TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PAMITAN


__ADS_3

"kayak orang sakit tahu nggak jatuhnya" ucap Cecil


karena Cecil dan Titi sudah melihat Aham dan Tino yang berdiri di dekat pagar menunggu mereka berdua, Cecil melepaskan pegangan Titi dan berlari ke arah Aham...


Aham dengan sigap meraih tangan Cecil dan memeluknya karena dia takut Cecil akan terjatuh


"jangan lari-lari yang" ucap Aham kepada Cecil


"nggak kok mas, cuma jalan cepat aja" jawab Cecil tersenyum


"ingat kamu sekarang bawa dua orang sekaligus di perut kamu ini yaa" tutur Aham yang merasa khawatir


"tenang aja kak selama ada aku, Cecil nggak akan berani lari-lari" ucap Titi


"belum-belum udah ada bodyguard aja" kata Tino


"ish di samakan sama bodyguard" ucap Titi memandang kesal ke arah Tino


"enggak sayang ku cantik ku" jawab Tino meminta maaf


"rasa in lo di ambek in lagi hahah" ejek Aham


"yaudah jadi berangkat sekarang kan?" tanya Aham


"berangkat kemana?" tanya Titi yang belum diberitahu oleh Cecil


"oh iya aku lupa kasih tahu ke kamu, kalau kita mau ke mama buat nemenin kak Aham sama kak Tino pamitan" jawab Cecil


"aku ambil kunci mobil dulu ya yang" ucap Aham kepada Cecil


"iyaa mas" jawab Cecil


"cepetan ham" teriak Tino


"santai" sahut Aham


"langsung sekarang?" tanya Titi melihat ke arah Tino dan Cecil bergantian


"iya langsung" jawab Cecil


"kalau aku balik ke rumah dulu gimana?" tanya Titi


"nggak akan sempat yang, waktunya cuma 2 jam" jawab Tino


"tapi aku cuma pakai baju tidur ini, masak mau ketemu sama mama" ucap Titi lesu


"nggak papa udah, santai aja sama mama nya kak Tino" ucap Cecil meyakinkan


"yaudah yaudah" jawab Titi


"lepas mukena di mobil aja, di mobil kan ada jaket kita juga ti" ucap Cecil kepada Titi


"okelah" jawab Titi

__ADS_1


"itu Aham udah balik" ucap Tino menunjuk ke arah Aham yang membawa sebuah Tote bag besar


"bawa apa itu kak Aham?" tanya Titi kepada Cecil


"mana aku tahu, mungkin makanan buat mama kali" jawab Cecil


mereka bertiga hanya menduga-duga karena mereka tidak titip apapun kepada Aham...


"udah yok" ucap Aham setelah kembali dan membawa kunci


pakaian yang ia pakai tetap sama seperti sebelumnya, ia juga tetap memakai sarung...


"bawa apa mas?" tanya Cecil


"ini makanan buat kamu di jalan" jawab Aham


"haa?" tanya Cecil bingung


"banyak banget ham? kayak mau perjalanan jauh aja" ucap Tino melihat isi dari Tote bag itu


"Cecil sekarang banyak makan camilan no, hampir setiap menit dia selalu ngemil makanan ringan" jawab Aham


"aku tu laper terus mas, tapi anakmu ini nggak mau makan nasi" ucap Cecil


"tapi banyak-banyak makan buah sama sayur juga cil, kalau nggak daging-daging gitu. itu kan berserat juga jadi bagus " kata Tino


"tiap hari makan gituan kak, makan ku tetep satu hari tiga kali kok" jawab Cecil


"iya ih, tapi bagusan kayak gini sih badan kamu cil. jadi berisi nggak kayak dulu krempeng" ucap Titi sembari tertawa


"hei bestie, jangan sama kan dulu dan sekarang ya" jawab Cecil


"emang apa bedanya yang?" tanya Aham


"dulu itu masih masa-masa galau-galau an, masih masa-masa perjuangan" jawab Cecil


