TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]

TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]
DO'ANYA DIKABULKAN 2


__ADS_3

"Rama lahir di waktu yang salah, kamu boleh tak memasukkannya dalam silsilah. Jika kamu ingin memasukkan, jangan tuliskan namaku."


Status Rama akan membawa masalah bila tidak secepatnya diselesaikan. Keluarga Ekadanta belum tentu mau menerima kembali Rama yang bukan anak keturunan mereka.


Udelia tidak mau namanya ditulis, yang akan berakhir membawa masalah di kemudian hari. Akan lebih baik baginya bila Rama tidak dimasukkan dalam silsilah keluarga kerajaan.


Demi keselamatannya.


Mengasuh Rama sedari masih berkulit merah membuat rasa ingin melindungi selalu hadir dalam diri Udelia. Tiap kali menatap Rama, dia selalu membayangkan Rama adalah bayi kecil yang tak berdaya.


"Rama bukan kesalahan," bantah Hayan.


"Rama lahir di waktu yang salah," tegas Udelia.


"Kalau begitu, kamu mau memiliki yang tak salah?"


Udelia menatap jengah Hayan. Sudah akan memiliki anak ketiga, masih saja menggoda wanita lain. Jika mereka ada di dunia modern, Hayan mungkin sudah dimaki-maki netizen budiman.


"Aku datang untuk melihat putriku."


Udelia malas sekali menjawab pertanyaan tak bermutu yang dilemparkan Hayan. Dia menatap teduh putrinya yang sedang menikmati teh bekas minumnya.


Maya yang sedang menikmati perdebatan kedua orang tuanya mendadak gelagapan saat namanya terseret. Dia terlihat tak sopan karena cengengesan membayangkan adik baru lahir dari ibundanya.


Maya teringat calon suaminya yang menunggu di luar, karena semua orang luar dilarang memasuki aula.


"Ah iya, bu. Ada yang ingin bertemu ibunda."


"Suruh masuk, sayang," ucap Udelia.


Maya mengangguk dengan semangat. Dia sendiri yang pergi menjemput calon pasangan hidupnya.


"Dan tolong yang tidak berkepentingan, keluar."


Udelia amat jengah dengan keberadaan Cempaka. Kehamilannya seolah mencemooh. Bayi itu mungkin akan menjadi saingan anak-anaknya.


Peperangan antar keturunan para raja sangat mengerikan. Sepi senyap, tahu-tahu sudah ada mayat bergelimpangan.


Udelia ingin sekali egois dan meminta Hayan tidak memiliki anak dari wanita lain. Sayangnya, bayi itu telah tumbuh.


Udelia bukan manusia berdarah dingin yang membunuh bayi yang bahkan belum pernah melihat dunia.


"Anda sangat berani!!" sentak Cempaka membuka mulutnya yang telah lama gatal. Dia melihat sendiri bagaimana perangai wanita itu sangat berani dan tidak tahu aturan.


Entah dari pedalaman mana wanita itu berasal. Cempaka yakin wanita itu adalah keluarga Bhumi Maja yang telah lama tinggal di gua.


Tidak tahu Cempaka adalah selir kesayangan Maharaja.


Berani sekali menyuruh-nyuruhnya!


"Yak. Silakan keluar," ucap Udelia acuh tak acuh.


"Baginda, dia sangat tidak sopan," rengek Cempaka. Rengekan dan rayuannya selalu dapat meluluhkan hati sang baginda.


Cempaka ingin wanita congak itu dihukum berat!

__ADS_1


"Keluarlah," jawab Hayan singkat.


Cempaka membisu. Bagindanya tidak mendengarkannya. Dengan lesu dia pergi dari aula. Meninggalkan sang baginda dan wanita yang baru dilihatnya.


"Ananda, Gagak Catra menghadap Yang Mulia." Gagak memberikan hormat pada Hayan yang sedang duduk berhadap-hadapan dengan Udelia.


"Perkenalkan dirimu," titah Udelia tanpa basa-basi.


