TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]

TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]
SAMA SEPERTI DIRINYA 2


__ADS_3

"Baginda ..?" Cempaka menatap tangannya yang kosong.


"Periksa dengan benar, nyawamu jadi jaminan," tutur Hayan mengintimidasi.


Cempaka memberikan tangannya dengan setengah hati. Tapa memeriksa denyut nadi Cempaka. Wajahnya mengernyit kala memeriksa kesehatan sang selir.


"Tidak ada masalah, Yang Mulia. Beliau hanya kelelahan. Darah keluar karena janin masih muda. Silakan istirahat dengan ketat," jelas Tapa bersimpuh di depan Hayan.


Hayan mengangguk singkat. Maharaninya juga pernah berdarah saat hamil muda. Waktu sudah masuk bulan kehamilan, Maharaninya mengira itu adalah haid karena belum menyadari dirinya sudah hamil putri cantik, Maya Lopika Wijaya.


Hayan jadi teringat dengan putranya. Pangeran Bhumi Maja. Keturunan Maharaja dan Maharani, tak Hayan pedulikan meski raga istrinya berbeda.


Rama Ekadanta Wijaya, putranya. Sengaja Hayan akan tetap memberikan nama Ekadanta, karena bagaimanapun segala adat dan upacara sebelum dan sesudah kelahiran Rama, semua dilakoni keluarga Ekadanta.


Tanpa upacara pengusir bala, tidak akan bisa putranya tumbuh sehat dan cerdas seperti yang sudah dilakukan oleh keluarga Ekadanta.


Dan biar publik menerka-nerka, kenapa dia mengambil putra sulung kepala keluarga Ekadanta sebagai Pangeran yang memiliki hak sebagai pewaris Bhumi maja yang kuat.


"Bagaimana bisa?! Darahku keluar hingga menyentuh lantai!" sentak Cempaka tak terima. Perutnya melilit dan mengeluarkan banyak darah. Hanya orang bodoh yang percaya dia sedang baik-baik saja.


Tabib Tapa berasal dari tempat yang sama dengan ratu, Cempaka melihat jelas rekayasa di antara mereka.


"Anda bisa memeriksakan diri pada tuan Ra Konco. Beliau akan menjawab yang sama, Nyonya Selir." Tabib Tapa mengarahkan sedikit kepalanya ke belakang, ke arah Cempaka. Mata tabib Tapa terlihat percaya diri.


"Beri obat pada Selir Anindya sampai sehat kembali."


"Baik, Yang Mulia."


"Baginda, adinda ingin tuan Ra Konco saja!" sela Cempaka.


"Tapa akan menangani kesehatanmu," kata Hayan menetapkan tabib dari Sunda Galuh sebagai tabib pribadi selirnya yang sedang hamil.


Jika Sunda Galuh hendak mengadakan makar, Hayan dapat dengan mudah menghapus peta kekuasaan mereka dan menyerahkan tahta wilayah Natha pada bawahannya.


Hayan keluar dari kedaton. Membiarkan para bawahannya menyelesaikan masalah di wilayah selir. Perang antar wanita sangat memusingkan. Hayan enggan terlibat.


Yang pasti, jika sudah sampai bunuh membunuh, dia akan turun tangan menentramkan semuanya. Dia masih punya banyak tugas yang lebih penting.


Jika dia terlambat datang menyelamatkan salah satu wanitanya, berarti wanita itu terlalu lemah.


Hayan menopang dagu di atas tandu, menikmati tiap detail susunan taman dan kedaton-kedaton. Tidak pernah dia bosan memandangi halaman yang tidak pernah berubah.


Kenangan bersama Maharaninya, memenuhi tiap sudut keraton. Ingin menghilangkan kenangan lekat dalam kepalanya dengan menggantinya bersama wanita lain, rasa dalam hati Hayan tak sama dan kenangan itu tidak dapat terukir dalam alam bawah sadarnya.


Selalu saja yang muncul adalah kenangan bersama Maharaninya.


"Turun," perintah Hayan. Mereka berhenti di tengah jalan.


Turun dari tandu, dia menaiki kuda salah satu pengawalnya. Ringkikan kuda terdengar ketika Hayan menarik tali kekang sekuat tenaga.

