![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
Udelia yang memejamkan mata, membukanya perlahan kala dagunya diangkat oleh jari jemari panjang.
Balaputra berlama-lama menatap mata hitam Udelia, memeriksa yang ada di dalam sana.
"Kakak sudah dipengaruhi sihir. Aku akan coba sembuhkan," tutur Balaputra melepaskan tangan dari dagu Udelia.
"Kamu mengenalku?" tanya Udelia.
Pria itu menyediakan makanan yang layak, tempat tidur yang layak, serta mainan yang layak untuk Rama putranya.
Sikapnya yang baik dan tidak menyuruhnya melakukan sesuatu sebagai seorang budak, menunjukkan Balaputra memperlakukannya seperti seorang tamu, bukan budak seperti yang dikatakan para pelayan.
"Tidak. Tapi aku tahu banyak"
"Ceritakan."
"Kita berasal dari dunia lain. Dunia yang jauh dari dunia ini."
Kalimat Balaputra seperti pernah didengar Udelia. Udelia mengorek ingatannya, namun nihil. Hanya ada perasaan familiar atas kalimat balaputra.
"Tidak ada Maja, tidak ada Maharaja, tidak ada Wiyasa. Juga tidak ada budak."
Udelia tersentak mendengar kata budak. Pria itu menatapnya dengan raut mata tersirat akan pesan jika dia tidak memandang Udelia sebagai budak, namun tamu yang penting.
"Sebelumnya aku tidak ingat semuanya, kemudian ketika bertapa untuk memantapkan diri memutuskan mengangkat senjata pada Bhumi Maja.."
Balaputra tersenyum kecut melihat Udelia menegang. Benar, dia sudah membuat huru-hara di negeri yang damai.
"... aku tidak jahat, kak. Aku hanya ingin keadilan. Orang-orang Maja memperlakukan ibu dan adikku dengan semena-mena. Mereka ... mati dengan hina. Orang-orang itu pun harus mati dengan hina. Aku tak salah kan kak?"
Balaputra membela diri. Raja Ende yang kini menjadi Wiyasa Ende, pamannya dari pihak ibu, menceritakan hal menyedihkan itu.
Tidak semua warga Ende selamat dari perang dan dari sikap bej*t prajurit Maja. Mereka yang terdonai memilih mati daripada hidup terhina, termasuk ibu dan adik Balaputra.
Balaputra sangat terguncang. Dia mencari ibu dan adiknya untuk kembali berkumpul bersama ayah mereka, namun dia mendapati keduanya telah meninggal dalam kondisi mengenaskan.
"Saat bertapa ingatan itu muncul dengan deras. Aku teringat masa laluku. Saat kita berada di dunia sana. Aku tak paham bagaimana bisa merasuki tubuh ini atau bagaimana kakak datang dengan tubuh kakak atau bagaimana caranya kembali."
Udelia mendengar saksama ucapan Balaputra.
"Kudengar kita bisa kembali ke dunia sana. Aku tidak tahu caranya kembali. Aku masih mencari tahu. Maka maukah kakak bersamaku? Kita cari jalan pulang bersama."
__ADS_1
"Aku ..."
"Tidak, kakak. Keputusan kakak ucapkanlah nanti. Silakan istirahat. Hari-hari belakang pasti melelahkan," potong Balaputra.
Dia beranjak keluar dari kamar Udelia. Jika meminta jawaban hari ini, pasti wanita itu menolak. Tidak akan ada orang percaya pada penculiknya.
Udelia termenung dengan tawaran Balaputra. Ada yang goyah dalam hatinya. Balaputra tak kalah tampan, tak kalah baik dalam memperlakukannya dan anak-anak.
Tempat kekuasaan Balaputra ada di luar pulau. Dia bisa berlari dari tiga orang yang telah menorehkan luka di hatinya dan di hati anak-anak.
Karena Mahapatih, Rama takut bertemu orang asing. Karena wanita Maharaja, Rama berlebihan saat melihat darah. Karena Candra, Udelia menjadi trauma dengan pria itu.
Pria-pria bermasalah. Meski berat, Udelia lebih baik pergi menyelamatkan anak-anak dari lingkungan yang buruk. Dia seorang mungkin tahan, Udelia tidak mau membuat luka di hati anak-anaknya.
Suara menggeliat Raka yang tertidur di tengah kasur mengalihkan pikiran Udelia. Rama dan Raka tidur di atas kasur besar yang lembut dan empuk.
Pakaian keduanya pun pas di tubuh dengan bahan yang tidak akan menyakiti kulit anak kecil. Makanan yang dihidangkan Balaputra, meski nasinya sedikit asin, tidak ada masalah pada makanan lain. Sup daging untuk Rama sangat pas kelembutannya.
Udelia merebahkan tubuh di samping Raka, memperhatikan hembusan napasnya. Tak terasa bulir air keluar dari sudut matanya. Tidak tega memisahkan anak-anak dari bapaknya.
Tapi untuk bertahan, apakah bisa?
Jika Candra adalah orang biasa, Udelia akan memaklumi kesulitan aksesnya untuk menemui markas penculik anak dan istrinya.
Namun Candra adalah seorang penyihir yang kuat. Berasal dari satu-satunya keluarga penyihir Bhumi Maja. Kekuasaannya luas. Wawasannya tinggi termasuk memahami seluk beluk Bhumi Maja. Tidak seharusnya sulit menemukan posisi dia dan anak-anak.
Udelia kembali memikirkan ucapan Balaputra. Dalam bola mata Balaputra tidak tampak kebohongan.
Benarkah dia dan Balaputra saling mengenal? Berasal dari satu tempat yang sama?
Alasan Maharaja dan Mahapatih mengenalnya pun dia tidak tahu, sekarang bertambah satu orang lain yang mengaku mengenalnya.
"Raga dan hati ibunda sakit sekali. Bahkan ingatan ibunda tak jelas."
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
__ADS_1
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI
SEHAT SELALU SEMUANYA
KETJUP HANGAT DARI WANITA PEMILIK BANYAK PRIA
UNTUK INFORMASI DAN LAINNYA HUBUNGI AUTHOR DI ...
F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4)
I G : alsetripfa4
NOTES :
... Untuk season 1 ada di profil author.
Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
Sudah END.
... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT
Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]
Author: Al-Fa4
... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini
Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]
Author: Al-Fa4
Untuk informasi selanjutnya dapat melihat pada akun- akun media sosial author. Mohon maaf bila ada kesalahan. Terima kasih sangat untuk kalian yang masih setia sampai di sini. Author cinta kalian. Lope lope terbang.
UDELIA oo IDALINE oo DJAHAN oo HAYAN oo CANDRA oo INDRA oo FUSENA oo WIDYA oo GITARJA oo NETARJA oo MAYA oo RAMA oo RAKA oo UDELIA oo IDALINE oo DJAHAN oo HAYAN oo CANDRA oo INDRA oo FUSENA oo WIDYA oo GITARJA oo NETARJA oo MAYA oo RAMA oo RAKA oo UDELIA oo IDALINE oo DJAHAN oo HAYAN oo CANDRA oo INDRA oo FUSENA oo WIDYA oo GITARJA oo NETARJA oo MAYA oo RAMA oo RAKA oo UDELIA oo IDALINE oo DJAHAN oo HAYAN oo CANDRA oo INDRA oo FUSENA oo WIDYA oo GITARJA oo NETARJA oo MAYA oo RAMA oo RAKA oo
__ADS_1