TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

"ya nggak gitu juga ti, masak udah nikah masih cuek-cuek an. kalau kayak gitu bisa-bisa disuruh tinggal bareng sama mama mertua, tiap hari dikasih wejangan-wejangan biar nggak cuek-cuek an" jawab Cecil


memang benar jika mama Aham lah yang paling sering memberikan wejangan kepada anak dan menantunya agar mereka tidak mengalami pertengkaran atau selisih paham dalam rumah tangga...


"semoga mama kak Tino bisa sayang sama gue kayak mama kak Aham sayang sama lo ya cil" ucap Titi


"pastinya begitu ti, mama kak Tino itu baik banget ke semua orang apalagi menantunya" jawab Cecil


"oh ya, lo tadi bilang ke kak Tino kalau gue ngajak lo keluar?" tanya Cecil karena dia sempat mendengar Titi berbicara seperti itu


"hehe maaf ya, gue masih malu kalau ketemu kak Tino jadi gue alasan aja kalau lo ajak keluar" jawab Titi tersenyum


"yaudah sekalian nanti keluar aja, sekarang selesaikan laporan dulu biar ada progres" ucap Cecil


"siap bos"


mereka berdua mengerjakan laporan sembari berbincang, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. mereka berdua bersiap merapikan meja dan bergegas keluar dari ruangan...


"eh cil lo mau ajak gue kemana?" tanya Titi


"gue pengen bakso ti" jawab Cecil


"terus kita mau cari bakso dimana?" tanya Titi karena bingung akan melangkahkan kaki nya kemana


"gue pernah lihat di persimpangan depan itu ada jual bakso, ayo coba kesana yuk" ajak Cecil


"Lo yakin cil? bisa-bisa dimarahin kak Aham kalau lo jajan sembarangan" ucap Titi


"udah aman kok, kak Bima pernah beli in disana dan rasanya juga enak kok" jawab Cecil


"Cil kalau sampai kak Aham tau, gue juga bisa kena omelan maut nya lo" ucap Titi yang takut


"udah, kak Aham nanti aku yang urus" jawab Cecil


"mau ngurusin apa sayang?" suara itu mengagetkan Cecil dan Titi yang tengah fokus karena akan menyeberang


"ti, lo denger suara nggak sih?" tanya Cecil karena tadi ia samar-samar mendengar nya


"suara apa cil?" tanya Titi


"tadi ada yang bilang" jawab Cecil kemudian mempraktekkan ulang suara yang ia dengar

__ADS_1


"mau ngurusin apa sayang?" Cecil dan Aham berbicara bersamaan menirukan kalimat Aham tadi


sontak Cecil menengok ke arah belakang, tampak Aham berdiri di belakangnya dengan tangan yang di lipat. disampingnya berdiri Tino yang tengah memperhatikan Titi, Titi yang di perhatikan hanya bisa menunduk karena takut kebohongannya terbongkar...


"mas?" ucap Cecil yang bingung kenapa Aham bisa kesini


"kenapa kamu disini sayang?" tanya Aham


"mas kenapa disini?" tanya Cecil balik


"coba kamu lihat bangunan di belakang kamu ini apa" ucap Aham sembari menunjuk tulisan yang ada di pagar


"Koramil" jawab Cecil


"kenapa mas disini?" tanya Cecil lagi


"selesai tugas tadi mas mampir kesini karena ada urusan, ini tadi mas mau balik ke asrama. eh pas jalan ke parkiran mas kayak kenal siapa yang berdiri di pinggir jalan, ternyata istri mas sendiri" ucap Aham menjelaskan


"kamu mau kemana sayang?" tanya Aham


"mau beli bakso itu mas, baby pengen makan bakso" jawab Cecil ber alasan, karena jika apa yang di inginkan Cecil berhubungan dengan anak yang ada di dalam kandungannya maka Aham akan meng iya kan


"kenapa nggak bilang mas? kan kamu nggak boleh jalan sendiri" tanya Aham


"yaudah sekarang makan sama mas juga ya" ucap Aham


"tapi mas.."


