![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
"Bawa ke wlaka. Aku yang akan berbicara dengannya!"
Mata Hayan membara menatap Idaline lalu membawa tubuh Udelia ke atas kasur. Dayang yang mengekor di belakang Hayan, menggotong Cempaka keluar ke ruangan lain.
Darah menggenang di lantai.
"Hayan!" panggil Udelia tanpa suara. Ia terus memberontak hingga tak sadar sudah sampai di ruang wlaka.
Udelia mendelik tajam.
Berani-beraninya para prajurit ini memegang tubuhnya!
"Bersihkan ruang wlaka. Yang Mulia Maharaja sendiri yang akan menginterogasinnya."
"Tahanan bagaimana?"
"Bawa dulu ke sel dan jaga dengan ketat."
Kali ini Udelia patuh untuk digiring ke dalam sel. Setidaknya berada dalam satu sel sendirian, dia akan mendapatkan suasana yang tenang. Udelia dapat duduk dan bertapa.
Lubang hitam di jantung terasa akan meledak, Udelia memejamkan mata dan mulai bertapa. Menetralisir sakit di jantungnya agar tidak membuat tubuh Idaline hancur berkeping-keping dan dia akan ikut hancur berkeping-keping.
Sedikit lagi Udelia dapat menguasai tubuh Idaline, sebuah tangan menariknya dengan paksa. Membatalkan tapaan yang susah payah dia bangun. Menimbulkan sakit yang mendera di sekujur tubuh.
Lebih sakit daripada panasnya raga Idaline saat Udelia kali pertama merasukinya secara sadar.
Uhuk.. Uhuk...
Darah keluar bersamaan dengan batuk yang dikeluarkan raga Idaline. Udelia merasa semua anggota bagian dalam tubuhnya rusak dan tak berfungsi.
Kematian yang pernah dia hadapi tidak sesakit ini. Udelia merasa seluruh tubuhnya dicerabut paksa. Meninggalkan sakit teramat sangat. Tiada keinginan lain selain menyudahi rasa sakit ini.
Dia mungkin akan memilih jalan membunuh diri jika tak ingat anak-anak yang menangis kencang, saat dia tinggal hanya sebentar saja. Apalagi bila dia tinggalkan dalam waktu yang lama.
Udelia masih menahan sakit di sekujur tubuhnya.
"Sebentar ...atau aku a ..kan mati," lirih Udelia hampir tak terdengar. Dia memohon dengan segala kekuatan yang dimilikinya.
Suara lembut Idaline membawa Hayan ke masa lampau, saat Udelia di dalam raga itu dan membawa kehebatan pada raga itu.
Saat Udelia di dalam raga itu dan membawa kehebatan pada raga itu..
Saat Udelia di dalam raga itu..
Hayan ternanap. Dia raih nadi Idaline. Memastikan keraguannya. Segala pengetahuan tentang budak moden berkelana dalam benaknya.
Benar. Di raga itu terlukis lubang hitam dalam dada yang menandakan jiwa dalam raga berasal dari dunia modern.
Hayan melepas tangan putih Idaline. Hampir saja dia membuat kebodohan, lagi.
"Hayan ..." lirih Udelia. Berahap Hayan mendapatkan jawaban kala memegang nadinya.
"Bagaimana bisa ..?"
Hayan menampilkan wajah bodoh, tak percaya dengan pemikirannya sendiri. Do'anya dikabulkan di depan matanya. Sayangnya di waktu yang salah.
__ADS_1
Dua kali dia tidak mengenali Maharaninya dan dua kali pula dia menyakiti tubuh lemah lembut itu.
Kaki Hayan terpaku di tempatnya. Suara Udelia terlalu samar didengarnya. Sampai Udelia terbatuk keras. Batuk kerasnya menyentak keluar darah dari dalam tubuh.
Uuu.. uhuk.. uhuk...
Udelia mengeluarkan darah.
