TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]

TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]
S3 - 055


__ADS_3

055 - MENDAPATI PEMANDANGAN YANG MENGEJUTKAN


"Yang Mulia, perempuan itu berpindah pada gunung di bagian Selatan. Apakah Anda hendak menemuinya?" ucap jenderal pada rajanya.


Sang Raja mengusap lembut rambut seorang selir yang rebah di pahanya.


Dia sangat suka pada wanita cantik.


Bagaimana bisa mengabaikan wanita dari gua yang kemarin ditemuinya?


Apalagi wanita itu memiliki ciri Seorang Ardhanareswari, wanita yang akan melahirkan raja- raja dari rahimnya.


Adalah hal bodoh, bila dia melewati kesempatan ini.


Dalam waktu satu bakaran menyan, para bawahan Raja telah siap berbaris memanjang di halaman keraton.


Tandu- tandu berisi barang berjejer rapi.


Sedang para pelayannya siap siaga di sisi tandu tanpa banyak berucap dan bergosip.


Ratu Citra Resmi memandang bingung seluruh keramaian ini.


Sebagai Ratu, dia tak mendengar ada acara besar.


Barisan barang ini terlampau banyak.


Jika tak salah, dia mendapati ada seribu kereta.


Langsung saja sang dayang pribadi, berjalan mendekat dan berbisik padanya.


"Yang Mulia Paduka Raja hendak mengambil seorang istri," jelas dayang pribadi ratu.


Ratu Citra Resmi seketika meradang.


Setelah banyak memasukkan selir ke kedaton- kedaton yang kosong, suaminya hendak menikahi wanita lain?


Tak mengapa jika itu selir atau gundik, bahkan lebih baik jika mengambil seorang bud2k.


Mereka hanyalah penyenang dan pemanas ranjang.


Tapi kalau istri?


Kekuasaan ia akan terbagi dua!


"Siapa wanita itu?" tanya Ratu Citra Resmi.


"Hamba kurang paham. Hanya mendengar..."


Sang dayang berkata ragu.


Ratu Citra Resmi langsung melotot padanya.


Membuatnya menunduk.


"Hamba mendengar rumor bila wanita itu adalah seorang ardhanareswari. Makanya semua pejabat tak bisa bersuara. Ketika Yang Mulia menyalahi aturan..." jelas dayang.


Ratu Citra Resmi makin marah mendengarnya.


Melanggar aturan?


Itu berarti suaminya hendak mengangkat si jal2ng itu menjadi Ratu yang lain!


"Waktu keberangkatan masih satu gelas teh lagi. Cukup kan untuk kalian bertindak?" perintah Ratu Citra Resmi.


Dia tidak bisa menghentikan keinginan raja, tapi dia bisa membuat raja ilfil pada istri barunya!


Perempuan yang dikatakan berhati luas itu, memberikan bubuk gatal tak terendus pada tiap barang dan alat rias hadiah raja.


Raja berangkat tanpa mengetahui hal ini.


Jantungnya berdebar penuh kebahagiaan.


Barisan Raja yang baru pulang dari inspeksi tahunan, kembali keluar dengan tandu yang lebih banyak.


Membuat warga Ibu Kota sangat terkejut.


Begitu sampai ke gua, Sang Raja mendapati pemandangan yang mengejutkan.


Dia tak bisa berkata- kata.


"Aku saja yang masuk," titah Raja.


Wanita polos itu takutnya kembali kabur bila beramai- ramai orang memasuki guanya.


"Tapi Yang Mulia! Kami belum memeriksa bangunan di dalam. Takutnya ada jebakan," tolak Jenderal.


"Apa kamu menganggapku lemah?"


Raja menatap penuh intimidasi.


Jenderal tidak bisa membalasnya.


Ya. Raja sangat kuat.


Raja memiliki banyak hewan kontrak, ketika yang lain hanya punya satu hewan kontrak.


Juga salah satu di antaranya ialah hewan surgawi yang bertempat tinggal di atas langit.


Kuda semberani.


Gunung tempatnya berasal menyentuh langit. Membuat mereka turut dapat bolak balik ke istana langit.


Jenderal dan semua orang hanya bisa membungkuk sopan.


Raja masuk sendirian ke sana.

