TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
GARA-GARA BAJU 2


__ADS_3

"udah di maafin kan?" tanya Cecil


"udah tadi, tapi kamu masih ngambek gitu" jawab Aham


"siapa bilang aku ngambek" ucap Cecil


"kalau nggak ngambek, pindah duduk di depan yaa sayang" pinta Aham


"aku udah enak duduk disini" jawab Cecil


percakapan mereka terjeda karena Bima sudah kembali ke mobil dengan membawa pesanan yang diminta oleh Cecil...


"nih dek, pesenan lo" ucap Bima memberikan rujak dan es buah milik Cecil


"makasih kak, kok kakak beli banyak banget itu?" tanya Cecil


"ini buat sama anak-anak nanti di asrama" ucap Aham sambil menunjukkan 3 kantong plastik yang berisi es dan makanan


"masak gue beli ni rujak, dikira beliin istri gue ngidam" ucap Bima tiba-tiba


"terus?" tanya Aham


"ya gue jawab kalau gue belum nikah, eh si mamang nya malah ketawa. katanya masak udah tua belum nikah mas" jawab Bima


"ya gue tunjuk in KTP dong, gue bilang nih mas saya masih muda" sambungnya


"trus orang nya jawab gimana?" tanya Aham


"kok mukanya boros ya mas, dia bilang gitu sad" jawab Bima


"emang sekarang kakak kelihatan kayak tua banget sih" sahut Cecil yang sedari tadi diam memainkan ponselnya di bangku belakang


"masak sih dek?" tanya Bima


"mungkin karena muka kakak yang kusut kali" jawab Cecil


"tenang, aku punya beberapa masker yang bagus buat muka-muka kayak kakak" sambung Cecil


"oke lah, gue nurut sama lo dek. tolong rombak muka gue seperti semula" ucap Bima sembari menangkup kedua tangannya


tak terasa mereka sudah sampai di asrama, Bima terlebih dahulu melaporkan kedatangannya kepada komandan barulah dia menyusul ke tempat Aham dan Cecil...


"gue lapor komandan dulu ya" ucap Bima


"nanti kalau udah selesai langsung ke tempat gue Bim, anak-anak udah nunggu disana" ucap Aham


"siap bos" jawab Bima kemudian dia bergegas turun dari mobil


kemudian disusul oleh Cecil dan Aham turun dari mobil, Aham membawa beberapa paper bag tadi dan juga jajanan yang dibeli oleh Bima tadi...


"jajannya biar aku yang bawa" pinta Cecil


"nggak yang, nanti kamu kecapekan" ucap Aham


seperti biasa mereka berjalan kaki menuju tempat tinggalnya, sehingga tak jarang mereka bertemu dengan orang-orang yang tinggalnya dekat dengan tempat parkir...


"eh pak Abraham sama ibu dari mana?" sapa salah satu ibu yang menjadi tetangga mereka disana


"ini Bu Herman, saya sama suami habis jemput kak Bima di bandara" jawab Cecil


"Oalah mas Bima nya sudah kembali ya?" tanya b u Herman

__ADS_1


"sudah Bu, masih melapor ke komandan" jawab Cecil


"saya permisi dulu ya Bu" pamit Cecil, dia kasihan melihat Aham yang menenteng begitu banyak barang


"iya silahkan Bu" jawab Bu Herman


"jadi iri deh lihat Pak Abraham sama istrinya" gumam Bu Herman


disisi lain Cecil dan Aham masih bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh Bu Herman, namun mereka diam saja. Memang sudah banyak sekali ibu-ibu yang selalu membicarakan keromantisan mereka berdua, alhasil hal itu tidak membuat mereka kaget lagi...


setelah sampai di depan asrama, mereka mengetuk pintu terlebih dahulu karena di dalam ada Titi yang sedari tadi menunggu mereka...


tok....


tok....


tok....


"sebentar" sahut Titi dari dalam


ceklek....


suara pintu terbuka


Aham berlalu masuk terlebih dahulu untuk menaruh barang-barang yang dia bawa tadi...


