TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]

TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]
DIA AKAN MENCARI TAHU 2


__ADS_3

"Candra, aku ingin pulang," ucap Udelia mencicit.


"Iya," sahut Candra masih membenarkan letak pakaian istrinya usai menyusui buah hati mereka.


"Aku ingin pulang ke rumahku. Di mana rumahku?" Air jatuh di sudut mata Udelia.


Gerakan Candra seketika berhenti. Tatapan dan senyuman lembut terukir di wajah itu. Udelia menunduk karena merasa tidak enak hati sudah berkata demikian. Takut suaminya tersinggung.


"Kakak sudah menjadi istriku."


Candra memegang puncak kepala Udelia. Detik berikutnya Udelia jatuh tertidur. Candra membaringkannya.


"Rumah kakak tentu di kediamanku."


Candra mengusap pipi Udelia. Dia duduk menunggu Udelia sadar dari tidurnya. Sesekali tampak Udelia merenggut dalam tidurnya. Lamat-lamat Udelia tidur dengan wajah yang damai.


"Istriku, bangunlah. Makanan sudah siap," bisik Candra.


Udelia mengerjapkan matanya lalu duduk bersandar. Dia menatap suaminya yang setia mengusap kepalanya.


"Ah, aku benar-benar tidak becus. Masa suami yang memasak," gumam Udelia.


"Tidak sayangku. Sayangku masih lemah. Biar suamimu yang melakukan semua pekerjaan."


Candra mengecup ubun-ubun Udelia. Candra memeluk singkat istrinya.


"Bagaimana darahmu? Mau kupanggilkan tabib?"


"Tidak perlu. Ini masih hari ke ..em. ..lima belas?"


"Istriku ingin ganti? Aku ada beli sumpal di pasar."


Wajah Candra bak bocah polos tanpa dosa. Dia tidak malu membeli kebutuhan wanita untuk istrinya. Cibiran pengunjung pasar tidak dia hiraukan.


"Eh? Aku belum ganti?" Udelia mengernyit heran.


"Perasaan udah?" ucap Udelia bermonolog.


Candra tersenyum. Tidak menanggapi ucapan Udelia.


"Ayo." Candra sudah siap dengan sumpal dan kain segitiga pelindung aset istrinya.


"Candra, aku sendiri saja," lirih Udelia malu-malu. Urusan kewanitaan, Udelia tidak mau suaminya terlibat.


"Raka tidak ada yang jaga," tambah Udelia mencari alasan.


"Ada Panca."


"Rama tidak ada yang jaga."


"Ada Udis."


"Udis?"


"Perempuan yang mencarikan rumah ini."


Udelia tidak lagi membantah. Tidak punya alasan lainnya. Dia membiarkan sang suami untuk membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


Candra melempar sarung tangannya ke dalam ember pakaian kotor. Tangannya yang lebih putih dari lengannya, ia selipkan ke belakang kepala Udelia dan ke tekukan lutut istrinya.


Udelia sontak mengalungkan tangannya ke leher Candra agar tidak terjatuh.


"Kak," panggil Candra.


Udelia menoleh. Candra menundukkan kepala sehingga jarak wajah mereka dekat tanpa jarak dan hidung mereka saling bersentuhan.


Tatapan Candra sangat dalam dan penuh emosi, membuat Udelia salah tingkah.


"Aku mencintai kakak," bisik Candra. Pria itu mencuri kecupan sebelum menurunkan sang istri.


"Apa sih!" Udelia mendorong dada bidang Candra. Ia berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi, menyembunyikan wajah merahnya.


Candra melihat sehelai rambut di tangannya. Dia arahkan surai hita itu ke dalam mulut. Menelannya.


"Jangan mesum Candra!" teriak Udelia kala Candra memasuki kamar mandi.


Candra tidak menggubris ucapan Udelia. Candra terus memasuki kamar mandi. Candra memasangkan kain sumpal di ****** ***** lalu dia berjongkok di depan Udelia.