__ADS_1


Samar telinganya mendengar suara berdesah lirih.


Dia menggenggam keris di pinggangnya.


Apakah ada yang sudah mendahuluinya?!


"Begitu cepat?!" desis Raja.


Dia terlupa hal ini.


Kalau yang melihat wanita itu, bukan hanya orang ndalem keraton.


Ada beberapa keluarga pejabat daerah yang ikut serta melayani sepanjang perjalanan.


Mengendap- endap, Raja sampai pada ke dalaman gua.


Suara rintihan itu makin terdengar, bersama desah berat seorang pria.


"Mbak..! Ayo keluar bersama. Kenapa ditahan begitu?"


"Sena, sudah. Punyaku sangat sakit. Tidak bisa keluar lagi."


"Mana mungkin? Sepertinya kurang dalam aku memasukimu."


Idaline berteriak kencang ketika Fusena tiba- tiba mengangkat tubuhnya.


Pria itu menghimpitnya ke tembok.


Membelakangi ia dan membuatnya melayang di udara.


Raja sangat terkejut melihat pemandangan di dalam gua.


Begitu berserakan dan dipenuhi aroma kenikmatan.


Orang gila mana yang tinggal di gua berantakan begini?


Menginjak lantai lebih dalam, Raja mendapati cairan itu masih basah dan hangat.


"Se- sebanyak ini? Binatang buas dari mana?" gumam Raja.


Rasanya meski dia punya banyak wanita, tidak pernah dia mengeluarkan ****** sampai membentuk beberapa danau kecil di lantai.


Saat berjijik ria dengan genangan cairan di tanah, dari arah lorong, dia melihat bayangan masuk ke danau air panas, yang memang terletak di dalam gua.


Memasukinya dengan penuh kewaspadaan, akhirnya dia sampai di belakang sosok pria yang memeluk ardhanareswari nya.


Siapa pria ini?


Raja bertanya- tanya di dalam hati.


Raja mengeluarkan keris dari sarungnya. Mengarahkan ujung keris yang tajam pada pria, yang punya bekas sambaran petir pada punggungnya.


Belum sampai menyentuh kulit, Raja terpelanting jauh. Tubuhnya menabrak tembok.


Siapa yang dapat melawannya tanpa perlu menyentuh!?


"Kikk. .. Kik... kik.."


"Berani," panggil Raja.


Kuda sembrani datang melindungi tuannya.


Raja pun terbangun. Tertatih berjalan di sisi Berani, kuda sembraninya.


Namun kuda itu tiba- tiba bergetar hebat.


Raja juga turut gemetar.


Seekor burung besar dengan cakar dan paruh yang kuat.


Burung garuda menghalangi Raja dari menatap orang di danau.


Samar dia mendengar permohonan orang di belakang burung garuda.


"Jangan bunuh orang. Ida takuut. Sena, Ida akan menenangkan hati Sena. Jangan bunuh orang."


Idaline memeluk Fusena dengan erat.


Dia tidak suka melihat darah.


Dia benci dengan aroma amisnya.


Burung garuda bernama Ruru, terbang tinggi seiring perintah tuannya yang akan menyelesaikan sendiri.


"Heh. Saya tidak menyangka, orang yang menyentuh ardhanareswari ini, adalah Petapa Agung yang suci. Yang katanya terus suci selama ribuan tahun ini," ejek Raja.


"NIRANKARA HAYAN WIJAYA!!!!"


"Sudah. Sena. Sudah. Jangan didengarkan!" bisik Idaline.


Dia melotot pada pria yang dipenuhi emas itu.


Menyuruhnya pergi.


Idaline sungguh takut.


Terakhir Fusena tak senang hati dengan penyusup, orang itu mati dicabik- cabik Ruru.


Membuatnya mual sepanjang hari.


Apalagi darah yang katanya masih perawan dan perjaka, Fusena menyuruhnya meminum itu.


Sangat gila.


"Aku penasaran dengan ucapan para penyihir gelap, yang kata mereka kalau darah manusia suci bisa menambah ketat kulit kita," kata Fusena dengan kejamnya, saat menyuruh ia meminum darah para penyusup.

__ADS_1


Untungnya Idaline tak menjadi seorang psikopat.


