TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
KE PASAR


__ADS_3

"si Tino mau ikut, katanya keperluan di barak bujang pada habis. Jadi ini nanti belanja di tukang sayur di sebelah nya lapangan seberang ya, soalnya disana yang lengkap" ucap Aham


Titi yang mendengar penuturan Aham mendadak jantungnya berdetak kencang karena akan bertemu dengan Tino se pagi ini, sedangkan Cecil yang melihat reaksi Titi hanya tertawa karena dia sudah pernah mengalaminya...


"maaf ya gue lama, tadi anak-anak pada nitip belanja semua" ucap Tino yang tampak ngos-ngosan karena berlari dari barak


"iya santai no" jawab Aham


“daftar belanjaan nya sudah dibawa kak? Nanti lupa lagi” tanya cecil


“aman cil” jawab tino


“uangnya di cek dulu, nanti lo enggak bawa uang malah gue yang bayar in belanjaan se barak” ucap Aham sambil tertawa


“nih sudah bawa tas se gede ini, aman” jawab tino menunjukkan tas selempang yang dia bawa


"yaudah yok berangkat" ajak Cecil


“ini kita jalan kaki?” tanya Aham


“yaiyalah ham, kan di depan itu aja ham. Masak mau bawa mobil” ucap tino


“kan kalau bawa mobil enak, belanjaan banyak juga bisa ke bawa” jawab Aham


“kan ada kalian berdua yang bisa bawa in belanjaan, jadi enggak perlu bawa mobil. Jalan kaki itu sehat mas” ucap cecil


“iya sayang” jawab Aham, dia akan mengalah jika Cecillia yang mulai berbicara


“yaudah ti, yok jalan” ajak cecil kepada titi dan meng gandeng tangan titi


Cecil dan Titi berjalan terlebih dahulu, sedangkan Aham dan Tino berjalan di belakang mereka. Langkah mereka sangat pelan, entah apa saja yang mereka diskusikan sehingga tertinggal jauh oleh langkah Cecil dan Titi...


merasa jarak antara dirinya dan sang suami semakin jauh, Cecil menarik tangan Titi untuk berhenti menunggu Aham dan Tino karena mereka akan menyeberang. Karena ini sudah jam setengah 5 pagi, mereka harus cepat-cepat berbelanja karena nanti mereka akan masuk ke sekolah…


"Ti berhenti dulu, nunggu si bapak-bapak itu jalannya lama banget lagi rapat apa sih sebenarnya. sudah tau istrinya enggak bisa menyeberang malah dia jalan lama banget" ucap Cecil yang sebal karena Aham tak kunjung peka


"haha biasa cil, cowok itu kayak cewek kalau sudah ngobrolin sesuatu pasti asik sendiri" jawab Titi


"mas ayo, cepetan dikit dong ini aku enggak bisa menyeberang" ucap Cecil kepada Aham yang sudah berada di dekatnya


"iya sayang, ayo menyeberang. Sini aku gandeng ya, kamu di tengah aja" ucap Aham sembari meng gandeng tangan Cecil


“terus gue ditinggal sendiri gitu” ucap titi


“eh iya ti maaf ya lupa” jawab cecil sembari tertawa


“itu tu kak tino tangannya nganggur, gandengan sama kak tino aja ya” sambungnya

__ADS_1


“ya ampun si cecil ini” batin titi dengan muka yang sudah kemerahan karena malu


“ayo menyeberang sama aku aja” ajak tino yang tiba-tiba sudah berada di dekat titi


“masak kamu mau jadi obat nyamuk nya mereka?” tanya tino sembari menunjuk ke arah Aham dan cecil yang sedang tertawa bersama


“ya ya enggak lah” jawab titi gugup


"yaudah kamu menyeberang sama aku aja, atau mau menyeberang sendiri? Yaudah kalau gitu aku duluan iyaa" ucap Tino kepada Titi


Saat akan melangkahkan kakinya, baju tino ditarik oleh titi. Membuat tino kaget


“ehhh” ucap tino spontan


“tungguin kata titi dengan nada sedikit tinggi


“katanya mau menyeberang sendiri” gumam tino


“siapa sih yang bilang mau menyeberang sendiri, kan kakak juga tahu kalau aku enggak bisa menyeberang” ucap titi dengan nada cerewet nya


