![TIKZ 2 [Terlempar Ke Zaman Keemasan]](https://asset.asean.biz.id/tikz-2--terlempar-ke-zaman-keemasan-.webp)
"Yang Mulia, Ratu menemui seseorang di Bale' Kosong," adu seorang prajurit pada Hayan.
Hayan tetap mengelus punggung Udelia, ia gerakkan matanya menyuruh tangan kanannya pergi.
Ia hapus air mata Udelia dengan tangan kosongnya dan mengeringkan wajah Udelia dengan kain dari cincinnya.
"Aku pergi," pamit Hayan membiarkan Udelia menenangkan dirinya dan dia pergi ke bale' kosong.
Bayangan seseorang yang berdiri di samping Sri Sudewi menghilang, ketika Hayan sampai di depan pintu Bale' Kosong.
"Apa baginda akhirnya ingat memiliki seorang Ratu?" sindir Sri Sudewi.
"Jangan berkata seolah kita memiliki hubungan," ucap Hayan dengan sarkas. Hampir tiap kali bermalam di tempat Sri Sudewi, Hayan seperti sedang menjalankan bisnis di malam hari.
Ada banyak permintaan bisnis yang diajukan Sri Sudewi. Sebagian besarnya adalah bisnis di Sunda Nagara, tempat moyang Sri Sudewi berada.
"Ya ampun, ikrar pernikahan apakah bukan sebuah hubungan?"
Sri Sudewi menautkan alisnya. Selir saja memiliki hubungan dengan Maharaja. Masa dia yang punya hubungan resmi, dianggap tidak memiliki hubungan dengan Hayan.
"Baginda, apa engkau ingin menghabiskan malam bersama hamba? Hamba sangat merindukan engkau."
"Jika kamu bersedia bercerita.." Hayan memegang rambut dan pipi Sri Sudewi. Balasan dari bisnis kecil yang disanggupinya adalah sebuah informasi.
Mata-mata dari Sunda adalah mata-mata terbaik. Mereka yang merupakan keturunan murni para petapa, tanpa obat dan makanan yang mengandung kekuatan instan buatan para ilmuwan.
Sangat sulit mendeteksi keberadaan mereka yang sedang menyamar di antara banyak orang. Kekuatan mereka sesuci kekuatan Petapa Agung.
"Dengan senang hati.." Sri Sudewi memejamkan matanya. Menikmati sentuhan Hayan di wajahnya. Harus dia akui, Hayan adalah pria perkasa.
Hayan dan Sri Sudewi sedikit tersentak kala merasakan sebuah aura hitam yang lewat.
Bayangan itu adalah Kuriang, putri Sri Sumbi, murid Ekata Ekadanta yang diambil Ekata saat Kuriang berada di titik terendah.
Mencintai yang tidak seharusnya dicintai, lalu bergabung dengan sekte ilmu hitam untuk merealiasasikan keinginan terlarangnya.
Kemudian Ekata datang. Tadir membawa manusia suci itu padanya. Memberikan nasihat-nasihat yang mengena di hati, tanpa merendahkan dan menyalahkan.
Tidak lantas cinta Kuring langsung terkikis habis. Namun cintanya tak lagi sebesar gunung. Pelan-pelan dia berusaha menghilangkan rasa cinta terlarang.
Pada bibi kandungnya, adik ibunya.
Kuriang memegang dadanya. Sesak melihat kedekatan pasangan suami istri yang diakui oleh semua orang. Bukan hubungan terlarang.
__ADS_1
Namun, tak ada lagi perasaan menggebu, hendak menyerang pria yang mendekati cintanya. Ada titik lega melihat senyuman bahagia terlukis di wajah wanita yang dia cintai.
"Maharani, kalau Anda pegang seperti itu, bayinya akan kesakitan," tegur Gitarja pada Idaline.
Udelia dalam raga Idaline tergagap. Akibat marahnya, aura besar menguar deras membuat tiap orang lemah gemetar ketakutan.
"Nampaknya kakimu sudah sembuh. Apa Rakryan Tumenggung lagi lagi menyelamatkanmu?" bisik Gitarja tepat di telinga Udelia.
Udelia menatap Gitarja dengan wajah kebingungan. Penguasa wanita pertama di Bhumi Maja selalu menyukainya dalam raga Idaline.
Tapi sekarang yang nampak hanyalah tatapan benci.
