
namun Aham malah mempererat pelukannya ke Cecil, yang membuat jantung Cecil semakin berdegup kencang. Mau tidak mau dia juga memeluk Aham karena tangannya akan sakit jika berada di tengah-tengah tubuh mereka...
Tak berselang lama mereka berdua pun terlelap...
Keesokan harinya Cecil terbangun terlebih dahulu dan membantu mama-mama nya untuk menyiapkan sarapan karena saat di apartemen mereka tidak memiliki pelayan untuk menyiapkan semua itu. Mereka mulai berkutat di dapur dari jam 5 pagi, sedangkan para suami mereka tidur lagi setelah shalat subuh...
"Kalian terbang jam berapa sayang?" tanya mama nada kepada Cecil yang tengah memotong sayuran
"Jam 11 ma, kayaknya sih bisa mundur lagi soalnya aku lihat dari kemarin jadwal penerbangan ke sana di undur terus" jawab Cecil
"kata Aham itu jadwal penerbangan paling awal untuk hari ini ya?" tanya mama Isma
"iya ma, itu paling awal" jawab Cecil sembari memasukan sayur yang sudah dia potong dan cuci ke dalam panci
"Kalian pokoknya harus selalu bersama disana ya, apapun harus di lewati bersama. meskipun kalian punya kesibukan masing-masing tapi kalian juga harus meluangkan waktu buat bersama" ucap mama isma
"iya ma" jawab Cecil sambil tersenyum
"oh iya sayang, ini ikannya kamu udah mateng kamu bawa ke meja makan dulu ya" pinta mama nada
Cecil kemudian mengambil piring berisi ikan dan membawanya ke meja makan. Tak terasa mereka semua sudah selesai memasak dan menata semua masakannya di meja makan...
"Ya udah sekarang kita bersih-bersih, sekalian panggil suami" ucap mama isma
mereka semua membubarkan diri dan kembali ke kamar masing-masing...
sesampainya di kamar Cecil melihat Aham yang masih tertidur pulas, ada rasa tidak tega untuk membangunkannya namun jika tidak dibangunkan nanti membuat persiapan mereka menjadi lebih lama...
akhirnya Cecil mendekat ke arah Aham, dan berjongkok di sisi ranjang agar sejajar dengan tubuh Aham..
"sayang" ucap Cecil memanggil Aham
"bangun dong, udah siang ini" sambungnya sembari menggoyang-goyangkan tubuh Aham
"sayang"
"bangun dong"
"ih nggak bangun-bangun lagi, mandi dulu deh" ucap Cecil kemudian berlalu menuju kamar mandi
namun setelah selesai mandi, sang suami belum juga bangun. hal itu membuat Cecil menghela nafas panjang...
"ternyata kebo juga ya kalau di rumah" batin Cecil
"yang"
"bangun ih udah siang"
Cecil mengulangi nya berkali-kali namun tak kunjung mendapatkan respon dari Aham. akhirnya terbesit ide di kepala Cecil , dia yakin hal itu dapat membangunkan Aham...
Cecil mencoba untuk menyentuh wajah Aham dan mulai menjahilinya, dia meraba wajah Aham dengan telunjuknya membuat sang empunya merasa terganggu...
__ADS_1
dengan sengaja Cecil meniup wajah Aham namun belum juga terbangun, jalan akhirnya yaitu meniup leher Aham. karena menurut sebuah blog yang dia baca, laki-laki aku terbangun jika seperti itu...
Cecil mulai meniupnya pelan beberapa kali, dan benar saja Aham langsung membuka matanya...
"kamu sengaja ya yang?" tanya nya dengan suara khas bangun tidur
"sengaja apa? kamu itu nggak bangun-bangun" jawab Cecil yang tengah duduk di samping Aham
"sengaja tiup-tiup, ini tuh masih pagi" ucap Aham
"sengaja biar kamu bangun. lihat nih jam berapa" jawab Cecil menunjukkan jam yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi
"yang ada bukan aku nya yang bangun yang" kata Aham kesal karena ulah Cecil
"udah sana mandi, aku mau siap-siap dulu" ucap Cecil kemudian bangkit dari duduknya
namun dengan satu tarikan tangan Aham, Cecil tertidur di pelukannya..
