![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
"Rama senang?" tanya Udelia setelah pesta pagi berakhir.
Rama mengangguk dengan keras. "Iya! Banyak teman."
Pesta yang niatnya hanya semalam, dilanjutkan dengan tidak sengaja karena anak-anak rupanya berkumpul di tengah taman dan para pelayan menghidangkan camilan untuk anak-anak.
Bukan hanya ada Rama, putra Udelia, dan anak-anak Siji dan Loro yang hadir di pesta. Semua prajurit Mada yang telah berkeluarga diundang Djahan agar anak-anak saling mengenal.
Tak segan Djahan mengenalkan Rama dan Raka sebagai putranya. Sebagian orang telah tahu kondisi yang sesungguhnya, namun mereka tetap diam.
Urusan anak dan pernikahan adalah mutlak urusan pribadi. Mereka senang akhirnya tuan mereka kembali mendapatkan nyonyanya.
Dan mereka senang, nyonya mereka menepati janji untuk tidak berpaling dari tuan mereka dalam kondisi sadar dan waras.
"Syukurlah kalau begitu," cetus Udelia tersenyum senang sembari menyuapkan makanan ke mulut Rama.
Walaupun repot mengurus Raka yang sudah dapat banyak bergerak, Udelia akan terus memperhatikan Rama agar tidak merasa tersisihkan.
Seperti saat makan siang kali ini. Ada ikan kesukaan Rama tapi para pelayan lupa, tidak menyingkirkan durinya. Alhasil Udelia menyuapi agar Rama tidak tersedak duri ikan yang sulit dideteksi.
Untuk cuci mulut dan minum serta hal-hal ringan, Udelia membiarkan Rama melakukannya seorang diri sebagai pembelajaran menjadi pribadi yang mandiri.
Senyum Udelia perlahan pudar melihat air mata Rama di sudut mata mungilnya.
Apakah ada yang melakukan perundungan karena asal usul Rama?
"Ada yang sakit, sayang?" tanya Udelia.
"Ayahanda??" rengek Rama.
Udelia menghela napas lega. Ternyata bocah itu merindukan ayahandanya, bukan menangis karena dirundung.
Mendengar nada suara Rama yang sangat manja. Sepertinya Rama ingin berjumpa dengan Hayan. Inang dan benihnya sangat menempel seperti getah karet.
Tapi Udelia belum memastikan dengan benar, karena Rama baru tiga kali bersama dengan Hayan. Bisa saja ayahanda yang dimaksud Rama adalah Candra.
"Sayang tak suka ayah?" tanya Udelia hati-hati.
"Suka!" Rama menunjukkan deretan giginya yang sebagian ompong.
Udelia mangut-mangut melihat senyum tulus Rama. Benar, pria kecil itu hanya rindu. Bukan karena terkena perundungan taupun karena tak suka Djahan.
"Suka.. ayanda, ayahanda, ayah." Rama menunjukkan tiga jari pada Udelia.
"Ayanda ...?" Udelia bingung dengan sebutan ayanda.
"Ayanda peluk Lama! Gendong Laka!"
Udelia ber-oh ria. Ayanda adalah Candra. Hanya Candra dan Djahan yang menggendong Raka di depannya dan di depan Udelia. Ayah adalah sebutan bagi Djahan, berarti Ayanda adalah sebutan bagi Candra.
Udelia jadi berpikir, kalo Indra juga dia jadikan suami, apakah sebutan yang pantas untuk Rakryan Tumenggung itu?
"Sekarang ingin bersama ayahanda?" Lagi, Udelia memastikan.
__ADS_1
"Semua.."
Udelia meringis dalam hati. Diingatkan pada tiga ayahnya, malah ingin berjumpa ketiganya. Tadi dia seharusnya langsung membawa Rama ke keraton untuk bertemu Hayan.
"Sayang, mereka itu sibuk. Kaya Rama pas latihan. Kita akan kunjungi salah satu saja."
Udelia menggendong Rama ke pinggir kasur. Untuk pergi ke keraton, dia mesti memakaikan pakaian terbaik untuk Rama. Udelia tidak mau Rama menjadi bahan olok-olokan.
