidak mau sayang nanti mereka memaksamu"


" hmm baiklah " jawab nita.


" dokter nita ayo ikut kumpul apa kau ingin terus berada di dekat suamimu ?" tanya seorang wanita yang bertubuh sedikit berisi dengan dandanan sexynya.


" iya nanti aku menyusul, aku ingin duduk sebentar disini " jawab nita dia mengatakan itu hanya untuk memperhalus penolakannya.


" hmm baiklah aku rasa kau memang bukan wanita modern" setelah mengatakan itu wanita itu pun pergi sambil tersenyum miring.


nita hanya tersenyum menangapinya " jangan dengarkan dia aku ada disini " ucap ricko.


" iya aku tau " balas nita.


tak lama chandra dan istrinya pun berjalan bergandengan menuju ketempat mereka yang telah disediakan itu, dengan bahagianya mereka menyambut para tamu yang hadir.


seluruh tamu undangan berdiri untuk menghormati sang pengada acara itu , tak lupa nita dan ricko tersenyum pada chandra dan istrinya yang dibalas langsung oleh chandra dan istrinya.


ditengah - tengah acara nita merasa ingin buang air kecil , dia melihat ricko yang sedang berbincang dengan para dokter dirumah sakit sedangkan dia dengan beberapa suster dan dokter wanita di rumah sakit.


dia izin untuk kekamar kecil lalu berjlaan sendirian ke arah kamar kecil. didalam toilet setelah buang air kecil dia mencuci tangannya dan berkaca di kaca besar toilet itu.


memberikan tambahan lipstik di bibirnya lalu menutup nya lagi. dia tersenyum kemudia berjalan keluar. namun ketika diluar ada seorang pria memakai jas berwarna silver berdiri menatapnya.


dia melihatnya sekilas lalu segera melanjutkan jalannya " tunggu" kata pria itu.


nita pun berhenti dan kemudian pria itu tersenyum lalu mendekatinya. " kau istrinya dokter ricko?" tanyanya.


" i...iya " jawab nita.

__ADS_1


" perkenalkan saya Wendy Ferlangga teman nya dokter ricko" dia menjabatkan tangannya untuk berkenalan.


nita yang merasa asing itu masih ragu untuk membalas nya .


" hmm siapa namamu ?" tanya nya lagi.


dengan perlahan nita membalas jabatan itu " Keyla Anitta Nugraha , panggil saja Nita " jawab nita.


saat dia akan melepaskan tangan itu seperti sangat berat karena wendy tidak mau melepaskannya.


nita berusaha keras hingga akhirnya wendy melepaskannya.


" maaf saya harus segera menemui suami saya " kata nita.


" silahkan " wendy memberikan jalan pada nita untuk berjalan dan dia tersenyum setelah nya.


nita merasa risih dan aneh karena yang dia tahu ricko tidak terlalu punya banyak teman sama seperti dirinya , secepatnya dia pergi dari situ.


" sayang darimana saja ? aku menghawatirkanmu " kata ricko yang juga sedang mencari nita.


" oh aku tadi habis ke kamar kecil " jawab nita.


" kenapa tidak memberitahu aku, aku akan mengantarmu " tanya ricko.


" tidak apa ricko hanya disini saja"


" kenapa wajahmu berkeringat dingin begini sayang ?" ricko meraba dahi nita dan menyentuh tangan nita yang menurutnya dingin itu.


" ha ? eh tidak kok mungkin karena AC jadi merasa dingin"


" yakin ?" tanya ricko yang ragu akan jawaban nita.


" hmm aku yakin, ayo kita ucapkan selamat pada dokter chandra " kata nita.


" ba..baiklah " ricko pun menurut tapi dia merasa ada yang janggal tapi dia tidak akan bertanya disini setelah pulang barulah dia akan menanyakannya.


nita dan ricko naik ke atas untuk mengucapkan selamat dengan bergandengan tangan.


" ricko nita terima kasih ya sudah datang aku senang sekali" ujar dokter chandra.


" hmm aku ucapkan selamat padamu dan juga pada mu " kata ricko yang melirik ke wajah chandra dan kemudian beralih ke arah istrinya chandra.


" iya terima kasih dokter ricko sudah datang kemari juga istri nya dokter nita , dokter kau sangat cantik " puji istri dokter chandra.


"tidak kok malam ini yang paling cantik hanya istri dokter chandra iyakan ricko ?" tanya nita yang menolehh kearah ricko.


" dia benar sayang kau sangat cantik untukku , begitu juga dengan nya yang cantik untuk chandra " jawab ricko.


" kau tau dia mengatakan itu karena tidak mau dapat masalah dari nita " ucap pelan chandra pada istrinya.


hingga mereka berempat tersenyum dan tertawa bersama.


nampak dari kejauhan pria yang mengaku sebagai wendy tadi dapat melihat jelas kebahagiaan keempat orang itu . dia menekan gelas yang berisi alkohol itu.

__ADS_1


__ADS_2