
" ibu aku ingin kita hidup bersama ayah" ucap celine dengan lantang.
mendengar hal itu karina langsung berdiri dan menaruh buku yang ia baca itu.
" kita akan bersama ayahmu , tenang saja. ibu sudah merencanakan sesuatu sekarang" ujar karina.
" benarkah? lalu kapan bu? kapan aku dikenalkan sebagai putra dari adi nugraha ?" tegas celine.
" tidak lama lagi" jawab karina.
......
" baiklah , jadi kita akan mulai persiapannya besok. kita jadikan ulang tahun pernikahan kali ini , adalah yang tak terlupakan" ujar iren.
" hmm kenapa istriku sangat pintar sih" nathan mencubit pipi istrinya hingga wajah iren membentuk wajah yang lucu.
" aww sayang sakit " rengek iren.
" uh cup...cup...cup jangan menangis ya, nanti malam kita akan melakukan yang hal spesial" bujuk nathan.
" apa kami bertiga hanya tamu undangan kalian ? kalian bermesraan di depan kami ?" tanya aidan.
" dia iri kak, biarkan saja" ujar nita.
" siapa yang iri? aku dulu juga punya istri bahkan lebih romantis dari kalian" ucap aidan.
" oh ya kak , kenapa kakak bercerai? aku tidak pernah melihat wajahnya?" tanya nita.
" dia ingin kembali dengan mantannya , ya sudah aku lepaskan saja" jawab aidan.
" kakak tidak mau mempertahankannya?" tanya nita.
" kau ini mudah menyerah, itulah kenapa ayah selalu waspada terhadap mu" ujar nathan.
" aku sudah berusaha. tapi dia tetap ingin berpisah, aku mencintainya jadi aku melepaskannya" jawab aidan dengan lesu.
" kenapa lagi-lagi orang ketiga " gumam nita.
" sayang kau mengatakan sesuatu?" tanya ricko.
" hmm tidak" nita tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
......
didalam kamarnya yang serba berwarna hitam itu, aidan duduk di bawah ranjang. ia menatap lurus tanpa mengedipkan matanya. disebelahnya ada foto pernikahannya dan juga mantan istrinya.
ia pun mengambil foto itu dan memegangnya, mengelusnya dengan lembut.
" aku merindukanmu" gumamnya.
" aku masih menyimpan ini bersamaku selama ini. tapi sekarang aku akan membuangnya. membuang segala rasa yang pernah aku berikan untukmu" ujarnya yang masih terus menatap foto itu.
" terima kasih karena pernah hadir di hidupku. jadilah istri yang baik untuk temanku"
aidan berdiri lalu mengambil korek api, ia lepaskan foto itu dari bingkainya dan ia taruh dilantai bersamaan dengan itu, ia membakar foto juga kenangan dan cintanya selama ini.
..........
tidak terasa sudah hampir 2 bulan nita magang dirumah sakit ini, tinggal 1 bulan lagi dia akan menyelesaikan magangnya dan akan menjadi seorang dokter.
untuk hasil 2 bulan ini , semua orang memberinya nilai yang sangat baik. ia tersenyum saat melihat laporan kerjanya.
" nita " panggil dr. fahri dari belakang.
" eh iya dokter" jawab nita lalu tersenyum pada dr. fahri.
" hmm apa kau punya waktu ?" tanya dr. fahri.
__ADS_1
" kenapa dok?" tanya nita.
" sebenarnya keponakanku akan ulang tahun , aku tidak tahu harus memberikan apa jadi aku pikir kau perempuan pasti tau apa yang keponakanku itu inginkan" jawab dokter fahri.
" oh begitu" nita menganggukkan kepalanya.
" apa kau punya waktu menemaniku membelikan hadiah ?" tanya dokter fahri.
" baiklah dokter tapi aku hanya punya waktu 2 jam karena sesudah ini aku harus pulang " jawab nita.
" baiklah" dr. fahri sangat bersemangat mendengarnya .
merekapun sudah berada di mall , mereka berdua berjalan bersama layaknya seorang pasangan. nita ingin menemani dokter fahri karena ia merasa dokter fahri sudah sangat baik kepadanya.
karena sekalian ia ingin membelikan kado untuk bunda dan ayahnya karena nanti malam adalah pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya.
" oh ya berapa usia keponakan dokter?" tanya nita.
" hmm 6 tahun " jawab dr. fahri
" oh ya , aku ingin meminta satu hal padamu. kalau diluar panggil aku fahri saja " kata fahri.
" ha? tapi aku rasa, itu tidak sopan dok" ucap nita.
dr. fahri pun tersenyum dan sedikit berjongkok agar posisinya sejajar dengan nita, nita merasa gugup saat dokter fahri begitu dekat dengannya.
" aku ingin kau memanggilku fahri " ujar fahri lalu reflek ia mengelus pipi nita dan tersenyum padanya.
nita pun segera mengalihkan wajahnya lalu bersikap biasa saja. kenapa saat orang lain mengatakannya ia merasa tidak nyaman. tetapi jika ricko yang bersikap seperti itu , dia akan senang.
