TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
BERKACA-KACA


__ADS_3

"sama siapa lo no? bukannya lo udah putus sama cewek lo sebelum kita berangkat ke Papua?" tanya Riko


"sama cewek yang udah gue kagumi dari dulu" jawab Tino sontak membuat pipi Titi memerah


"alah buaya perantauan mulai lagi ni, pasti inceran nya di sekitar sini. ngaku lo no, pasti di gerombolan cewek-cewek itu kan?" ucap Riko sambil menunjuk segerombolan cewek-cewek yang sedang menikmati makanannya


"temen lo ini udah tobat ko, masih aja dituduh. ntar kalau cewek gue nggak mau terima, lo harus tanggung jawab" ucap Tino


"udah lah ko, kalau Tino udah tobat kita dukung aja. syukur-syukur kalau dia bisa sampai nikah jadi korban dia nggak tambah banyak" ucap Aham sambil tertawa


"ya bener tu kata Aham, udah gue lamar sih tapi belum di terima. tenang bukan inceran lagi ini gue udah tobat ko, umur juga udah mulai tua" jawab Tino


"kayaknya cewek lo bener deh buat mikir-mikir dulu sebelum terima lamaran lo, soalnya lo kan mantan presiden buaya perantauan" ucap Riko


"enak aja lo presiden buaya" elak Tino


"haha perantauan lagi" sahut Cecil sambil tertawa


"he adik-adik kita setelah bergaul sama lo malah jadi banyak cewek, suka goda-goda in cewek lagi" ucap Aham yang membenarkan apa yang Riko katakan


"bener kata kak aham sih, soalnya si Om Adam yang biasa ikut bareng ke masjid itu aku pernah lihat dia beberapa kali jalan sama cewek ganti-ganti lagi, jadi itu hasil ajaran kak Tino?" tanya Cecil


"ya nggak lah cil, kalau di perantauan memang jiwa-jiwa buaya mulai muncul karena jauh sama pasangan. Tanya aja sama Aham, bedanya Aham dulu nggak ada pacar yang bener-bener terikat sama dia jadi bisa dibilang aman sih tapi tetep aja buaya" jawab Tino menjelaskan dan membuat rahasia Aham terbongkar


"wah ini, dibongkar ini" sahut Riko sambil tertawa


"jadi si mbak-mbak seragam putih itu salah satunya ya?" tanya Cecil kepada Aham


"enggak yang, itu kan dulu waktu awal-awal tugas di luar pulau" jawab Aham sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal


"oh jadi gitu" jawab Cecil singkat


"Lo sih no, udah lama juga" ucap Aham sembari menabok punggung Tino


"haha iya iya ham, itu dulu kok cil. semenjak balik sama lo, dia udah 100% tobat gue jamin" jawab Tino

__ADS_1


"awas aja kalau kambuh" ucap Cecil melotot ke arah Aham


"nggak sayang" jawab Aham mencium tangan Cecil


semua teman-temannya disana tertawa karena baru kali ini Aham ketahuan pernah menjadi buaya perantauan juga seperti teman-temannya...


"jadi siapa sih no cewek yang gantungin lo?" tanya Riko


"iya nih masak kabar baik nggak di kasih tau ke kita-kita" sahut cindi


"makanya doa in gue biar dia cepet kasih jawaban ke gue" jawab Tino


"kalau udah balik ke Jakarta, gue bakal umum in kok ke kalian. hari ini gue baru bicara sama orang tuanya lewat telepon, kan nggak sopan kalau gue cuma minta izin lewat telepon apalagi gue disini juga masih lama" sambung Tino sembari melirik Titi


Cecil sedari tadi hanya melihat ke arah Titi yang salah tingkah dan dengan wajahnya yang sudah memerah, sedangkan Bima diam-diam memperhatikan Titi yang sedari tadi menundukkan kepalanya


"ehem" dehem Titi membuyarkan lirikan Tino maupun pandangan Bima kepada Titi


"kenapa yang?" tanya Aham


"emm nggak papa, kayaknya aku tahu deh siapa pujaan hati kak Tino. kalau memang benar itu semoga disegerakan niat baiknya ya, kak Tino orang baik kok jadi pasti kedepannya bakalan mulus" ucap Cecil sambil tersenyum diam-diam ke arah Titi yang juga meliriknya


"ekhm, gue ke toilet dulu" pamit Bima


"oke" jawab Aham kepada Bima


"emm kak cindi" panggil Cecil


"ya kenapa cil?" tanya cindi


"nanti kak Bima bareng sama kakak aja ya, soalnya aku kayak alergi sama bau parfum kak Bima. jadi pengen mual rasanya" ucap Cecil berbohong


"oh iya cil gampang" jawab cindi


"kenapa kamu nggak bilang yang? tau gitu tadi aku minta Bima buat nggak pakai parfum" tanya Aham

__ADS_1


"kerasa nya baru sekarang kak" jawab Cecil


"udah tenang aja ham, ada gue juga lagian jalan ke asrama sama ke rumah gue kan se arah" jawab cindi


"oke makasih ya cin, tapi biar gue aja yang bilang ke Bima nya sendiri", jawab Aham


lama menunggu Bima selesai dengan urusan kamar mandinya, mereka yang masih duduk di sana hanya diam saja tidak ada yang memulai pembicaraan. Cecil tengah fokus dengan pikirannya, Tino dan Titi tengah saling berkirim pesan sedangkan yang lain sibuk memainkan handphone nya ..


karena hidangan penutup sudah datang, mereka melanjutkan makannya...


"sayang, kenapa kamu bengong aja? pengen makan apa lagi?" tanya Aham memegang pundak Cecil


"nggak papa kok. emm makan apa ya, nanti aja deh sekalian jalan pulang siapa tau ada yang aku pingin" jawab Cecil kemudian melanjutkan makannya yang masih tersisa sedikit


setelah semua selesai makan, Bima yang tadi berpamitan ke toilet tak kunjung kembali juga. alhasil Riko memilih untuk menyusulnya ke toilet takut terjadi apa-apa dengan Bima karena ponselnya tidak aktif...


"coba gue susulin dulu ya si Bima" pamit Riko kepada teman-temannya


"oke, kalau udah ketemu kabarin aja sekalian kita tunggu di mobil ya" jawab Aham


"oke ham" jawab Riko


mereka semua berjalan keluar restoran menuju ke parkiran mobil, setelah sampai di mobil Cecil yang sebenarnya ingin segera menanyakan hal itu kepada Titi harus bersabar terlebih dahulu karena masih ada cindi disana...


"kak Bima kemana sih, apa sakit perut ya dia" gumam Cecil


"mungkin gitu cil, soalnya aku lihat dari tadi dia cuma makan sedikit" jawab cindi


"haduh itu anak udah besar juga, kalau nggak dilaporin ke mami pasti nggak akan mau makan teratur" ucap Cecil


Aham hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah Cecil karena mengkhawatirkan Bima, karena dari dulu Cecil bagaikan cctv yang selalu mengawasi gerak-gerik Bima kemanapun Bima pergi. jika Bima melakukan kesalahan atau melanggar larangan maminya, Cecil akan melaporkan hal itu...


disisi lain Riko yang sedang mencari Bima ke dalam toilet terkejut karena melihat Bima sedang berdiri di depan wastafel dengan mata berkaca-kaca...


"ya ampun bro, di tungguin dari tadi juga masih disini. Lo ngapain?" tanya Riko

__ADS_1


"Lo ngapain kesini?" tanya Bima


"lah lo ke kamar mandi lama banget, mata lo kenapa? ada apa gerangan sih kawan?" tanya Riko


__ADS_2