TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PENGAJUAN


__ADS_3

Aham berlalu masuk ke dalam kamarnya, sedangkan semua orang di sana mulai membubarkan diri dan melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda karena mencari Aham…


“tidur sebentar kayak nya masih bisa ini” ucap Aham yang sudah berbaring di atas tempat tidurnya , sebelumnya dia sudah mengatur alarm di handphone nya tepat pukul 6.30 pagi agar dia tidak telat nantinya


Tidur nya kali ini terasa singkat bagi Aham karena hanya 1 jam setengah, setelah alarm nya berbunyi dia harus bergegas bangun dari tidurnya…


Aham memakai baju yang sebelumnya sudah disiapkan oleh orang tua nya, kali ini Aham tampak sangat teliti dalam menyiapkan segala sesuatu nya. Dalam hal menata rambutnya sampai menata ke rapi an baju dan segala sesuatu yang menempel di baju nya. Dia ingin terlihat sempurna saat ini…


setelah selesai dengan persiapan nya sendiri dia bergegas menuju ruang makan di mana keluarganya sedang menunggu dirinya untuk makan. Namun saat sampai disana, seseorang yang akan menjadi pendampingnya nanti belum juga menampak kan batang hidungnya…


Aham terdiam di tempat dan celingukan karena mencari keberadaan cecil, sedangkan semua keluarganya sudah ada di sana…


“cecil masih siap-siap ham, udah duduk sini” ucap papa tama yang membuyarkan tatapan aham ke arah pintu kamar cecil


Aham yang malu karena ketahuan oleh papa nya pun akhirnya memilih untuk duduk dan menunggu cecil di sana…


“anak mama cakep banget sih hari ini” puji mama isma kepada aham


“ya harus dong ma, kan pasangan sama princess masak nggak dandan cakep” goda papa tama yang membuat wajah aham memerah karena malu


“apaan sih pa” elak aham sambil menunduk kan kepalanya


“sini sayang duduk” ucap mama nada memanggil cecil yang sebenarnya sudah berdiri di arah belakang aham namun aham tidak tahu


“i… iya ma” jawab Cecil gugup, Cecil memilih untuk duduk di samping mama nya


Dia merasa gugup karena memakai seragam persit saat ini, ditambah Aham yang terus-terusan melihat ke arah nya dengan tatapan yang sulit di artikan…


“ekhem” deheman dari papa dana membuyarkan pandangan aham dari cecil


“cecil emang cantik ham, tapi jangan dilihatin terus. Nggak kemana-mana kok dia” goda papa dana yang membuatnya sangat malu, bahkan papa mertuanya itu mulai sering menggoda dirinya


“yah papa jangan gitu dong, aham nya jadi malu itu” ucap mama nada sambil tersenyum


“biarin aja jeng, smakin kita goda in malah smakin bagus bagi hubungan mereka. Biar nggak ada canggung-canggung lagi, masak di depan teman-temannya aja berani malah di depan keluarga nya kayak sembunyi-sembunyi gini”ucap mama isma yang membuat aham maupun cecil mengangkat kepalanya dan melihat satu sama lain


“udah kalian nggak usah pura-pura nggak tau, kita semua disini udah tau gimana kalian saat di papua” ucap papa dana yang di setujui oleh mama isma, mama nada dan papa tama

__ADS_1


“udah yuk makan, ini udah jam 7 kurang” ucap mama isma


Mereka memulai acara makannya dengan kecanggungan di antara aham maupun cecil, namun sesekali mereka saling melirik satu sama lain yang sebenarnya di perhatikan oleh orang tua mereka…


Selesai makan mereka langsung berpamitan menuju kantor dimana mereka akan melakukan pengajuan nantinya..


“kami berangkat dulu ma, pa” pamit aham kepada kedua orang tuanya juga calon mertuanya


“hati-hati ya, semoga semuanya lancar” jawab mama nada


“kalian pulang harus bawa berita bagus ya” ucap mama isma


Selesai bersalaman dengan orang tuanya, mereka bergegas masuk ke dalam mobil yang kali ini di sopir i oleh pak toto sesuai kemauan oleh mama aham…


Di dalam mobil mereka lebih dominan membahas tentang persiapan apa saja yang harus dilakukan dan mengecek berkas-berkasnya…


Sesampainya di parkiran , pak toto diminta untuk menunggu sesuai perintah mama isma. Mereka segera turun dari dalam mobil