"ya elah cil, ini kan rumah lo ngapain pake ketuk pintu segala" ucap Titi


"ya kan di dalam ada lo ti, meskipun ini tempat tinggal gue kan gue juga harus permisi dulu sebelum masuk" kata Cecil


"iya iya" ucap Titi mengangguk-angguk


"kok muka lo di tekuk gitu cil? kenapa?" tanya Titi penasaran karena tidak biasanya muka Cecil terlihat masam seperti itu


"buaya?" tanya Titi kembali


"iya buaya pake baju abu-abu" ucap Cecil sengaja menyindir Aham yang baru saja keluar dari dalam kamar


Titi yang mendengar jawaban Cecil masih bertanya-tanya, siapakah yang dimaksud oleh Cecil. Sedangkan Aham yang disindir langsung menghampiri Cecil dengan raut wajah bersalahnya...


"yang, kan aku udah minta maaf" ucap Aham kepada Cecil sembari menciumi tangan Cecil


"janji nggak akan ke ulang deh yang, jangan marah dong" sambung Aham sembari mengelus kepala Cecil


"udah di maafin" jawab Cecil dengan nada ketusnya


"tapi jangan cuekin aku dong yang" pinta Aham


"enggak" jawab Cecil singkat


"ini masih cuek" ucap Aham


"b aja" sahut Cecil


"yaudah iya iya, kamu nggak cuek" kata Aham memilih mengalah


disisi lain, Titi yang duduk di depan mereka bingung mendengar apa yang sebenarnya di debat kan oleh Cecil dan Aham. Karena yang dia tahu, kakak kelasnya itu bukan lah tipe orang yang suka tebar pesona malah lebih terkesan cuek ke semua orang...


"sebentar deh, kalian berdua ini debat masalah apa sih? kok tebar pesona" tanya Titi yang memberanikan diri karena jiwa kepo nya sudah tinggi


"kak Aham ke mall pake baju ada tulisan unsur-unsur abdi negara nya" jawab Cecil

__ADS_1


"terus?" tanya Titi


"dia nggak pake baju gitu aja udah jadi pusat perhatian banyak orang, apalagi kalau pake. banyak banget yang deketin" jawab Cecil sembari melirik Aham


"haduh berat ini mah" ucap Titi


tiba-tiba terlintas ide di kepala Cecil


"aku pinjem handphone kakak" ucap Cecil kepada Aham


"kok kakak sih!" protes Aham karena tidak mau di panggil kakak oleh Cecil


"ulangi" sambungnya


"aku pinjam handphone kamu yang" ucap Cecil malas-malas an


akhirnya Aham memberikan handphone nya kepada Cecil


tujuan Cecil ialah membuka aplikasi belanja online yang terdapat di handphone Aham


"baju kamu ukuran XL kan?" tanya Cecil memastikan


"iya, kenapa yang?" tanya Aham


"aku beli baju" jawab Cecil


setelah memilih kira-kira 30 baju untuk Aham dan dirinya, Cecil melihat ke arah Aham yang sedari tadi memperhatikan tingkahnya


"kamu jadwal jaga hari apa yang?" tanya Cecil


"sekarang Sabtu kan, aku jadwal Selasa depan" jawab Aham


"oh okey" jawab Cecil


"kenapa?" tanya Aham


"barangnya perkiraan sampai Selasa depan, jadi sekalian kamu yang bawa kesini" ucap Cecil


"ini bayar pake uangmu" sambungnya sembari menyerahkan handphone kepada Aham


setelah melihat nominal tagihan, Aham melihat ke arah Cecil yang juga memperhatikan dirinya


"yang, ini kamu beli apa aja?" tanya Aham


"baju" jawab Cecil singkat


"merek apa yang?" tanya Aham lagi


"bukan merek luar" jawab Cecil


namun setelah melihat jumlah baju, barulah Aham tahu kenapa tagihannya sebanyak itu


"30 baju?" tanya Aham


"iya" jawab Cecil


"buat apa sebanyak itu?" tanya Aham


"biar kamu kalau keluar nggak pake baju itu lagi!" ucap Cecil ketus


akhirnya Aham membayar tagihan tersebut, sebenarnya dia tidak melarang istrinya berbelanja namun jika belanja itu untuk dirinya sendiri. berbeda jika Cecil belanja untuk Aham, bagi Aham satu saja cukup...

__ADS_1


namun Aham tidak mengerti bagaimana perasaan Cecil jika dia keluar asrama menggunakan baju berbau abdi negara dan memancing mbak-mbak cantik untuk memandangi suaminya itu...


__ADS_2