TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SAH


__ADS_3

"yaudah kalian istirahat dulu, besok masih ada yang harus kalian urus" kata mama nada


Akhirnya mereka semua masuk ke kamar masing-masing karena harus mengistirahatkan dirinya...


......................


didalam kamar, Cecil sedang memikirkan apa yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini. Begitu cepatnya perasaan Aham berubah menjadi lembut lagi kepadanya sampai-sampai dia berfikir bahwa ini hanya mimpi...


"Ternyata penantian selama bertahun-tahun nggak sia-sia akhirnya, terimakasih ya Allah" ucap Cecil bersyukur akan apa yang terjadi padanya


"oh iya aku sampai lupa nggak cek handphone, gara-gara tes kemarin" ucap Cecil lalu mengambil handphone yang dia taruh di nakas, dia memang tidak membuka handphonenya sama sekali akhir-akhir ini


matanya membelalak karena banyaknya chat dari kedua sahabatnya dan tak ketinggalan chat dari sang kakak yaitu Bima...


"haduh bisa-bisanya aku lupa kabarin mereka" ucap Cecil sambil menepuk jidatnya


Cecil lalu membuka grup wa yang berisi 2 teman rempongnya...


Titian : cecilll


Titian : udah sampai belummmm


Nitcika : harusnya udah sampai ni anak


Titian : iya ih, tapi nggak ada kabar


Nitcika : coba tanya Tante nada aja yok


Titian : yokk


(setelah mengetahui bahwa Cecil sudah sampai dan sedang tidur, maka Titi dan Cika menghentikan chatnya di grup)


malam harinya mereka chat lagi karena ingin tahu kabar dari Cecil


Nitcika : cil woi


Titian : belum di read juga cik


Nitcika : sibuk banget kayaknya


Titian : terakhir dilihat aja tadi pagi sebelum berangkat


chat tersebut terulang sampai beberapa hari dan baru dilihat oleh Cecil hari ini...


Cecillia : haii temen-temen ku yang cantikkk


Titian : dih sok nggak bersalah lagi dateng-dateng


Cecillia : ya maaf , sumpah beberapa hari ini pusing gue


Nitcika : gimana cil hasilnya?


Cecillia : Mission Completed 😂


Titian : jadi kapan lo nikah?


Nitcika : loh langsung nikah? bukanya masih satu bulan lagi?


Cecillia : langsung dong, buat apa nunggu lama-lama ntar dia sadar lagi kalau gue pelet haha


Nitcika : Jadi lo pelet kak aham cil? gila-gila


Titian : gini ya rasanya punya temen loading lama


Nitcika : enak aja


Cecillia : yaudah gue istirahat dulu ya, besok harus ke KUA urus-urus


Nitcika : semangat Cecil cantikk


Titian : semoga lancar cil

__ADS_1


setelah menutup chat dengan teman-temannya, dia membuka chat dari Bima kakaknya...


Cecillia : hallo kakak Bim


Cecillia : maaf baru buka handphone


Cecillia : ternyata se ribet ini ya urus-urus nya, sampai mau pingsan rasanya


Bima : gila lo dek, gue sampe bingung mau hubungin siapa, untung Aham masih sesekali buka handphone jadi gue tau kabar kalian


Cecillia : ya maaf kak 😴, handphone ku udah nggak kebuka beberapa hari


Bima : jaga kesehatan dek, jangan sampai down. lo udah sukses nggak usah mikir aneh-aneh lagi


Bima : pokoknya gue nggak mau tau, saat lo nikah gue harus lihat


Cecillia : loh gimana sih kak, kan aku lusa nikahnya. emang kakak mau pulang kesini?


Bima : lewat vc lah dek


Cecillia : siap kak


Bima : yaudah lo istirahat aja, gue mau nyiapin buat presentasi besok


Cecillia : siap komandan


setelah membalas pesan Bima, dia sengaja masih online untuk sekedar melihat story wa yang dibuat oleh teman kontaknya. namun tiba-tiba notif terdengar dari handphone nya...


tertulis nama "kak Aham" disana


"haduh kak aham tau aku online lagi" gumam Cecil


...----------------...


disisi lain Aham yang sedang berbalas pesan dengan teman-teman satu angkatannya tidak sengaja melihat Cecil masih online...


akhirnya dia memilih untuk chat Cecil, karena tidak mungkin mereka bertemu sekarang meskipun kamarnya berhadapan...


Abraham Bagas : kok belum tidur?


Abraham Bagas : yaudah, udah selesai kan? sekarang tidur ya udah malam


Cecillia : iyaa ini mau tidur


Abraham Bagas : siap


Aham mengakhiri chat mereka, dia memilih untuk tidur karena beberapa hari ini dia hanya tidur beberapa jam saja...


Cecil yang mendapat balasan chat dari Aham hanya seperti itu membuatnya merasa jengkel sendiri..


"emang ya si es batu kalau udah adem lagi suasananya balik juga sifat cueknya"


"awas aja kalau udah nikah masih tetep cuek" gumam Cecil yang sebal kemudian memilih untuk tidur


......................


keesokan harinya mereka sudah berada di KUA , mereka sama-sama menggunakan kemeja putih dengan bawahan hitam. kali ini mereka akan melengkapi persyaratan kua, yang mereka lakukan hari ini adalah rapak sebelum pernikahan...


setelah selesai dengan segala urusannya, Cecil memilih untuk keluar ruangan terlebih dahulu sedangkan aham masih berbincang dengan temannya....


