TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
LAGI-LAGI


__ADS_3

"bantuin ham" ucap nana merengek , namun belum sempat aham membantu nya tiba-tiba


"aduh" ucap cecil sambil memegang kepalanya


pandangan aham langsung tertuju pada cecil yang berdiri dipegang i oleh bi inah, sebelumnya bi inah sudah diberi tahu oleh cecil tentang siapa itu nana jadi saat cecil ber akting, bi inah menjadi pemeran pendukungnya...


Aham langsung berjalan ke arah cecil


"Kenapa? Ada yang sakit lagi? bagian mana?" tanya aham detail sampai-sampai cecil bingung menjawabnya


"Perutku, Ayo cepat pulang saja" jawab cecil


"Pemandangan disini membuat perutku sakit" sambungnya menatap sinis ke arah Nana


"Sini den, biar saya bawa barangnya" ucap bi inah


"bibi bawa paper bag nya saja, saya bantu Cecil jalan" ucap aham kepada bi inah


"Ham, tolongin aku. Aku nggak bisa berdiri" ucap Nana manja


"Mas.... Mas.... Saya minta tolong bantuin mbak itu berdiri ya, calon suami saya nggak bisa bantuin soalnya" ucap Cecil dengan nada lemasnya karena dia sekarang masih ber akting, dia meminta seseorang yang entah siapa dia tak kenal untuk membantu nana yang tak kunjung bangun dari tempatnya jatuh


"Maaf ya na, kami duluan" ucap aham kepada Nana yang masih duduk di lantai


Aham dan cecil melanjutkan langkahnya dengan aham yang membantunya berjalan, tangan aham merangkul pundak cecil sementara tangan cecil berpegangan pada pinggang aham. Disitu cecil menunjukkan senyum kemenangan ke arah nana sambil menjulurkan lidah...


Mas-mas yang dimintai tolong oleh Cecil akhirnya mau membantu Nana untuk berdiri...


"Mari mbak saya bantu" Ucap mas-mas itu


"Saya bisa sendiri!" Jawab Nana kemudian berdiri dan meninggalkan mas-mas tersebut


Nana yang melihat hal itu merasa jengkel sendiri dibuatnya, dia berniat mencari perhatian aham eh malah di acuhkan. Apalagi melihat cecil dan aham yang bermesraan tadi membuat nana semakin panas...


"Awas aja, aku nggak akan nyerah" gumam nana sembari berjalan pergi ke arah ruangannya


Disisi lain, Aham dan Cecil baru sampai di parkiran. Mereka masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumah Cecil...


Di perjalanan Aham terus-menerus menanyakan bagaimana keadaan Cecil, apakah Cecil ingin kembali ke rumah sakit lagi untuk mengeceknya, dan lain sebagainya yang membuat Cecil merasa senang karena Aham begitu mengkhawatirkan nya...


Sesampainya di rumah Cecil, Aham ikut turun untuk membantu Cecil dan membawakan barang-barang nya. Rumah itu masih tampak sepi karena mama dan papanya belum pulang, sedangkan di rumah sebelah terlihat ada beberapa orang yang sedang mempersiapkan seserahan di sana karena nanti sore acara pertunangan Bima...


Setelah masuk ke dalam rumah Aham membantu Cecil untuk naik ke lantai 2 tempat kamar Cecil berada...


"Kamu butuh sesuatu?" tanya Aham


"Enggak" Jawab Cecil


"Yasudah, aku mau ambil baju yang sudah di pesan mama untuk kita berdua dulu" ucap Aham berpamitan ke Cecil

__ADS_1


Di situ Cecil hanya mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Aham, rasanya dia sangat lelah sekali beberapa hari ini. Cecil memutuskan untuk istirahat sejenak...


................


Di rumah keluarga Bima


Semua persiapan sudah dilakukan, karena acara akan dilangsungkan di rumah Rindi maka keluarga Bima hanya menyiapkan seserahan yang akan dibawa ke rumah Rindi...


