TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
TAMENG PASANGAN


__ADS_3

"malah bagus dong, hal itu yang bikin suami jadi suka deket-deket sama kita. jadi pengetahuan soal itu harus terus dikembangkan ti, meskipun hamil harus tetep bisa melayani suami kapanpun dan dimana pun" jawab Cecil


"haduh stop cil, edukasi lo terlalu vu*gar buat gue yang masih di bawah umur" kata Titi


"eleh dibawah umur apaan, bentar lagi juga gitu" jawab Cecil sembari tertawa


"udah cil, otak gue tercemari sebelum waktunya" ucap Titi membuat Cecil tertawa


"eh terus kenapa pas dia kesini lo malah diem aja nggak ngejelasin kalau lo istrinya?" tanya Titi


"gue baru ngomong satu kata aja dia udah nyela seribu kata, pusing pokoknya ngadepin si Silvi Silvi itu. Lo kan tau sahabat lo yang cantik ini nggak suka banyak omong" jawab Cecil


"iya juga sih, yaudah kalau ketemu lagi hindari aja. terus lo kan sekarang udah bisa pamerin si baby ke dia, lihat itu perut lo udah mulai kelihatan apa jangan-jangan lo hamil kembar ya" ucapan Titi


"waktu periksa sih kayanya emang ada dua, tapi belum kelihatan karena masih kecil juga. semoga memang bener twin ya, gue pengen deh punya anak kembar cowok-cowok" jawab Cecil


"doa gue pasti yang terbaik, udah sekarang lo nggak usah mikirin yang aneh-aneh. Lo kan tau kak Aham nggak bisa jauh dari lo, jadi nggak usah kepikiran kak Aham bakalan berpaling sama dia yang bahkan jauh dibawah lo" ucap Titi menenangkan Cecil


"tapi lo tahu kan ti, jaman sekarang dimana-mana itu istri sah lebih cantik daripada pelakor tapi pelakornya tetep menang kan?" tanya Cecil


"emang bener sih, udah tenang aja kita kan punya tameng yang bikin pasangan kita nggak berani macam-macam" jawab Titi


"siapa ti?" tanya Cecil


"mama mama kita" jawab Titi dengan PD nya


"lagi bahas apa ini kok seru banget kayaknya?" tanya Tino yang nyelonong masuk ke dalam


"nggak, nggak ada bahas apa-apa" jawab Titi gugup

__ADS_1


"kamu udah baikan yang?" tanya Aham sembari duduk di samping Cecil kemudian meraih tangan Cecil


"udah mas" jawab Cecil


"aku tadi denger lo apa yang kalian bahas" ucap Bima yang sudah duduk di sofa kamar


sontak Titi dan Cecil melotot ke arah Bima karena tidak ingin Bima menceritakan kepada Aham maupun Tino...


"santai-santai, Aham sama Tino juga denger kok. ya kan ham, no?" ucap Bima bertanya kepada Aham dan Tino


"sayang, kamu jangan pernah berfikir kalau aku bakalan ninggalin kamu dan memilih wanita lain. aku nggak akan pernah ninggalin kamu, aku rela deh kalau di guna-guna biar terus sama kamu." ucap Aham


"ih mas" jawab Cecil


"serius sayang, aku ini udah setengah mati sama kamu." ucap Aham


"aku juga nggak akan ninggalin kamu yang, masak aku mau sia-sia in perjuanganku mulai dari ngedeketin orang tua kamu dari aku masih SMP sampai sekarang terus perjuanganku ngedeketin kamu sampai rela kamu marah-marah in. Masak aku mau berpaling sama wanita lain" ucap Tino


"kak, omongan nggak bisa di pegang loh" jawab Titi


"dari lubuk hatiku yang paling dalam aku ingin pengen cepet-cepet nikahin kamu dan buktiin semua omonganku, tapi maaf kalau aku nggak bisa se sat-set Aham. Bener kata Aham kalau kamu juga mau guna-guna aku biar nggak lepas dari kamu nggak papa, aku ikhlas" ucap Tino


"nah itu cil, ti, mereka berdua kan udah menyerahkan diri mau diguna-guna, yaudah lakuin aja. nanti semisal mereka tetap milih orang lain, udah sa*t*t aja hahaha " ucap Riko sembari tertawa


"nggak gitu juga ko" ucap Aham dan Tino bersamaan


" iya iya bercanda, jangan di masukin pikiran cil, ti tapi kalau bener kejadian bisa di jadikan solusi" ucap Riko lagi membuat Tino dan Aham melirik ke arahnya


"udah tenang aja meskipun nggak ada mama yang menindak mereka berdua nantinya, pas di perbatasan kan juga ada gue yang siap jadi mata-mata Aham sama Tino 24 jam. kebetulan kan gue nantinya selalu sama Aham kapanpun dan dimana pun, sedangkan Riko juga selalu sama Tino kemana-mana" ucap Bima membuat Cecil dan Titi tenang

__ADS_1


"iya yang, tenang aja Bima selalu sama aku dan tenang aja kan Bima pro nya sama kamu. Jadi nggak usah khawatir kalau aku sampai macam-macam disana, ada Bima yang menindak" ucap Aham karena pastinya jika sampai Aham main-main maka Bima akan memberikan pelajaran kepada Aham seperti saat Aham dan Cecil putus dulu


Cecil hanya mengangguk-angguk karena mempercayakan semua pengawasan sama Bima...


"tapi cil, ada yang harus ditakuti juga" ucap Riko


"apa kak?" tanya Cecil


"Lo tau kan kalau suami lo ini gantengnya paripurna, semua cewek aja bisa tertarik, sampai-sampai anjing sama kucing betina aja ngikutin dia apalagi nanti di hutan-hutan ada mbak Kun. bisa jadi idola mbak Kun dia" ucap Riko


"ih amit-amit, lo aja" jawab Aham


"ham, yang paling ganteng di antara kita-kita kan lo. Kalau gue cewek mungkin gue juga akan suka sama lo dan ngejar-ngejar lo" ucap Riko


"kalau lo cewek terus ngejar-ngejar gue, udah gue jadiin sasaran tembak buat latihan lo" jawab Aham


"hahaha ngakak banget gue" ucap Bima


Aham memang seperti itu bahkan beberapa kali ada yang mengejarnya untuk meminta berkenalan lewat sosmed dan merayu dengan segala macam bentuk rayuan, tapi dia malah mem blok akun-akun yang mengganggunya dan mem privat akun sosmed nya...


baru setelah menikah dengan Cecil, ia membuka kembali privat akun nya karena disana sudah terpajang fotonya bersama Cecil baik dari beberapa tahun lalu maupun yang baru ia ambil setelah dekat dan menikah...


karena sudah jam 8 mereka ber 4 berpamitan untuk pulang, kini tinggallah Aham dan Cecil hanya berdua. Aham mengunci pintu rumah dan masuk kembali untuk menemani Cecil yang masih berbaring...


"mau makan camilan yang?" tanya Aham yang melihat Cecil membaca buku


"enggak mas" jawab Cecil seraya tersenyum


"yaudah kalau gitu baca bukunya dilanjut besok ya, nanti kamu malah pusing lagi" ucap Aham meraih buku yang ada di tangan Cecil kemudian ditaruhnya di nakas

__ADS_1


"mas baringan sini" pinta Cecil


Aham menuruti perkataan Cecil dengan sukarela


__ADS_2