" kau baik-baik saja?" tanya dokter fahri.
" eh iya dokter hanya sedang berpikir sesuatu" jawab nita.
setelah selesai membeli kado nita pun diantar pulang oleh dokter fahri kerumahnya. fahri begitu senang saat ia tahu jika itu rumah wanita yang ia sukai. jadi ia bisa mampir atau hanya melihatnya dari jauh pun tak masalah.
" terima kasih fahri " ujar nita.
" aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih. oh ya kau tinggal sendirian disini?" tanya fahri.
" tidak aku tinggal bersama kakakku. tapi dia sedang di rumah bunda nanti malam juga pulang" jawab nita.
" oh syukurlah , aku pikir kau sendirian di rumah sebesar ini" ujar fahri.
" hmm tidak " nita menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
........
malam harinya nita , aidan, nathan dan iren sudah ada di hotel tempat dimana pesta akan berlangsung. mereka berdandan sangat cantik dan tampan.
tapi kelihatannya ricko belum juga datang. semua pekerja pun sibuk menata makanan dan minuman yang akan disediakan.
" bagaimana dengan bunda apa sudah siap?" tanya nita .
" iya bunda sedang dikamar bersiap siap" jawab iren.
nita pun berkeliling mencari ayahnya. sedari tadi ia bingung tidak melihat sosok ayahnya. karena menggunakan gaun panjang ia susah untuk berjalan cepat.
setengah jam lagi acara akan dimulai, tetapi sampai saat ini ayahnya belum muncul juga. dia berusaha menelpon tapi tidak diangkat.
" dimana ayah bukankah dia bilang akan datang seharusnya dia sudah datang dari tadi" pikirnya.
drrrttt.....drrrttt
ia langsung mengangkat ponselnya.
📱" sayang kau dimana aku sudah ada di hotel?" tanya.
__ADS_1
ricko.
" baiklah masuk saja, aku akan datang dengan ayah nanti, aku matikan ya" jawab nita
tut...tut..tut
" kenapa dia suka sekali menutup pangilan telpon" gumamnya.
"ricko" panggil aidan.
ricko pun menoleh lalu berjalan menuju aidan yang sedang bersama teman-temannya.
" kak " ucap ricko.
" dimana istriku?" tanya ricko.
" istrimu? " aidan menoleh kesana-kemari.
" bukankah dia tadi ada disini? tapi aku tidak melihatnya lagi" jawab aidan.
sementara itu nita sudah ada di mobilnya untuk menjemput ayahnya dirumah , ia yakin memastikan apakah ayahnya sedang dirumah atau tidak.
ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
drrtt....drrrt
ponselnya berdering kakak iparnya menelpon dirinya. ia pun mengangkatnya.
📱" dek dimana?" tanya iren.
" kak ayah belum datang, jadi aku pergi kerumah untuk memastikan ayah sudah pergi atau belum" jawab nita.
📱" baiklah hati-hati ya " ujar iren.
nita pun memutuskan panggilannya dan terus melajukan mobilnya.
disisi lain iren merasa sangat ganjil hari ini, ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi. tapi dia tidak tau apa yang akan terjadi.
" aku ikuti saja nita " pikirnya.
dia pun berlari menuju ke arah parkiran dan memakai mobil nathan, tetapi sebelum itu aidan melihat kakak iparnya yang terburu-buru masuk kedalam mobil.
ia pun curiga lalu ia berinisiatif untuk mengikutinya .
nita sudah sampai halaman rumah dan memarkirkan mobilnya , lalu ia segera masuk mencari ayahnya.
ia mengelilingi pandanganya di sekitar rumah nya.
" ayahhh" teriaknya.
" ayahh aku disini" teriak nya lagi.
" eh apa itu?" nita melihat sebuah tas dan ia mengambilnya tergeletak di lantai.
" ini kan tas wanita . tapi bunda tidak pernah membeli ini , atau pun kakak ipar " pikirnya.
ia berpikir dengan keras , tas siapa itu bermerk mewah dan sangat kecil. ia tau jika bundanya tidak pernah memakai tas kecil seperti ini, juga kakak iparnya hanya suka membeli tas berwarna tidak mencolok.
tapi warna merah ini, dia pikir tidak mungkin jika keduanya.
ia pun berlari ke lantai atas " prangg" mendengar suara pecahan itu ia berhenti sejenak.
" ada orang dirumah ini" gumamnya.
ia pun berjalan perlahan menuju kamar ujung yang tak lain kamar ayah dan bundanya. ia mendekatinya setelah di depan itu , pintu itu tidak sepenuhnya tertutup ia melihat sedikit.
matanya melotot melihat itu, ia tidak percaya apa yang ia lihat sekarang , ia lemas ia berdiri dan tidak mau melihat hal buruk itu.
__ADS_1