Udelia sengaja tidak menurunkan Rama ke lantai. Punggungnya terasa sangat sakit untuk dibawa menekuk.
"Kenapa Rama suka ayahanda, ayahanda, dan ayah?" tanya Udelia sembari mencari pakaian paling layak.
Semua pilihan Djahan sangat layak. Saking layaknya semua itu terlihat sangat mewah dan akan menjadi santapan para penjilat. Udelia ingin memantaskan Rama tanpa membuatnya menjadi target kejahatan. Sederhana tapi elegan.
"Suka ...!!" seru Rama. Dari suaranya, tampak sangat suka.
"Semuanya?"
"Iya."
"Pamanda Siji dan pamanda Loro?"
"Suka."
"Kalau ibu?"
"Sukaaaa." Rama berseru panjang. Menandakan rasa sukanya pada sang ibunda lebih banyak daripada ketiga ayahnya.
"Ibu saja tak cukup kah?" lirih Udelia.
Udelia meletakkan kepalanya di pinggir ranjang, ia melingkarkan tangannya ke tubuh Rama sebelum kemudian perlahan memejamkan mata.
"Nda.. Nda.."
Rama menggoyangkan bahu Udelia yang memeluknya. Dia khawatir karena ibundanya tidak meresponnya.
"Hiks.. suka Nda.. Suka Nda doang. Ga suka ayanda.. Nda..Huaaa. ga suka ayahanda... Huweee. Suka ibunda.. ga suka ayah.. suka bunda doang.."
"Ada apa nak?" tanya Djahan dari ruang tamu. Dia terlalu kaget mendengar jeritan Rama sekaligus merasa malu karena tidak disukai anak kecil.
Mungkin, wajahnya terlalu garang bagi anak kecil. Anak-anak bawahannya pun menangis jika melihat Djahan. Apalagi Djahan sudah membuat Rama mendapatkan trauma jika berjumpa dengan orang asing.
Djahan kira semalam dia sudah membuat Rama nyaman karena mau digendong olehnya. Ternyata, dia tetap tidak disukai Rama.
"Huaaa bunda. Ibunda...."
Djahan memberanikan diri untuk masuk ke kamar Udelia. Niatnya dia membatasi diri jika Udelia belum mau menerimanya.
Niat itu dia urungkan terlebih dahulu karena suara tangis Rama semakin kencang.
Posisi Udelia yang tergeletak di sisi ranjang tidak terlalu menakutkan bagi Djahan. Suara tangis Rama membuatnya khawatir. Takut Udelia terkena sesuatu.
Rama bercerita banyak saat di Wanua Mejeng. Rama sudah tidak takut pada Djahan karena lebih takut melihat ibundanya banyak darah.
__ADS_1
Tangisan Rama membuat Djahan takut Udelia berdarah lagi seperti cerita si kecil yang tidak suka padanya.
"Ibunda sedang tidur," tutur Djahan.
Djahan mengusap rambut Rama. Menenangkannya.
"Ayah pindahkan dulu ya? Rama bisa geser?" pinta Djahan lembut dengan senyum yang lembut, berusaha meraih hati Rama yang masih lembut.
"Bisa." Rama mengangguk, hendak turun namun tubuhnya telah terbang dipindahkan sang ayah ke atas kursi.
"Sebentar ya. Jangan bergerak."
••• ••• ••• ••• ••• ••• ••• •••
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI
SEHAT SELALU SEMUANYA
CIUM JAUH DARI WANITA PEMILIK HATI YANG BIMBANG
UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...
F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4)
I G : alsetripfa4
NOTES :
... Untuk season 1 ada di profil author.
Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
Sudah END.
... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT
Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini
Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]
Author: Al-Fa4
Terima kasih sangat untuk kalian yang masih setia sampai di sini. Author cinta kalian. Lope lope terbang.
__ADS_1
UDELIA oo IDALINE oo DJAHAN oo HAYAN oo CANDRA oo INDRA oo FUSENA oo WIDYA oo GITARJA oo NETARJA oo MAYA oo RAMA oo RAKA oo