"tapi kenapa? masak baby nggak mau makan bareng papa nya? udah lama kan nggak papa suapi" ucap Aham membuat Cecil bingung karena Titi tidak ingin berhadapan dengan Tino terlebih dahulu


"no, kamu sama Titi ikut nggak?" tanya Aham


"ikut Ndan" jawab Tino kemudian melirik Titi sekilas


sebenarnya Tino ingin mengajak Titi jalan berdua agar Titi tidak merasa bersalah lagi dengan nya, namun Tino tidak ingin memaksa Titi..


jika ia egois maka ia akan mengajak Titi untuk pergi ke tempat yang sedikit jauh dari Aham dan Cecil untuk berbicara dengan Titi berdua saja, namun ia paham jika Titi pastinya sangat lapar sekarang mengingat Titi sudah mengajar dari pagi...


"yaudah ayo" ucap Aham sembari menggandeng tangan Cecil dan bersiap untuk menyeberang


Cecil hanya diam saja mengikuti langkah suami nya pergi, ia sebenarnya ingin menolak ajakan untuk makan bersama namun apalah daya Cecil yang tidak pernah bisa menolak keinginan Aham. berdua bersama Aham saja sudah membuat dirinya bahagia

__ADS_1


"pak bakso nya 4 ya" ucap Aham kepada sang penjual


"iya pak" jawab sang penjual


Aham dan Cecil duduk bersebelahan begitu juga dengan Titi dan Tino, sesekali Cecil melihat ke arah Titi yang duduk di depannya. Titi hanya diam saja karena masih canggung dengan kejadian tadi pagi, sedangkan Aham dan Tino tengah membahas sebuah pekerjaan...


"masak udah di luar kayak gini masih ngomongin kerjaan mas?" tanya Cecil


"maaf sayang, ini cuma koreksi aja kok" jawab Aham sembari mengelus lembut rambut Cecil


"nah udah selesai" sambungnya sembari melihat ke arah Cecil dengan tersenyum


"begitu dong, kalau lagi di luar jangan cek tugas apalagi di tempat makan" ucap Cecil


"iya iya sayang" jawab Aham sembari meraih tangan Cecil untuk ia genggam


tak lama bakso yang mereka pesan pun sampai, namun genggaman tangan Aham tak kunjung dilepas nya...


"mas, tangan ku" ucap Cecil


"kenapa tangannya sayang?" tanya Aham


"lepasin, nanti kamu nggak bisa makan kalau genggam tanganku terus" ucap Cecil


bukannya melepaskan, Aham malah menggenggam tangan kiri Cecil dengan tangan kirinya


"udah" jawab Aham sembari tersenyum


Cecil hanya diam saja, mengingat Aham memang seperti itu dengannya. Saat makan di rumah saja mereka selalu sepiring berdua dan Aham selalu mengenggam tangannya, seperti Aham tidak mengijinkan Cecil beranjak dari sisi nya sedikitpun...


berbeda dengan pasangan yang ada di depan mereka, Titi dan Tino baru memulai percakapan saat mereka bersama-sama mengambil kecap yang ada di meja...


"maaf" ucap Titi dan Tino bersamaan


"kamu dulu" ucap Tino


"kakak dulu aja" jawab Titi


akhirnya Titi mengambil terlebih dahulu kecap yang ada didepannya. namun kejadian itu terulang lagi saat Titi akan mengambil sambal, disaat bersamaan pula Tino juga akan mengambil sambal...


Cecil dan Aham yang memperhatikan pun merasa heran, kenapa mereka dari tadi menjadi canggung kembali seperti sebelumnya. bahkan jika dibilang seperti sebelumnya tidak juga, karena Titi dan Tino dari dulu seperti tikus dan kucing yang tidak mau mengalah satu sama lain...

__ADS_1


"kalian ini dari tadi barengan terus ambilnya" ucap Aham sembari tertawa


__ADS_2