![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
037 - APA DIA SEORANG PLAYGIRL?
"Tunggu!"
Keluar dan meneriaki tangan kanannya yang hendak masuk ke dalam rumah Udelia.
Dia mendengar ada sepupu jauh Udelia tinggal menginap di sana.
Andai perempuan, dia tidak akan segusar ini.
Firasatnya tak salah.
Bukan sepupu jauh yang calon istrinya temui, tapi sosok yang sangat menjengkelkan di matanya.
Tuannya.
Dia tidak pikun untuk mengingat aura sekitar, walau belum atau mungkin tak akan lagi mampu menyerapnya.
"Maharaja..." desis Djahan.
Kenapa?
Kenapa bahkan di dunia ini ada orang itu?
Bahkan tinggal di dalam rumah Udelia!
Djahan pun merasa kekuatan pria itu masihlah utuh seperti Petapa Agung.
Apa ia tidak akan pernah bersatu dengan istrinya?
Rasanya dia ingin membunuh pria itu!
"Nak Djahan? Kenapa ke mari? Bukannya sedang pingitan?" sambung ibu Udelia.
Sejenak Djahan melupakan keberadaan calon mertuanya.
"Saya dengar ada sepupu Udelia yang belum saya jumpai," kata Djahan membantah jikalau dia melanggar adat.
Padahal dia tidak melakukan hal itu di dunianya sana.
Dia hanya tidak mau terlihat buruk di hadapan mertua.
Ibu Udelia mengangguk paham. Dia jadi tidak enak hati karena sudah mengatakan hal yang menyinggung.
Perempuan calon mertua Djahan itu bergegas masuk dan memanggil putra sulungnya untuk memanggilkan adik dan tamu mereka.
Hayan langsung menyingsing kedatangan calon suami istrinya. Tepatnya suami pertama sang istri.
Dia datang dan duduk di kursi teras, sementara Djahan terpaksa mendekatinya.
Ditatapnya pria yang pernah merebut istrinya.
Benar. Tak salah lagi.
Walau tampilannya lebih muda dari terakhir kali berjumpa, Djahan masih mengenali si penguasa Bhumi Maja.
Nirankara Hayan Wijaya.
"Wah. Rupanya Mahapatih hendak menikah? Tidak mengundangku?"
Nada suara Hayan terdengar mencibir.
"Jadi? Anda sudah berkuasa lagi? Memang Mahapatihku!"
"Anda hendak berkuasa lagi?" tanya Djahan menatap curiga.
"Siapa tahu?"
Hayan hanya dapat merutuk dirinya di masa lalu.
Menyerahkan segalanya demi Udelia?
Yang ada Udelia tidak akan memandang dirinya!
Menjadi Maharaja saja, hati wanita itu tidak dapat berpaling dari Mahapatih.
Apa kurangnya ia sebagai penguasa?
Punya kekuatan dan kuasa yang terbentang dari Barat ke Timur!
__ADS_1
Bahkan bila Udelia minta dipindahkan gunung dalam satu malam, Hayan akan melakukannya.
Pun membuatkan jembatan dimensi, akan dia usahakan sekuat tenaga, walau hal itu menentang alam dan sekitar.
Yang mana bahkan Petapa Agung saja dihukum menjadi sedikit gila karena tindakannya mengeluarkan Suro dan Boyo dari dalam dimensi dunia mereka.
Kegilaan yang membuat malapetaka.
"Sekalipun Anda menjadi raja lagi, saya tidak akan menyerahkan .ca. lon. is. tri. sa. ya."
Djahan berujar dengan menekan tiap kata agar menjadi jelas.
"Huh. Padahal di Maja Anda memberikan secara sukarela." Hayan berucap dengan entengnya.
Seolah Udelia adalah benda yang tidak punya hati.
"Yang Mulia!"
Djahan menarik napas.
"Kali ini berbeda. Saya tidak akan menyerah apa pun trik Anda."
Di dalam ruang tamu, orang tua Udelia menutup mulutnya. Masih saja terkejut mendengar kebenaran itu.
Putri kesayangan mereka yang tahu- tahu punya banyak suami. Serta orang- orang yang ternyata berpindah dari dimensi lain, yang mungkin saja masih satu garis takdir dengan dunia mereka.
"Mana calon kakak iparku itu?"
Lamont berjalan mendekat tanpa tahu ada sepasang manusia yang memikirkan hukuman untuknya atas tindakan penindasan pada tamu mereka.
Pada Maharaja kesayangan mereka.
"Anak ini sepertinya disemur saja tidak akan menghilangkan dosanya," gumam ibu Udelia yang diangguki oleh suaminya.
Lamont menelan napas dengan kesusahan.
Apa salahnya?
Hukuman sang ibu terlampau mengerikan!
"Ke- kenapa, Bu?"
Ibu Udelia hendak memperdengarkan percakapan dua manusia di depan sana.
Hening. Tidak terdengar apa pun.
Apa mereka ketahuan?
Ibu Udelia mencoba mengintip. Ternyata sudah tidak ada orang di luar.
