TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PROPORSIONAL


__ADS_3

"salah paham bagaimana kak?" tanya Silvi


"wanita yang ada di samping saya ini bukan adik saya, melainkan istri saya" jawab Aham


"namanya Cecillia Abraham, saya mendengar cerita dari istri saya bahwa kamu mengira kami ini adek kakak. karena saya memanggil dia yang, kamu mengira namanya Mayang" sambungnya


"sebenarnya saya sudah lama ingin bilang begitu ke adek, tapi adek selalu menyela saat saya berbicara. Saya dan mas Aham sudah lama bersama, kami menikah beberapa bulan lalu dan kini saya sedang mengandung anak mas Aham" ucap Cecil sembari mengelus perutnya yang kelihatan sedikit buncit


Silvi dan Ani melihat ke arah perut Cecil, sebelum nya Silvi tidak pernah menyadari jika perut Cecil terlihat buncit karena mereka berdua bertemu hanya saat shalat di masjid alhasil perut Cecil tertutup mukena yang ia gunakan...


"Saya bersyukur adek datang kemari, karena sejak istri saya menceritakan soal adek dari situ saya ingin menjelaskan semuanya. Sebenarnya saya juga sudah memakai cincin tapi mungkin kita hanya pernah bertemu sekilas jadi adek tidak memperhatikannya" ucap Aham sembari memperlihatkan cincin pernikahan nya


"Om sebelumnya mohon maaf kalau kita lancang, karena kita tidak tahu kalau Om sudah menikah" ucap Ani


"tidak apa-apa, sebenarnya seluruh anggota di sini sudah mengetahui pernikahan kami termasuk Kopda bayu" jawab Aham


"emm Om, Ayah tidak tahu kalau kami kemari. Ayah juga tidak tahu kalau Silvi sering datang kemari untuk melihat Om Aham, tolong jangan adukan hal ini kepada ayah" pinta Ani karena ia takut akan dimarahi oleh sang ayah


"saya tidak akan melaporkan ini kepada Kopda bayu, tapi tolong kedepannya jangan mengulangi hal yang sama lagi. Meskipun kami disini tidak bersama pasangan kami, tapi belum tentu kami tidak memiliki pasangan. Satu hal lagi yang perlu saya luruskan, dalam pasukan saya tidak ada seorang pun yang tidak memiliki pasangan karena saya sendiri yang sudah menyurvei secara langsung" jawab Aham


"terimakasih Om, sekali lagi maafkan kami om" ucap Ani


sedangkan Silvi hanya diam saja tanpa berbicara sepatah katapun karena ucapan Aham, yang pasti dia merasa sangat malu karena sudah salah paham mengenai hubungan Cecil dan Aham. apalagi dia sudah terlanjur menyatakan perasaan nya kepada Aham tadi...


"tenang saya Vi, kami akan merahasiakan apa yang kamu katakan tadi" ucap Cecil yang sepertinya memahami apa yang di rasakan Silvi


"emm ma maaf kak, eh Bu" jawab Silvi


"jangan tegang seperti itu, saya nggak akan memarahi kamu kok. ya meskipun awalnya saya rasanya pengen mencakar kamu sih karena berani-beraninya kamu menyukai suami saya hehe, syukurlah niat itu saya urungkan. tapi siapa yang tidak marah jika ada yang ingin mendekati suaminya, apalagi membuat praduga kalau saya adiknya mas Aham" ucap Cecil


"saya harap setelah ini tidak ada kejadian seperti ini lagi ya, boleh jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang tapi jangan sampai mengejar yaa. kamu kan perempuan, ada baiknya kita yang di kejar oleh kaum pria" sambungnya


"terimakasih Bu karena sudah memaafkan kami" ucap Ani

__ADS_1


"kalau begitu kami pamit pulang dulu Bu karena sudah petang" pamit Ani dengan satu tangan menggandeng Silvi yang masih tertunduk malu


"baiklah hati-hati, jika nanti kamu keluar dari sini ada yang bertanya. Jawab saja kalau saya memanggil kamu untuk berbincang mengenai tempat-tempat yang bagus disini" tutur Cecil


"terimakasih kak" ucap Ani yang tak henti-hentinya berterimakasih kepada Cecil dan Aham


mereka berdua pergi dari rumah Aham yang pasti dengan perasaan Silvi yang kecewa karena sang pujaan hati ternyata sudah ber istri...