Udelia tidak langsung memasukkan kakinya. Dia tercengang dengan perlakuan Candra.


"Ayo kak. Makanan sudah menunggu."


Udelia meringis ketika mengangkat kakinya. Dia berpegangan pada bahu Candra. Dengan telaten Candra memasangkan ****** ***** istrinya.


Udelia memperhatikan wajah Candra. Tidak tampak aura mesum dari wajah itu. Suaminya benar-benar ingin membantunya.


"Candra jangan!"


Lagi, Candra tidak menggubris ucapan istrinya. Dia mencuci bekas sumpal Udelia yang penuh darah. Udelia tidak dapat berkutik. Tidak mungkin dia ambil kain sumpal itu dan tarik-tarikan dengan sang suami.


Candra menata piring kosong dan piring laukan, saling berdekatan dengan kesukaan masing-masing. Makanan kesukaan Rama tidak mirip dengannya dan dengan Udelia.


Udelia keluar dari kamar setelah menyusui Raka. Sosok pria tampan muncul di kamar untuk menjaga putra majikannya.


Udelia terdiam di daun pintu melihat seorang wanita berjalan elegan dengan menggendong Rama menuju meja makan.


Rama yang sulit berinteraksi dengan orang asing, terlihat nyaman di gendongan wanita asing itu.


Udelia menggigit bibirnya. Cemburu melihat sang putra dekat dengan wanita asing. Apalagi wanita itu begitu berkelas. Seolah bukan hanya pencari rumah untuk mereka.


"Den Rama makan ya?" tanya Udis lembut dibalas anggukan Rama.


Perempuan itu mendudukan Rama di ruang makan yang legang.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Candra terheran.


Candra berdiri menjulang di samping Udelia. Di tangan pria itu membawa mangkuk yang berisi sup panas. Letak kamar dan dapur beriringan. Ruang tamu disulap menjadi ruang makan.


Udelia tampak linglung. Dia seperti kehilangan pijakan kala melihat kedekatan putranya dengan wanita lain. Ada rasa takut posisi di hati sang putra bergeser oleh kehadiran wanita lain.


Candra mengikuti arah pandang istrinya. Dia terlupa dengan keberadaan wanita itu. Dia kira wanita itu sudah pergi. Pasti ada banyak pertanyaan dalam benak istrinya kenapa ada wanita lain di rumah kecil mereka.


Candra merutuki keteledorannya. Dia tidak mau istrinya kembali marah. Dia terus saja membuat dosa pada istrinya.


Apa yang akan istrinya pikirkan tentang keberadaan wanita lain saat sang istri terlelap di kamar?

__ADS_1


Meski kenyataannya Candra terus menunggui Udelia di kamar, rasa curiga tidak mungkin begitu saja hilangg di dalam hati istrinya.


"Kamu sudah boleh pergi," usir Candra.


"Baik tuan," ucap Udis.


"Permisi, nyonya." Udis mengulas senyum pada Udelia.


"Itu Udis yang bantu kita mencari rumah ini," jelas Candra sebelum Udeia bertanya.


"Cantik sekali," puji Udelia.


"Memang..."


"Haaa?"


Udelia menatap Candra tak percaya. Suaminya memuji wanita lain di depannya.


"Memang istriku cantik sekali." Candra menyelesaikan kalimatnya.


Udelia menatap Candra yang fokus menyuapi Rama. Dia tidak serta merta percaya dengan ucapan suaminya.


Dia mempertanyakan hubungan suaminya dengan wanita itu.


Dia akan mencari tahu.


o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o


ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉


© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]


TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI


SEHAT SELALU SEMUANYA


KETJUP HANGAT DARI WANITA PEMILIK BANYAK PRIA


UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...


F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4) || I G : alsetripfa4


... Untuk season 1 ada di profil author.


Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT


Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]


Author: Al-Fa4


... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini


Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]

__ADS_1


Author: Al-Fa4


__ADS_2