TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PERISTIRAHATAN TERAKHIR


__ADS_3

namun tak lama papa Bima datang membawa makanan untuk mereka berdua


"makan dulu Bim" ucap papa Bima


karena sang papa memaksa, mau tidak mau Bima memakan makanan yang dipesankan oleh papanya meskipun tidak dihabiskan setidaknya perut kosongnya sudah terisi makanan...


"Bim" panggil papa Bima


"ya pa"


"kasus Rindi sekarang sedang ditangani polisi, ada kejanggalan dalam kematiannya" ucap papa Bima


"aku tahu pa, rindi sudah bilang akan menyusul ku ke Papua dan seharusnya hari ini dia sampai disana. Dan ya dia ditemukan meninggal di hotel dekat bandara, pasti dia sudah mempersiapkan keberangkatan nya saat itu" jawab Bima


"semua orang meyakini kalau Rindi dibunuh karena ada lebam di beberapa bagian tubuhnya yang nggak mungkin Rindi sendiri yang melakukannya. Papa melihat sendiri saat pihak hotel menghubungi keluarga, papa rindi datang bersama papa dan dikamar itu posisinya memang sangat berantakan"


"jika Rindi ingin bu*ih diri juga tidak mungkin, kamu tahu saat dia dan keluarganya datang ke rumah untuk meminta maaf bahkan dia baik-baik saja dan sempat tersenyum. Dia bilang kalau akan menikah dengan kekasihnya itu, ya kekasihnya mau bertanggung-jawab" ucap papa Bima


"pa, apa pacarnya Rindi juga datang kesini?" tanya Bima


"tadi pagi kesini Bim, katanya malam balik lagi mungkin sekarang dia sudah datang" jawab papa Bima


"apa dia tau kalau aku akan datang?" tanya Bima


"nggak Bim" jawab papa Bima


"ayo kembali pa" ajak Bima


"pasti sekarang dia sudah datang" batin Bima


akhirnya setelah selesai membayar makanan tersebut Bima dan papanya kembali ke tempat keluarganya berada. benar tebakan Bima jika pacar rindi sekarang sudah berada di antara keluarga Rindi...


"kamu udah makan nak?" tanya mama Bima


"udah ma" jawab Bima


"kamu istirahat aja Bim, pasti capek perjalanan jauh. Disini sudah ada brian yang temani kami" ucap papa rindi sambil menepuk bahu Bima


"nggak papa om, saya disini saja" jawab Bima namun pandangannya fokus kepada pacar rindi


disisi lain Brian enggan menatap mata Bima sedari Bima bergabung bersama mereka, Bima terus saja mengawasi gerak-gerik nya dan membuat dia menjadi tidak nyaman seakan Bima tahu sesuatu yang dia sembunyikan...

__ADS_1


"emm Tante" panggil Bima kepada mama Rindi


"iya Bim?" tanya mama Rindi


"apa sebelumnya Rindi pernah bilang kalau akan menyusul saya ke Papua?" tanya Bima


"iya, Rindi bilang dia akan minta maaf ke kamu secara langsung Bim" jawab mama Rindi


Bima yang mendengar jawaban mama rindi hanya mengangguk anggukan kepala, tak mau ambil pusing kini dia mengirim pesan kepada Cecil menanyakan siapa kah Brian itu...


💌 to Cecillia Denada Pradana


Bima : "dek, kakak mau tanya sesuatu"


tak lama pesan tersebut di balas oleh Cecil, karena memang sedari tadi Cecil dan Aham tidak tidur karena menunggu kabar dari Bima


*Cecillia : "gimana kak?"


Bima : "pacarnya Rindi namanya Brian, lo kenal nggak*?" tanya Bima


Cecillia : "eh tunggu"


Cecillia : "ini bukan" jawab Cecil sembari mengirim sebuah foto


Cecillia : "kakak yakin ini pacarnya Rindi?"


