![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
"Anak kecil?"
"Benar, tuan. Sumber kekuatan para pemberontak ini adalah anak kecil."
"Bunuh saja."
Ruangan yang ramai seketika hening ketika Djahan mengeluarkan perintah. Mereka mengira salah menangkap dengar.
Mahapatih bukanlah pria berdarah dingin.
"Anak ini menyerap kekuatan sekitar. Mungkin bukan manusia. Kalau terus dibiarkan dia akan meledak," jelas Djahan. Final dengan keputusannya.
"Baik, Tuan Mahapatih!"
"Kalian pastikan saja tidak ada yang fokus pada anak itu dan aku akan membunuhnya dalam sekali serang."
Djahan mengetuk titik tengah di petanya. Menjabarkan strategi untuk menangkap anak kecil yang bukan manusia.
Demi keselamatan banyak orang, pengorbanan adalah hal yang dibutuhkan.
Entah harta, atau bahkan jiwa.
"Laksanakan!" titah Djahan.
"Siap laksanakan, Tuan!"
"Guru, bagaimana kalau aku yang melakukannya?" tawar Indra. Ada perasaan tak nyaman melihat gurunya mengambil misi berbahaya. Sekali pun dikatakan target mereka adalah anak kecil.
"Tidak. Kamu perhatikan sekitar. Bisa saja ada jebakan lain."
Djahan mengambil busur di tendanya. Melenggang pergi untuk melaksanakan strategi.
"Tlogo Rejo, air terjun sekar langit," batin Djahan.
Air pemandian para bidadari yang juga ada portal dimensi di dalamnya. Anak kecil yang mereka bahas adalah tumbal kekuatan untuk membuka paksa portal dimensi.
Padahal portal dimensi akan terbuka jika sudah waktunya.
Tapi semua itu hanyalah karangan para pemberontak untuk mendapat banyak dukungan.
Tidak ada konfirmasi baik dari Petapa Agung Fusena ataupun dari orang-orang habat lainnya.
Djahan pun tidak ragu lagi untuk menumpas si anak kecil.
Sesosok pria berjubah tertawa kencang melihat keurumunan ksatria Bhumi Maja melingkar di sekitar tumbalnya.
Memang ini, yang dia inginkan.
Orang-orang yang ada di sekitar si pria berjubah menampakkan wajah tegang. Sebagian mereka tak kuasa melihat anak kecil ditumbalkan.
Namun mereka membiarkannya, karena mereka pun butuh anak itu untuk tertumpah darahnya di atas tanah.
__ADS_1
Darah yang telah tercampur oleh aura hitam mereka dan aura putih dari para petapa, Ksatria Bhumi Maja.
Anak panah Djahan melesat dengan tepat di dada anak kecil yang pekat dengan aura hitam. Dalam sekali panah, darah mencuat keluar dari tubuh si anak kecil.
"Semoga tenang," ucap Djahan sambil menurunkan busur.
"Haha akhirnya aku bisa kembali!!"
Wajah-wajah tegang telah hilang, berganti dengan ekspresi lega yang serentak ditampilkan mereka semua.
Perlahan orang-orang di balik semak, hilang dalam cahaya yang muncul dari dada mereka.
Seorang wanita berselendang cokelat, yang mengeluarkan cahaya terang, menangkap tubuh si anak kecil, yang hampir jatuh ke tanah.
"Bagaimana bisa kau seenaknya mengambil nyawa gadis mungil!?" marah wanita itu kala tak merasakan kehidupan dari tubuh mungil dalam dekapannya.
"Semoga kekuatanmu tak lagi berguna dalam duniamu!!"
Wanita itu, bidadari cokelat, mengeluarkan sumpah serapah pada pria yang telah berani membunuh putrinya.
Djahan mengangkat tangannya ,menghentikan pasukan yang hendak menyerang.
"Biarkan saja. Kita jelaskan nanti. Ada masanya pengorbanan itu perlu."
Mata Djahan mengintai sekitar. Penghalang dan lingkar sihir telah menghilang. Mereka dapat bergerak bebas.
"Penghalangnya sudah hilang. Pergi tangkap para pemberontak!" titah Djahan.
"Tuan, ada apa?" tanya Siji mendekat. Dia khawatir dengan wajah pucat Djahan.
"Aku hanya merasa lelah. Mungkin karena kemarin. Haha." Djahan tertawa hambar. Dia tidak mungkin menjelaskan tentang bahagia di hari kemarin saat Udelia melayaninya sangat luar biasa.
Djahan mengelap keringat di keningnya. Dia sudah menyelesaikan tugasnya dan akan kembali berlibur. Libur sangat panjang. Dia sudah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja.
Hanya satu inginnya. Ingin berlibur bersama istrinya.
"Memaksakan perjalanan lima hari jadi satu malam, sangat menguras tenaga. Tuan isitrahatlah dahulu. Tidak bagus juga memaksakan diri. Kami bisa menanganinya." Siji tidak mau adiknya di sana mengkhawatirkan kondisi Djahan.
Dia akan menjaga Djahan dengan baik, sehingga Udelia menjadi tenang.
"Pergi bawa pasukanmu," kata Djahan.
"Siap, Tuan!"
Siji menaikkan lencananya. Sekelompok prajurit yang ada di bawahnya langsung mendekat.
"Anda harus beristirahat! Udel akan sedih kalau melihat Anda sakit!" pesan Siji sebelum menyisir tempat yang lebih jauh.
Djahan tersenyum simpul. Ia memperhatikan tiap kelompok yang mengendap-endap. Semua orang melakukan pekerjaan dengan baik.
Djahan pun berjalan ke tenda. Disambut oleh kelompok prajurit yang selalu siap siaga. Hanya sebagian orang yang terjun langsung ke medan perang.
__ADS_1
Karena para pemberontak membuat siasat licik yang akan membuat mereka kesusahan bila membawa banyak orang.
Mereka perlu menganalisis dengan baik dan benar, barulah dapat menyerang tiap titik kumpul musuh. Para pemberontak bersembunyi dengan baik. Saat ketahuan, licin seperti ular.
Mereka bisa memotong ular itu. Namun sayangnya si ular sedang berada di kandang, sulit menjangkau tubuh si ular.
Berbagai tugas menguras otak mereka jalani. Ksatria Maja yang terlatih tidak hanya mampu mengayunkan keris, namun juga mampu memutar otak untuk menemukan dalang pemberontakan.
Mereka bekerja keras, tanpa sadar orang-orang yang mereka incar telah berada di tempat yang sangat jauh.
"Papat, kembalilah. Katakan pada nyonya dua hari lagi aku akan pulang."
"Baik, Tuan."
Djahan mengambil gulungan kertas di pakaiannya, menghirup aromanya dalam-dalam. Membayangkan si pemilik aroma ada di sisinya.
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI. SEHAT SELALU SEMUANYA. CIUM JAUH DARI WANITA PEMILIK HATI YANG BIMBANG. UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...
F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4) || I G : alsetripfa4
NOTES :
... Untuk season 1 ada di profil author.
Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
Sudah END.
... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT
Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini
Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]
Author: Al-Fa4
Untuk informasi selanjutnya dapat melihat pada akun- akun media sosial author. Mohon maaf bila ada kesalahan. Terima kasih sangat untuk kalian yang masih setia sampai di sini. Author cinta kalian. Lope lope terbang.
UDELIA oo IDALINE oo DJAHAN oo HAYAN oo CANDRA oo INDRA oo FUSENA oo WIDYA oo GITARJA oo NETARJA oo MAYA oo RAMA oo RAKA oo
__ADS_1
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o