"hei lepasin yang" ucap Cecil
"biarkan seperti ini dulu, sebentar saja" jawab Aham
"just 5 minutes okay?" tanya Cecil
"siap komandan" jawab Aham yang membuat Cecil terkekeh
Cecil hanya diam saja berada dalam pelukan Aham, dia merasa sangat nyaman disisi Aham...
"siap Bu bos" jawabnya
Setelah Aham masuk ke kamar mandi, Cecil memilih untuk memakai skincare nya sembari menunggu Aham. Namun sudah 30 menit Aham tak kunjung keluar dari kamar mandi, membuat Cecil bingung...
"yang"
"kamu mandi apa luluran sih?" tanya Cecil
"bentar yang" terdengar sautan Aham dari dalam
"udah 30 menit tahu" ucap Cecil jengkel
disisi lain, Aham yang masih berada di kamar mandi berusaha menetralkan tubuhnya. Karena ulah Cecil membuat tubuhnya bereaksi tak terduga...
"dia yang bikin aku kayak gini, tapi dia yang nyalahin aku. dasar cewek" gumam Aham di dalam kamar mandi
"masih lama yang?" suara Cecil bertanya dari luar
"sebentar sayang"
"nggak selesai-selesai kalau gini caranya" ucap Aham menghela nafas panjang
setelah dirasa suhu tubuhnya sudah netral kembali, dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. -Cecil yang melihat itu langsung kaget, namun berusaha ia tutupi...
__ADS_1
"kenapa lama sih?" tanya Cecil jengkel
"lah dia yang ngambek" batin Aham
"gara-gara kamu, pakai tiup-tiup leher orang segala" ucap Aham berlalu menuju lemari pakaiannya
"kan cuma tiup aja" jawab Cecil santai
"gitu ya cewek, gatau akibatnya juga" batin Aham
"tapi itu besar akibatnya ke cowok, awas aja kalau sampe berani goda aku lagi. kamu harus tanggung jawab, capek tau sendirian" jawab Aham jengkel
"ya maaf kan aku nggak tahu" ucap Cecil sembari tersenyum jahil
"hmm, jangan sampai kamu coba-coba ke cowok lain" ucap Aham
"mana berani aku deketin cowok lain, lawong pawang ku aja galaknya bukan maenn" gumam Cecil lirih namun masih terdengar oleh Aham
"aku denger lo sayang" jawab Aham sembari tersenyum
Setelah selesai dengan acara ganti baju dan skincare an nya, mereka berdua turun menuju meja makan. disana sudah ada mama-mama dan papa-papa nya...
Cecil dan Aham duduk berdampingan, berhadapan dengan orangtua mereka...
"kalian kok lama sekali?" tanya mama Isma
"anak mama ini kayak kebo kalau tidur" jawab Cecil cepat agar tidak keduluan Aham
semua orang tertawa kecuali Aham yang langsung melihat ke arah Cecil
"Dasar ya, padahal ini ulah dia yang goda-goda aku jadi lama. Eh ini aku disalahin gara-gara nggak bangun-bangun" batin Aham
"ya udah yuk makan" ajak mama nada
akhirnya semua memulai acara makannya setelah Cecil dan Aham bergabung dengan mereka...
setelah selesai makan, papa-papa nya pamit untuk pergi ke kantor sedangkan sang mama akan pergi berbelanja bahan-bahan yang habis. sebenarnya Cecil dan Aham juga di ajak namun Aham menolak dengan alasan ingin ber istirahat terlebih dahulu...
alhasil mereka berdua kembali ke dalam kamarnya, Aham sudah terlebih dahulu merebahkan tubuhnya sedangkan Cecil memilih untuk menyenderkan kepalanya di ranjang...
"tidur aja dulu" pinta Aham
"nggak bisa tidur lagi" jawab Cecil
"sini" ucap Aham menyuruh Cecil untuk berbaring di sampingnya
akhirnya Cecil menuruti perkataan aham, tak disangka aham malah memeluk Cecil kemudian memejamkan matanya...
"lah dibuat guling aku" batin Cecil
"udah ayo tidur, kamu juga bisa peluk aku kan buat guling mu" jawab Aham
__ADS_1
Akhirnya Cecil menuruti apa yang dikatakan oleh Aham, dia mulai memejamkan matanya dan tertidur di pelukan Aham . sebelumnya mereka sudah menyeting alarm agar terbangun di jam 10 nanti. karena jarak bandara dengan alartemen mereka hanya beberapa menit, maka akan memudahkan mereka...