
"aduh cil kurang baik apa coba aku yang manis ini?" tanya Ratih
"kurang sehat kayaknya tih" ucap Titi sembari tertawa
"gitu ngejek-ngejek terus" jawab Ratih
"lagian kamu juga aneh-aneh aja tih" ucap Aisi
Ratih hanya mampu menggaruk kepala nya kalau Aisi sudah iku berbicara...
Tak terasa setelah banyak mengobrol di jalan, mereka telah sampai di gate keberangkatan mereka. papa mertua cecil langsung melakukan boarding untuk mereka semua dan bergegas masuk ke dalam pesawat...
"Selamat siang" sapa pramugari
"siang" jawab mama mertua Cecil
"bisa saya lihat tiketnya ibu? untuk membantu menunjukkan tempat duduknya" tanya pramugari tersebut
Kemudian papa mertua Cecil memberikan semua tiket kepada pramugari tersebut...
"mari pak Bu"
Pramugari itu mengantarkan mereka masuk melewati ekonomi class yang seharusnya mereka tempati, namun kini mereka malah berada di business class...
semua ini adalah rencana papa dan mama mertua Cecil untuk memberikan kenyamanan kepada Cecil dan teman-temannya...
"maaf om tante, tapi kami kan pesan tiket ekonomi class. Apa kalau ekonomi nya di pesawat axyz memang seperti ini?" tanya Bram
"hahaha kamu bisa aja nak, ini saya sengaja tukar seat kalian agar lebih nyaman duduk disini dan bisa menikmati perjalanan pulang. Setidaknya kalian bisa ber istirahat dengan nyaman" ucap papa mertua Cecil
"terima kasih banyak Om" ucap Bram dan yang lainnya
"sama-sama, sudah ayo duduk-duduk " ucap mama mertua Cecil
Cecil duduk di satu baris dengan mama papa serta Titi, sedangkan teman-temannya berada di belakang mereka ber empat...
__ADS_1
"makasih ya ma pa sudah bantuin Cecil, repot-repot datang kesini dan memberikan tempat yang nyaman untuk kami semua" ucap Cecil
"kalian berhak mendapatkan itu nak, kalian udah capek-capek kan. berangkat dengan persiapan seadanya jadi pulangnya harus disambut karena program kerja kalian juga berjalan disana" ucap mama mertua Cecil
"oh iya, sudah pamitan ke suami mu?" tanya nya kembali
"sudah ma kemarin sebelum kembali ke asrama, tadi Cecil juga sudah chat tapi disana belum ada sinyal. beberapa hari ini juga keadaan disana sedang siaga jadi Mas Aham mungkin belum bisa pegang handphone beberapa waktu" jawab Cecil
"iya sayang, mama khawatir karena beberapa kali memang ada berita di televisi mengenai penyerangan itu. kita sama-sama doa saja agar mereka semua bisa kembali ke pelukan keluarganya dengan selamat dan tanpa kurang suatu apapun" ucap mama mertua Cecil
"iyaa ma, aamiin" jawab Cecil
"yaudah sekarang jangan mikir yang aneh-aneh ya nak, satu bulan lagi suami mu kan kembali. Selama flight lebih baik kamu tidur saja, biar nanti sampai jakarta segeran sedikit badannya" ucap papa mertua Cecil
"baik pa" jawab Cecil
dan benar saja selama flight berlangsung baik Cecil maupun teman-temannya tertidur dengan pulas, mereka terbangun saat makanan datang dan tidur kembali sampai pesawat akan mendarat...
Sesampainya di bandara, keluarga mereka semua sudah menunggu. Begitupun dengan mama papa Cecil yang sudah menunggu anaknya pulang bersama mertua nya, kedua orang tua Cecil tidak bisa ikut menjemput karena mereka juga baru sampai dari perjalanan bisnis ke luar kota...
Teman-temannya langsung berpamitan untuk pulang, menyisakan Cecil dan orang tua nya
"gimana kabarnya nak, sehat-sehat kan?" tanya mama Cecil
"Alhamdulillah sehat ma, baby juga aktif-aktif nya" jawab Cecil sembari mengelus perutnya
"suami mu gimana sayang?" tanya sang papa
"mas aham juga sehat kok pa, meskipun sedikit eksotis sekarang" jawab Cecil sembari tersenyum
"besan, gimana penerbangan nya?" tanya papa Cecil kepada papa aham
"Alhamdulillah lancar besan, tidak ada kendala apapun" jawab papa aham
setelah mobil jemputan datang, merek ber lima masuk ke dalam mobil...
__ADS_1
"sayang, kamu ada pengen makan apa nggak? Ini mumpung masih di luar" tanya mama aham
"emmm, aku pingin makan lalapan ayam goreng ma yang ada di jalan pahlawan" ucap Cecil
"oke, pak kita ke lalapan jalan pahlawan ya" ucap papa aham kepada sopir tersebut
"baik pak"
Sesuai dengan keinginan Cecil, mereka semua makan di lalapan pinggir jalan yang di inginkan sang anak. Ini adalah tempat favorit Cecil makan saat pulang dari kuliah, sebenarnya ia ingin mengajak aham makan disini namun keinginannya belum kesampaian...
"eh si Eneng, lama nggak kelihatan" ucap mamang penjual lalapan
"iya mang, baru pulang hehe" jawab Cecil
"Eneng perutnya udah besar aja, berapa bulan neng?" tanya penjual yang memang tahu kalau Cecil sudah menikah
"iya mang udah mau 6 bulan, baby twins" jawab Cecil
"semoga sehat-sehat neng, pesanan seperti biasa ya neng?" tanya mamang
"iyaa mang, 6 porsi ya makan sini" jawab Cecil
"baik neng ditunggu"
Mamang tersebut menyiapkan pesanan Cecil kemudian mengantarkan ke meja mereka. Mereka semua makan dengan tenang, setelah selesai dan membayar kemudian perjalanan pulang dilnjutkan ke rumah mertua Cecil terlebih dahulu karena lebih dekat. Kemudian baru lah ke rumah Cecil...
malam ini Cecil akan tidur di rumahnya terlebih dahulu karena ia sangat rindu dengan kamar nya dan ingin mengunjungi sang Tante untuk membicarakan perihal hubungan Titi dengan Bima...
sesampainya di kediaman mertua Cecil........
"sampai ketemu lusa ya ma, pa" ucap Cecil sembari mencium tangan kedua mertuanya
"iya sayang" jawab mertua Cecil
"hati-hati di jalan besan, kalau sudah sampai kabari ya" ucap papa aham
__ADS_1
"baik kami pamit dulu" jawab papa Cecil
Sopir melajukan mobil menuju rumah keluarga Cecil...