TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]

TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]
BERSELINGKUH DI DEPAN UMUM 2


__ADS_3

"Anak bodoh!" Loro menyentil dahi Udelia. Udelia merenggut kesal. Putri Loro lebih kesal melihat kedekatan ayahnya bersama wanita asing. Anak kecil itu berwajah masam.


"Banyak orang dari perkampungan kumuh jadi orang besar karena luasnya wawasan mereka. Jangan persempit hidupmu dengan mendangkalkan pikiran. Bayi burung yang terjatuh, akhirnya terbang bebas berkelana membentangkan sayap yang indah."


Udelia menaikkan alisnya. Loro yang biasanya petakilan dan terus membuat masalah padanya, ternyata dapat mengarang indah.


"Nok, kita bunuh orang itu," usul Siji agar hati adik sepupunya menjadi tenang.


"Waduh mas Siji!" Loro membekap mulutnya tak percaya Siji menjadi bengis. Asal mengusulkan hal yang kejam.


"Apa dengan begitu hatimu menjadi tenang?" Siji mengabaikan Loro.


Udelia menggelengkan kepalanya.


"Masa lalumu berubah?"


Udelia sekali lagi menggelengkan kepala.


"Masa lalu itu tidak bisa dilepas dari seseorang, tapi juga tidak bisa dijadikan identitas. Seseorang bisa membunuh di masa lalu, kemudian menjadi pembesar agama ketika sudah bertobat."


Udelia mengangguk mendengar ucapan Siji. Ada beberapa orang dengan masa lalu keji, lalu melakukan pertobatan dan menjadi orang besar yang dihormati.


Membawa orang salah kembali ke jalan yang benar karena dia sudah merasakan pahitnya yang orang-orang belum tentu rasakan.


"Seseorang bisa melakukan hal keji di masa lalu kemudian berada di dinas sosial karena sadar akan kesalahaannya. Anak durhaka menjadi yang paling sayang. Pemarah jadi orang yang paling sabar."


Siji mengulas senyum pada keponakannya yang kebingungan. Ada beberapa kata baru yang tidak dipahami anak itu, bahkan oleh sebagian besar orang dari dunia ini.


"Dibesarkan dalam rumah yang cacat kemudian membesarkan anak dengan kasih yang sempurna."


Loro mangut-mangut mendengar ucapan kakaknya. Dia dan sang kakak tidak memiliki ibu yang telahh meninggal oleh sakit kanker. Dia berjanji akan selalu memberikan keluarga utuh bagi putrinya.


Putri kecil yang merenggut itu tersenyum lebar ketika kepalanya diusap sayang oleh sang ayah. Dia memeluk ayahnya. Amarahnya telah luruh.


"Jangan sibukkan dirimu dengan pikiranmu sendiri."


Udelia menunduk. Semua khawatirnya memang berasal dari pikirannya sendiri. Tidak pernah ada orang yang mengulik masa lalunya. Tidak pula pernah ada orang yang tahu masa lalunya, mencibirnya sebagai orang kotor. Seluruh orang menyanjungnya, dia sendiri yang merasa kecil.

__ADS_1


"Orang-orang tak sekejam itu, mereka takkan mengorek masa lalu kita, selama tak kita pancing, karena mereka pun memiliki hal yang ingin mereka tutupi."


Udelia dan Loro mangut-mangut membenarkan ucapan Siji. Putri Loro ikut mangut-mangut karena melihat ayahnya mangut-mangut.


"Jangan besarkan masalah dengan bercerita. Jangan pula salahkan diri atas yang tidak bisa kita halau. Masa lalu sudah terjadi pastikan saja masa depan tidak terulang."


Siji mengulas senyum. Dia kembali mengusap kepala Udelia agar tenang dan tak bersedih hati.


"Maafkanlah dirimu. Tidak ada orang yang sempurna. Yang ada hanyalah orang yang selalu memperbaiki diri."


"Saat itu aku tak kuasa ..." lirih Udelia. Dia memang tak kuasa melawan saat kesuciannya direnggut. Semua pemaksaan hari itu tidak dapat dia lawan balik karena lawan lebih kuat.


"Ya." Siji mengusap air mata Udelia.