"Bertahanlah!!" pekik Hayan menangkap Udelia yang terhuyung-huyung di tempatnya.
Hayan pelan-pelan membawa raga Idaline kembali duduk. Memberikan posisi yang nyaman agar dapat muntah dengan mudah.
"Berjagalah. Jangan sampai ada yang mendekat!" titah Hayan pada para ksatria.
Tanpa banyak tanya dan tanpa rasa ingin tahu, para ksatria meninggalkan Hayan berdua dengan Udelia.
Udelia meletakkan kedua punggung tangannya di atas paha. Duduk bersila untuk memulai petapaan.
Hayan menyingkap sedikit pakaian Udelia, meletakkan tangannya tepat di posisi jantung, menyalurkan energi tepat pada sasarannya.
Asap putih tebal mengepul di sekitar, menutupi keberadaan mereka.
Petapaan itu berlangsung dua hari dua malam tanpa jeda.
Hayan membuka mata saat mata Udelia masih terpejam. Dia merapikan pakaian Idaline, tak mau ada yang mengambil kesempatan. Lantas dia meninggalkannya, membiarkannya menyerap energi sekitar.
Hayan kembali melakukan rutinitasnya sambil sesekali menjenguk Udelia di sel penjara.
***
Kemudian Udelia membersihkan bekas-bekas sihir hitam yang menempel di aliran darahnya. Waktu petapaan lebih lama dari waktu yang dihitung semua orang.
Ketika membuka mata, Udelia melihat selnya telah bertransformasi menjadi kamar yang nyaman dan bersih.
Dayang-dayang mengelilingi Udelia, membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih.
"Kalian. Apa yang kalian lakukan?!" wajah Udelia menjadi semerah kepiting rebus.
Tubuhnya telah dijamah oleh orang lain. Meski orang itu adalah perempuan juga, Udelia teta saja malu.
Tubuh adalah aset berharga.
"Anda sudah selesai bertapa, Yang Mulia?" tanya salah satu dayang.
"Iya."
"Kami akan memberi tahu Yang Mulia."
"Aku ingin kembali ke kamar."
"Baik, Yang Mulia."
Para dayang dengan sigap memeriksa kembali pakaian Sang Maharani sebelum pergi keluar. Mereka juga menyiapkan segala keperluan Maharani seperti alas kaki dan tandu.
Mereka memastikan tidak ada debu menempel di raga Maharani.
__ADS_1
"Berapa lama?" tanya Udelia tentang lamanya dia bertapa.
"Tiga bulan sudah berlalu sejak kami melayani Yang Mulia."
"Apa?!!!"
Udelia berlari-lari kecil dengan pakaian yang merepotkan. Sesampainya di kamar terakhir tempatnya menginap, ada tubuhnya tergeletak di atas kasur. Terlihat tidur pulas dengan napas teratur.
"Di mana bayinya?" tanya Udelia.
"Beliau bersama Tuan Ekadanta."
Tanpa berkata-kata, Udelia menaiki kuda melesat pergi dari halaman Kedaton Sedap Malam.
Ringkikan kuda yang melengking dan meninggalkan bekas tapak, menimbulkan curiga sebagian orang.
Namun rasa curiga itu musnah begitu melihat sosok yang mengendarai kuda tersebut.
Tiada orang menghalangi jalan Udelia.
Udelia berkuda seorang diri mendatangi rumah peket Ekadanta.
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4) || I G : alsetripfa4
NOTES :
... Untuk season 1 ada di profil author.
Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
Sudah END.
... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT
Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini
Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]
Author: Al-Fa4
Untuk informasi selanjutnya dapat melihat pada akun- akun media sosial author. Mohon maaf bila ada kesalahan. Terima kasih sangat untuk kalian yang masih setia sampai di sini. Author cinta kalian. Lope lope terbang.
o o o o o o o o o o o o o o o o o o
__ADS_1