Kata-kata yang terlontar menyiratkan pengakuan jika Gitarja telah melakukan sesuatu pada kaki Idaline.
"Seperti yang saya katakan, Yang Mulia Maharani sedang tidak enak badan," cakap Gitarja menghadap para tamu yang diam-diam memperhatikan mereka.
"Cucuku, Lopi dan Gagak, temanilah Maharani," titah sang ibu suri pada dua cucunya.
Maya dan Gagak mengangguk bersamaan.
Gitarja berbalik menghadap Idaline, hendak mengambil Raka dari gendongan ibu yang tak becus mengurus anaknya.
"Saya yang akan mengurus bayi saya, ibunda."
Gitarja tak tega memisahkan Rama dan Raka. Sebagai penebus dosa keluarga Ekadanta, Raka akan dia ambil.
Gitarja membiarkan Raka dalam gendongan Idaline. Dia memberikan gambaran pada publik bahwa Maharani adalah wanita yang sangat penyayang.
Sebenci apa pun dia karena Idaline enggan mengurus cucunya, Maharani tetaplah simbol Bhumi Maja yang tidak akan dapat diganti.
"Baiklah. Hati-hati," kata Gitarja memperingati.
Udelia membiarkan Maya dan Catra berjalan beriringan di sisinya. Batasnya adalah kamar. Dia tidak mungkin menyusui Raka di depan orang lain. Pada Hayan dan Djahan saja dia masih malu.
"Kalian kembali saja. Aku ingin menyusui Raka," cetus Udelia.
"Mana ada. Anda tidak mengeluarkan susu."
Maya memutar bola matanya jengah. Dia saja tidak pernah meminum asi Maharani. Beralasan asinya kering, padahal tak sayang padanya.
Setelah belasan tahun berlalu, tiba-tiba saja ingin menyusui bayi lain. Maya merasa jengah pada wanita yang satu darah dengannya.
"Kata-kata yang sangat bagus, Tuan Putri." Udelia gemas dengan mulut Maya yang tidak difilter. Ingin dia mencubit bibir tipis itu untuk memberinya pelajaran agar tidak berucap kasar dan kotor.
__ADS_1
"Benar kan Anda tidak bisa melakukannya?"
"Berhentilah di sini." Udelia merentangkan tangannya menghalangi jalan masuk.
"Kami diperintahkan Ibu Suri menemani Anda," kukuh Maya tidak mau menyingkir dari sisi Maharani.
"Baiklah, Maya ikut. Gagak tetaplah di sini."
Udelia merasa sangat malu saat ditatap serius oleh putrinya. Maya tercengang, asi Maharani benar-benar keluar. Miris.Dia, putri kandung Maharani, tidak disusui seperti Raka, bayi kecil yang tidak ada hubungannya dengan Maharani.
Apa Maharani menyukai anak laki-laki dan membenci anak perempuan?
Udelia meletakkan Raka ke dalam box lalu menegakkan tubuhnya memerah asi yang tersendat-sendat.
Udelia meminum jamu supaya raga Idaline dapat mengeluarkan asi. Tapi asi Idaline tidak sederas asi Udelia, dia mesti memerasnya agar keluar banyak.
"Kemarilah lihat dari dekat," ucap Udelia.
Maya melepaskan matanya dari gerak gerik Maharani. Tingkahnya tidak seperti biasanya. Maharani selalu berkata ketus padanya.
Maharani yang sekarang terlihat sangat berbeda. Bahkan dari tatapannya yang nampak teduh, seperti tatapan wanita yang selalu dia rindukan.
"Ibunda?!"
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
ꦧꦺꦂꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁ ꧉꧉꧉
© Al-Fa4 | TIKZ 2 [ Terlempar Ke Zaman Keemasan ]
TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA BAB INI
F B : leelunaaalfa4 (lee lunaa alfa4) || I G : alsetripfa4
... Untuk season 1 ada di profil author.
Judul: TIKZ [Berpindah ke Zaman Keemasan] oo SUDAH END
... Untuk season 2 sampai pada bab delapan puluh empat atau judulnya = MEREKA BERTARUNG DENGAN HEBAT
Judul: TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan] oo SUDAH END
... Akan dilanjut menjadi season 3 pada season 2 kali ini
__ADS_1
Judul: TIKZ 3 [Bertemu dengan Dirimu]