"Kamu sudah yakin Bim?" tanya papanya kepada Bima


"Insyaallah pa" jawab Bima


"Pertunangan bukan main-main Bim. kalau kamu hanya berniat melindungi hubungan Aham dan Cecil, lebih baik kamu urungkan saja ini" ucap papanya yang tak lain om Cecil


" Tidak pa, aku sudah mencintainya sedari dulu dan baru kali ini dia menerimaku. Memilikinya adalah tujuan awal ku, dan melindungi hubungan Cecil dan Aham darinya juga tujuan kedua ku" Ucap Bima mantap


"Baiklah kalau begitu, semoga semuanya diberikan kelancaran" Jawab papa Bima


"Aamiin"


"Ini udah jam 5 Bim, siap-siap sana. Nanti telat lagi" ucap papanya


"Iya pa, ini Bima tinggal ganti baju kok" jawab Bima kemudain berlalu ke dalam kamar untuk mengganti baju nya


................


di rumah Cecil...


"Yah kesorean" ucap Cecil sambil menepuk jidatnya


"Sebentar lagi kan acaranya kak Bima, aku belum apa-apa lagi" sambung cecil, dia bangun dari tidurnya kemudian melangkah kaki menuju kamar mandi


"Sudah bangun?" tanya Aham yang baru saja membuka pintu


"Su.. sudah" jawab cecil terbata-bata, dia melihat betapa tampannya aham saat ini sampai tidak berkedip


"Yaudah mandi dulu sana, itu baju nya ada di gantungan. Cepat turun, kamu tadi belum makan siang" ucap aham kemudian melangkah keluar kamar


Cecil hanya mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai sesuai instruksi dari Aham, dia turun menuju meja makan untuk makan siang nya yang tertunda tadi. Tampak disana sudah ada Mama, Papa, Aham dan juga Calon mertuanya yang tak lain adalah Mama, Papa Aham...


"Selamat sore semuanya" ucap Cecil berjalan mendekat ke arah mereka


"Sore sayang" jawab mama nada


"iih papa, mama kangen" ucap Cecil seraya mencium pipi kedua orangtuanya


"kamu ini, ada Aham juga masih aja manja" ucap mama nada kepada anak semata wayangnya itu


"mama, papa" ucap cecil bersalaman dengan kedua calon mertuanya

__ADS_1


"iyaa cil, bagaimana keadaanmu?" tanya papa tama


"Alhamdulillah sudah membaik pa" jawab cecil


"Kamu cantik sekali nak" ucap Mama Isma


"Mama juga cantik" jawab Cecil


"Ayo makan sini, nanti kita ketinggalan rombongan lagi" ucap papa dana



Cecillia memang terlihat sangat cantik menggunakan pakaian bernuansa hitam, sedangkan Aham juga sama dengan Cecil menggunakan pakaian berwarna hitam...



Kadar ketampanan Aham seperti bertambah saat dia menggunakan baju berwarna hitam, dia sengaja tidak menggunakan jas agar terkesan santai...


Selesai makan bersama, mereka semua berjalan menuju rumah Bima. Di sana tampak om Andre dan Tante Dila yang tak lain adalah orang tua Bima sedang duduk menunggu kedatangan mereka...


"Eh udah datang, Bima turun nak. ayo berangkat" ucap Tante Dila kepada Bima yang sedang bersiap di kamarnya


"iya ma, sabar" Bima turun menuju ruang tamu


"bagaimana semuanya sudah siap?" tanya mama nada kepada Tante Dila


"udah mbak, udah di tata di mobil" jawab Tante Dila


"maaf ya kami nggak bisa bantuin"


"nggak papa mbak, kami tahu kalau kalian sedang berada di luar kota dan baru sampai kok" jawab om Andre


"yaudah yuk berangkat" ajak Bima


......................


......................



oh yaa satu lagi. jangan lupa baca juga karya satu ini ❤️❤️❤️


......................


......................


......................


......................

__ADS_1


......................


jangan lupa vote, like dan komen yaa 🥰🥰🥰


__ADS_2