TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
NENCI


__ADS_3

Riko masuk ke dalam pos jaga nya, apa yang dikatakan oleh Riko memang benar. Tidak seharusnya petugas kesehatan menyambut mereka yang akan berjaga apalagi sampai berdiri di depan pos yang bahkan bangunannya terpisah dengan pos kesehatan


"Lo kenapa sih ko, dia nggak salah apa-apa juga" ucap Tino


"gue tau sekarang cuma ada 2 perawat yang berjaga di sana salah satunya adalah dia, tapi gimana bisa dia malah keluar ruangan padahal di dalam masih ada pasien yang perlu di tangani" jawab Riko


"itu urusan mereka mau ngantur nya kayak gimana, jadi lo nggak usah ikut campur" ucap Tino


"terserah apa kata lo, inget meskipun kita se letting bukan berarti kita sama no" jawab Riko mengingatkan


Tino hanya terdiam karena yang di bicarakan oleh Riko memang ada benarnya, dia tidak akan mungkin bisa menang melawan Riko


tak lama cewek itu datang kembali membawakan dua gelas kopi dan makanan ringan


"maaf pak ganggu, saya bawakan kopi dan makanan ringan untuk bapak" ucapnya


"terimakasih" ucap Riko membuat wanita tersebut tersenyum


"tapi maaf, apakah kami memang mendapatkan jatah kopi dan makanan saat berjaga disini? sebentar-sebentar saya lihat dulu fasilitas apa yang anggota kami dapatkan selama disini, karena sebelumnya yang bertugas disini tidak mendapat minum dan makan juga. Apa saya yang tidak tahu ya? Apa memang ada yang spesial Bu, bukan begitu?" tanya Riko


"maaf pak memang kami memberikan baru kali ini" jawab wanita tersebut


"udah lah ko" ucap Tino


"ci maaf in temanku ya" ucap Tino kepada wanita tersebut yang tak lain adalah Nenci


"iya nggak papa no"


"lah saya belum minta maaf ini bu" ucap Riko

__ADS_1


"kasihan juga ya Titi disana, belum juga ditinggal lama udah harus ngerasa sakit disana" celetuk Riko


"nggak usah bawa-bawa Titi bisa kan ko, ini nggak ada hubungannya sama Titi" ucap Tino


"ada dong, oh ya btw cincin lo kemana? gue lihat-lihat kok lo jadi lepas cincin ya" tanya Riko


Nenci yang tidak tahu apa yang dimaksud oleh Riko merasa bingung, ia melihat ke arah Tino yang seakan menahan emosi saat Riko menyebutkan nama Titi. namun ia sadar saat ini bukan lah saat nya ia menanyakan siapa Titi karena ia dan Tino juga baru saja bertemu kembali setelah sekian lama


"emm saya kembali dulu ya pak" ucap Nenci


"ya silahkan" jawab Riko sembari tersenyum miring


sepeninggal Nenci, mereka berdua hanya diam seribu bahasa karena Riko menahan emosi dengan Tino


"disini Nenci nggak salah" ucap Tino tiba-tiba


"emang dari dulu tu lo yang salah no" jawab Riko


"terus gue harus berkata manis ke cewek yang merusak hubungan adek gue? lo inget nggak gimana susahnya lo yakinin Titi yang udah lama lo deketin, bahkan lo janji buat nggak chat sana sini sama cewek lain dan ketemuan sama cewek lain. tapi kayaknya itu berlaku saat lo sama Titi nggak LDR deh, coba lihat pas lo sama Titi LDR malah jadi kayak gini. bahkan gue yakin pasti lo nggak hubungin Titi kan" skak Riko kepada Tino


"harusnya lo bersyukur sama yang sekarang udah lo punya, bukannya malah cari kenyamanan ke cewek lain saat pacar lo sendiri" lanjut Riko


"lo nggak ngerti ko" jawab Tino


"apa yang gue nggak ngerti?" sela Riko


"bro, disini kita bicara sebagai sesama cowok. bedanya gue udah ngertiin gimana cewek gue, dan lo hahaha... Dahlan capek gue lama-lama, namanya penyakit emang nggak bisa 100% sembuh" ucap Riko


"sekarang lo pikirin baik-baik kata-kata gue, sebelum ada cowok lain yang lebih bisa ngertiin Titi dan lo bakalan nyesel nantinya" sambungnya

__ADS_1


Tino hanya menunduk, di sepanjang jam jaga mereka berdua hanya diam saja tanpa ada komunikasi antara keduanya begitupun saat pulang Tino memilih untuk berjalan lebih dahulu ke mess sedangkan Riko berjalan jauh di belakang


namun di tengah perjalanan tiba-tiba Nenci menghentikan langkah kaki Riko dengan memegang tangannya


"maaf ya Bu, saya bukan orang seperti Tino yang akan tergoda oleh anda" ucap Riko tegas


"maaf pak, bukan itu maksud saya" ucap Nenci yang ketakutan


"ada yang ingin saya tanyakan kepada bapak, apakah banyak ada waktu sebentar?" tanya Nenci


"masalah apa?" tanya Riko


"mari pak lebih baik kita membicarakan ini di depan pos kesehatan saja" ajak Nenci dan di iyakan oleh Riko


mereka berdua duduk berhadapan


"sebentar" ucap Riko


Riko menghubungi Bima lewat HT dan meminta Bima untuk datang ke tempat mereka agar tidak ada fitnah yang tersebar. setelah Bima datang barulah Riko membuka suara


"sekarang apa yang ingin anda tanyakan?" tanya Riko


"maaf pak jika saya lancang, tadi saya mendengar anda menyebutkan satu nama yang membuat Tino seperti marah" ucap Nenci


"oh maksudnya Titi?" tanya Bima


"betul pak, apakah saya boleh tahu siapa Titi itu?" tanya Nenci


"memang kamu harus tau siapa Titi dan apa hubungannya sama Tino karena saya yakin Tino tidak pernah mengatakan satu hal pun tentang Titi" jawab Bima

__ADS_1


"namun sebelumnya, saya ingin dengar apa yang sebenarnya terjadi antara anda dan Tino" punya Riko


__ADS_2