Gagak menatap bingung. Ada wanita asing yang begitu berani memberi perintah di depan Maharaja, bahkan sebelum Maharaja membalas salamnya.


Ibunya, Netarja Wijaya, adik dari Maharaja, tidak pernah bertindak sedemikian tidak sopan.


"Ini ibundaku," ujar Maya melihat raut kebingungan Gagak.


"Saya Gagak Catra, putra Rajasaduhiteswari dan Bhre Kutri, lahir pada tahun seratus tiga puluh satu. Saya masuk akademik pada umur tujuh tahun dan kini sudah lulus."


"Keahlianmu?"


"Saya bisa semua yang diajarkan akademik, kecuali melakukan kontrak hewan."


Maya menyipitkan matanya. Di sisi kanan Udelia ada sebuah tangan kecil yang menjulur-julur ke meja. Meraih makanan lalu menghilang di balik tubuh Udelia.


Maya melongokan kepalanya. Dia terbeliak melihat sosok anak kecil menggemaskan yang sedang menghabiskan kue di tangannya.


"Siapa adik kecil ini? Mirip sekali ayahanda, loh!??"


Maya menatap tajam Hayan. Dia mencoba menguliti ayahandanya.


"Ayahanda tidak bilang selama ini ibunda di sini??" Maya tampak kecewa.


"Ada sesuatu yang terjadi saat ibunda akan pulang," jelas Udelia supaya putrinya tidak salah paham.


"Apa itu? Apa ibunda tidak apa? Ada yang sakit?" Maya mengkhawatirkan ibundanya.


"Tidak, sayang. Hanya lupa ingatan dan itu telah berakhir." Udelia mengulas senyum.


Udelia mengusap wajah dan tangan Rama yang belepotan. Dia harus berbicara serius pada pemilik Bhumi Maja.


"Sayang jalan-jalan bersama kakanda ya?"


"Kakanda?" beo Rama.


Yang dia tahu kakanda adalah dirinya. Dia harus melindungi adindanya, Raka. Jadi, apakah dia punya kakanda yang akan melindunginya?


Rama mengerjap-ngerjapkan matanya. Bingung.


"Iya. Ini kakaknya Rama kaya Rama kakaknya Raka. Namanya Kakanda Maya," terang Udelia.


"Kak?" panggil Rama ragu.


Maya menatap kosong Rama yang tersenyum polos. Anak itu begitu polos dan gembira. Sangat berbeda dengan dirinya di usia yang sama.


Tentulah pasti Rama menjadi anak yang gembira. Ibunda mereka ada di sisi Rama saat ia tumbuh.


Maya cemburu..

__ADS_1


"Uh sayang ... lucu sekali.."


Maya mencubit pipi Rama lalu meraih lengan kecil itu untuk pergi meninggalkan para orang dewasa.


"Sayang, nanti berkunjunglah ke rumah ayah," pesan Udelia.


"Iya, ibunda." Maya tersenyum hingga matanya menyipit. Namun ada setitik luka dalam matanya.


Dia ... tidak seberuntung adiknya. Dia iri.


"Ananda mohon undur diri," pamit Gagak pada dua orang dewasa di sana.


o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o


o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o


ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉


© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]


TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI


SEHAT SELALU SEMUANYA


KETJUP HANGAT DARI WANITA PEMILIK BANYAK PRIA


UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...


F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4)


I G : alsetripfa4


NOTES :


... Untuk season 1 ada di profil author.


Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


Sudah END.


... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT


Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini


Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]


Author: Al-Fa4


Untuk informasi selanjutnya dapat melihat pada akun- akun media sosial author. Mohon maaf bila ada kesalahan. Terima kasih sangat untuk kalian yang masih setia sampai di sini. Author cinta kalian. Lope lope terbang.

__ADS_1


UDELIA oo IDALINE oo DJAHAN oo HAYAN oo CANDRA oo INDRA oo FUSENA oo WIDYA oo GITARJA oo NETARJA oo MAYA oo RAMA oo RAKA oo


__ADS_2