"Tapi bagaimana dengan anak-anak?" Udelia khawatir tidak bisa membesarkan anak dengan benar. Dia sendiri memiliki banyak kekhawatiran akan dirinya sendiri. Dia takut menjadi ibu yang tak baik.


"Sesuatu kadang terlihat sangat menakutkan, ketika kita belum memulainya. Berusahalah dan berserahlah. Senok bisa melewati ujian skripsi dengan mudah meski awalnya gemetaran kan?'


"I-itu kan karena aku menguasai programnya," kilah Udelia. Sedangkan dia sendiri tak yakin dapat menjadi ibu yang baik.


Udelia tidak dapat membantah perkataan Siji. Memang waktu ujian skripsi dia begitu takut, tapi saat memulai sidang, teman-temannya justru menganggap gugupnya dia adalah sebuah kepalsuan.


"Semua terlihat susah ketika pertama kali. Jalankan saja, diiringi bertanya pada yang ahli. Secara naluriah ibu akan memberikan yang terbaik ketika berada di lingkungan yang tepat."


Siji pun tak bisa menyalahkan seratus persen akan seorang ibu yang dianggap gagal oleh masyarakat karena kegagalan ibu dalam membesarkan anak sering kali tak lepas dari lingkungan buruk.


Baik ibunya salah mendidik anak atau si anak menjadi pembangkang. Ada banyak faktor. Tak bisa hanya orang tua yang disalahkan.


"Terima kasih mas," ucap Udelia.


Dia merasa tenang telah curhat pada Siji dan Loro lalu diberikan wejangan-wejangan yang baik. Benar, semua rasa tidak percaya diri itu hanya karena rasa khawatirnya yang besar.


"Sampaikan salam kepada Tuan dan bilang kami akan mempersiapkan pesta malam ini."


Udelia mengangguk lalu meninggalkan Siji dan Loro. Dia sudah terlalu lama meninggalkan anak-anak.


"Padahal aku belum puas memeluk gadis kecil itu," gumam Loro. Dia mendengus melihat Siji yang menampakkan senyum kemenangan.

__ADS_1


Siji dan Loro mendadak dihampiri dua wanita yang siap meledak. Wajah mereka merah padam dengan gigi bergemelatuk.


Terlebih seorang wanita dengan rambut kuncir kelabang, dia adalah istri Loro.


"DISURUH JAGA ANAK MALAH ENAK-ENAKAN!!!" sentak istri Loro sambil menjewer telinga suaminya.


Tanpa basa basi wanita itu menampar wajah Loro berulang kali, wajah Loro menjadi lebam.


Wanita itu sungguh tak habis pikir. Loro sangat berani menggoda wanita lain di dalam kediaman Mada. Bercengkerama bahkan saling memeluk.


Berselingkuh di depan umum, di siang hari, di dalam kediaman Mada, melakukan tindak tak senonoh —memeluk dan menciumi kening wanita—.


Hanya orang bodoh yang melakukan itu. Sayangnya orang bodoh itu adalah suaminya.


Istri Siji terlihat lebih kalem, tidak menampar ataupun berteriak-teriak, meski wajahnya sama merahnya dengan istri iparnya.


Istri Siji tidak melakukan apa pun yang menyakiti tubuh suaminya, dia menolak tiap kali akan disentuh Siji.


Istri Siji menghindar jauh ketika akan disentuh Siji. Dia seolah jijik ketika akan disentuh Siji. Didekati pun dia langsung melengos menjauh.


Siji dan Loro saling memandang. Mereka telah tersiksa sebelum sempat menjelaskan.


"Sayang ... " panggil Siji dan Loro bersamaan berharap istri mereka mendengar penjelasan mereka.


"Tidur di luar!" sentak istri Siji. Dia berlalu pergi menuju kamarnya.


Istri Loro meraih putrinya yang ada di gendongan ksatria wanita yang sigap melindungi mata polos putri kecil yang belum tahu kejamnya dunia.


"KEJARLAH WANITA ITU! TIDAK USAH BERSAMAKU LAGI!!!" teriak istri Loro sebelum pergi dari sisi Siji dan Loro.


"Haish bro. Bisa-bisanya kalian selingkuh di depan istri-istri kalian." Seorang ksatria pria memeluk Siji dan Loro.


••• ••• ••• ••• ••• ••• ••• •••


ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉


© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]

__ADS_1


__ADS_2