Sepertinya mereka bepergian.
"Haduh, Bu. Kita sudah ngaku- ngaku Maharaja itu sepupu Udelia. Apa Mahapatih bakal marah? Mereka kelihatannya tak akur. Seperti kata sebagian tetua," bisik ayah Udelia.
Sebagian tetua mereka menceritakan kedekatan Maharaja dan Mahapatih yang legendaris. Namun sebagian lain bercerita jika mereka menjadi renggang karena sebuah kasus yang menyangkut seorang wanita.
Lantas mereka menemukan, jikalau wanita itu putri mereka!?
Pantaslah tetua mereka menyarankan nama putri mereka Udelia yang bermakna Mulia, Kuat, dan Kuasa!
Di dalam ruang yang tidak akan mereka sadari, seorang pria menodongkan keris miliknya pada sosok besar yang berdiri dengan moncong ke atas.
Sementara pria lain memegang lengan yang memegang keris. Menahannya agar tidak menghunus.
Udelia menahan napas melihat yang terjadi.
Djahan, calon suaminya menodongkan keris pada buaya raksasa yang tiba- tiba muncul di dalam kamarnya.
Buaya yang hampir membuatnya mati sesak karena sepertinya tidak sadar diri beratnya sampai berton- ton.
Di sisi lain, ada Hayan yang menahan tangan Djahan.
"Sadar, Mahapatih! Ini adalah Ekadanta!"
Djahan tahu!
Walau tak punya kekuatan ghaib, akal pikirannya tidak menjadi bodoh.
Dia mampu menafsirkan kehadiran buaya itu dengan segala keanehannya.
__ADS_1
Dia juga pernah melihatnya berubah. Berusaha berubah untuk menjadi manusia seutuhnya.
Dia hanya ingin mempertahankan wanitanya.
Dia tidak akan diam melihat sosok lain berusaha merebut wanitanya.
Bahkan Maharaja yang sangat dia hormati, selayaknya mati di tangannya bila terus mengganggu wanitanya.
Dia tidak akan tinggal diam!
"Djahan... kumohon jangan gegabah. Sebentar lagi kita akan menikah. Kamu jangan berbuat impulsif."
"Buaya ini hendak menerkammu, sayang!"
"Tidak.."
Bantahan Udelia membuat Djahan mengernyit heran.
Dia menoleh pada Udelia. Menilai wanita itu apakah sudah tahu yang terjadi?
Orang modern dengan segala penyangkalannya terhadap hal ghaib?
Djahan sangsi akan hal itu.
Dia memasukkan kerisnya. Menyeret keluar raga buaya yang terdiam tak bergerak.
Bagaimanapun, Candra punya rasa segan yang besar pada dua orang itu.
Kalaulah tidak, bagaimana bisa dia menjadi gila dan menyembunyikan Udelia jauh di dalam kediamannya, saat di dunia sana?
Candra memberikan kandang emas pada Udelia. Supaya tidak berjumpa dengan orang luar.
Takut bertemu kedua pria ini dan Udelia akan berpaling darinya.
Djahan mengeluarkan raga buaya raksasa tanpa sedikit pun menimbulkan kebisingan.
Dia sudah kembali dengan berjalan dari pintu utama.
Duduk di ruang tamu dengan muka yang sangat serius.
"Saya mohon restui kami, Ibu, Ayah. Besok saya akan menikahi Udelia. Segalanya sudah siap. Kalian hanya perlu berangkat. Make- up, pakaian, serta segala undangan, akan saya sebar sore ini."
"Baiklah," jawab ayah Udelia.
Dia merasa tak enak hati. Merasa sudah mengkhianati calon menantunya dengan menampung pria lain, yang jelas- jelas musuh besarnya dalam rumah tangga.
Sementara itu, di dalam ruangan. Udelia hanya diam memperhatikan Hayan.
Pria itu tidak banyak tingkah seperti saat pertama berjumpa.
Hanya diam bagai pesuruh yang tidak akan jalan bila tidak disuruh bicara.
"Kamu benar suamiku?" tanya Udelia.
Hayan lantas mendongak. Menatap Udelia.
Raganya jauh lebih muda dari Udelia dan Djahan. Selaras dengan Lamont yang belum tumbuh sempurna.
Tak aneh bila Lamont menjuluki Udelia sebagai seorang pedofil bila menikahi Hayan.
"Iya. Aku suamimu. Kita mempunyai dua anak yang sangat lucu. Mereka telah tumbuh dan mendapatkan bakat mereka masing- masing."
Udelia tercenung. Buaya itu mengatakan dia dan dirinya punya dua anak. Pria ini juga mengatakan ada dua anak di antara mereka.
Apa hubungan mereka selama itu?
Lantas bagaimana hati Udelia untuk Djahan?
Ketika semua orang berkata, Udelia dan Djahan saling mencintai.
Apa dia seorang playgirl?
Berhubungan tanpa cinta.
••• ••• ••• ••• ••• ••• ••• •••
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 3 [ Bertemu dengan Dirimu ]
__ADS_1