![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
Udelia berpapasan dengan Djahan yang baru mengantar Candra. Pria yang juga melihatnya itu bergegas mendatangi Udelia.
"Mau periksa?" tawar Djahan.
Sejak ditemukan di markas para pemberontak, Udelia sudah diperiksa dengan ketat oleh para ahli. Namun Djahan masih khawatir atas kondisi Udelia.
Selalu saja selang sehari atau dua hari Djahan bertanya tentang pemeriksaan Udelia, padahal tabib sudah berkata Udelia baik-baik saja. Ingatannya pun pulih.
Udelia meraba wajahnya. Mungkin sembab di wajahnya membuat Djahan berpikir Udelia kembali sakit.
"Tidak. Aku sudah sehat. Terima kasih."
"Jangan terus mengucapkan terima kasih," tegur Djahan. Dia merasa asing tiap kali Udelia mengucapkan terima kasih.
"Maaf, terima kasih, dan tolong adalah tiga kata dasar dalam sopan santun," terang Udelia terkekeh pelan mendengar wajah tak suka Djahan. Pria itu selalu saja bertindak manis.
"Baiklah. Terserah yang istriku mau," ucap Djahan.
"Aku ingin beristirahat. Malam nanti murid-muridmu mengadakan pesta."
"Akan kusuruh batalkan," tutur Djahan merasa Udelia tak nyaman dengan kebisingan. Apalagi kini ada dua anak kecil di rumahnya.
"Tidak apa. Anak-anak tidak rewel," kata Udelia memahami kekhawatiran Djahan.
Pria itu selalu saja berlaku lembut. Udelia sangat berterima kasih pada Djahan yang perhatian pada dua anaknya, meski bukan anaknya sendiri.
Udelia jadi membayangkan akan sebahagia apa bila Djahan telah memiliki anak darinya.
Mungkin saja pria itu akan membuat pesta satu bulan lamanya.
"Benar?" tanya Djahan memastikan.
"Iya. Toh tidak setiap saat kan? Mereka pasti sudah jauh-jauh datang kemari."
"Kusiapkan pesta supaya anak-anak bisa ikut," janji Djahan. Dan Djahan tidak akan mengingkari janjinya.
Usai berkata begitu Djahan pamit untuk pergi meninggalkannya seorang diri. Udelia menanti kehadiran putranya yang sedang dimandikan. Tidur siang hanya berlaku satu atau dua jam bagi Rama. Raka sendiri antara tidur dan bangunnya sudah mulai seimbang.
Raka tertawa khas bayi saat diangkat Udelia. Bocah itu tidur selama perjalanan dan sudah saatnya kembali makan.
__ADS_1
Udelia memasukkan Raka dalam gendongan dan menyusuinya di dalam sana. Dia membawa Raka berkeliling. Melihat-lihat rumah yang tidak banyak berubah.
"Hei kamu!" teriak Udelia memanggil dua orang pengawal yang sedang mengambil air dari dalam sumur dengan sebuah gerabah yang diikatkan pada sebuah tali untuk menariknya ke atas.
"A-anda ..."
Udelia mengulas senyum. Dua pengawal itu adalah dua orang yang menolaknya saat datang bersama Maya.
Saat itu wajah Udelia sangat kusam karena perjalanan jauh dan tidur beratapkan langit. Kemudian rupanya menjadi ayu karena terawat di kediaman Ekadanta, saat itu bisa saja para pengawal melupakan wajahnya.
Tapi kini wajah Udelia kembali mengusam karena bertapa lima belas hari tanpa henti. Pun perjalanan dari Wanua Mejeng ke Trowi, ibu kota Bhumi Maja, merupakan perjalanan jauh yang tidak sempat memikirkan bentukan wajah.
Dua pria itu pasti mengenalinya dengan jelas.
Keduanya bergetar hebat. Jadi benar wanita itu adalah wanita yang sudah ditunggu Mahapatih, wanita yang dikatakan sebagian petinggi kediaman Mada sebagai Nyonya Mada.
Mereka tak menyangka Nyonya Mada adalah wanita biasa. Mereka kompak menggelengkan kepala, menghilangkan pikiran buruk tentang nyonya mereka. Mereka sudah diselamatkan oleh Tuan Mada, tidak patutlah mereka menghina Nyonya Mada.
Djahan Mada sering kali menyelamatkan orang-orang miskin yang kekurangan makanan ataupun orang tak punya yang diancam oleh orang yang berpunya.
Seluruhnya diajarkan Djahan cara bertahan diri, namun dari semua itu hanya ada lima orang yang benar-benar diangkat muridnya untuk dijadikan penerus.
Dua pengawal itu diselamatkan saat ketahuan mencuri sepotong roti. Mereka hampir dihabisi masa karena tak melawan karena memang merasa bersalah dan karena memang tubuh mereka lemah.
Tuan mereka menyelamatkan mereka dan memberikan mereka pekerjaan dengan upah yang cukup untuk mengisi perut dan membeli barang.
Setelah itu tuan mereka yang ternyata Bhumi Maja melepaskan mereka dengan sebuah pekerjaan kuli angkut di dapur rumah peket thani.
Mereka tak mau, mereka mau melayani tuan mereka yang sudah menyelamatkan nyawa mereka.
Tapi kini mereka justru mengecewakan tuan mereka dengan mengusir wanita yang sudah lama ditunggunya. Mereka sering mendengar para senior menyayangkan tuan mereka yang selalu bersedih hati tiap hari-hari tertentu karena menunggu nyonya yang tak kunjung pulang.
"Kalian! Kok malah bengong!" tegur Udelia.
"A-ah iya, nyonya. Apa kami harus membereskan barang-barang hari ini?" tanya salah seorang berpikir mereka diusir.
Udelia menaikkan satu alisnya. Dua pengawal itu benar-benar terkejut sampai tak mendengar perintahnya dengan baik.
Udelia pun masih ingat wajah-wajah yang menolaknya. Dulu dia menggebu-gebu ingin menghukum mereka. Setelah berjumpa, dia hanya merasa mereka telah melakukan tugas dengan baik. Tidak sembarangan menerima tamu.
__ADS_1
Sangat wajar bagi keduanya tak tahu wajah Udelia. Wajah Maharani pun mungkin keduanya tak tahu. Udelia lihat keduanya adalah orang baru.
Kediaman Mada tak sampai seribu orang. Wajah-wajah mereka sangat Udelia hafal meski tak tahu nama mereka.
"Kalian ambil mangga yang matang di atas sana. Itu dua yang matang. Anakku ingin makan mangga."
Kedua pengawal itu bergegas mengambil mangga. Bukan dua mangga saja tapi seluruh mangga yang matang di kediaman Mada.
"Terima kasih," ucap Udelia.
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI SEHAT SELALU SEMUANYA CIUM JAUH DARI WANITA PEMILIK HATI YANG BIMBANG UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...
F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4) || I G : alsetripfa4
NOTES :
... Untuk season 1 ada di profil author.
Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
Sudah END.
... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT
Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini
Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]
__ADS_1
Author: Al-Fa4