Dia malah jijik dengan minuman laknat itu.


Raja yang melihat kode dari ardhanareswari, bergegas pergi dari dalam gua.


Dia cukup tahu diri dengan kekuatannya.


Dia tidak bisa melawan Petapa Agung.


("Tuan, hamba rasanya tak bisa membiarkan penyimpangan ini. Bolehkah melaporkan pada Raja di atas langit?") pinta Berani.


"Sepertinya memang harus begitu," guman Raja.


Kuda sembrani milik Raja naik ke khayangan.


Melaporkan sikap ganas Petapa Agung.


Kemudian langit bergemuruh.


Idaline yang sedang mengeringkan tubuh, tersentak kaget ketika sebuah petir menyambar danau.


Di sana, Fusena perlahan menjadi batu.


Idaline jatuh terduduk melihatnya.


Perlahan, dia turut hilang ke sadaran.


Hari itu, waktu di bumi kembali pada masa saat sebelum Udelia merasuki raga mati Idaline.


Udelia bangun tidur pada ranjangnya di rumah.


Melupakan segala kekejaman Fusena, sang sepupu.


Begitu kembali mandi di sungai, seorang teman sepupunya memandang dia dengan lapar.


Usia Udelia memang baru tujuh tahun, tapi entah mengapa bakpao tunggalnya terlihat kenyal di matanya.


Menyuruh anak kecil polos itu naik ke bukit untuk meminta air.


"Kakak kering kan bajumu ya? Kasihan loh. Basah."


"Kan emang berenang," balas Udelia bergumam.


"Nggak. Nanti masuk angin."


Lalu hanya terdengar rintihan Udelia.


Langit turut menghukumnya.


Hendak membuat Petapa Agung jijik dengan raganya.


Namun Fusena masih saja besar cintanya pada Udelia.


Kendati kemudian Udelia kembali lagi ke dunia sana. Merasuki raga Idaline lagi.


Memulai dari bawah untuk menjadi seorang Ratu yang disegani.


Memiliki hubungan baik dengan Hayan sebagai Raja.


Fusena masih saja menyimpan Udelia di dalam dada.


Langit menyerah.


Mengembalikan semua ke titik awal, ketika Idaline masih bahagia bersama kedua orang tuanya dan Hayan masihlah anak kecil polos yang belum berlaku kejam.


Membebaskan Petapa Agung dan mengembalikan kewarasannya. Juga memindahkan lagi jiwa Udelia pada tubuhnya.


Fusena yang saat itu sadar, tidak bisa berkata- kata pada diri sendiri.


Dia pergi dan terus memastikan pintu dimensi tertutup rapat.


Memastikan Idaline yang asli terus hidup, agar Udelia tidak terus dipermainkan jiwanya.


Dikeluarkan dari tubuhnya dan dimasukan pada tubuh orang lain.


Fusena tidak mau melihat itu lagi.


Sayangnya Idaline yang asli malah menggunakan ilmu hitam untuk menyusul kedua orang tuanya, yang memang ditakdirkan menyeberang ke dunia modern.


Raga Idaline pun kembali terisi jiwa Udelia.


Dan di saat itulah, Fusena menemui Idaline. Mejadikannya muridnya.


Setelah dia mengambil Ekata Ekadanta sebagai murid.


Ilmu sihir keluarga Ekadanta bukan ilmu hitam.


Fusena yakin ada sihir yang memudahkan orang berpindah dimensi.


Siapa tahu hingga dunia berjalan tanpa lagi mundur ke belakang, ternyata Candra Ekadanta lah yang mampu menguasai sihir dimensi?


Di dunia modern, Fusena bekerja keras untuk menutup setiap cela dimensi yang berlubang akibat sihir dimensi keluarga Ekadanta.


Kali ini dia tidak menyadari, kalau Idaline kembali menyeberang.


Ke raga orang lain.


Menjadi seorang wanita rendahan di dunia sana.


••• ••• ••• ••• ••• ••• ••• •••


ꦱꦺꦭꦺꦱꦲꦶ ꧉​꧉​꧉​


© Al-Fa4 | TIKZ 3 [ Bertemu dengan Dirimu ]

__ADS_1


__ADS_2