Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Gelas Pecah


__ADS_3

Malam harinya


Setelah selesai makan malam Bersama, nita membereskan sisa makanan dan menaruhnya di dalam freezer lalu beralih ke wastafel untuk mencuci piring. Sedangkan ricko berada di kamar anak-anak yang sedang berusaha menidurkan kedua anak-anak.


Karena tidak banyak piring yang dia cuci jadi tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, tidak lupa sebelum meninggalkan dapur dia mematikan semua lampu yang ada di lantai bawah dan segera naik ke kamar atas.


Ceklek


Suara pintu kamar anak-anak yang tertutup karena ricko keluar disaat yang bersamaan dengan nita, ricko mendekati nita dan menarik pergelangan tangan nya .


 


“ Ricko apa yang kau lakukan disini, apa  anak-anak sudah tertidur, cepat sekali ?” tanya nita dengan begitu banyak pertanyaan.


“ mereka sudah tidur, sekarang giliran aku menina bobokan mamanya” goda Ricko.


“ sekarang kita sudah dikamar apa yang harus dilakukan?” tanya ricko.


“ tidur “ jawab cepat nita.


“ ini baru jam 8 malam sayang, lebih baik kau duduk disini dan elus  kepalaku”pinta ricko yang mendudukkan nita di ranjang lalu dia menaruh kepalanya di paha nita.


Dengen lembut dan tulus nita mengelus rambut itu, membuat ricko merasakan sensasi nyaman, sambil matanya menatap nita dan tangannya menelusuri wajah nita.


“Hoam” nita menguap kecil


“ jangan tidur dulu malam ini aku ingin” ucap ricko lembut.


“ hmm”


“ Ricko aku lupa bawa air tadi , aku turun sebentar ya “


“ sayang jika ingin menghindar percuma saja aku sudah tau semua trikmu” gumam ricko yang masih memainkan tangannya di wajah nita.


“ lihatlah air yang ada di meja itu habis , bagaimana nanti jika aku atau kau bangun tengah malam karena haus lalu turun kebawah dan masih dalam keadaan mengantuk juga pusing karena mendadak bangun, kita bisa jatuh “ jelas nita.


“ ya sudah turunlah tapi sebentar saja” kata ricko.


Nita pun bangun dan ricko masih tertidur di ranjang itu, saat dibawah nita mengambil air dari dispenser dan saat akan mengangkat gelas tiba-tiba tangannya merasa keram dan tidak merasakan apapun hingga gelas itu terjatuh.


Prang


“ apa yang aku lakukan , ceroboh sekali” desisnya yang masih hanya berdiri memperhatikan pecahan gelas itu.


“ kenapa tiba-tiba perasaanku berubah menjadi cemas begini” tanyanya pada diri sendiri, lalu setelah agak lama dia membersihkan pecahan kaca dengan hati-hati.


Sedangakn dikamar ricko merasa kenapa nita sangat lama hanya mengambil air saja seharusnya tidak menghabiskan waktu 10 menit pikirnya.dia mengutuskan untuk menyusul nita dan memakai sandal rumah nya.

__ADS_1


“ maaf tadi aku menjatuhkan gelas jadi harus dibersihkan dulu” kata nita sambil dia menaruh air itu di meja.


“ sayang kau baik-baik saja ? tidak terluka kan ? kemari aku ingin lihat” kata ricko dengan penuh kekhawatiran.


“ aku baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun “


“ baiklah lain kali hati-hati ya “ ricko memeluk nita dan langsung dibalas oleh nita,


“ iya aku tau “ gumam nita.


Kini ricko menatap nita dengan penuh gairah , dia majukan wajahnya hingga bibirnya bertemu dengan bibir nita. Nita memejamkan kedua matanya menikmati perlakuan lembut dari ricko. Tapi lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi ******* yang menggaraihkan dan penuh nafsu hingga nita kewalahan .


Sambil berciuman ricko membawa nita keranjang dan ditidurkannya dia disana.