Bima : "iya dek, dia sekarang disini"


*Cecillia : "mereka dulu bahkan nggak pernah deket kak, satu-satunya orang yang berani sama Rindi di kampus ya Brian itu"


Bima : "makasih dek infonya*"


Bima mengakhiri percakapannya dengan Cecil tepat saat dokter keluar dari ruangan, dokter tersebut mengajak beberapa orang untuk berdiskusi dan Bima juga turut serta ikut...


sedangkan Brian yang berada di sana diminta untuk menunggu bersama keluarganya...


setelah sampai di sebuah ruangan mereka dari tim forensik menjelaskan apa bukti-bukti yang mereka temukan karena disana juga ada penyidik...


karena ada beberapa kejanggalan, Bima meminta untuk kasus tersebut tetap diselidiki sampai ditemukan kebenarannya...


setelah keluar dari ruangan tersebut, Bima dan papa rindi kembali menuju tempat keluarganya namun kali ini mereka berada di depan ruang jenazah menunggu tubuh rindi selesai di bersihkan...

__ADS_1


sebelumnya Bima sudah berbincang dengan papa Rindi agar dia saja yang menyampaikan hasil diskusi mereka dengan Tim forensik dan penyidik...


"dari hasil diskusi dengan penyidik dan tim forensik tadi ada banyak kejanggalan dengan kepergian Rindi, jadi saya dan om memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan sampai diketahui kebenarannya. Saya akan menghubungi beberapa teman saya yang bekerja dalam bidang ini supaya prosesnya lancar, dan saya akan menghubungi pengacara saya" ucap Bima kepada keluarga Rindi


"Bima, kamu baik sekali sama Rindi meskipun Rindi sudah menyakiti kamu" ucap mama Rindi


"saya sudah maafin Rindi Tan" jawab Bima


setelah lama menunggu akhirnya Jena*ah Rindi sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang dan dimakamkan...


Bima membayarkan seluruh biaya untuk Rindi, meskipun mama papa Rindi menolak namun Bima tetap bersikeras sehingga mama papa Rindi memilih meng iyakan keinginan Bima...


Papa Rindi bersama Bima ikut dalam mobil jena*ah, awalnya hanya Bima yang ikut namun papa Rindi juga ingin menemani sang putri...


"om, saya janji akan mengusut siapa pelakunya" ucap Bima kepada papa Rindi setelah berada di dalam mobil


yang menjadi fokus Bima saat ini hanyalah pemakaman Rindi berjalan dengan lancar, entah kenapa dia tidak ingin memikirkan soal Brian terlebih dahulu...


Sesampainya di rumah duka, Bima tak henti-hentinya membaca ayat-ayat Al Quran untuk Rindi karena waktu sudah malam jadi pemakamannya dilakukan keesokan paginya. Dia duduk di samping tubuh Rindi yang sudah terbujur kaku, air matanya bahkan kini menetes semakin deras...


......................


Keesokan paginya keluarga inti dan kerabat dari Rindi sudah berkumpul dan persiapan untuk pemakaman sudah selesai, mereka akan berjalan menuju pemakaman karena jarak dari rumah Rindi yang tidak terlalu jauh...


Bima memilih untuk membantu mengangkat peti Rindi meskipun banyak orang yang tidak memperbolehkan nya karena terlihat kondisi tubuhnya yang kurang baik namun dia tetap bersikeras...


Bahkan dia juga ikut masuk ke liang lahat untuk membantu proses pemakaman tersebut, banyak pasang mata yang melihat ketulusan Bima disitu. berbeda dengan Brian yang hanya diam saja tanpa ada niatan membantu keluarga Rindi...


Setelah selesai seluruh prosesi, Bima dan keluarganya memutuskan untuk pulang ke rumah. Awalnya Bima menolak namun mama bima memaksa karena melihat kondisi Bima yang tidak baik-baik saja...


"Bim ikhlaskan semuanya" ucap mama Bima kepada putranya


"aku hanya ingin tahu siapa penyebab dari semua ini ma" jawab Bima sembari memejamkan matanya


"papa akan bantu kamu mengusut kasus ini sampai tuntas, tapi kamu harus fokus pada dirimu juga Bim" sahut papa Bima yang duduk di samping supir


"pasti pa, terimakasih" jawab Bima


tak lama mereka sampai di kediaman Bima, Bima hanya punya waktu beberapa saat untuk istirahat kemudian harus memulai perjalanan kembali ke Papua...


"kamu kembali jam berapa nak?" tanya mama Bima

__ADS_1


"jam 11 malam nanti ma" jawab Bima


__ADS_2