“kami masuk dulu ya pak” pamit cecil kepada pak toto


“iya non, silahkan” jawab pak toto sambil tersenyum


“non cecil udah cantik, baik, pintar, sabar pula ngadepin sikap tuan muda yang sering uring-uringan. Semoga aja apa yang mereka perjuang kan bisa tercapai dan berjalan lancar, adem lihat nya kalau mereka bersatu lagi” gumam pak toto


Pak toto memilih untuk menunggu di dalam mobil sembari sarapan, karena sebelumnya mama aham dan mama cecil sudah sengaja menyiapkan banyak makanan untuk pak toto agar tidak kelaparan nantinya…


Disisi lain aham dan cecil yang sudah masuk ke dalam merasa gugup, di kanan dan kiri mereka sudah ada beberapa pasang TNI dan kekasihnya yang sama seperti mereka yang akan melakukan pengajuan…


Semua orang disana mengenal dengan baik siapa itu aham, jadi sedari tadi aham lebih dominan menjawab pertanyaan mereka dibandingkan mengajak bicara cecil. Hal itu tentunya membuat cecil merasa kesal, apalagi melihat orang yang keluar dari ruangan tes sembari menangis maupun raut wajahnya berubah lsu membuat cecil berfikiran kemana-mana…


“kenapa” tanya aham yang melihat tangan cecil yang sedari tadi gemetar memegang tas nya


“nggak… nggak kenapa-kenapa kok” jawab cecil dengan suara gemetar


“jangan gugup ya, kamu kan sudah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari. Aku yakin kamu pasti bisa kok” ucap aham kepada cecil dengan penuh ketulusan yang dapat dilihat dari matanya


Tiba-tiba tangan aham memegang tangan cecil

__ADS_1


“kamu cantik” ucapan aham sukses membuat pipi cecil memerah


“makasih” jawab cecil malu-malu


“udah, kamu kan udah menguasai semuanya jadi tenang aja pasti lolos kok” ucap aham menyemangati cecil


“ iya kak” jawab cecil


“kamu manggil aku apa?” tanya aham kepada cecil sembari mengernyitkan dahinya


Cecil yang baru ingat akan perjanjian mereka langsung menutup mulutnya karena salah bicara..


“maaf aku lupa” jawab cecil dengan ekspresi memohon ke arah aham agar tidak diberikan hukuman


“no problem, kan kamu juga udah lama nggak olah raga ya. Jadi bisalah besok kita olahraga sekalian hukuman buat kamu” ucap aham yang membuat dirinya melongo, bisa-bisanya aham membahas hukuman saat seperti ini


“baru juga sehari nggak olah raga udah dibilang lama” batin cecil


“olahraga itu harus di lakukan setiap hari sayang, kan ada positifnya juga olahraga itu” ucap aham lagi-lagi membuat cecil tak habis pikir karena dia bisa membaca pikiran cecil


Cecil akhirnya memilih untuk diam dan mendengarkan aham yang sedang memberi arahan kepadanya


“Ny Cecillia Abraham” ucap seseorang memanggil dirinya untuk masuk


“masuk gih, ingat jangan gugup. Kamu itu pasti bisa” ucap aham memberikan semangat kepada cecil


Akhirnya cecil masuk ke dalam ruangan tersebut, aham menunggunya beberapa saat karena memang banyak sekali pertanyaan demi pertanyaan yang harus di jawab oleh cecil saat ini. Aham tak henti-hentinya berdoa untuk kelancaran tes cecil kali ini…


Tiba lah saat cecil keluar dari ruangan tersebut dengan penuh senyuman, membuat aham langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri cecil yang baru saja keluar…


“gimana sayang?” tanya aham


Cecil hanya menjawab dengan isyarat jari yang mengartikan ‘beres’


Di hari pertama mereka berjalan dengan lancar, menyisakan beberapa hari yang akan dilalui unnutuk tes dari cecil maupun aham sendiri…


Hari demi hari mereka lakukan dengan lancar, hari ini tibalah saat tes terakhir juga pengumuman mereka lolos atau tidakny. Hari yang paling dinanti sekaligus paling mendebarkan bagi mereka…

__ADS_1


Kali ini mereka tidak hanya berangkat berdua, namun ke empat orang tuanya juga ikut serta namun menunggu di sekitaran taman…


__ADS_2