“ aku sangat merindukanmu” ucap ricko dengan tatapan penuh nafsu itu.


“ ricko tanganmu jangan seperti itu” kata nita karena dari tangan ricko menari-nari diatas perut kecil itu.


“ ricko lakukan cepat aku sudah tidak tahan “ pinta nita.


“ wah apa aku tidak salah dengar sayang ? kau memintanya duluan , kau berubah menjadi sangat agresif sayang” balas ricko dengan suara yang menggoda.


“ maksudku lakukan cepat saja karena aku sudah mengantuk” jelas nita lagi.


“ tapi aku sangat suka … baiklah aku akan menurutinya  tapi aku tidak janji sampai kapan ini selesai “


 


****


“ aku pergi dulu ya , jangan terlalu Lelah “ pamit Edward pada bunda yang sedang membereskan file -file yang berserakan di ranjang.


“ ya .. hati-hati jangan lupakan makan siangmu” balas hani.


“ hmm” Edward mengangukkan kepalanya dan tersenyum dengan tulus , begitu juga dengan bunda membalasnya dengan senyuman tercantiknya.


setelah itu edwars turun ke bawah sendirian , ada nita dan juga ricko yang datang membawa anak - anak seperti biasanya.


" nita .. ricko " ucapnya.


" selamat pagi ayah " ucap ricko.


" selamat pagi paman" ucap nita.


" selamat pagi juga , vano ... vani cucu kakek " katanya.


" kakekkkk " vano dan vani memeluk kaki edward dan kini dia berjongkok untuk mencapai kedua cucunya.

__ADS_1


" apa kabar cucu kakek sayang "


" baik kek " jawab mereka.


" wah bajunya cantik sekali vani. vano juga lihat sangat tampan seperti papa ricko " puji nya.


" papa dan mama balu membelinya kek bagus sekali vani suka "


" iya kek " timpal vani.


" cup... cup " edward mencium pipi vani dan vano


" jangan nakal ya , jangan nenek dirumah saat kakek tidak ada "


" siap kek " kata vano.


" kakek pergi dulu ya dah.... ( melambaikan tangannya ke vano dan vani lalu berdiri ) nak ayah pergi dulu ya masih ada pekerjaan yang penting " ucapnya.


" hati - hati ayah "


" hati - hati paman " jawab mereka berdua serempak.


 ****


“ maaf dokter saya keluarga dari pasien kamar 102 saya ingin bertanya , kapan ibu saya di operasi dia terus mengeluh kesakitan ?” tanya seorang perempuan yang kira-kira berusia 26 tahun itu.


“ hmm untuk itu saya masih menyelidikinya terlebih dahulu apa di bagian usus ada phlegmon  maka saya tidak berani untuk mengoperasinya. Maka saya akan melakukan Apendektomi saja. Jika hasil sudah keluar dan pasien tidak ada ggejala yang saya sebutkan tadi maka saya akan mengatur waktu operasinya “ jelas nita


Kedua suster yang berada di resepsionis itu hanya mendengarkan saja penjelasan nita itu.


“ baiklah dokter terima kasih, tapi tolong segera hubungi saya “


“ itu pasti “


Pasien itu segera pergi dari sana , namun tak lama melihat loli berlarian membawa brankar keluar Bersama suster lainnya membuatnya bertanya-tanya.


“ loli tunggu ! ada apa , apa korban kecelakaan?” tanya nita yan memberentikan loli.


“ ya dokter ini pasien darurat kita “ jawab loli.


“ baiklah ayo bawa masuk” ucapnya seraya mengangukkan kepalanya dan dia juga ikut keluar untuk menjemput pasien itu.


“ taruh pasien di sii…” ucapnya berhenti , matanya tak berkedip tangan dan seluruh tubuhnya melemas sendiri.


“ dokter niita “ gumam loli yang sama terkejutnya dengan nita.


 

__ADS_1


 


__ADS_2