TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]

TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]
AKU MENCINTAIMU 1


__ADS_3

"Aku tidak ganti posisi sampai semalam suntuk dan kini kakiku seperti menghilang."


Mendengar keluhan tepat di telinganya, Hayan terbangun tiba-tiba. Kepalanya terbentur dengan kening Udelia.


"Uh!"


"Maaf!" Hayan mengusap kening Udelia lalu mengecupnya sayang. Dia meringis melihat kening merah Udelia.


"Malam sudah berlalu. Berikan gantungannya," todong Udelia.


Hayan masih mengumpulkan nyawa ketika Udelia menengadahkan tangannya. Keningnya mengernyit. Berpikir keras maksud Udelia.


"Cepatlah. Putraku sudah kelaparan dan istrimu mencari-carimu ingin ngidam katanya."


Ekor mata Udelia menunjuk orang-orang yang berada tak jauh dari mereka.


"Kakimu tidak bisa jalan?"


Raut wajah Hayan menyiratkan khawatir yang besar melihat Udelia memijat kakinya sendiri.


"Jangan memaksakan diri," pinta Hayan. Lalu pria tertinggi di Bhumi Maja itu membungkukkan tubuhnya di hadapan Udelia.


"Tidak. Hanya kram saja. Sebentar lagi juga sembuh." Udelia menahan tangan Hayan yang hendak menggendongnya. Dia tidak ingin mencari masalah di sisa waktuya.


"Saya memberi salam kepada Yang Mulia." Djahan muncul dengan Raka di gendongannya. Dia sudah tak tahan dengan kedekatan Hayan dan Udelia.


"Hari ini saya libur," ketus Hayan. Pengganggu selalu ada di mana-mana.


"Saya tidak ada urusan dengan liburan Anda. Bayi ini menangis mencari ibunya. Jangan sampai terjadi kedua kalinya."


"Djahan ..."


Panggilan Udelia menggantung di udara. Bayangan masa lalu melesat di kepalanya. Dia dan Djahan hampir memiliki seorang anak.


Saat Hayan memaksa ingin menikahi Udelia, Udelia telah mengandung anak Djahan.


Untuk menghilangkan stress karena meninggalkan suaminya di umur pernikahan mereka yang baru seumur jagung, Udelia bepergian jauh untuk menenangkan pikiran.


Sayangnya perjalanan jauh membuat janin yang masih lemah luruh. Tepat di hari pernikahan, Udelia keguguran.


Udelia merasa bersalah karena Djahan masih terus teringat hal itu.


Andai saja dia menyelamatkan Widya dan keluarganya dengan jalan lain, dia, pria yang dia cintai, dan anak mereka pasti masih berbahagia di masa sekarang.


"Ayo. Waktu sudah siang," ucap Djahan membuyarkan lamunan Udelia.


Hayan terpaku di tempatnya. Tumbuh setitik rasa bersalah pada bawahannya itu. Hayan tidak beranjak barang sedetik pun. Dia terus menatap kepergian Udelia bersama Djahan. Ingin menghalangi, tak punya nyali.


Sementara Udelia mengambil Raka lalu menaiki kereta kuda yang dibawa Djahan.


"Baginda.." panggil Cempaka. Langkah wanita itu mendekat pada Hayan.


Hayan melengos. Suara Cempaka menyadarkannya jika kereta kencana yang membawa Udelia akan beranjak pergi.

__ADS_1


Hayan berlari kecil melewati sang selir kesayangan. Dia menahan kereta kuda yang hendak berangkat.


"Ini sesuai janjiku. Malam yang sangat menyenangkan."


Hayan menjulurkan tangannya masuk ke dalam kereta dan memberikan keris pada Udelia.


Senyum licik tersungging di bibir Hayan ketika sudut matanya menangkap wajah memerah Djahan.


Hayan berharap Djahan dapat memikirkan ulang tempat tinggal Udelia. Dan kalau boleh berharap, dia ingin Djahan membuang Udelia ke jalanan agar dia dapat menjadi pahlawan bagi Udelia.