__ADS_1


"Kuselesaikan tugas agar cepat bertemu anak-anak," batin Hayan. Dia membalik arah perginya menuju Bale' Ndamel yang telah ditinggalkan.


Hayan menunda untuk bertemu pangeran kecilnya. Menyelesaikan tugas dan tidak kepikiran adalah jalan terbaik.


Tanpa Ekadanta lumayan sulit menghadapi suku pedalaman di Tanjung Nagara.


Secarik kertas tergeletak di atas meja mengusik penglihatan Hayan. Abdi Ndalemnya terlalu ceroboh membiarkan selembar kertas mengotori mejanya.


Tulisan di atas kertas mencuri perhatian Hayan. Dia urungkan niatnya memarahi Abdi Ndalemnya sebab kalimat di dalam secarik kertas itu.


Kami tidak akan mengusik Anda.


Hayan meremas kertas yang ditemukan tergeletak di meja kerjanya. Hewan kontrak Maharaninya bukan datang untuk menyerahkan Rama padanya, tapi untuk mengambil kembali Rama di saat dia lengah!


Sangat cerdik!


Utih si harimau putih kontrak Maharani memiliki akses penuh ke setiap sudut keraton. Mudah saja bagi hewan berinsting tinggi itu menemukan anak majikannya.


Sekali lagi. Hayan merasa menjadi orang paling bodoh sedunia. Hayan akan kesulitan tanpa Rama berdiri di sisinya.


Sihir pelupa ingatan yang disalurkan Candra, Hayan kurang mengerti. Dia tidak dapat memaksa Candra untuk membatalkan sihir itu. Dia lihat sendiri Candra rela kehilangan segalanya hanya untuk bersama Udelia.


Sama seperti dirinya.


Hayan telah berkomunikasi dengan para penyihirnya. Konsekuensinya sangat besar. Hayan tidak mau Maharaninya kehilangan nyawa, hanya untuk menyambung ingatan.


Biarlah ingatan itu terkubur, Hayan akan memberikan ingatan baru yang manis dan menggelora.


"Kamu sangat nekat berbuat dalam ingatan yang hilang. Membantah perintahku adalah kemusnahan. Harusnya kamu ingat begitu, Nyo-nya E-ka-dan-ta. Begitu kan kamu memperkenalkan diri dan berseru di depanku? Memarahi tanpa peduli statusku."


Hayan bermonolog. Dia melempar surat itu ke tanah setelah membuat bulatan kecil karena remasan gemas pada kelakuan manis Maharaninya.


"Memang Maharaniku." Tampak senyum lebar terlukis di wajah Hayan.


Menjadi jelata tidak melunturkan kualitas Maharaninya. Maharaninya tidak segan mengambil keputusan ekstrem untuk keamanan orang-orang tersayangnya.


Sama seperti dahulu.


Udelia dalam raga Idaline rela menikahi Hayan demi sahabat tercintanya. Mengorbankan diri sendiri agar keluarga sahabatnya tidak hancur dibantai oleh tangan dingin Hayan.


Rasa kagum Hayan terus bertambah. Pun rasa ingin memiliki seorang diri, tidak dapat terbantah.


Hayan akan memiliki Udelia.


Udelia adalah Maharaninya.


"Berani!" Hayan memanggil salah satu hewan kontraknya.


"Saya di sini, tuan," ucap Berani muncul di halaman Bale' Ndamel. Raganya tidak muat untuk keluar di dalam Bale' Ndamel.

__ADS_1


Hayan menaiki punggung Berani. Kuda sembrani itu langsung mengepakkan sayapnya. Terbang ke atas langit, menjauhi halaman Bale' Ndamel.


"Pergi ke bukit Napa."


••• ••• ••• ••• ••• ••• ••• •••


ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉


© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]


••• ••• ••• ••• ••• ••• ••• •••


ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉


© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]


TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI


SEHAT SELALU SEMUANYA


UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...


F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4)


I G : alsetripfa4


NOTES :


NOTES :


... Untuk season 1 ada di profil author.


Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


Sudah END.


... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT


Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini


Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]


Author: Al-Fa4

__ADS_1


Terima kasih sangat untuk kalian yang masih setia sampai di sini. Author cinta kalian. Lope lope terbang.


__ADS_2