"kan sekarang juga masih berjuang cil, kita masih kuliah" ucap Titi


"ih bukan berjuang itu"


"terus berjuang buat apa?" tanya Aham


"berjuang terlepas dari kegalauan dong, bertahun-tahun jomblo itu penuh perjuangan lo" jawab Cecil


"oh jadi sekarang makin gemuk itu gara-gara udah nikah sama kak Aham yaa" goda Titi


"ya nggak gitu juga sih" jawab Cecil


"aku in aja kali yang" ucap Aham ikut menggoda Cecil


"alah kayak lo nggak aja ham" ucap Tino memojokkan Aham


"lah emang nggak kan" jawab Aham

__ADS_1


"nggak salah tuh, lo juga krempeng dulu nya. coba lihat deh foto lo akad kelihatan tinggi doang terus badan lo juga nggak berisi kayak sekarang, tu perut lo buat duduk juga udah kayak hamil 1 bulan" ejek Tino


"ya gimana nggak gemuk, dulu kan masak-masak sendiri terus mau makan apa-apa beli sendiri. sekarang udah ada istriku tersayang yang masakin, terus keluar beli makanan juga berdua. nggak kayak dulu mau cari makan aja di ikutin 3 curut suruh nganterin muter-muter dulu baru beli makan, nggak tau temennya udah kelaparan" jawab Aham


"tapi kalau nggak ada kita-kita palingan lo udah nangis-nangis galau in Cecil di pojokan, berterimakasih lah kepada kita yang selalu ngingetin lo makan" ucap Tino


"y makasih" jawab Aham


"oh ternyata kalian berdua ini sama-sama baru bahagia jadi bisa gemuk gitu ya" Titi menyimpulkan


"ya bukan baru bahagia Titi" jawab Aham dan Cecil bersamaan


"terus terus?" tanya Titi


"setelah nikah sama kak Aham itu rasanya bahagia banget, kayak udah nggak ada tanggungan lagi. meskipun marah itu marah tetep bahagia jadi nggak nguras pikiran lah, kan kalau bahagia juga bisa menambah nafsu makan" jawab Cecil


Titi hanya ber oh ria mendengar penjelasan dari Cecil


tak lama mereka sampai di penginapan para mama, mereka ber empat langsung turun menuju rumah tersebut...


"assalamualaikum" ucap mereka semua bersamaan


"wa'alaikummussalam" jawab mama Aham yang lebih dahulu keluar


"eh anak-anak, ayo masuk-masuk" ajak mama Aham


Titi dan Tino masuk terlebih dahulu menuju ke tempat mama nya, sedangkan Cecil dan Aham berjalan bersama dengan mama Aham


"bagaimana kabar cucu mama?" tanya mama Aham sembari mengelus perut Cecil


"Alhamdulillah baik ma" jawab Cecil sembari tersenyum


"mama dimana ma?" tanya Cecil mencari keberadaan mama nya


"oh ada di taman belakang semuanya" jawab mama Aham


"hmm anak nya sendiri di cuekin" ucap Aham kepada sang mama


"lihat lah nak, papa kamu cemburu sama kamu yang belum lahir. Nanti kalau kamu lahir pasti mama kamu akan menjadi rebutan kalian bertiga" ucap mama Aham


mereka berjalan menuju taman belakang, disana sudah ada mama Cecil, mama Tino, dan mama Titi...


setelah semuanya duduk, Aham mulai berbicara maksud kedatangannya kemari..


"ma, kami semua datang kemari bermaksud untuk berpamitan dan meminta doa dari mama" ucap Aham


"kapan kalian berangkat nak?" tanya mama Cecil


"besok pagi kami berangkat ma" jawab Aham


baik Aham maupun Tino sungkem kepada orang tua mereka masing-masing, Cecil yang tidak pernah melihat Aham menangis kali ini ia lihat secara langsung suaminya itu menangis sesenggukan...


"he anak mama kok cengeng" protes mama Aham

__ADS_1


__ADS_2