Udelia meraih keris yang disodorkan padanya. Dia hampir terlupa jalan untuk kembali yaitu liontin miliknya yang terpasang pada kalungnya dan liontin milik Hayan yang terpasang pada keris Hayan.


"Aku hanya ingin gantungannya."


Udelia mengambil gantungan dan mengembalikan keris Hayan. Keris adalah kebanggaan para pria, dia tidak mau Hayan kehilangan kebanggaannya.


"Aku akan mengirim Rama ketika sudah berusia lima tahun," kata Udelia tiba-tiba.


Hayan tersentak. Sebuah kesimpulan menyenangkan mampir di benaknya.


"Kamu akan selama itu berada di sini?"


"Mungkin."


Percakapan mereka terhenti ketika Raka menangis kencang. Bocah yang sudah kelaparan itu memberontak dalam pelukan Udelia.


Udelia menutup tirai kereta kuda lalu menyusui Raka. Tangis Raka pun terhenti.


"Aku pamit," pamit Udelia pada Hayan.


"Adinda menghadap Baginda."


"Kenapa datang, bukannya beristirahat?"


Hayan menatap para dayang dan pelayan yang mengantar Cempaka.


"Siapa yang mengizinkan datang kemari?"


"Adinda ingin buah salak di Sela Wukir ini."


Cempaka menatap Hayan penuh harap. Dia tidak peduli dengan wanita lain. Sudah hal lumrah seorang Maharaja memiliki banyak wanita. Dia hanya perlu menjadi kesayangan Maharaja.


"Bawakan salak dari daerah terbaik dan penuhi keinginan Nyonya selir," titah Hayan pada para dayang. Buah salak di Sela Wukir terlalu berharga.


"Adinda ingin bersama Baginda."


Cempaka tidak kehabisan akal. Tidak dapat memakan buah salak bersama Maharaja di Sela Wukir, dia tinggal minta hal lainnya. Dia adalah selir kesayangan dan dia sedang hamil, baginda tidak mungkin mengabaikan keinginannya!


"Aku banyak pekerjaan," tolak halus Hayan.


"Bukankah baginda libur?"


"Jangan melewati batas. Tetaplah mengurus diri sendiri! Jangan campuri hal lain!" sentak Hayan.

__ADS_1


"A-adinda keterlaluan. Mohon maafkan adinda."


Cempaka meremas pakaiannya. Baru kali ini sang baginda kasar padanya. Hayan berlalu begitu saja. Tidak ada penyesalan di wajahnya.


"Djahan, kamu masih tidak terima? Kamu belum memaafkanku? Apa ada dendam di dalam hatimu?" buka Udelia setelah melewati gerbang.


Udlia tak tahan dengan ucapan Djahan perihal bayi mereka yang tak selamat.


"Aku salah bicara."


"Itulah yang ada di dalam hatimu." Udelia menggigit bibirnya. Tentu saja tidak ada orang tua yang mau kehilangan anaknya, meski anaknya belum nampak ke dunia.


"Andai tidak keguguran, anak kita sudah jadi ksatria hebat ataupun wanita jelita seperti dirimu," ucap Djahan mengelus pipi Raka yang sedang menyusu langsung pada sumbernya, tidak seperti semalam, Raka menyusu melalui dot susu yang dibuat Udelia.


o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o


ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉


© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]


TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI


SEHAT SELALU SEMUANYA


KETJUP HANGAT DARI WANITA PEMILIK BANYAK PRIA


UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...


F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4)


I G : alsetripfa4


NOTES :


... Untuk season 1 ada di profil author.


Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


Sudah END.


... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT


Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini


Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]


Author: Al-Fa4

__ADS_1


Untuk informasi selanjutnya dapat melihat pada akun- akun media sosial author. Mohon maaf bila ada kesalahan. Terima kasih sangat untuk kalian yang masih setia sampai di sini. Author cinta kalian. Lope lope terbang.


__ADS_2