
Aham mulai membuka matanya dan melihat ke sekeliling, sedangkan Cecil masih tertidur dalam pelukannya
"bentar bentar" ucap Aham
"sayang" panggil Aham pelan kepada Cecil
"kenapa mas?" tanya Cecil namun tidak membuka matanya
"pindah ke kamar ya, aku mau pulang ke mess. ini teman-teman kamu udah pulang" ucap Aham
"iya" jawabnya namun tak kunjung membuka mata
Aham perlahan melepaskan pelukan Cecil di tubuhnya kemudian menggendong Cecil ke dalam kamar
"aku balik dulu ya, besok kalau ada waktu aku kesini lagi" ucap Aham sembari mengecup kening Cecil
"iya mas" jawab Cecil sedikit membuka matanya
"udah tidur lagi" pinta Aham, ia mengelus rambut Cecil sampai sang istri benar-benar tertidur
setelah memastikan Cecil tertidur kembali, barulah ia keluar dari kamar dan berpamitan kepada teman-teman Cecil untuk kembali ke mess bersama Bima dan Riko...
"saya minta tolong kalian ikut jaga in Cecil ya, kalau ada apa-apa sama dia tolong kalian beritahu saya" pinta Aham
"baik kak" jawab mereka bertiga bersamaan
"yasudah kalau begitu kali kembali dulu"
__ADS_1
"terimakasih kak" ucap Ratih kepada Bima dan Riko
"aku balik dulu ti" ucap Bima kepada Titi
"iya kak hati-hati" jawab Titi malu-malu
setelah mereka keluar dari rumah, Titi mengunci pintunya
mereka bertiga berjalan menuju mess dengan suasana yang sepi
"kayaknya ada kemajuan nih setelah bertemu" ucap Riko kepada Bima
"apaan sih ko" ucap Bima
"udah lah gas aja Bim" ucap Aham
"tadi Tino nyari Titi ke mess mereka" sambung Aham
"nggak tau, katanya ada yang mau diomongin sama Titi"
"udah lah jangan di kasih ruang lagi dia, kasihan Titi nya kalau sampai disakiti lagi dan lagi" ucap Riko
"tadi di balai aja dia sama Nenci, kok bisa dia masih ngusik Titi" ucap Bima
"gue juga nggak tau ko, bim, ya selama kita ada di sekitar mereka jangan sampai Tino ngusik kehidupan Titi lagi" jawab Aham
"Bim, lo nggak mau nyatain perasaan lo ke dia?" tanya Riko
__ADS_1
"bukan begitu ko, gue nggak mau nanti malah makin nyakitin dia. apalagi sekarang momennya seperti ini, kalau gue deketin dia sama aja gue memanfaatkan kesedihan dia" jawab Bima
"gue tau perasaan lo yang sebenernya Bim, kalau lo beranggapan dengan bersama Titi berarti lo nyakitin hati temen lo. jangan lagi punya pikiran kayak gitu, kita nggak punya temen yang egois kayak gitu" ucap Riko
"bener kata Riko, kita tau gimana perasaan lo yang sebenarnya tapi lo berusaha menyembunyikannya semuanya karena takut Tino beranggapan lo rebut Titi dari dia. bahkan perasaan lo ke Titi jauh lebih dulu ketimbang Tino, gue sedikit kecewa pas tau lo keduluan sama Tino" ucap Aham
"hmm, jodoh nggak ada yang tau ham. gue berusaha ngejalanin se bisa gue, dan doa in gue biar bisa berjuang mulai sekarang. mungkin bukan berjuang yang langsung sat set kayak Aham tapi gue bakal pelan-pelan, gue tau Titi masih trauma sama percintaannya kemarin" jawab Bima
"kita pasti akan dukung lo Bim, bagaimana pun caranya. kita juga pengen lihat temen-temen kita bahagia tanpa menyakiti satu sama lain, gue cuma minta jangan pernah sakiti wanita yang sedang lo perjuangkan karena lo tau sendiri gimana hancurnya dia sebelumnya" pesan Riko
"insyaallah ko, doa in aja" jawab Bima
"kalau sampe lo berani lakuin hal yang sama kayak Tino, udah b*ny*k lo nanti di tangan kita-kita" ucap Riko
"ancamannya sadis amat pak" sahut Aham
"tapi gue nggak akan melakukan kekerasan selama Cecil hamil, jadi kalau lo berani main-main ya tinggal gue aduin om sama Tante" sambung Aham
"mainnya ngadu-ngadu lo ham" protes Bima
"udah lo fokus sama perjuangan lo, gue nggak mau denger di akhir nanti lo nyerah. pokoknya harus sampai pelaminan" ucap Aham
"betul itu, pulang satgas gue juga bakal nikah sama tunangan gue jadi lo harus nyusul nggak lama dari gue nikah. eh nggak, lo harus ke nikahan gue sama Titi dan harus sekalian bawa undangan nikahan kalian" ucap Riko
"woi bro santai dulu, ini kalau di ibaratkan lari itu masih di tahap bersedia belum mulai. udah di gas aja sama banyak persyaratan" keluh Bima
"selamat berjuang" ucap Riko dan Aham sembari menepuk bahu Bima kemudian mereka berjalan mendahului Bima
__ADS_1
Bima hanya bengong melihat kelakuan kedua temannya itu
hubungannya dengan Titi yang sempat renggang memang kini kian membaik karena Bima lah yang membantu Titi mengungkapkan perselingkuhan Tino, namun Bima tahu betul bagaimana perasaan Titi jadi dia tidak berniat mengganggu Titi terlalu jauh...