“nah gini dong jadi titi yang dulu lagi, kangen tau dicerewetin sama kamu” ucap tino


“baru juga sehari” jawab titi


“jadi menyeberang enggak nih?” tanya tino


"ya jadi lah kak" jawab Titi


“enggak usah aneh-aneh, jangan bikin emosi juga. Kalau kakak ninggalin aku, aku bakal mengulur waktu buat jawab kakak” ancam titi


“emang sudah ada jawabannya ya?” tanya tino seketika membuat wajah titi memerah


“sudah ayok menyeberang, itu kak Aham sama cecil sudah nunggu in” ucap titi menarik tangan tino agar cepat mencari jalan untuk menyeberang


"haduh kenapa jadi gini sih suasana nya, jadi canggung gini rasanya. Aku ngomel enggak jelas lagi sama dia, kalau dia mendadak meng urungkan niat melamar aku bagaimana yaa" batin Titi


Tino juga merasakan hal yang sama dengan Titi, tapi dia mencoba untuk bersikap biasa saja karena dia tidak ingin jika nantinya titi malah merasa jijik karena kata-kata cinta yang di ucapkan oleh tino…


Setelah menyeberang dan kembali bergabung dengan Aham dan cecil, titi dan tino kembali ke mode diam mereka…


“kalian mau belanja apa dulu nih?” tanya cecil kepada titi dan tino


“daging ayam….” jawab tino dan titi bersamaan


“harus barengan gitu ya? Romantis banget sih pasangan baru ini” ucap cecil sambil tertawa


“ih cil” elak titi karena malu

__ADS_1


Sedangkan tino bersikap biasa saja dengan sikap cool nya


“yaudah kalau gitu kalian berdua belanja ke sana aja ya, soalnya aku sama kak Aham mau cari beberapa belanjaan perabot di belakang” ucap cecil


“kami duluan ya, jaga baik-baik tu calon istrinya. Biar enggak di lirik sama anggota lain” ucap Aham kemudian berlalu pergi bersama cecil


Setelah ditinggal oleh Aham dan cecil, titi dan tino hanya sesekali saling berpandangan karena bingung akan lewat jalan yang mana. Karena ini pertama kalinya mereka ke pasar berdua


“mau lewat mana?” tanya tino


“lurus aja” jawab titi


“yaudah yok” ucap tino sembari meng gandeng tangan titi kemudian berjalan


Titi yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya diam saja, karena dia juga merasa nyaman saat tino meng gandeng tangannya. Hal itu pula sudah cukup membuat wajahnya memerah karena malu…


Mereka berdua telah sampai di kios ayam potong langganan tino


“eh abang ganteng sudah lama tidak kelihatan” ucap seorang wanita yang tak lain adalah anak penjual ayam potong tersebut


“siapa nak?” tanya sang ibu yang muncul dari belakang


“ini mamak abang ganteng yang biasa kesini setiap minggu, sudah dua minggu tidak kesini. Ke mana saja abang?” tanya wanita itu


“oh saya banyak kegiatan di batalyon” jawab tino santai


“abang mau beli ayam bagian sayap, dada, paha, atau hati?” tanya wanita itu dengan nada centil


Bukannya menjawab pertanyaan wanita itu, tino malah bertanya kepada titi mengenai apa yang ingin dia beli


“kamu mau beli apa?” tanya tino


“ha?” tanya titi balik yang merasa bingung


“kamu mau pesan apa cantik?” tanya tino ulang, sontak kalimat itu tidak hanya membuat titi terkejut namun membuat wanita itu merasa kesal juga


“oh.. eh.. aku mau sayap aja deh 2kg” jawab titi


“sayapnya 2kg, sama ayam utuh-nya 4 ya bu” ucap tino kepada ibu penjual dan memilih untuk tidak menggubris anaknya


“iya nak” jawab ibu tersebut


“kakak ini?” tanya wanita itu menunjuk ke arah titi yang berdiri di samping tini dengan tangan yang masih di genggam oleh tino


“oh kenal kan ini calon istri saya” jawab tino


“he ati kamu mau apa di situ, ayo cuci ayam yang ada di belakang” ucap sang ibu penjual kepada anaknya

__ADS_1


“iya mak”


Setelah sang anak pergi ke belakang, sang ibu meminta maaf kepada tino dan titi karena sikap lancang anaknya kepada tino…


__ADS_2