"wir, ini nggak bisa ya langsung nikanya sekarang?" tanya Aham kepada Wira


"nggak bisa ham, ini udah paling cepet loh kalau lo bisa nikah besok. tunggu sehari aja ham, tahan dulu" ucap Wira


"pantesan lo ngebet banget pengen cepet nikahin, lawong pacar lo kayak bidadari gitu" sambung Wira mengejek Aham namun dibalas oleh pelototan mata Aham


"bukan gitu, gue sama dia harus balik ke Papua" ucap Aham


"dia juga tentara?" tanya Wira kepo


"bukan, dia mahasiswi KKN disana. gue sama dia harus cepet balik ke sana, lo tau sendiri kan gimana ricuhnya di sana. apalagi gue nggak bisa lama-lama ninggalin pasukan disana" jawab Aham singkat

__ADS_1


"ayo lah wir, bantuin gue kali ini aja" sambung Aham memohon


"bentar lo tunggu sini, gue bilangin ke atasan dulu" jawab wira kemudian masuk ke sebuah ruangan


setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Wira kembali menemui Aham


"bisa sekarang ham" ucap Wira kepadanya


"seriusan lo?" tanya Aham


"iya, tapi penghulunya baru dateng jam 11 nanti, gimana?" jawab Wira


"nggak masalah, thanks ya wir" ucap Aham


"yaudah lo kasih tahu pacar lo, nanti dia kaget lagi lo keluar ruangan udah bawa buku nikah" ucap Wira sambil tertawa


"udah gue suruh masuk lagi" jawab Aham


tak lama Cecil masuk ke dalam ruangan lagi, dia duduk di samping Aham...


"kok bisa?" tanya Cecil heran


"bisa" jawab Aham singkat sambil sedikit tersenyum


"mama papa?" tanya Cecil


"udah aku hubungi"


"aku chat cika dulu" ucap Cecil


"udah aku kasih tahu juga di grup" jawab Aham


dan benar saja, setelah membuka wa nya ternyata Aham sudah mengabari teman-temannya yang berada satu grup dengan teman Cecil...


mereka semua meminta untuk video call saat nanti Aham melafalkan ijab kabul...


Cecil hanya menggelengkan kepala, sedangkan Wira menggaruk tengkuknya yang tak gatal gara-gara tingkah Aham...


Tepat pukul sebelah siang, Aham dan Cecil beserta orang tua juga cika teman Cecil berada di ruangan ijab kabul...


Sedangkan di sisi kanan dan kiri Aham maupun Cecil sudah ada kamera dan handphone sebagai media video call yang akan merekam prosesi sakral bagi mereka berdua..


Cecil sudah berganti baju dengan kebaya putih, sedangkan Aham menggunakan jas warna hitam...


"Apakah saudara Abraham sudah siap?" tanya penghulu


"sudah pak" jawab Aham


"baik saya mulai"


"Bismillahirrahmanirrahim, Saudara Abraham Bagas Gautama saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Saudari Cecillia Denada Pradana putri dari bapak Pradana dengan mas kawin seperangkat alat sholat, satu set perhiasan seberat 21gram, dan uang tunai sebesar 21.299.000 di bayar tunai" ucap penghulu


"saya terima nikah dan kawinnya, Cecillia Denada Pradana binti Pradana dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Aham lantang


"bagaimana para saksi? sah?" tanya penghulu


"sahhh" ucap semua saksi disana yang tak lain adalah om Cecil dan Aham


Akhirnya yang dinanti-nanti oleh Aham dan Cecil terjadi juga hari ini, Cecil tampak berkaca-kaca karena terharu sekaligus dia bertanya-tanya bagaimana bisa Aham mempersiapkan mahar sebanyak itu dalam hitungan jam...


Setelah selesai doa, Cecil meraih tangan aham untuk bersalaman dan aham mengecup kening Cecil untuk pertama kalinya...


kemudian mereka sungkem kepada kedua orang tuanya dan juga om dan tantenya...


teman-teman mereka yang melihat hal itu hanya lewat video call pun sampai berkaca-kaca karena mengingat begitu rumitnya kisah cinta mereka berdua...


tanpa mereka ketahui ternyata banyak yang menyaksikan momen sakral mereka, karena laptop yang digunakan Bima untuk video call sengaja di hubungkan ke proyektor yang ada di aula rindam tempat mereka tugas. sehingga komandan dan teman-temannya menyaksikan secara langsung...


setelah selesai dengan serangkaian acara, mereka kembali ke apartemen. disana sudah ada keluarga dekat, asisten rumah tangga mereka juga supir mereka yang menunggu sekedar mengucapkan selamat kepadanya. karena aham sengaja mengundang mereka semua untuk makan-makan...


tak lupa mama-mama nya sudah menyiapkan tempat photo shoot di apartemen Aham untuk mereka berfoto-foto nantinya, karena jika memilih untuk photo shoot di studio akan memakan banyak waktu...

__ADS_1


Pancaran senyum bahagia tidak pudar dari bibir Aham dan juga Cecil, namun kali ini rasa canggung di antara mereka semakin menjadi karena status yang sudah berubah....


Mereka semua masuk ke dalam apartemen termasuk cika yang turut serta karena ajakan Cecil...


__ADS_2