TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
NGGAK BISA TIDUR


__ADS_3

sebenarnya Cecil dan Titi sudah diberikan kamar yang lain, namun karena takut fia akan mengganggu tidur anaknya maka mama Aham dan mama Tino meminta agar Cecil dan Titi tidur bersama mereka...


sesampainya di kamar....


"mama" panggil Cecil kepada sang mama


"kenapa sayang?" tanya mama Cecil


"mami dapat cewek itu darimana sih?" tanya Cecil


"mama juga nggak tahu, kayaknya sih anak salah satu teman om kamu" jawab mama Cecil


"mama juga kurang suka sama sikapnya tadi, nggak seharusnya dia begitu ke orang yang baru dikenal apalagi laki-laki yang sudah mempunyai pasangan. dia bersikap seperti itu kepada laki-laki yang masih bujang saja bisa di anggap tidak pantas, apalagi laki-laki yang sudah ber istri" ucap mama Aham


"kalau dia ingin akrab dengan keluarga Bima, harusnya dia mulai dari kamu dulu sayang. karena kamu adiknya Bima sedangkan Aham hanya lah ipar nya" sambung mama Aham


"bener banget jeng, saya juga nggak suka saat dia terus-menerus bertanya kepada Tino padahal sudah kelihatan bahwa di dekat Tino ada calon istrinya. bagaimana kalau semisal tidak ada Titi di samping Tino, apa dia akan lebih parah dari itu" ucap mama Tino


"aku tadi mau ngobrol sama kak Bima soal itu ma, tapi tiba-tiba dia datang menyela" ucap Cecil


"tenang, besok mama akan bicara sama mami. bagaimana pun mami selalu mendengarkan apa yang kita katakan" jawab mama Cecil


memang benar apa yang dikatakan oleh mama Cecil, karena mami nya itu selalu mendengarkan apa yang dikatakan oleh mama Cecil jika hal itu menyangkut Bima. Selama ini Bima lebih dekat dengan mama Cecil dibanding mami nya sendiri, karena mami nya sering keluar kota untuk urusan bisnis...


"udah ya, sekarang kita tidur semua. besok kita bangun pagi-pagi" ucap mama Aham


namun belum juga Cecil menjawab, handphone nya sudah berbunyi


Ting...


Ting...


Ting...


"siapa sayang?" tanya mama Aham


"kak aham ma" jawab Cecil


"itu anak ya, istrinya mau istirahat juga masih aja diganggu" ucap mama Aham


"nggak papa kok ma" jawab Cecil sembari tersenyum


Cecil memilih untuk menuju balkon kamar tersebut supaya tidak menganggu mama-mama tidur...


di telepon..


"hallo sayang" ucap Aham


"kenapa mas?" tanya Cecil


"kok kamu belum tidur?" tanya Aham

__ADS_1


"la kan mas telepon jadi bangun ini tadi" jawab Cecil , memang dia tadi sudah mau tertidur namun tiba-tiba ponselnya berdering


"mas sendiri kenapa jam segini masih belum tidur?" tanya Cecil


"aku nggak bisa tidur sayang, biasanya ada yang di peluk eh sekarang nggak ada" jawab Aham


"hmm.. tadi aja bilang takut aku nya yang nggak bisa tidur eh malah kebalikan nya haha" ucap Cecil sembari tertawa karena kelakuan suaminya


"ya gimana ya"


"kamu sekarang dimana sayang?" tanya Aham


"oh ini aku lagi di balkon" jawab Cecil


kemudian Aham mengalihkan panggilan telepon nya ke video call


"kenapa di balkon? nanti kamu kedinginan loh" tanya Aham yang khawatir


"aku tidur sama mama mas, kalau di dalam takutnya ganggu mereka tidur" jawab Cecil


"oh gitu"


"ini kami dimana mas, kok kayaknya background nya beda sama rumah kita?" tanya Cecil, dia melihat tembok belakang Aham berbeda dengan di rumahnya


