![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
"Kalian! Kok malah bengong!" tegur Udelia.
"A-ah iya, nyonya. Apa kami harus membereskan barang-barang hari ini?" tanya salah seorang berpikir mereka diusir.
Udelia menaikkan satu alisnya. Dua pengawal itu benar-benar terkejut sampai tak mendengar perintahnya dengan baik.
Udelia pun masih ingat wajah-wajah yang menolaknya. Dulu dia menggebu-gebu ingin menghukum mereka. Setelah berjumpa, dia hanya merasa mereka telah melakukan tugas dengan baik. Tidak sembarangan menerima tamu.
Sangat wajar bagi keduanya tak tahu wajah Udelia. Wajah Maharani pun mungkin keduanya tak tahu. Udelia lihat keduanya adalah orang baru.
Kediaman Mada tak sampai seribu orang. Wajah-wajah mereka sangat Udelia hafal meski tak tahu nama mereka.
"Kalian ambil mangga yang matang di atas sana. Itu dua yang matang. Anakku ingin makan mangga."
Kedua pengawal itu bergegas mengambil mangga. Bukan dua mangga saja tapi seluruh mangga yang matang di kediaman Mada.
"Terima kasih," ucap Udelia.
Dua pengawal itu saling berpandangan. Berpikir kali ini mereka lolos karena Sang Nyonya tidak mengenali mereka, namun apa jadinya jika kelak nyonya tahu kebenaran tentang mereka?
Keduanya bergidik. Wajah mereka sendu, memikirkan hukuman terburuk. Pengusiran dari Kediaman Mada.
"Kalian sudah melakukan tugas dengan baik." Udelia mengulas senyum terbaik.
Dua pengawal itu saling berpandangan. Dari tatapan dan senyuman sang nyonya, mereka sadari sang nyonya sudah mengenali mereka.
"TERIMA KASIH, NYONYA!!" seru keduanya bersamaan saat Udelia mulai berjalan menghilang di balik pintu rumah.
***
Udelia terperangah oleh pesta malam yang diadakan para prajurit kediaman Mada. Bukan pesta memabukkan ataupun pesta yang bersi barang-barang mewah.
Tema pesta itu justru adalah kebahagiaan masa kecil.
Banyak balon beterbangan dan terpasang di setiap sudut. Kue-kue manis khas jajanan anak-anak dibuat di setiap sudut.
Udelia sangat paham ide pesta penuh balon dan jajanan manis berasal dari mana. Ia tatap dua sepupunya yang mengacungkan jempol.
__ADS_1
Kaki Udelia menyusuri tiap jengkal pesta bernuansa merah muda dan putih itu. Mengagumi tiap benda yang seharusnya belum ada di dunia itu.
Udelia melirik sudut meja. Ada dua pasang mata yang menatapnya tajam dan penuh dengan tatapan merendahkan.
Dia dapati dua orang wanita di sisi dua sepupunya sedang menatapnya dengan tatapan tak suka.
Udelia tersenyum lembut. Karakter orang berbeda-beda. Dia sama sekali tidak berpikiran negatif tentang tatapan tajam dari keduanya. Ada wajah yang lembut dan ada wajah yang garang. Dua wanita itu pasti termasuk dari orang berwajah garang.
"Dari mana kalian mendapatkan balon?" tanya Udelia. Dia sudah lupa dengan sapa menyapa jika sudah bertemu dua kakak sepupunya.
Pertanyaan Udelia semakin membuat dua wanita di sana menatapnya sinis. Udelia seperti manusia tanpa tata krama. Tidak menyapa terlebih dahulu malah langsung bertanya.
"Ada kan orang-orang seperti itu? Di kota ada tokonya. Nanti kita ke sana," jawab Loro.
Sedetik kemudian Loro memekik kecil ketika merasakan cubitan di pinggangnya. Suara Loro tidak terdengar karena suara tabuh gamelan sudah dimuali dengan nada rendah agar anak-anak tidak kesakitan.
"Ini keponakanku? Lucunya.." Siji menatap takjub bayi dalam gendongan Udelia.
Siji sudah mendengar cerita Udelia jika adik sepupu perempuannya itu telah memiliki anak. Namun dia masih tak percaya. Bocah kecil yang sering merengek padanya dan pada saudaranya, sudah besar dan memiliki anak yang pasti suka merengek.
"Ini Raka Ekadanta putra Candra Ekadanta dan ini kakaknya, Rama Ekadanta," jelas Udelia menarik pelan Rama dalam genggamannya agar pandangan Rama terlepas dari kumpulan orang yang sedang menabuh gamelan.
"Sayangku, perkenalkan ini adik kami, Udelia. Bisa kalian lihat, dia adalah nyonya rumah ini. Bukan seseorang yang dapat kami goda dan hubungan kami tak terputus meski sudah berbeda." Loro menjelaskan sambil meringis. Cubitan istrinya tidak main-main.
Istri Loro dan istri Siji saling memandang. Melempar kata dalam tatapan. Mereka telah salah menilai orang.
Keduanya telah diceritakan tentang asal usul Siji dan Loro agar kelak tidak kebingungan bila terjadi keanehan pada diri Siji dan Loro.
Meski raga keduanya telah dikuburkan di dunia modern, tak menutup kemungkinan mereka kembali ke dunia sana.
Siji dan Loro juga meminta istri mereka supaya tidak terjadi kerepotan bila ada orang-orang yang memburu budak moden atau orang modern yang merasuki tubuh seseorang.
Ada banyak manusia di dunia ini tidak suka dengan keberadaan orang dari dunia modern. Mereka biasanya menangkap orang yang dirasuki jiwa orang modern. Bukan untuk dikembalikan ke dunia modern, justru untuk dijadikan budak memperkaya diri.
Istri keduanya juga adalah penghuni Kediaman Mada. Mereka sudah memahami budak moden yang dimaksud oleh Siji dan Loro.
Wajah mereka yang semula sinis mendadak ramah dengan ekspresi bersalah.
__ADS_1
"Saya Ra Eli, istri Loro. Maafkan saya sudah tidak sopan terhadap Anda."
"Tidak perlu sungkan. Anda adalah kakak ipar saya."
"Saya adalah Uthi, istri kedua tuan Siji. Senang berkenalan dengan Anda. Ini putri saya, Rinah namanya."
Udelia tersenyum mengangguk. Dia menerima uluran tangan Rinah dan mengusapnya pelan.
"Wah. Wah. Cantik sekali putri kecil ini," puji Udelia.
"Tentu saja dong. Ayahnya saja tampan." Loro membanggakan dirinya sambil tersenyum lebar.
"Nartistik mas Loro tetap tak hilang. Mohon dimaklumi ya mbak," ucap Udelia tak enak hati. Loro selalu saja percaya diri. Bahkan disuruh menyanyi pun mau mau saja, bila dipuji. Padahal suaranya membuat bebek terkalahkan.
"Itu auranya sendiri, walau memang kadang membuat saya kewalahan," jawab Eli sambil terkekeh.
"Oh iya. Ini Rama. Sini, nak salaman dulu sama bibi."
Rama dengan patuh menyalami istri Siji dan istri Loro. Sudah biasa baginya mempunyai banyak bibi, maka dari itu dia tidak terlalu kaget.
Berbeda saat ibundanya mengenalkan pamanda yang lain, yang sebelumnya dia hanya tahu ada satu pamanda di dunia ini.
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4) || I G : alsetripfa4
... Untuk season 1 ada di profil author.
Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]
... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT
Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]
__ADS_1
... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini
Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]