"lain kali aku nggak akan mau ikuti kamu lagi Vi" ucap Ani lirih kepada Silvi sembari berjalan


"tapi aku nggak tahu an kalau kak Aham sudah ber istri" jawab Silvi


"dulu kamu juga pernah kan suka sama Om Andre, tapi untung dulu aku bertanya kepada mama soal latar belakang Om Andre. sekarang ter ulang kembali dan kesalahannya karena aku tidak bertanya kepada mama lagi, tadi Om Aham juga sudah menegaskan bahwa anggotanya tidak ada yang singel kan jadi tolong jangan seperti itu lagi. kalau sampai ayah tahu masalah ini, kamu nggak akan bisa main kesini lagi dan pasti ayah akan malu" tutur Ani


"iya aku paham" jawab Silvi


"ada baiknya kamu jangan sering-sering kesini dulu Vi, meskipun semua itu di rahasiakan lambat laun pasti akan terbongkar" ucap Ani


"kita masih bisa bermain di luar asrama kan, kalau kamu tetep kekeh mau kesini jadi aku tahu selama ini kamu kesini bukan untuk bermain bersama ku" ucap Ani


"baiklah kalau begitu aku pulang dulu" jawab Silvi dengan perasaan kecewa


sementara di rumah Aham setelah dua anak itu pergi, tampak Aham yang selalu membuntuti Cecil kemana pun Cecil melangkah


"kenapa sih mas, duduk aja nanti aku juga duduk kok" ucap Cecil yang risih dengan sikap Aham


"mau peluk" jawab Aham


"iya nanti di peluk, duduk dulu ya" pinta Cecil


"nggak mau, mau peluk sekarang" jawab Aham


Cecil mengalah memeluk Aham, sebenarnya dia berniat membuat sirup untuk dirinya dan Aham

__ADS_1


"hmm lihat baby, mungkin papa mu ini akan menjadi saingan mu nanti" ucap Cecil sembari memeluk Aham


"no sayang jangan dengarkan mama, kamu sama papa akan berbagi ya kan pintar" jawab Aham sembari mengelus perut Cecil


"ih mas" ucap Cecil sembari menepuk bahu Aham


Aham tak henti-hentinya menciumi perut Cecil yang sudah membuncit itu, mungkin karena dia mengandung dua baby jadi terlihat lebih besar daripada lainnya...


"udah, aku mau bikin minum" ucap Cecil


"kamu duduk aja sayang, biar aku yang bikinin minum" jawab Aham


"nanti kemanisan lagi" protes Cecil karena Aham pernah membuatkannya minum namun kemanisan


"nggak sayang, udah percaya aja sama aku" jawab Aham sembari mengedipkan mata


"oke aku tunggu di ruang tv ya" ucap Cecil


"siap Bu" jawab Aham sembari hormat kepada Cecil


Cecil hanya menggeleng-geleng kan kepala karena tingkah Aham yang makin hari makin menjengkelkan sekaligus menggemaskan...


ia duduk untuk melanjutkan menonton channel yang sebelumnya mereka tonton sebelum Silvi dan Ani datang...


"lihatlah baby, papa mu itu banyak sekali penggemar nya. meskipun badannya sudah tidak se bagus dulu lagi tapi tetap saja dia kelihatan proporsional, rasanya pengen buat papa mu itu menggemuk tapi nanti mama sendiri yang kecewa" ucap Cecil sembari mengelus perutnya


"kamu pengen aku gemuk yang?" tanya Aham yang datang dengan membawa minum


"pengennya gitu biar nggak ada yang lirik" jawab Cecil


"okelah"


"tapi jangan, aku suka badan mas yang sekarang ini aja udah agak tembem kan" ucap Cecil menyela

__ADS_1


__ADS_2