"oh ini aku numpang di barak bujang sayang, di rumah sendiri sepi rasanya" jawab Aham


"alah biasanya juga tinggal sendiri, sekarang aja bilangnya ngerasa kesepian. Dulu-dulu mau nikah aja gengsi banget bilang nggak mau nggak mau" sindir Cecil


"hahaha, dulu aku sempat mikir lo kalau nikah sama mas itu kayak nikah sama es batu" ucap Cecil


"kok bisa gitu?" tanya Aham


"ya bisa dong, pokoknya selama di dekat mas itu rasanya kayak lagi di Kutub Utara. Dingin banget, jawab ala kadarnya" jawab Cecil


"itu kan dulu sayang, sekarang mana ada mas mu ini kayak gitu?" tanya Aham balik


"enggak sih" jawab Cecil


"kamu ini kalau lagi jauh aja bisa keluarin unek-unek mu ya, coba sama-sama di rumah pasti nggak pernah di bahas" ucap Aham


"kalau di rumah lihat kamu capek banyak kerjaan jadi nggak tega kalau mau protes hehe, mas emang nggak ganggu yang lain tidur kalau jam segini kamu telepon aku? mending balik aja deh mas ke rumah minta temani kak Bima sama yang lain suruh nginep aja" pinta Cecil


"nggak sayang, ini mereka masih banyak yang latihan di luar kok. yang di asrama cuma beberapa juga masih main PS" jawab Aham


"emm yaudah kalau gitu" ucap Cecil


"kenapa sayangku jadi lesu gitu muka nya?" tanya Aham


"hmm nggak apa-apa kok mas, cuma tadi si fia kayak caper gitu ke mama mertua tapi sama mama nggak di tanggapi" jawab Cecil


"besok aku carikan penginapan baru buat mama deh, kalau kelamaan satu rumah pasti mama juga bakal jengkel apalagi kalau kamu diganggu" ucap Aham

__ADS_1


"apa nggak sayang mas udah sewa penginapan disini terus cari penginapan lain?" tanya Cecil


"nggak papa sayang, aku cari in penginapan yang lawan arah aja sama penginapan sekarang. jadi mama nggak bakal keganggu nantinya" jawab Aham


tak lama Titi menyusul keluar menuju balkon, dia mendengar bahwa Cecil sedang telfon disana...


"nggak dingin cil?" tanya Titi tiba-tiba membuat Cecil kaget


"ya ampun ti" ucap Cecil


"hehe maaf ya" jawab Titi


"no problem, lo ngapain ke balkon juga?" tanya Cecil


Titi memperlihatkan layar handphone nya yang sedang video call dengan Tino


"ya ampun" ucap Cecil


"kenapa yang?" tanya Aham di seberang telepon


"ini mas, si Titi video call an sama kak Tino" jawab Cecil


"Oalah, si Tino lagi jaga itu" ucap Aham


"oh gitu"


"kamu nggak ngantuk mas?" tanya Cecil yang sudah lebih dahulu mengantuk


"belum sayang, aku nggak bisa tidur kayaknya ini" jawab Aham


"yahh"


"kamu ngantuk?" tanya Aham


"sedikit sih" jawab Cecil


"yaudah tidur gih" ucap Aham


"beneran ini?" tanya Cecil


"beneran sayang, masak aku mau tahan kamu yang udah ngantuk buat temani aku" jawab Aham


"makasih mas" ucap Cecil


"eits bentar, tapi ada syaratnya"


"apa syaratnya? pakai ada syarat-syarat an segala sih mas"


"jangan di mati in telfon nya ya sayang, biar aku juga bisa tidur" jawab Aham


"yaudah kalau gitu aku pindah kamar dulu ya, biar nggak ganggu mama tidur" ucap Cecil

__ADS_1


"jangan pindah sendiri ya, pindah nya ajakin Titi sekalian" pinta Aham


__ADS_2